Persib Bandung
Jersey ACL Two Persib Edankeun di Asia Sudah Tersedia, Harganya Bikin Bobotoh Kaget
Kabar yang ditunggu Bobotoh akhirnya datang. Jersey ACL Two Persib Bandung bertema “Edankeun di Asia” kini sudah bisa dibeli melalui jaringan toko resmi Persib maupun sejumlah kanal online. Menariknya, jersey yang tersedia untuk suporter ini dibanderol dengan harga Rp249.000 untuk pembelian langsung di toko. Harga di kanal online dapat berbeda karena mengikuti promo yang sedang berlaku di masing-masing e-commerce. Kehadiran jersey tersebut bisa menjadi pilihan bagi Bobotoh yang ingin ikut merasakan atmosfer perjalanan Persib di AFC Champions League Two 2026/2027 tanpa harus membeli versi jersey dengan harga yang lebih tinggi. Jersey ACL Two Persib Kini Bisa Diburu Bobotoh Persib menyediakan jersey Supporter Edition atau SE ACL Two 2026/2027 dengan tema “Edankeun di Asia”. Produk ini telah tersedia di PERSIB Official Store, berbagai cabang Persib Store, serta jaringan mitra resmi klub. Manager Retail of Persib Store, Nurdiansyah, menyebut ketersediaan jersey tersebut menjadi salah satu cara untuk memudahkan Bobotoh menunjukkan dukungan melalui produk resmi Persib. Untuk pembelian secara langsung, harga yang dipatok adalah Rp249.000. Sementara itu, Bobotoh yang memilih berbelanja melalui marketplace bisa menemukan harga berbeda karena adanya program promosi dari masing-masing platform. Bukan Cuma Satu Pilihan, Ada Home dan Away Jersey Supporter Edition ACL Two ini hadir dengan beberapa pilihan yang memungkinkan Bobotoh menyesuaikannya dengan selera. Produk tersebut tersedia dalam dua varian, yaitu: Players Goalkeepers Masing-masing varian kemudian memiliki pilihan Home dan Away. Ukuran yang tersedia juga cukup beragam, mulai dari 2XS hingga 6XL, tentunya selama stok masih tersedia. Pilihan ukuran yang luas membuat jersey ini tidak hanya ditujukan untuk satu kelompok suporter. Bobotoh bisa memilih ukuran sesuai kebutuhan, baik untuk penggunaan sehari-hari maupun ketika menyaksikan pertandingan Persib. Dari Bandung, Bawa Semangat Persib ke Asia Tema “Edankeun di Asia” tidak sekadar menjadi tulisan pada jersey. Konsep tersebut digunakan Persib untuk membawa identitas klub dan Bandung ketika tampil di kompetisi Asia. Pada jersey ACL Two yang diperkenalkan Persib, unsur warna biru tetap menjadi bagian utama, sementara detail hijau, kuning, dan biru turut digunakan untuk mengingatkan bahwa perjalanan Persib di level Asia tetap berakar dari Bandung. Versi jersey kompetisi yang diluncurkan sebelumnya juga menggunakan material Jacquard dengan struktur rajutan 3D. Konsep tersebut menggambarkan keterhubungan antara pemain, pelatih, klub, Bobotoh, Bandung, mitra, hingga masyarakat Indonesia. Rp249 Ribu, Sudah Bisa Jadi Bagian dari Perjalanan Persib Dengan harga Rp249.000 untuk pembelian langsung, jersey Supporter Edition ACL Two menjadi salah satu pilihan merchandise resmi yang lebih terjangkau bagi Bobotoh. Ada perbedaan penting antara jersey Supporter Edition yang kini tersedia dan jersey ACL Two versi utama yang sebelumnya diperkenalkan. Jersey “Edankeun di Asia” versi utama diberitakan dibanderol Rp999.000, sedangkan produk Supporter Edition yang menjadi fokus artikel ini dijual Rp249.000. Jadi, sebelum membeli, Bobotoh sebaiknya memastikan jenis jersey yang dipilih agar tidak keliru antara Supporter Edition dan versi lainnya. Mau Beli? Ini Pilihan Tempatnya Bobotoh dapat memperoleh jersey Supporter Edition ACL Two secara langsung maupun online. Untuk pembelian offline, produk tersedia di PERSIB Official Store di Graha PERSIB, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung, serta sejumlah cabang Persib Store dan mitra resmi. Beberapa lokasi yang disebutkan antara lain Nuansa Hejo Majalaya, Pop Up Persib Store di Trans Studio Mall, serta jaringan toko di Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur. Sementara pembelian online dapat dilakukan melalui Shopee, Tokopedia, dan TikTok. Harga di kanal online bisa berubah mengikuti promo yang sedang berlangsung. Bagi Bobotoh yang ingin mendapatkan produk original, mengecek kanal resmi Persib menjadi langkah penting agar produk yang dibeli sesuai dengan edisi yang diinginkan. Jersey Baru, Cara Simpel Dukung Persib di Asia Perjalanan Persib di ACL Two bukan hanya menjadi urusan pemain dan tim pelatih. Bagi Bobotoh, dukungan juga bisa ditunjukkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengenakan merchandise resmi klub. Jersey “Edankeun di Asia” membawa identitas Persib sekaligus menjadi simbol perjalanan Maung Bandung di panggung Asia. Dengan hadirnya versi Supporter Edition, Bobotoh kini memiliki alternatif untuk ikut membawa semangat tersebut dengan harga yang lebih terjangkau. Jadi, sudah siap tampil dengan jersey “Edankeun di Asia” saat Persib bertanding di Asia?
