Sepakbola

Belgia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Comeback Dramatis atas Senegal

Admin GenFun | Jumat, 03 Jul 2026 10:56 WIB
Belgia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Comeback Dramatis atas Senegal

Belgia memastikan langkah ke babak 16 Besar Piala Dunia 2026 setelah menciptakan salah satu comeback paling dramatis di turnamen. Sempat tertinggal dua gol hingga menit-menit akhir waktu normal, Iblis Merah berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Senegal dengan skor 3-2 di Stadion Lumen Field, Seattle, Kamis, 2 Juli 2026.

Kemenangan tersebut lahir lewat perjuangan luar biasa. Senegal sempat berada di atas angin berkat gol Habib Diarra pada menit ke-25 dan Ismaïla Sarr di menit ke-52. Namun, ketika kekalahan tampak sudah di depan mata, Belgia menunjukkan mental juara.

Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86 sebelum Youri Tielemans menyamakan kedudukan tiga menit berselang. Skor 2-2 memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Penalti Youri Tielemans Antar Belgia ke Babak 16 Besar

Drama mencapai puncaknya menjelang berakhirnya babak tambahan. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan VAR yang memperlihatkan Tielemans dijatuhkan di dalam kotak penalti.

Tielemans yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya ke sudut kanan atas gawang tak mampu dihentikan penjaga gawang Senegal, sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi Belgia dan tiket ke babak 16 Besar Piala Dunia 2026.

Keberhasilan tersebut sekaligus menorehkan catatan istimewa. Belgia menjadi tim kedua dalam 11 edisi Piala Dunia terakhir yang mampu bangkit setelah tertinggal dua gol di fase gugur.

Momen itu mengingatkan publik pada kemenangan legendaris Belgia atas Jepang dengan skor identik 3-2 pada babak 16 Besar Piala Dunia 2018.

"Menjadi bagian dari comeback ini merupakan momen yang membanggakan karena saya mencetak dua gol terakhir yang membawa tim meraih kemenangan hari ini. Saya sangat bangga bisa membantu tim mencetak gol dan membawa kami meraih kemenangan," ujar Tielemans.

Rudi Garcia Puji Mentalitas Belgia

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menilai keberhasilan timnya tidak lepas dari kepercayaan diri dan keberanian melakukan perubahan strategi saat pertandingan berlangsung.

Menurut Garcia, anak asuhnya tetap tenang meski berada dalam situasi sulit. Penyesuaian taktik yang dilakukan pada babak kedua membuat permainan Belgia menjadi lebih agresif dan efektif hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan.

"Dalam sepak bola, segala hal selalu mungkin terjadi selama Anda percaya. Kami membuat penyesuaian taktik yang diperlukan dan permainan kami membaik," kata Garcia.

Faktor Kunci Kebangkitan Belgia

Beberapa aspek yang menjadi penentu kemenangan Belgia antara lain:

  • Tetap bermain menyerang meski tertinggal dua gol.
  • Pergantian strategi yang meningkatkan intensitas serangan.
  • Pengalaman para pemain senior seperti Romelu Lukaku dan Youri Tielemans.
  • Mental bertanding yang tetap terjaga hingga menit-menit terakhir.
  • Keberanian mengambil risiko pada fase akhir pertandingan.

Senegal Kembali Menelan Kekecewaan akibat Drama VAR

Di sisi lain, kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Senegal. Singa Teranga kembali harus menerima kenyataan pahit setelah keputusan VAR berujung pada penalti yang mengubah jalannya pertandingan.

Situasi itu mengingatkan pada kontroversi yang sempat mereka alami di final Piala Afrika (AFCON) 2025. Meski demikian, pelatih Senegal Pape Thiaw memilih tidak mempermasalahkan keputusan wasit.

Menurutnya, setiap orang dapat memiliki pandangan berbeda terhadap insiden tersebut. Fokus utamanya justru tertuju pada kegagalan tim mempertahankan keunggulan hingga laga benar-benar usai.

"Ini kekalahan yang menyakitkan karena kami bermain sangat baik. Kami sempat unggul dua gol, tetapi pertandingan tidak hanya berlangsung 85 menit. Belgia mampu bangkit dan kami tidak dapat mengatasinya. Kami harus mengucapkan selamat kepada Belgia atas keberhasilannya melaju ke babak berikutnya," ujarnya.

Krepin Diatta Akui Senegal Gagal Wujudkan Sejarah

Bek kanan Senegal, Krepin Diatta, mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026.

Ia menilai seluruh pemain telah berusaha maksimal, tetapi tim gagal menjaga fokus pada momen-momen krusial. Menurut Diatta, fase gugur menuntut kesiapan mental yang jauh lebih tinggi karena satu kesalahan kecil dapat berakibat fatal.

"Kami gagal. Kami memiliki kesempatan untuk menorehkan sejarah indah di Piala Dunia. Namun, kami harus menerima bahwa kami tidak berhasil menjalankan misi itu," kata Diatta.

Comeback Belgia Jadi Bukti Pentingnya Mental Juara

Laga Belgia kontra Senegal menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola dapat berubah hanya dalam hitungan menit. Keunggulan dua gol belum tentu menjamin kemenangan apabila lawan tetap mampu menjaga intensitas permainan hingga peluit akhir.

Bagi Belgia, hasil ini menjadi modal berharga untuk menghadapi babak 16 Besar Piala Dunia 2026. Sementara bagi Senegal, kekalahan dramatis tersebut menjadi pelajaran penting tentang pentingnya konsistensi, disiplin, dan ketahanan mental sepanjang pertandingan.

Tags