Persib Bandung
Mariano Peralta Siap Tambah Menit Bermain Bersama Persib di Final Piala Presiden 2026
Debut Mariano Peralta bersama Persib Bandung akhirnya terwujud pada laga semifinal Piala Presiden 2026 saat Maung Bandung mengalahkan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Meski hanya tampil dalam beberapa menit terakhir pertandingan, pemain asal Argentina tersebut mengaku puas bisa merasakan atmosfer pertandingan bersama klub barunya. Kini, perhatian tertuju pada partai final Piala Presiden 2026. Persib dijadwalkan menghadapi Persebaya pada Kamis, 6 Agustus 2026, dan Peralta berpeluang memperoleh menit bermain yang lebih banyak apabila kondisi fisiknya terus menunjukkan perkembangan positif. Debut Singkat, Target Bermain Lebih Lama Pada pertandingan semifinal melawan Persija, Mariano Peralta masuk ke lapangan pada menit ke-89 menggantikan Uilliam Barros. Waktu bermain yang singkat tidak mengurangi antusiasme Bobotoh yang sejak awal menantikan penampilan perdana pemain bernomor punggung 10 tersebut. Peralta mengaku siap apabila pelatih memberikan kepercayaan lebih besar pada laga final. Namun, ia menegaskan seluruh keputusan tetap berada di tangan tim pelatih. "Semua tergantung pelatih. Saya siap bermain kapan pun dibutuhkan. Mudah-mudahan saya mendapat kesempatan bermain lebih lama dibanding pertandingan sebelumnya," ujar Peralta, Rabu, 5 Agustus 2026. Baginya, kesempatan tampil di final akan menjadi langkah penting untuk semakin memahami ritme permainan Persib sekaligus membangun chemistry dengan rekan-rekan setim. Bergabung dengan Persib Menjadi Motivasi Baru Status sebagai Pemain Terbaik Super League 2025/2026 tidak membuat Peralta merasa berada di zona nyaman. Justru, bergabung dengan Persib dianggap sebagai tantangan baru dalam karier profesionalnya. Menurut pemain berusia 28 tahun tersebut, Persib merupakan klub dengan standar tinggi setelah berhasil menjuarai kompetisi liga selama tiga musim berturut-turut. Kondisi itu tidak menjadi tekanan, melainkan motivasi untuk terus berkembang. "Bagi saya ini bukan beban. Saya justru semakin termotivasi karena Persib memiliki target yang tinggi. Saya ingin mempertahankan bahkan meningkatkan performa musim lalu dan membantu tim meraih hasil terbaik." Peralta juga menyadari bahwa bergabung dengan klub besar berarti harus mampu bersaing secara sehat demi mendapatkan tempat di skuad utama. Adaptasi Berjalan Positif Meski Belum Siap Bermain Penuh Meski baru menjalani masa adaptasi, Peralta merasa kondisinya terus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Ia mengakui masih membutuhkan waktu sebelum mampu tampil selama 90 menit penuh. Namun, proses adaptasi bersama pemain lain berjalan cukup lancar sehingga kepercayaan dirinya terus meningkat. "Kondisi saya semakin baik setiap hari. Memang saya belum siap bermain penuh, tetapi saya senang akhirnya bisa menjalani debut bersama Persib. Sekarang fokus kami sepenuhnya tertuju pada final." Selain faktor kebugaran, adaptasi terhadap pola permainan dan intensitas latihan menjadi bagian penting sebelum dirinya benar-benar berada pada performa terbaik. Persib Dinilai Memiliki Fondasi Tim yang Sangat Kuat Peralta menilai perjalanan Persib sepanjang Piala Presiden 2026 menunjukkan kualitas skuad yang solid. Hingga mencapai final, Maung Bandung mampu menjaga konsistensi performa sekaligus mempertahankan rekor belum terkalahkan. Ia juga menyoroti kualitas individu para pemain Persib yang dinilai sangat kompetitif. Beberapa faktor yang menurut Peralta menjadi kekuatan Persib antara lain: Memiliki banyak pemain berpengalaman. Diperkuat sejumlah pemain tim nasional Indonesia. Komposisi skuad yang merata di setiap lini. Mental juara setelah sukses meraih tiga gelar liga secara beruntun. Persaingan sehat yang membuat kualitas tim terus meningkat. Menurutnya, keberhasilan Persib dalam beberapa musim terakhir bukanlah hasil keberuntungan, melainkan buah dari kualitas skuad dan kerja keras seluruh elemen tim. Igor Tolic Belum Pastikan Durasi Bermain Mariano Peralta Pelatih