Persib Bandung Menang di Jepara, Comeback 2-1 Putus Rekor Buruk Lawan Persijap
Persib Bandung akhirnya membawa pulang tiga poin dari kandang Persijap Jepara. Bertanding di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu, 20 September 2026, Maung Bandung membalikkan keadaan dan menang 2-1 setelah lebih dulu tertinggal melalui gol penalti tuan rumah. Kemenangan tersebut terasa semakin penting karena Persib sebelumnya belum mampu mengalahkan Persijap dalam dua pertemuan pada musim 2025/2026. Saat bermain di Jepara, Persib kalah 1-2, kemudian kedua tim bermain imbang tanpa gol ketika bertemu di Bandung. Hasil di pekan ketiga Super League 2026/2027 ini pun menjadi jawaban atas catatan tersebut. Selain membawa pulang tiga poin, Persib menunjukkan kemampuan bangkit setelah permainan mereka sempat berada dalam tekanan tuan rumah. Persib Bandung Tertinggal Lebih Dulu di Jepara Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Persijap yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri lebih dulu memberikan ancaman sebelum akhirnya memperoleh hadiah penalti. Pada menit ke-13, Jose Lopez Pirulo berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Penalti diberikan setelah bola mengenai tangan Ikhwan Tanamal di dalam kotak terlarang. Teja Paku Alam yang berada di bawah mistar Persib gagal menghentikan tendangan tersebut sehingga Persijap unggul 1-0. Persib tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Thom Haye menjadi pemain yang membuka jalan bagi kebangkitan Maung Bandung. Thom Haye Bawa Persib Kembali ke Permainan Tekanan yang terus dibangun Persib akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan pada menit ke-21. Thom Haye menanduk umpan silang Ikhwan Tanamal dan mengubah skor menjadi 1-1. Sebelum gol tersebut tercipta, Haye sebenarnya sudah beberapa kali mencoba mengancam gawang Persijap. Tendangan dari luar kotak penalti sempat membentur mistar, sementara peluang berikutnya juga belum menghasilkan gol. Setelah skor kembali imbang, pertandingan menjadi semakin terbuka. Kedua tim bergantian membangun serangan, tetapi tidak ada tambahan gol hingga babak pertama berakhir. Uilliam Barros Jadi Penentu Comeback Persib Memasuki babak kedua, Persib tampil lebih agresif. Upaya untuk menciptakan gol kedua akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Kesalahan Najeeb Yakubu dimanfaatkan Uilliam Barros untuk merebut bola. Penyerang Persib tersebut kemudian menuntaskan peluang dari jarak dekat dan membawa timnya berbalik unggul 2-1. Gol Barros mengubah jalannya pertandingan. Persijap harus meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan, sedangkan Persib berusaha mempertahankan keunggulan sambil mencari peluang untuk menambah gol. Drama VAR Warnai Menit-Menit Akhir Pertandingan belum benar-benar aman bagi Persib meski sudah unggul 2-1. Persijap beberapa kali mencoba menciptakan peluang untuk menyamakan skor. Tuan rumah sempat mencetak gol melalui Yaya Sogodogo pada menit ke-72. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit menilai terjadi handball. Persib juga sempat mencetak gol ketiga melalui Luka Menalo pada menit ke-85, tetapi gol itu tidak disahkan karena offside. Situasi tersebut membuat pertandingan tetap berlangsung menegangkan hingga akhir. Persijap terus mencari celah di pertahanan Persib, tetapi skor 2-1 akhirnya bertahan sampai peluit panjang. Rekor Buruk Persib atas Persijap Akhirnya Terputus Kemenangan di Jepara memiliki arti tersendiri bagi Persib karena lawan yang sama sebelumnya menjadi salah satu tim yang menyulitkan Maung Bandung pada musim lalu. Dalam dua pertemuan musim 2025/2026, Persib tidak pernah menang. Kekalahan 1-2 di Jepara dan hasil imbang 0-0 di Bandung menjadi catatan yang ingin diperbaiki oleh skuad Maung Bandung. Kini, catatan tersebut berubah. Persib bukan hanya berhasil mendapatkan kemenangan tandang, tetapi juga melakukannya setelah tertinggal lebih dulu. Sebelum pertandingan, kapten Persib Marc Klok memang menyebut Persijap sebagai lawan yang tidak mudah. Ia menilai tim Jepara memiliki gaya bermain yang menyulitkan Persib berdasarkan pengalaman musim sebelumnya. Persib Menjaga Momentum Setelah Menang di Asia Kemenangan atas Persijap juga memperpanjang momentum positif Persib setelah sebelumnya mengalahkan FC Seoul 1-0 dalam pertandingan ACL Two di Korea Selatan. Beckham Putra