Hasil Pencarian

Senegal

Belgia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Comeback Dramatis atas Senegal

Belgia memastikan langkah ke babak 16 Besar Piala Dunia 2026 setelah menciptakan salah satu comeback paling dramatis di turnamen. Sempat tertinggal dua gol hingga menit-menit akhir waktu normal, Iblis Merah berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Senegal dengan skor 3-2 di Stadion Lumen Field, Seattle, Kamis, 2 Juli 2026. Kemenangan tersebut lahir lewat perjuangan luar biasa. Senegal sempat berada di atas angin berkat gol Habib Diarra pada menit ke-25 dan Ismaïla Sarr di menit ke-52. Namun, ketika kekalahan tampak sudah di depan mata, Belgia menunjukkan mental juara. Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86 sebelum Youri Tielemans menyamakan kedudukan tiga menit berselang. Skor 2-2 memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Penalti Youri Tielemans Antar Belgia ke Babak 16 Besar Drama mencapai puncaknya menjelang berakhirnya babak tambahan. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan VAR yang memperlihatkan Tielemans dijatuhkan di dalam kotak penalti. Tielemans yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya ke sudut kanan atas gawang tak mampu dihentikan penjaga gawang Senegal, sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi Belgia dan tiket ke babak 16 Besar Piala Dunia 2026. Keberhasilan tersebut sekaligus menorehkan catatan istimewa. Belgia menjadi tim kedua dalam 11 edisi Piala Dunia terakhir yang mampu bangkit setelah tertinggal dua gol di fase gugur. Momen itu mengingatkan publik pada kemenangan legendaris Belgia atas Jepang dengan skor identik 3-2 pada babak 16 Besar Piala Dunia 2018. "Menjadi bagian dari comeback ini merupakan momen yang membanggakan karena saya mencetak dua gol terakhir yang membawa tim meraih kemenangan hari ini. Saya sangat bangga bisa membantu tim mencetak gol dan membawa kami meraih kemenangan," ujar Tielemans. Rudi Garcia Puji Mentalitas Belgia Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menilai keberhasilan timnya tidak lepas dari kepercayaan diri dan keberanian melakukan perubahan strategi saat pertandingan berlangsung. Menurut Garcia, anak asuhnya tetap tenang meski berada dalam situasi sulit. Penyesuaian taktik yang dilakukan pada babak kedua membuat permainan Belgia menjadi lebih agresif dan efektif hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan. "Dalam sepak bola, segala hal selalu mungkin terjadi selama Anda percaya. Kami membuat penyesuaian taktik yang diperlukan dan permainan kami membaik," kata Garcia. Faktor Kunci Kebangkitan Belgia Beberapa aspek yang menjadi penentu kemenangan Belgia antara lain: Tetap bermain menyerang meski tertinggal dua gol. Pergantian strategi yang meningkatkan intensitas serangan. Pengalaman para pemain senior seperti Romelu Lukaku dan Youri Tielemans. Mental bertanding yang tetap terjaga hingga menit-menit terakhir. Keberanian mengambil risiko pada fase akhir pertandingan. Senegal Kembali Menelan Kekecewaan akibat Drama VAR Di sisi lain, kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Senegal. Singa Teranga kembali harus menerima kenyataan pahit setelah keputusan VAR berujung pada penalti yang mengubah jalannya pertandingan. Situasi itu mengingatkan pada kontroversi yang sempat mereka alami di final Piala Afrika (AFCON) 2025. Meski demikian, pelatih Senegal Pape Thiaw memilih tidak mempermasalahkan keputusan wasit. Menurutnya, setiap orang dapat memiliki pandangan berbeda terhadap insiden tersebut. Fokus utamanya justru tertuju pada kegagalan tim mempertahankan keunggulan hingga laga benar-benar usai. "Ini kekalahan yang menyakitkan karena kami bermain sangat baik. Kami sempat unggul dua gol, tetapi pertandingan tidak hanya berlangsung 85 menit. Belgia mampu bangkit dan kami tidak dapat mengatasinya. Kami harus mengucapkan selamat kepada Belgia atas keberhasilannya melaju ke babak berikutnya," ujarnya. Krepin Diatta Akui Senegal Gagal Wujudkan Sejarah Bek kanan Senegal, Krepin Diatta, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026. Ia menilai seluruh pemain telah berusaha maksimal, tetapi tim gagal menjaga fokus pada momen-momen krusial. Menurut Diatta, fase gugur menuntut kesiapan mental yang jauh lebih tinggi karena satu kesalahan kecil dapat berakibat fatal. "Kami gagal. Kami memiliki kesempatan untuk menorehkan sejarah indah di Piala Dunia. Namun, kami harus menerima bahwa kami tidak berhasil menjalankan misi itu," kata Diatta. Comeback Belgia Jadi Bukti Pentingnya Mental Juara Laga Belgia kontra Senegal menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola dapat berubah hanya dalam hitungan menit. Keunggulan dua gol belum tentu menjamin kemenangan apabila lawan tetap mampu menjaga intensitas permainan hingga peluit akhir. Bagi Belgia, hasil ini menjadi modal berharga untuk menghadapi babak 16 Besar Piala Dunia 2026. Sementara bagi Senegal, kekalahan dramatis tersebut menjadi pelajaran penting tentang pentingnya konsistensi, disiplin, dan ketahanan mental sepanjang pertandingan.