Persib, Igor Tolic, menyambut positif debut Peralta pada laga semifinal. Meski demikian, ia belum memastikan apakah pemain asal Argentina tersebut akan memperoleh menit bermain lebih banyak saat menghadapi Persebaya. Menurut Tolic, keputusan itu akan bergantung pada perkembangan kondisi fisik sang pemain hingga menjelang pertandingan. "Kami ingin memberinya kesempatan merasakan atmosfer pertandingan dan beradaptasi dengan tim. Dia sebenarnya ingin bermain lebih lama. Jika kondisinya semakin baik, bukan tidak mungkin dia mendapatkan menit bermain lebih banyak di final." Pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa seluruh pemain akan dipersiapkan secara bertahap agar mencapai kondisi terbaik tanpa meningkatkan risiko cedera. Persib Utamakan Kebugaran Pemain Jelang Musim Baru Selain mengejar gelar Piala Presiden, Persib juga mulai mempersiapkan diri menghadapi padatnya kalender kompetisi musim 2026/2027. Tolic menjelaskan bahwa tim pelatih harus mengatur beban latihan dan menit bermain secara hati-hati mengingat skuad baru menjalani persiapan selama sekitar satu bulan. Apalagi setelah turnamen pramusim berakhir, Persib akan menghadapi sejumlah agenda penting, termasuk kompetisi domestik dan turnamen antarklub Asia. Karena itu, kondisi fisik seluruh pemain menjadi prioritas utama. Mengapa Menit Bermain Mariano Peralta Penting? Memberikan menit bermain secara bertahap kepada pemain baru merupakan strategi yang lazim dilakukan tim pelatih. Selain membantu pemain beradaptasi dengan tempo pertandingan, cara tersebut juga dapat mengurangi risiko cedera akibat peningkatan intensitas secara mendadak. Bagi Persib, kehadiran Mariano Peralta diharapkan mampu menambah kreativitas lini serang sekaligus memperluas pilihan taktik sepanjang musim. Jika proses adaptasinya berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin pemain asal Argentina itu akan menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan Maung Bandung musim ini. Dengan peluang tampil di final Piala Presiden 2026, Bobotoh pun berkesempatan menyaksikan kontribusi yang lebih besar dari Mariano Peralta. Apabila mendapatkan menit bermain lebih banyak, laga kontra Persebaya bisa menjadi panggung awal bagi sang gelandang untuk menunjukkan kualitas terbaiknya bersama Persib Bandung.
Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Minta Jadwal Pertandingan Dievaluasi
Persib Bandung memastikan tempat di partai puncak Piala Presiden 2026 setelah menundukkan rival klasiknya, Persija Jakarta, dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa, 4 Agustus 2026. Kemenangan tersebut membawa Maung Bandung menjaga catatan belum terkalahkan sepanjang turnamen pramusim. Pada babak final, Persib akan berhadapan dengan Persebaya yang lebih dulu mengamankan tiket usai mengalahkan Arema FC dengan skor tipis 1-0. Selain keberhasilan melaju ke final, pelatih Persib Igor Tolic turut menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang dinilai berpotensi memengaruhi kondisi fisik para pemain. Persib Tampil Efektif dan Amankan Tiket Final Persib mengawali pertandingan dengan permainan agresif yang langsung memberikan tekanan kepada lini pertahanan Persija. Keunggulan pertama lahir melalui penyelesaian Uilliam Barros pada menit ke-22. Tidak lama kemudian, Balsa Sekulic menggandakan keunggulan lewat eksekusi penalti pada menit ke-28 sehingga Persib menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol. Persija baru mampu memperkecil ketertinggalan menjelang akhir pertandingan melalui gol Kwon Chang Hoon pada menit ke-86. Meski mendapat tekanan pada sisa waktu laga, Persib berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil tersebut membuat Maung Bandung menjaga peluang untuk kembali meraih gelar Piala Presiden setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi perdana tahun 2015. Igor Tolic Apresiasi Perjuangan Para Pemain Pelatih Persib Igor Tolic memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pemain yang mampu menjalankan strategi dengan baik, terutama pada babak