sebelumnya menyebut kemenangan atas FC Seoul menjadi modal kepercayaan diri sebelum menghadapi Persijap. Situasi tersebut cukup menarik karena Persib harus menjalani jadwal yang padat. Setelah bertanding di Korea Selatan pada 16 September, skuad Maung Bandung harus kembali ke Indonesia dan langsung bersiap menghadapi pertandingan domestik empat hari kemudian. Dengan kondisi tersebut, kemenangan di Jepara bukan sekadar tambahan tiga poin. Persib juga memperlihatkan bahwa mereka mampu menjaga fokus meski menghadapi rangkaian pertandingan dengan waktu pemulihan yang relatif singkat. Dua Kemenangan dari Tiga Laga Super League Tambahan tiga poin membuat Persib mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan awal Super League 2026/2027. Persib mencatat dua kemenangan dan satu kekalahan pada awal musim. Sementara itu, Persijap masih belum memperoleh poin setelah menjalani tiga pertandingan. Hasil tersebut membuat laga berikutnya menjadi penting bagi kedua tim dengan kebutuhan yang berbeda. Bagi Persib, kemenangan di Jepara dapat menjadi momentum untuk melanjutkan persaingan di papan atas. Sementara bagi Persijap, hasil negatif tersebut menjadi pekerjaan rumah untuk segera memperbaiki performa pada pertandingan berikutnya. Kemenangan 2-1 ini pada akhirnya bukan hanya tentang tiga poin. Persib Bandung berhasil melakukan comeback, mempertahankan momentum setelah kemenangan di kompetisi Asia, sekaligus mengakhiri catatan tanpa kemenangan atas Persijap Jepara.
Persib Hadapi Persijap, Ujian Fisik Maung Bandung Usai Pulang dari Korea Selatan
Persib Bandung langsung dihadapkan pada tantangan berikutnya setelah menyelesaikan perjalanan di kompetisi Asia. Maung Bandung kini harus mengalihkan perhatian ke BRI Super League dengan menghadapi Persijap Jepara pada pekan ketiga. Pertandingan Persib menghadapi Persijap dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu, 20 September 2026 pukul 19.00 WIB. Duel ini menjadi laga tandang kedua Persib di kompetisi domestik dalam periode yang cukup padat. Yang membuat pertandingan ini menarik bukan hanya soal kekuatan lawan. Persib datang setelah menjalani perjalanan panjang dari Korea Selatan, tempat mereka meraih kemenangan 1-0 atas FC Seoul di pertandingan perdana Grup E ACL Two 2026/2027. Kondisi fisik pemain pun menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan. Persib Hadapi Persijap Setelah Perjalanan Panjang Jadwal Persib pada September 2026 memang cukup rapat. Setelah menghadapi PSM Makassar pada 6 September dan Persija Jakarta pada 12 September, Persib kemudian terbang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul pada 16 September. Empat hari kemudian, mereka harus kembali bertanding di Jepara. Artinya, skuad asuhan Igor Tolic menjalani rangkaian pertandingan dengan perpindahan kota dan negara dalam waktu relatif singkat. Setelah perjalanan Jakarta-Seoul, tim masih harus melakukan perjalanan pulang ke Indonesia sebelum melanjutkan agenda menuju Jepara. Situasi tersebut membuat masa pemulihan menjadi penting. Bukan hanya menit bermain yang perlu diperhitungkan, tetapi juga perjalanan, waktu istirahat, serta kemampuan pemain untuk mengembalikan kondisi tubuh sebelum kembali bertanding. Kemenangan atas FC Seoul Jadi Modal, Tapi Bukan Jaminan Persib membawa modal positif dari laga terakhirnya di ACL Two. Maung Bandung berhasil mencatat kemenangan 1-0 atas FC Seoul di Seoul World Cup Stadium. Hasil tersebut menjadi kemenangan penting dalam perjalanan Persib di kompetisi Asia. Namun, keberhasilan di Korea Selatan tidak otomatis membuat laga melawan Persijap menjadi lebih mudah. Justru setelah pertandingan tersebut, aspek pemulihan menjadi bagian penting dari persiapan. Persib harus kembali bermain di kompetisi domestik hanya beberapa hari setelah laga di Seoul. Dalam kondisi seperti ini, kedalaman skuad dapat menjadi faktor yang menentukan bagaimana tim mengatur komposisi pemain. Igor Tolic Punya Pekerjaan Rumah soal Rotasi Jadwal yang padat membuat pilihan rotasi berpotensi menjadi salah satu perhatian utama Igor Tolic. Pelatih Persib perlu mempertimbangkan kondisi pemain yang baru menjalani perjalanan jauh sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan hasil dan kebugaran skuad. Rotasi tidak selalu berarti menurunkan kekuatan tim secara keseluruhan. Justru dengan distribusi menit