Sepakbola 03 Jul 2026

Belgia vs Senegal: Singa Teranga Siap Bikin Iblis Merah Pulang Lebih Cepat?

Belgia vs Senegal menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Duel yang akan berlangsung di Seattle, Amerika Serikat, ini mempertemukan dua tim yang sama-sama menemukan performa terbaiknya tepat sebelum memasuki fase gugur. Meski menempuh jalur berbeda menuju babak knockout, Belgia dan Senegal kini datang dengan kepercayaan diri tinggi. Bagi kedua tim, kemenangan bukan hanya berarti tiket ke babak 16 Besar, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing dengan para kandidat juara. Belgia Bangkit Setelah Awal Turnamen yang Kurang Meyakinkan Perjalanan Belgia di fase grup sempat memunculkan keraguan. Dalam dua pertandingan awal, Iblis Merah hanya mampu bermain imbang melawan Mesir dan Iran sehingga peluang lolos belum sepenuhnya aman. Namun, segalanya berubah pada laga terakhir. Belgia tampil eksplosif dengan menghancurkan Selandia Baru 5-1 dan memastikan diri lolos sebagai juara Grup G. Kemenangan besar tersebut menjadi bukti bahwa skuad asuhan Rudi Garcia mulai menemukan ritme permainan yang selama ini dinantikan para pendukungnya. Leandro Trossard Jadi Motor Kebangkitan Belgia Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian adalah Leandro Trossard. Winger Arsenal itu tampil luar biasa dengan mencetak dua gol dan terus memberikan ancaman sepanjang pertandingan. Pergerakannya di sisi sayap membuat pertahanan lawan kesulitan mengembangkan permainan. Selain Trossard, pengalaman Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku juga mulai memberikan dampak besar terhadap performa tim. Kehadiran para pemain senior tersebut membuat Belgia tampil lebih tenang ketika menguasai bola maupun saat menghadapi tekanan lawan. Pelatih Rudi Garcia pun menilai kritik terhadap usia skuadnya mulai terjawab melalui performa di atas lapangan. Menurutnya, Belgia memang belum mencapai performa terbaik, tetapi perkembangan tim terus menunjukkan arah yang positif. Senegal Lolos Dramatis, Kini Datang dengan Percaya Diri Tinggi Jika Belgia lolos sebagai juara grup, Senegal harus berjuang hingga pertandingan terakhir. Singa Teranga sempat mengalami dua kekalahan beruntun dari Prancis dan Norwegia yang membuat peluang mereka nyaris tertutup. Namun, kemenangan telak 5-0 atas Irak mengubah segalanya. Hasil tersebut mengantarkan Senegal melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik sekaligus mengembalikan kepercayaan diri seluruh skuad menjelang babak gugur. Pape Gueye dan Abdoulaye Seck Jadi Sorotan Keberhasilan Senegal bangkit tidak lepas dari penampilan impresif beberapa pemain kunci. Pape Gueye tampil luar biasa setelah masuk dari bangku