pertama. Menurutnya, Persib sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol sebelum turun minum. "Pada babak pertama kami bermain sangat baik. Seharusnya kami bisa mencetak tiga atau empat gol. Namun pada babak kedua situasinya berubah dan pertandingan menjadi jauh lebih sulit," ujarnya. Meski demikian, Tolic bersyukur timnya tetap mampu mengamankan kemenangan dan memastikan tiket ke final. Jadwal Padat Jadi Sorotan Pelatih Persib Di balik keberhasilan tersebut, Igor Tolic mengaku prihatin dengan jadwal pertandingan yang sangat padat pada turnamen Piala Presiden 2026. Ia menilai waktu pemulihan antarlaga terlalu singkat, terutama menjelang partai final yang hanya menyisakan jeda sekitar dua hari setelah semifinal. Menurutnya, perhatian terhadap kondisi fisik pemain harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan sebuah kompetisi. "Saya menyampaikan hal ini bukan hanya demi Persib, tetapi untuk melindungi seluruh pemain yang mengikuti turnamen," katanya. Tolic menambahkan bahwa kualitas kompetisi tidak hanya ditentukan oleh pertandingan yang menarik, tetapi juga oleh penyelenggaraan yang mampu menjaga kesehatan para pesertanya. Aturan FIFA Soal Waktu Istirahat Pemain Igor Tolic mengingatkan bahwa regulasi FIFA menganjurkan adanya waktu istirahat minimal 72 jam antarlaga agar pemain memperoleh kesempatan melakukan pemulihan fisik maupun mental. Menurutnya, jadwal yang terlalu rapat dapat meningkatkan risiko kelelahan, menurunkan performa, bahkan memperbesar kemungkinan terjadinya cedera. Ia juga menegaskan kritik tersebut bukan hanya ditujukan untuk kepentingan Persib. Pelatih asal Kroasia itu menyebut seluruh peserta turnamen, termasuk Persija, Persebaya, dan Arema FC, menghadapi tantangan serupa sehingga evaluasi penyelenggaraan dinilai penting untuk masa mendatang. Jadwal Persib Semakin Padat Setelah Piala Presiden Usai turnamen pramusim berakhir, Persib masih akan menghadapi kalender kompetisi yang cukup padat. Beberapa agenda penting yang telah menanti Maung Bandung antara lain: Playoff ACL 2. Super League musim 2026. ASEAN Club Championship. Piala Indonesia. Padatnya jadwal tersebut membuat rotasi pemain dan proses pemulihan menjadi tantangan besar bagi tim pelatih sepanjang musim. Luciano Guaycochea Akui Laga Berjalan Berat Gelandang Persib Luciano Guaycochea juga mengakui kemenangan atas Persija diraih melalui perjuangan yang tidak mudah. Menurutnya, kondisi lapangan yang cukup kering, cuaca panas, serta waktu persiapan yang singkat menjadi faktor yang memengaruhi performa tim. Ia menilai Persib tampil sangat baik pada babak pertama, tetapi intensitas permainan menurun setelah jeda karena banyak pemain mulai mengalami kelelahan. Meski demikian, hasil positif tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi pertandingan final. Persija Jadikan Kekalahan Sebagai Bahan Evaluasi Sementara itu, pelatih Persija Shin Tae-yong tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya meski gagal melangkah ke partai puncak. Ia mengakui pertandingan berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama berusaha menampilkan permainan terbaik. Shin menjelaskan bahwa Persija sengaja memberikan kesempatan bermain kepada sejumlah pemain muda sebagai bagian dari proses pembentukan tim menghadapi kompetisi resmi musim mendatang. Menurutnya, hasil pertandingan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan komposisi terbaik sebelum liga dimulai. Persib Berpeluang Tambah Gelar Piala Presiden Keberhasilan menembus final membuat Persib semakin dekat dengan peluang meraih trofi Piala Presiden 2026. Selain menjaga rekor tak terkalahkan sepanjang turnamen, kemenangan di partai final juga akan menjadi bekal positif sebelum menghadapi jadwal kompetisi yang jauh lebih padat. Namun di sisi lain, sorotan Igor Tolic mengenai pentingnya waktu pemulihan menjadi pengingat bahwa kualitas sebuah turnamen tidak hanya diukur dari persaingan di lapangan, tetapi juga dari bagaimana penyelenggara mampu menjaga kondisi fisik para pemain sepanjang kompetisi berlangsung.