bermain yang tepat, pemain yang berada dalam kondisi lebih segar dapat diberikan kesempatan untuk tampil. Beberapa aspek yang kemungkinan menjadi perhatian dalam situasi seperti ini meliputi: Kondisi pemain setelah perjalanan internasional. Jumlah menit bermain pada pertandingan sebelumnya. Waktu pemulihan yang tersedia. Kebutuhan menjaga intensitas permainan. Kedalaman skuad untuk mengisi posisi tertentu. Dengan jadwal seperti ini, manajemen tenaga bukan sekadar urusan latihan. Cara tim mengelola pertandingan juga menjadi bagian dari strategi. Persijap Bukan Lawan yang Bisa Diremehkan Persijap Jepara memiliki alasan tersendiri untuk membuat Persib bekerja keras. Pada musim sebelumnya, Laskar Kalinyamat menjadi satu-satunya tim yang tidak berhasil dikalahkan Persib dalam dua pertemuan. Persijap bahkan mampu mengalahkan Persib dengan skor 2-1 di Jepara pada Agustus 2025. Ketika kedua tim kembali bertemu di Bandung pada Mei 2026, pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Catatan tersebut membuat pertemuan kali ini memiliki konteks berbeda. Persib bukan hanya menghadapi tim tuan rumah, tetapi juga harus menghadapi lawan yang memiliki pengalaman positif dalam pertemuan sebelumnya. Bagi Persijap, pertandingan kandang menghadapi Persib juga menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan terhadap salah satu tim papan atas kompetisi. Rekor Pertemuan Terbaru Persib vs Persijap Jika melihat beberapa pertemuan terakhir, pertandingan kedua tim memang tidak selalu berjalan mudah bagi Persib. Berikut catatan yang tercantum dalam artikel sumber: Persib 0-0 Persijap, 23 Mei 2026 Persijap 2-1 Persib, 18 Agustus 2025 Persib 5-0 Persijap, 19 Agustus 2014 Persijap 1-1 Persib, 9 Februari 2014 Persijap 1-1 Persib, 7 Mei 2026 Dua pertemuan terbaru menjadi perhatian karena Persib belum mampu meraih kemenangan atas Persijap dalam periode tersebut. Faktor Kebugaran Bisa Jadi Pembeda Dalam sepak bola, pertandingan dengan jarak waktu pendek tidak hanya menguji kemampuan teknis. Kebugaran pemain juga dapat memengaruhi intensitas pressing, kecepatan transisi, konsentrasi, hingga kemampuan mempertahankan tempo permainan. Hal tersebut menjadi semakin relevan bagi Persib karena mereka baru menjalani pertandingan di Korea Selatan. Perjalanan lebih dari satu negara dalam waktu singkat dapat membuat kebutuhan pemulihan menjadi lebih besar dibandingkan pertandingan domestik biasa. Persib juga perlu menyesuaikan diri dengan karakter pertandingan tandang. Setelah bermain di Seoul, mereka kembali menghadapi atmosfer berbeda di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Jadwal Padat Persib Belum Selesai Rangkaian pertandingan pada September menunjukkan betapa padatnya agenda Persib pada awal musim 2026/2027. Dalam rentang sekitar dua pekan, Maung Bandung menjalani pertandingan melawan PSM, Persija, FC Seoul, kemudian Persijap. Urutannya adalah: Persib vs PSM Makassar, 6 September 2026. Persija Jakarta vs Persib, 12 September 2026. FC Seoul vs Persib, 16 September 2026. Persijap Jepara vs Persib, 20 September 2026. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa Persib harus membagi energi antara kompetisi domestik dan Asia. Situasi ini sekaligus menguji seberapa efektif kedalaman skuad yang dimiliki Igor Tolic. Persib Hadapi Persijap dengan Dua Tantangan Sekaligus Pertandingan di Jepara akhirnya bukan sekadar persoalan tiga poin. Ada dua tantangan yang berjalan bersamaan: menghadapi Persijap yang memiliki catatan positif dalam pertemuan sebelumnya dan menjaga kondisi pemain setelah perjalanan panjang dari Korea Selatan. Kemenangan atas FC Seoul tentu memberikan energi positif, tetapi Persib tetap harus memulai pertandingan dari kondisi yang baru. Setiap pemain perlu kembali fokus karena lawan berikutnya memiliki karakter dan situasi pertandingan yang berbeda. Bagi Igor Tolic, pertandingan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mengukur efektivitas pengelolaan skuad ketika kalender kompetisi mulai semakin padat. Dengan kick-off dijadwalkan pada Minggu, 20 September 2026 pukul 19.00 WIB, Persib akan menjalani ujian berikutnya di Super League. Kali ini, bukan hanya kemampuan mencetak gol dan bertahan yang menjadi perhatian, tetapi juga bagaimana Maung Bandung menjaga performa ketika tubuh para pemain dituntut bekerja dalam jadwal yang sangat rapat.