cadangan dengan mencatat dua gol dan satu assist. Kehadirannya langsung mengubah ritme permainan Senegal menjadi jauh lebih agresif. Sementara itu, Abdoulaye Seck mencuri perhatian lewat kontribusinya pada gol pembuka. Selebrasi emosional yang dipersembahkan untuk mengenang mendiang putranya menjadi salah satu momen paling menyentuh sepanjang fase grup Piala Dunia 2026. Pelatih Pape Thiaw berharap semangat dan performa tersebut dapat dipertahankan ketika menghadapi Belgia. Adu Strategi Jadi Penentu Laga Pertandingan diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi karena kedua tim memiliki gaya bermain yang berbeda. Belgia lebih mengandalkan penguasaan bola, kreativitas lini tengah, serta efektivitas penyelesaian akhir. Sebaliknya, Senegal dikenal dengan permainan yang mengandalkan kecepatan, kekuatan fisik, dan transisi menyerang yang sangat cepat. Jika Belgia kehilangan konsentrasi saat kehilangan bola, Senegal memiliki kemampuan untuk menghukum lewat serangan balik yang mematikan. Pemain yang Layak Dinantikan Beberapa nama diprediksi akan menjadi pembeda dalam pertandingan nanti. Belgia Kevin De Bruyne Romelu Lukaku Leandro Trossard Jeremy Doku Loïs Openda Senegal Pape Gueye Nicolas Jackson Ismaila Sarr Abdoulaye Seck Édouard Mendy Kualitas individu para pemain tersebut membuat pertandingan diperkirakan berlangsung terbuka sejak menit pertama. Faktor yang Bisa Menentukan Pemenang Dalam pertandingan knockout, detail kecil sering kali menjadi pembeda. Beberapa faktor yang diperkirakan akan menentukan hasil akhir antara lain: Efektivitas memanfaatkan peluang di depan gawang. Disiplin menjaga organisasi pertahanan. Kecepatan melakukan transisi menyerang. Pengaruh pemain pengganti pada babak kedua. Mental menghadapi tekanan pertandingan hidup-mati. Tim yang mampu menjaga fokus hingga peluit akhir memiliki peluang lebih besar melangkah ke babak berikutnya. Belgia Lebih Diunggulkan, tetapi Senegal Punya Modal Besar Secara pengalaman dan kualitas skuad, Belgia memang sedikit lebih difavoritkan. Namun, Senegal datang dengan momentum positif setelah bangkit secara dramatis pada laga terakhir fase grup. Kepercayaan diri tinggi serta karakter permainan yang agresif membuat wakil Afrika tersebut berpotensi menjadi ancaman serius. Melihat performa kedua tim, Belgia vs Senegal diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Apabila mampu mempertahankan permainan disiplin dan efektif, Singa Teranga berpeluang mengikuti jejak sejumlah tim yang telah lebih dulu menyingkirkan unggulan dan menciptakan kejutan besar di turnamen kali ini.  

Sepakbola 01 Jul 2026

Senegal vs Irak Wajib Menang, Prancis dan Norwegia Berebut Gelar Juara Grup I Piala Dunia 2026