Persib Bandung Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026 usai Kalahkan DPMM FC, Gol Balsa Sekulic Jadi Penentu
Persib Bandung memastikan diri sebagai tim pertama yang melangkah ke babak semifinal Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan DPMM FC dengan skor tipis 1-0. Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa, 28 Juli 2026 malam, Maung Bandung mengamankan tiga poin berkat gol tunggal Balsa Sekulic pada babak kedua. Kemenangan ini memperpanjang tren positif Persib di fase grup. Setelah meraih dua kemenangan beruntun, tim asuhan Igor Tolic kini mengoleksi enam poin dan bertengger di puncak klasemen sementara Grup A. Hasil tersebut sekaligus memastikan langkah Persib ke semifinal meski masih menyisakan satu pertandingan melawan Tampines Rovers FC. Persib Tetap Tampil Kompetitif dengan Rotasi Pemain Berbeda dari pertandingan sebelumnya, Igor Tolic melakukan rotasi cukup besar pada susunan pemain inti. Kesempatan bermain diberikan kepada sejumlah pemain pelapis dan talenta muda tanpa mengurangi kualitas permainan tim. Fitrah Maulana dipercaya menjaga gawang Persib dengan dukungan lini belakang yang dihuni: Julio Cesar. Dion Markx. Al Hamra Hehanussa. Kakang Rudianto. Sementara di lini tengah, kapten Dedi Kusnandar memimpin permainan bersama Nazriel Alfaro Syahdan dan Muhammad Adzikry Fadlillah. Untuk sektor depan, Persib mengandalkan kombinasi Ikhwan Tanamal, Rafi Rasyiq, dan Ramon "Tanque" De Andrade Souza guna membongkar pertahanan DPMM FC. Rotasi tersebut menunjukkan kedalaman skuad Persib yang tetap mampu tampil kompetitif meski tidak memainkan seluruh pemain utama sejak menit pertama. Babak Pertama Berjalan Ketat, DPMM FC Beri Perlawanan Sengit Didukung sekitar 20.000 Bobotoh yang memadati Stadion GBLA, Persib langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Namun, organisasi pertahanan DPMM FC tampil disiplin sehingga sejumlah peluang Maung Bandung belum mampu menghasilkan gol. Tim tamu bahkan sempat membuat pendukung Persib terdiam ketika Oscar Santis mencetak gol pada menit ke-14. Akan tetapi, gol tersebut dianulir wasit setelah sang pemain lebih dulu berada dalam posisi offside. Setelah lolos dari ancaman itu, Persib justru beberapa kali mendapat tekanan balik. Pada menit ke-22, Dalberto melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Fitrah Maulana melakukan penyelamatan penting. Menjelang turun minum, Persib meningkatkan intensitas serangan. Ikhwan Tanamal sempat menembus pertahanan lawan pada menit ke-35, tetapi peluang tersebut berhasil dipatahkan sebelum menjadi ancaman serius. Tambahan waktu empat menit juga belum mampu dimanfaatkan Persib. Eksekusi bola mati Dedi Kusnandar masih berhasil diamankan penjaga gawang DPMM FC, Samuel Jacob. Babak pertama pun ditutup tanpa gol dengan skor tetap 0-0. Pergantian Pemain Ubah Jalannya Pertandingan Memasuki babak kedua, Igor Tolic langsung melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan agresivitas tim. Empat pemain baru dimasukkan sekaligus, yakni: Uilliam Barros. Luka Menalo. Patricio Matricardi. Berguinho. Mereka menggantikan Dion Markx, Al Hamra Hehanussa, Muhammad Adzikry Fadlillah, dan Rafi Rasyiq. Pergantian tersebut terbukti memberikan dampak positif. Persib tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan mulai lebih sering mengancam pertahanan DPMM FC melalui kombinasi serangan yang dibangun Barros, Menalo, serta Berguinho. Balsa Sekulic Jadi Pahlawan Lewat Gol Penalti Rotasi kembali dilakukan pada menit ke-63 ketika Balsa Sekulic dan Adam Alis masuk menggantikan Ramon Tanque serta Nazriel Alfaro. Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Persib sebenarnya hampir memecah kebuntuan pada menit ke-69. Tendangan Luka Menalo sudah melewati penjaga gawang, tetapi bola hanya membentur tiang. Tekanan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil tiga menit berselang. Luka Menalo dijatuhkan di dalam kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih. Balsa Sekulic yang dipercaya menjadi algojo sempat melihat tendangan penaltinya ditepis Samuel Jacob. Namun, ia bergerak paling cepat menyambar bola muntah dan sukses mengirim bola ke dalam gawang. Gol pada menit ke-72 tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta sepanjang pertandingan. Persib Pertahankan Keunggulan hingga Peluit Akhir Setelah unggul, Persib tetap menjaga ritme permainan. Pada menit ke-83, Igor Tolic kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Gakuto Notsuda dan Hafizh Faris menggantikan Dedi Kusnandar serta Kakang Rudianto. DPMM FC berupaya menyamakan kedudukan pada sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Persib tampil disiplin hingga tambahan waktu enam menit berakhir. Skor 1-0 tetap bertahan dan memastikan kemenangan kedua Persib di fase grup. Rekap Jalannya Pertandingan Berikut momen-momen penting dalam laga Persib Bandung kontra DPMM FC: Menit 14: Gol Oscar Santis dianulir karena offside. Menit 22: Dalberto mengancam lewat tendangan jarak jauh yang digagalkan Fitrah Maulana. Menit 69: Sepakan Luka Menalo membentur tiang gawang. Menit 72: Balsa Sekulic mencetak gol kemenangan melalui bola muntah hasil penalti. Menit 83: Gakuto Notsuda dan Hafizh Faris masuk menambah tenaga baru di penghujung laga. Persib Semakin Dekat dengan Status Juara Grup Tambahan tiga poin membuat Persib mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, sekaligus mengamankan tiket ke semifinal Piala Presiden 2026. Meski demikian, perjuangan Maung Bandung di fase grup belum berakhir. Satu pertandingan tersisa melawan Tampines Rovers FC pada 31 Juli 2026 akan menjadi penentu status juara Grup A. Apabila mampu mempertahankan performa impresif seperti saat menghadapi DPMM FC, Persib berpeluang menutup fase grup dengan hasil sempurna sekaligus membawa modal kepercayaan diri yang tinggi menuju babak semifinal. Dengan kedalaman skuad yang dimiliki serta efektivitas pergantian pemain yang ditunjukkan Igor Tolic, Maung Bandung kembali memperlihatkan bahwa mereka menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar Piala Presiden 2026.
Igor Tolic Yakin Persib Siap Bersaing, Komposisi Pemain dan Tim Pelatih Dinilai Semakin Solid
Persib Bandung memasuki persiapan musim 2026/2027 dengan optimisme tinggi. Pelatih kepala Igor Tolic menilai skuad yang dimiliki saat ini memiliki kualitas yang cukup untuk menghadapi padatnya jadwal kompetisi, apalagi didukung jajaran pelatih yang dinilai mampu bekerja sama dalam membangun tim yang lebih kompetitif. Setelah dipercaya menggantikan Bojan Hodak sebagai pelatih kepala, Tolic tidak ingin terburu-buru melakukan perubahan besar. Ia memilih melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun sebelumnya sembari menyempurnakan beberapa aspek agar Persib mampu tampil konsisten di kompetisi domestik maupun Asia. Igor Tolic Optimistis dengan Kekuatan Persib Menurut Igor Tolic, Persib memiliki modal penting untuk bersaing pada musim baru. Bukan hanya dari sisi kualitas individu pemain, tetapi juga karena komposisi staf kepelatihan yang dinilai saling melengkapi. Ia mengungkapkan seluruh tim pelatih telah bekerja sejak jauh hari untuk menyusun program latihan, mengevaluasi kebutuhan skuad, hingga merancang strategi menghadapi kompetisi yang akan dijalani. "Semua orang di tim pelatih memiliki kualitas yang baik. Kami memiliki komposisi pemain dan pelatih yang sangat bagus sehingga saya optimistis menghadapi musim ini," ungkap Tolic. Persib