FC Seoul vs Persib Bandung di ACL Two: Igor Tolic Minta Maung Bandung Main Tanpa Ragu
Persib Bandung akan memulai perjalanan di Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 dengan menghadapi FC Seoul di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan, Rabu, 16 September 2026. Pertandingan FC Seoul vs Persib Bandung tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 WIB. Sebagai laga pembuka kompetisi Asia sekaligus pertandingan tandang, duel ini menjadi tantangan tersendiri bagi Maung Bandung. Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, meminta para pemainnya tidak sekadar datang untuk menjalani pertandingan. Ia ingin tim tampil maksimal, menjaga konsentrasi, serta menjalankan rencana permainan dengan disiplin sepanjang laga. Igor Tolic Ingin Persib Tampil Lepas dan Maksimal Bagi Igor Tolic, pertandingan di Seoul memiliki arti penting karena Persib membawa nama Indonesia dalam kompetisi antarklub Asia. Pelatih asal Kroasia itu menyampaikan kebanggaannya dapat membawa Maung Bandung bermain di stadion yang memiliki nilai sejarah. Ia berharap para pemain mampu memberikan penampilan yang membuat para pendukung merasa bangga. "Kami bangga bisa berada di sini, di tempat bersejarah ini, untuk mewakili Indonesia. Saya berharap besok kami dapat memainkan pertandingan yang bagus dan membuat para penggemar bangga," ujar Igor. Pesan tersebut menunjukkan bahwa fokus Persib bukan hanya pada hasil akhir. Cara tim merespons tekanan, mempertahankan konsentrasi, dan menjalankan strategi selama 90 menit juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. FC Seoul Bukan Lawan yang Bisa Diremehkan Tantangan Persib semakin besar karena FC Seoul akan tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Atmosfer Seoul World Cup Stadium diperkirakan menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi Maung Bandung. Igor juga menyadari kualitas FC Seoul. Menurutnya, wakil Korea Selatan tersebut memiliki kekuatan dan sedang berada dalam posisi yang baik di kompetisi domestik. "Kami tahu lawan kami adalah tim yang kuat dan berada di posisi yang bagus di Liga Korea. Kami hanya berharap bisa mempersiapkan pertandingan ini dengan baik dan menampilkan performa terbaik," kata Tolic. Karena itu, Persib tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu. Organisasi permainan dan kerja sama antarpemain akan menjadi bagian penting ketika menghadapi tekanan dari tuan rumah. Modal Persib: Langsung Alihkan Fokus ke ACL Two Laga melawan FC Seoul datang tidak lama setelah Persib menjalani pertandingan domestik melawan Persija Jakarta. Maung Bandung sebelumnya kalah 1-2 dari Persija pada BRI Super League 2026/2027. Setelah pertandingan tersebut, tim langsung mengalihkan perhatian ke kompetisi Asia dan menjalani program pemulihan sebelum bertolak ke Korea Selatan. Situasi ini membuat aspek kebugaran menjadi perhatian. Persib harus mengelola kondisi pemain sekaligus melakukan penyesuaian terhadap perjalanan dan suasana pertandingan di Korea Selatan. Selain persoalan fisik, kedalaman skuad juga menjadi penting. Uilliam Barros dipastikan tidak dapat dimainkan karena masih menjalani sanksi kartu merah dari kompetisi ACL Two musim sebelumnya. Bukan Waktunya Terjebak Rumor Susunan Pemain Menjelang pertandingan, sempat muncul kabar mengenai kemungkinan FC Seoul melakukan rotasi pemain. Namun, Igor Tolic memilih tidak menjadikan isu tersebut sebagai dasar persiapan. Ia menilai siapa pun pemain yang diturunkan tetap membawa identitas dan tanggung jawab sebagai bagian dari FC Seoul. Pendekatan itu membuat Persib lebih memilih mempersiapkan diri menghadapi tim secara keseluruhan, bukan bergantung pada perkiraan siapa yang akan tampil sejak menit pertama. Bagi Maung Bandung, fokus tersebut menjadi penting karena perubahan komposisi pemain lawan bisa terjadi hingga menjelang kick-off. Seoul World Cup Stadium Punya Cerita Besar Pertandingan FC Seoul vs Persib Bandung juga memiliki daya tarik tersendiri karena dimainkan di Seoul World Cup Stadium. Stadion tersebut merupakan salah satu venue yang digunakan dalam Piala Dunia 2002 yang digelar di Korea Selatan dan Jepang. Bagi Igor Tolic, bermain di tempat dengan sejarah besar dalam sepak bola dunia menjadi pengalaman khusus. Meski demikian, nilai historis stadion tidak boleh membuat Persib kehilangan fokus. Justru pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka di level Asia. Grup E ACL Two Jadi Tantangan Baru Persib Persib berada di Grup E ACL Two 2026/2027 bersama FC Seoul, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong-Viettel dari Vietnam. Pertandingan di Seoul menjadi laga pertama Maung Bandung dalam persaingan grup tersebut. Dengan komposisi lawan tersebut, setiap pertandingan akan memberikan pengalaman berbeda bagi Persib. Laga tandang menghadapi FC Seoul menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka menghadapi lawan dari kompetisi Asia Timur. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian Persib dalam laga pembuka antara lain: Menjaga konsentrasi sejak menit awal. Mengantisipasi tekanan dari tuan rumah. Mempertahankan organisasi pertahanan. Memaksimalkan peluang ketika mendapatkan ruang. Menjalankan strategi secara disiplin hingga pertandingan berakhir. Tidak bergantung pada kemampuan satu atau dua pemain saja. Persib Punya Misi Membuka Perjalanan Asia dengan Penampilan Meyakinkan Pertandingan FC Seoul vs Persib Bandung bukan sekadar laga pembuka Grup E. Duel ini juga menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk segera mengalihkan perhatian dari hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik. Igor Tolic telah menegaskan pentingnya pemulihan dan persiapan setelah pertandingan melawan Persija. Kini, perhatian Persib sepenuhnya diarahkan ke tantangan di Seoul. Kick-off pukul 17.00 WIB akan menjadi awal perjalanan Persib di ACL Two 2026/2027. Di tengah tekanan sebagai tim tamu, Maung Bandung dituntut mempertahankan fokus, bermain sebagai satu kesatuan, dan memberikan performa terbaik di hadapan salah satu wakil kuat Korea Selatan. Bagi Bobotoh dan pencinta sepak bola Indonesia, laga ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana Persib menghadapi atmosfer kompetisi Asia sejak pertandingan pertama.