Persaingan di Grup I Piala Dunia 2026 memang sudah menghasilkan dua tim yang memastikan tiket ke babak 32 besar. Namun, laga terakhir fase grup tetap menyimpan tensi tinggi karena masih ada perebutan status juara grup dan peluang finis terhormat bagi tim yang tersingkir. Pada pertandingan penutup Grup I, perhatian akan terbagi ke dua laga penting. Prancis akan berhadapan dengan Norwegia dalam duel penentuan puncak klasemen, sementara Senegal dan Irak sama-sama mengincar kemenangan pertama mereka di turnamen ini. Prancis dan Norwegia telah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan dipastikan lolos ke fase gugur. Duel Prancis vs Norwegia, Penentu Juara Grup I Pertandingan antara Prancis dan Norwegia menjadi salah satu laga paling menarik di fase grup. Kedua tim tampil impresif sejak awal turnamen dan sama-sama mencatatkan dua kemenangan beruntun. Prancis menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kandidat juara setelah menundukkan Senegal dan Irak. Di sisi lain, Norwegia juga tampil luar biasa berkat ketajaman Erling Haaland yang terus menjadi mesin gol tim Skandinavia tersebut. Kylian Mbappe dan Haaland Jadi Sorotan Pertemuan ini juga menghadirkan duel dua penyerang terbaik dunia saat ini. Beberapa pemain yang diprediksi menjadi pembeda: Kylian Mbappe (Prancis) Ousmane Dembele (Prancis) Erling Haaland (Norwegia) Martin Odegaard (Norwegia) Marcus Pedersen (Norwegia) Mbappe terus menambah koleksi golnya sepanjang turnamen, sementara Haaland membuktikan bahwa debutnya di Piala Dunia berjalan sangat sukses. Duel keduanya diprediksi menjadi tontonan utama bagi para pencinta sepak bola dunia. Prancis Sedikit Diunggulkan Meski sama-sama mengoleksi enam poin, Prancis berada dalam posisi lebih menguntungkan karena unggul selisih gol. Hasil imbang sudah cukup bagi Les Bleus untuk mempertahankan posisi puncak klasemen Grup I. Pelatih Didier Deschamps diperkirakan tidak akan melakukan banyak perubahan dalam susunan pemain. Momentum positif yang sedang dimiliki tim menjadi modal penting menjelang fase gugur. Sementara itu, Norwegia berambisi merebut posisi juara grup demi mendapatkan jalur yang lebih menguntungkan pada babak 32 besar. Senegal dan Irak Sama-Sama Mengincar Kemenangan Perdana Di laga lainnya, Senegal akan menghadapi Irak dalam pertandingan yang tetap memiliki nilai penting meskipun kedua tim sudah kehilangan peluang lolos otomatis. Baik Senegal maupun Irak mengalami nasib serupa setelah menelan dua kekalahan beruntun pada dua laga awal. Karena itu, pertandingan terakhir menjadi kesempatan untuk menutup turnamen dengan kepala tegak. Senegal Berusaha Bangkit Sebagai salah satu wakil kuat Afrika, performa Senegal sejauh ini belum sesuai harapan. Kekalahan dari Prancis dan Norwegia membuat mereka terpuruk di papan bawah klasemen. Meski demikian, kualitas pemain seperti Sadio Mane, Ismaila Sarr, dan Kalidou Koulibaly tetap membuat Senegal layak diwaspadai. Pelatih Pape Thiaw diyakini akan meminta anak asuhnya tampil lebih agresif sejak menit awal untuk mengakhiri turnamen dengan kemenangan. Irak Ingin Akhiri Turnamen dengan Catatan Positif Irak juga datang dengan motivasi yang sama. Wakil Asia tersebut kesulitan menghadapi kekuatan Prancis dan Norwegia pada dua laga sebelumnya. Namun, pertandingan melawan Senegal dianggap sebagai peluang terbaik untuk menunjukkan kualitas yang sebenarnya. Jika mampu tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, Irak berpotensi memberikan kejutan dan meraih kemenangan pertama mereka di Piala Dunia 2026. Faktor yang Bisa Menentukan Hasil Laga Beberapa faktor yang diprediksi berpengaruh pada pertandingan Senegal vs Irak: Efektivitas penyelesaian akhir. Konsistensi lini pertahanan. Kondisi fisik pemain setelah jadwal padat. Mental bertanding di bawah tekanan. Pemanfaatan bola mati dan serangan balik. Dalam laga yang mempertemukan dua tim dengan kondisi serupa, detail kecil sering kali menjadi pembeda hasil akhir. Grup I Jadi Salah Satu Grup Paling Kompetitif Sejak awal turnamen, Grup I memang disebut sebagai salah satu grup paling kompetitif karena dihuni tim-tim dengan karakter permainan berbeda. Prancis tampil dengan kualitas individu kelas dunia, Norwegia mengandalkan kekuatan kolektif dan ketajaman Haaland, sementara Senegal serta Irak menghadirkan semangat juang tinggi. Hasil dua pertandingan pertama menunjukkan bahwa Prancis dan Norwegia mampu menjaga konsistensi, sedangkan Senegal dan Irak harus membayar mahal setiap kesalahan yang mereka lakukan. Penutup Laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026 tetap menyimpan banyak cerita menarik. Prancis dan Norwegia akan bertarung memperebutkan status juara grup, sementara Senegal dan Irak berusaha menyelamatkan harga diri dengan kemenangan perdana. Dengan kualitas pemain yang dimiliki keempat tim, pertandingan penutup fase grup ini diprediksi berlangsung sengit dan penuh drama. Selain menentukan posisi akhir klasemen, hasil laga juga akan menjadi modal psikologis penting bagi Prancis dan Norwegia sebelum memasuki babak 32 besar.  