Hadapi Tantangan Lebih Berat Musim Ini Berbeda dibanding musim sebelumnya, Persib akan menjalani jadwal yang jauh lebih padat. Maung Bandung dipastikan tampil di beberapa ajang bergengsi, mulai dari: Super League 2026/2027. AFC Champions League Two (ACL 2). ASEAN Club Championship (ACC). Turnamen pramusim seperti Piala Presiden. Padatnya agenda tersebut membuat kedalaman skuad menjadi faktor yang sangat penting agar performa tim tetap terjaga sepanjang musim. Kombinasi Pemain Senior dan Muda Jadi Kekuatan Salah satu alasan optimisme Tolic adalah komposisi skuad yang dianggap cukup seimbang. Persib memiliki perpaduan pemain berpengalaman seperti Marc Klok, Thom Haye, Sandy Walsh, hingga Ragnar Oratmangoen, serta sejumlah talenta muda yang terus berkembang. Keseimbangan tersebut diyakini akan memberikan banyak pilihan taktik sesuai kebutuhan pertandingan. Selain itu, proses adaptasi para pemain baru juga terus berjalan agar chemistry tim segera terbentuk sebelum kompetisi resmi dimulai. Fokus Bangun Kekompakan Tim Alih-alih hanya mengejar hasil pada laga pramusim, Tolic menjadikan masa persiapan sebagai momentum membangun identitas permainan Persib. Ia ingin seluruh pemain memahami filosofi permainan yang akan diterapkan sehingga rotasi pemain nantinya tidak mengurangi kualitas tim di lapangan. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat Persib berpotensi menjalani pertandingan setiap beberapa hari sepanjang musim. Tim Pelatih Terus Menyusun Program Persiapan Selama masa libur sekalipun, Tolic mengaku tidak berhenti bekerja. Ia terus berkomunikasi dengan manajemen, staf kepelatihan, hingga Bojan Hodak untuk berdiskusi mengenai kebutuhan tim dan evaluasi musim sebelumnya. Persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan program latihan, analisis calon lawan, hingga pemantauan kondisi fisik pemain. Kunci Persib Menghadapi Musim Baru Agar mampu bersaing di semua kompetisi, Persib diperkirakan akan mengandalkan beberapa aspek berikut: Kedalaman skuad yang merata. Rotasi pemain secara efektif. Kondisi fisik yang tetap terjaga sepanjang musim. Adaptasi cepat pemain baru. Kekompakan antara pemain dan staf kepelatihan. Variasi taktik sesuai karakter lawan. Dengan jadwal yang sangat padat, faktor kebugaran dan manajemen pemain diprediksi akan menjadi penentu perjalanan Persib musim ini. Adaptasi Pemain Baru Berjalan Positif Persib juga terus memperkuat skuad melalui perekrutan sejumlah pemain baru. Menurut Tolic, proses adaptasi berjalan sesuai rencana karena para pemain menunjukkan antusiasme tinggi untuk memahami sistem permainan yang diterapkan. Semakin cepat chemistry terbentuk, semakin besar peluang Persib tampil kompetitif sejak awal musim. Target Tidak Hanya Juara, tetapi Konsisten Meski memiliki ambisi mempertahankan prestasi, Tolic memilih tidak membebani tim dengan target berlebihan pada tahap persiapan. Fokus utamanya adalah membentuk tim yang stabil, memiliki mental kuat, dan mampu tampil konsisten di setiap kompetisi. Ia menilai proses membangun fondasi permainan jauh lebih penting agar Persib mampu menjaga performa hingga akhir musim. Persib Punya Modal Besar untuk Bersaing Optimisme Igor Tolic muncul bukan tanpa alasan. Dengan kualitas pemain yang merata, dukungan staf kepelatihan yang solid, serta pengalaman tampil di berbagai ajang bergengsi, Persib dinilai memiliki modal kuat menghadapi musim 2026/2027. Tantangan memang akan semakin berat karena jadwal yang padat dan persaingan yang lebih ketat. Namun, apabila proses adaptasi berjalan lancar serta kondisi pemain tetap terjaga, Maung Bandung berpeluang kembali menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan gelar di level domestik maupun kompetisi Asia.