Persib Bandung Comeback 3-1 atas PSM: Babak Kedua Jadi Titik Balik di GBLA
Persib Bandung membuka perjalanan di Super League 2026/2027 dengan kemenangan dramatis. Bermain di hadapan puluhan ribu bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Maung Bandung berhasil membalikkan keadaan dan menundukkan PSM Makassar dengan skor 3-1, Minggu, 6 September 2026 malam. Hasil tersebut terasa semakin spesial karena Persib Bandung sempat dibuat tertinggal lebih dulu. PSM mencetak gol cepat pada babak pertama, tetapi situasi berubah total setelah turun minum. Tiga gol berhasil dilesakkan Persib pada babak kedua melalui Patricio Matricardi, Balsa Sekulic, dan Uilliam Barros. Comeback tersebut sekaligus memberi tiga poin penting bagi sang juara bertahan pada pertandingan pembuka musim. PSM Bikin GBLA Terdiam Lewat Gol Cepat Pertandingan baru berjalan beberapa menit ketika PSM Makassar berhasil menemukan celah di pertahanan Persib. Kodai Tanaka memanfaatkan ruang yang terbuka di lini belakang tuan rumah untuk mencetak gol pada menit ke-7. Gol tersebut membuat PSM untuk sementara berada di atas angin dan memaksa Persib mengejar ketertinggalan sejak awal laga. Persib kemudian berusaha mengambil alih permainan. Namun, aliran bola Maung Bandung belum berjalan maksimal pada babak pertama. Situasi tersebut semakin menantang setelah Marc Klok mengalami cedera. Pada menit ke-40, Adam Alis dimasukkan untuk menggantikan gelandang tersebut. Sampai turun minum, PSM masih mampu mempertahankan keunggulan 1-0. Pergantian Pemain Jadi Pemantik Comeback Perubahan permainan Persib mulai terlihat setelah babak kedua dimulai. Balsa Sekulic dimasukkan untuk menggantikan Beckham Putra Nugraha. Pergantian tersebut memberikan tambahan tenaga di lini serang Persib, yang sebelumnya kesulitan membongkar pertahanan PSM. Hanya beberapa menit setelah babak kedua berjalan, tekanan Persib akhirnya menghasilkan gol. Pada menit ke-48, Patricio Matricardi menyamakan kedudukan melalui situasi bola mati. Sundulannya memanfaatkan umpan tendangan penjuru yang dikirimkan Thom Haye. Skor berubah menjadi 1-1. Momentum kemudian benar-benar berpindah ke kubu tuan rumah. Tiga Menit yang Mengubah Jalannya Pertandingan Persib Bandung tidak membutuhkan waktu lama untuk berbalik unggul. Pada menit ke-51, Balsa Sekulic berhasil menyelesaikan umpan Adam Alis dan membawa Persib memimpin 2-1. Gol tersebut tercipta hanya sekitar tiga menit setelah Matricardi menyamakan kedudukan. Perubahan skor yang begitu cepat menjadi titik balik pertandingan. Jika pada babak pertama PSM mampu memanfaatkan celah pertahanan Persib, setelah jeda justru Maung Bandung yang lebih agresif mengontrol permainan. Data pertandingan resmi mencatat Persib menguasai bola hingga 70 persen dan menghasilkan 12 tembakan, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. PSM memiliki 30 persen penguasaan bola dan mencatat tujuh tembakan. PSM Sempat Mendapat Momen dari VAR Pertandingan belum sepenuhnya aman bagi Persib meski sudah unggul 2-1. Pada menit ke-75, wasit Muhammad Tri Santoso melakukan peninjauan VAR setelah muncul dugaan pelanggaran Gabriel Mutombo di dalam area terlarang. Keputusan akhir VAR tidak memberikan penalti untuk PSM. Persib pun bisa melanjutkan pertandingan dengan keunggulan satu gol. Momen tersebut cukup penting karena penalti berpotensi mengubah kembali momentum pertandingan. Namun, setelah keputusan VAR keluar, Persib tetap mampu menjaga fokus hingga memasuki menit-menit akhir. Uilliam Barros Tutup Comeback dengan Gol Jarak Jauh Kemenangan Persib akhirnya benar-benar terkunci pada menit ke-82. Uilliam Barros melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti. Bola gagal dihentikan Hilman Syah sehingga keunggulan Persib berubah menjadi 3-1. Skor tersebut bertahan sampai pertandingan selesai. Persib pun mengawali kompetisi dengan kemenangan setelah sebelumnya sempat tertinggal pada