Sepakbola 26 Jun 2026

Grup I Piala Dunia 2026 Memanas! Prancis dan Norwegia Tancap Gas dengan Kemenangan Meyakinkan

Persaingan di Grup I Piala Dunia 2026 langsung berlangsung sengit sejak pertandingan pertama. Dua tim unggulan, Prancis dan Norwegia, berhasil mengawali turnamen dengan kemenangan yang tidak hanya menghasilkan tiga poin, tetapi juga memperlihatkan kekuatan lini serang mereka. Total sembilan gol tercipta dalam dua pertandingan pembuka grup. Prancis sukses menundukkan Senegal dengan skor 3-1, sementara Norwegia tampil lebih dominan saat mengalahkan Irak 4-1. Hasil tersebut membuat kedua tim berada di posisi teratas klasemen sementara dan membuka peluang besar untuk melaju ke fase gugur. Prancis Bangkit di Babak Kedua, Mbappe Jadi Pembeda Laga antara Prancis dan Senegal sempat berlangsung ketat. Tim Afrika tersebut mampu memberikan perlawanan yang membuat Les Bleus kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya pada sebagian besar pertandingan. Namun situasi berubah setelah pergantian strategi yang dilakukan pelatih Didier Deschamps. Perubahan posisi beberapa pemain membuat serangan Prancis menjadi lebih hidup dan efektif. Kylian Mbappe kembali menunjukkan statusnya sebagai pemain kunci. Penyerang berusia 27 tahun itu mencetak dua gol penting yang memastikan kemenangan timnya. Jalannya Pertandingan Prancis vs Senegal Kylian Mbappe membuka keunggulan Prancis pada menit ke-66. Bradley Barcola memperbesar skor menjadi 2-0 pada menit ke-82. Senegal memperkecil ketertinggalan melalui Ibrahim Mbaye pada menit ke-90+5. Mbappe menutup pertandingan dengan gol keduanya pada menit ke-90+6. Skor akhir 3-1 menjadi modal berharga bagi Prancis dalam menghadapi dua pertandingan berikutnya di Grup I. Taktik Deschamps Jadi Kunci Kebangkitan Les Bleus Pelatih Prancis Didier Deschamps mengakui pertandingan tidak berjalan mudah. Menurutnya, perubahan posisi beberapa pemain menjadi titik balik yang mengubah jalannya laga. Rotasi yang dilakukan terhadap Ousmane Dembele dan Michael Olise mampu menciptakan keseimbangan baru dalam pola serangan Prancis. Hasilnya, lini belakang Senegal yang sebelumnya tampil disiplin mulai kehilangan kontrol terhadap pergerakan pemain lawan. Faktor Kemenangan Prancis Beberapa aspek yang berkontribusi terhadap kemenangan Les Bleus antara lain: Efektivitas penyelesaian akhir. Kedalaman skuad yang berkualitas. Adaptasi taktik di tengah pertandingan. Pengalaman menghadapi tekanan turnamen besar. Keunggulan tersebut membuat Prancis tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Erling Haaland Langsung Bersinar di Debut Piala Dunia Jika Mbappe menjadi bintang bagi Prancis, maka Norwegia memiliki Erling Haaland sebagai pusat perhatian. Penyerang Manchester City tersebut menjalani debut Piala Dunia yang nyaris sempurna. Dua gol yang dicetaknya membantu Norwegia mengamankan kemenangan telak 4-1 atas Irak. Penampilan Haaland sekaligus menjawab ekspektasi tinggi yang selama ini mengiringi karier internasionalnya. Statistik Impresif Haaland Dengan dua gol tambahan ke gawang Irak, Haaland kini telah mengoleksi: 57 gol internasional. 