babak pertama. Tiga gol Persib pada babak kedua juga memperlihatkan perubahan efektivitas serangan. Setelah kesulitan mencetak gol sebelum jeda, peluang yang datang setelah turun minum mampu dikonversi menjadi gol. Apa yang Bisa Dipetik dari Kemenangan Persib? Kemenangan atas PSM bukan hanya soal tiga poin. Ada beberapa catatan menarik dari comeback Persib Bandung di GBLA. Mental comeback: Persib mampu mengubah situasi setelah tertinggal 0-1. Pergantian pemain efektif: Masuknya Balsa Sekulic dan Adam Alis ikut memberikan pengaruh terhadap permainan. Bola mati menjadi senjata: Gol Matricardi lahir dari situasi tendangan penjuru. Produktivitas meningkat setelah jeda: Tiga gol Persib semuanya tercipta pada babak kedua. Kontrol permainan lebih kuat: Statistik resmi mencatat Persib unggul jauh dalam penguasaan bola. Bagi tim yang baru memasuki musim kompetitif, kemampuan merespons ketika berada dalam situasi sulit tentu menjadi modal penting. Awal Musim Persib Langsung Diuji di Laga Besar Kemenangan atas PSM membuat Persib mengoleksi tiga poin dan berada di posisi kedua klasemen sementara setelah pekan pertama. Arema FC berada di posisi teratas setelah menang 4-0 atas Isenmulang FC. Namun, Persib tidak punya banyak waktu untuk terlalu lama merayakan kemenangan. Laga berikutnya justru menghadirkan tantangan besar. Maung Bandung dijadwalkan bertandang menghadapi Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu, 12 September 2026. Artinya, kemenangan atas PSM menjadi modal awal sebelum Persib menghadapi pertandingan dengan tensi yang berbeda. Modal Positif dari Masa Pramusim Performa Persib saat menghadapi PSM juga melanjutkan rangkaian hasil positif yang sudah diraih sebelumnya. Sebelum kompetisi liga dimulai, Persib menjadi runner-up Piala Presiden 2026, kemudian menjuarai Dewata Challenge Series. Maung Bandung juga baru saja memastikan kemenangan pada laga play-off Liga Champions Asia Dua melawan Manila Digger dengan skor 1-0. Rangkaian tersebut memberikan gambaran bahwa Persib memasuki musim 2026/2027 dengan cukup banyak pengalaman pertandingan kompetitif. Meski demikian, perjalanan musim masih panjang. Konsistensi permainan akan menjadi tantangan yang jauh lebih besar dibanding sekadar mendapatkan kemenangan pada laga pembuka. Bobotoh Ramaikan GBLA, Pengamanan Diperketat Kemenangan Persib Bandung atas PSM juga berlangsung dalam atmosfer kandang yang ramai. Data resmi I.League mencatat jumlah penonton mencapai 24.923 orang. Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga pertandingan tetap aman, sebanyak 2.505 personel diterjunkan untuk mengamankan pertandingan. Pengamanan dilakukan mulai sore hari, termasuk skrining di sejumlah titik sebelum penonton memasuki stadion. Area penukaran tiket di Kiaracondong juga menjadi perhatian karena sebelumnya sempat mengalami kepadatan. Rekayasa lalu lintas turut disiapkan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta dan Gedebage untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada hari pertandingan. Persib Punya Start Manis, Tapi Ujian Sebenarnya Menanti Persib Bandung akhirnya menutup laga perdana Super League 2026/2027 dengan kemenangan 3-1 atas PSM Makassar. Sempat tertinggal lewat gol cepat Kodai Tanaka, Maung Bandung menunjukkan respons kuat setelah turun minum. Patricio Matricardi membuka jalan comeback, Balsa Sekulic membalikkan keadaan, lalu Uilliam Barros memastikan tiga poin melalui golnya pada menit ke-82. Bagi Persib, kemenangan ini tentu menjadi awal yang positif. Namun, perjalanan untuk mempertahankan performa sepanjang musim baru saja dimulai. Laga menghadapi Persija di GBK akan menjadi ujian berikutnya. Jika momentum comeback atas PSM bisa dipertahankan, Persib berpeluang membawa kepercayaan diri tinggi ke pertandingan tersebut. Satu hal sudah jelas dari laga di GBLA: Persib mungkin sempat tertinggal, tetapi Maung Bandung belum kehilangan arah.