51 penampilan bersama Norwegia. Rata-rata lebih dari satu gol per pertandingan internasional. Catatan tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran Haaland dalam perjalanan Norwegia menuju Piala Dunia 2026. Norwegia Tampil Efektif dan Sulit Dibendung Meski sempat mendapat perlawanan dari Irak, Norwegia mampu menunjukkan kualitas mereka pada momen-momen krusial. Gol pertama Haaland lahir pada menit ke-29 sebelum ia kembali mencetak gol kedua menjelang turun minum. Irak sempat menjaga harapan melalui gol Aymen Hussein pada menit ke-39, tetapi dominasi Norwegia semakin terlihat pada babak kedua. Pencetak Gol Norwegia vs Irak Norwegia 4-1 Irak Gol Norwegia: Erling Haaland (29') Erling Haaland (43') Leo Ostigard (76') Gol bunuh diri Aymen Hussein (90+6') Gol Irak: Aymen Hussein (39') Hasil tersebut membuat Norwegia memimpin klasemen sementara Grup I berkat keunggulan produktivitas gol. Pelatih Norwegia Puji Mentalitas Haaland Pelatih Norwegia Stale Solbakken menilai Haaland tidak menunjukkan tanda-tanda gugup meski baru menjalani debut di Piala Dunia. Menurutnya, sang striker tampil seolah sudah terbiasa bermain di turnamen sebesar ini. Ketenangan dalam menyelesaikan peluang menjadi salah satu faktor yang membuat Haaland mampu tampil begitu efektif. Kepercayaan diri tersebut menjadi kabar baik bagi Norwegia yang berambisi menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026. Irak Tetap Optimistis Meski Menelan Kekalahan Di sisi lain, Irak harus menerima kenyataan pahit setelah kebobolan empat gol pada pertandingan pertama. Namun pelatih Graham Arnold menegaskan timnya belum kehilangan harapan. Menurutnya, sejumlah kesalahan individu membuat Irak harus membayar mahal sepanjang pertandingan. Meski demikian, peluang untuk bangkit masih terbuka pada dua laga berikutnya. Tantangan Irak Selanjutnya Irak masih memiliki dua pertandingan penting: Menghadapi Prancis. Berjumpa Senegal. Dua laga tersebut akan menentukan nasib mereka di Grup I. Senegal Diminta Lebih Tajam di Lini Depan Kiper Senegal Edouard Mendy mengakui timnya belum mampu menjalankan strategi secara maksimal saat menghadapi Prancis. Menurutnya, performa pada babak kedua mengalami penurunan, terutama dalam aspek penyelesaian akhir. Beberapa peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan sehingga Senegal kesulitan mengejar ketertinggalan. Evaluasi terhadap efektivitas serangan diperkirakan menjadi fokus utama tim menjelang pertandingan berikutnya. Persaingan Grup I Masih Terbuka Lebar Meski Prancis dan Norwegia berhasil meraih kemenangan pada laga pembuka, persaingan Grup I masih jauh dari selesai. Senegal dan Irak tetap memiliki peluang untuk bangkit apabila mampu meraih hasil positif pada pertandingan kedua. Klasemen Sementara Grup I Norwegia – 3 poin Prancis – 3 poin Senegal – 0 poin Irak – 0 poin Dengan dua pertandingan tersisa bagi setiap tim, peluang lolos ke fase gugur masih terbuka. Namun bagi Senegal dan Irak, kesalahan sekecil apa pun dapat membuat jalan menuju babak berikutnya semakin berat. Sementara itu, kemenangan pada laga kedua berpotensi langsung mengantarkan Prancis atau Norwegia semakin dekat ke babak 16 besar. Karena itu, duel berikutnya di Grup I diprediksi akan berlangsung lebih panas dan penuh tekanan dibanding pertandingan pembuka.  

Sepakbola 18 Jun 2026