Marc Klok Tegaskan Target Persib Lawan Manila Digger: Wajib Menang dan Lolos ACL 2
Persib Bandung tidak ingin kehilangan fokus menjelang pertandingan penting kontra Manila Digger pada babak play-off AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027. Bagi Maung Bandung, laga ini bukan sekadar pertandingan kandang, tetapi menjadi penentu untuk mendapatkan tiket menuju fase grup. Kapten Persib, Marc Klok, menegaskan bahwa kemenangan menjadi target utama tim. Persib dijadwalkan menghadapi Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin, 31 Agustus 2026. Meski sudah mengetahui gambaran calon lawan yang mungkin dihadapi pada fase grup, Klok meminta rekan-rekannya tidak terburu-buru memikirkan tahap berikutnya. Fokus harus diarahkan terlebih dahulu pada pertandingan melawan wakil Filipina tersebut. Marc Klok: Fokus Utama Persib adalah Lolos Bagi Klok, target Persib menghadapi Manila Digger sudah jelas. Tim harus memenangkan pertandingan dan memastikan langkah ke fase grup ACL 2. Menurutnya, seluruh pemain telah menjalani persiapan dengan serius dan berada dalam kondisi siap memberikan kontribusi. Karena itu, perhatian tim kini sepenuhnya diarahkan pada laga yang akan dimainkan di Si Jalak Harupat. “Kami hanya memiliki satu target besok, yaitu menang dan lolos ke fase grup.” Klok juga menilai para pemain memiliki motivasi tinggi menjelang pertandingan. Namun, rasa percaya diri tersebut tetap harus dikendalikan agar tidak berubah menjadi sikap meremehkan lawan. Pengalaman Musim Lalu Jadi Pengingat Persib sebenarnya sudah memiliki pengalaman menghadapi Manila Digger pada ajang Champions League musim sebelumnya. Pengalaman tersebut justru menjadi alasan bagi Klok untuk meminta tim tetap waspada. Menurutnya, pertandingan kualifikasi melawan Manila Digger sebelumnya berlangsung sulit. Karena itu, Persib tidak boleh menganggap laga kali ini akan berjalan mudah hanya karena status dan reputasi kedua tim berbeda. Klok meminta seluruh pemain menjalankan strategi yang telah dipersiapkan oleh tim pelatih. Pertandingan juga diperkirakan membutuhkan konsentrasi penuh hingga lebih dari 90 menit apabila situasi di lapangan mengharuskannya. Jangan Terlalu Cepat Memikirkan Fase Grup Persib memang sudah memiliki bayangan mengenai tim-tim yang berpotensi menjadi lawan berikutnya apabila berhasil melewati play-off. Namun, menurut Klok, membicarakan fase grup sebelum memastikan kelolosan justru bisa mengganggu fokus. Karena itu, prioritas Persib sederhana: Menjalankan strategi yang telah disiapkan. Menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Tidak meremehkan Manila Digger. Berjuang hingga peluit akhir. Mengamankan tiket menuju fase grup ACL 2. Sikap tersebut menjadi penting karena satu pertandingan menentukan perjalanan Persib di kompetisi Asia musim ini. Persib Harus Tampil Tanpa Dukungan Langsung Bobotoh Pertandingan Persib vs Manila Digger memiliki situasi berbeda karena Bobotoh tidak dapat hadir langsung di tribun. Persib harus menjalani laga kandang tanpa penonton sebagai bagian dari sanksi AFC yang diberikan setelah insiden pitch invasion pada kompetisi musim sebelumnya. Kondisi tersebut tentu menjadi kerugian tersendiri karena dukungan langsung dari tribun biasanya menjadi salah satu energi tambahan bagi pemain. Klok pun menyayangkan absennya Bobotoh. Meski begitu, situasi tersebut tidak ingin dijadikan alasan oleh tim. Sebaliknya, para pemain justru ingin menjadikan kondisi tersebut sebagai motivasi tambahan. Klok menegaskan bahwa Persib tetap ingin memberikan hasil yang membuat Bobotoh merasa bangga meskipun mereka tidak dapat menyaksikan pertandingan secara langsung dari stadion. Pesan Marc Klok untuk Bobotoh Absennya Bobotoh dari tribun bukan berarti dukungan terhadap Persib berhenti. Para pemain tetap menyadari besarnya harapan yang diberikan kepada mereka menjelang laga penting tersebut. Klok menyampaikan bahwa tugas para pemain adalah memberikan penampilan terbaik dan berusaha menghadirkan hasil positif. Dengan target yang sudah ditetapkan, Persib kini hanya perlu memastikan satu hal: melewati Manila Digger terlebih dahulu sebelum berbicara lebih jauh mengenai fase grup ACL 2. Satu Laga, Satu Target: Tiket Fase Grup Pertandingan Persib vs Manila Digger akan menjadi ujian penting bagi Maung Bandung. Selain kualitas permainan, konsentrasi dan kemampuan mengendalikan tekanan juga akan menjadi faktor yang tidak kalah menentukan. Persib datang dengan pengalaman dari pertemuan sebelumnya, persiapan yang telah dilakukan, serta target yang sudah ditegaskan Marc Klok: menang dan lolos ke fase grup ACL 2. Kini, perjuangan tersebut tinggal menunggu pembuktian di lapangan. Bobotoh memang tidak dapat memenuhi tribun, tetapi harapan untuk melihat Persib melangkah lebih jauh di kompetisi Asia tetap menjadi motivasi bagi skuad Maung Bandung.
Persib Bandung Tundukkan Bali United 3-2, Juara Dewata Challenge Series dengan Sempurna
Persib Bandung menang atas Bali United dengan skor 3-2 dalam pertandingan penutup Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa, 18 Agustus 2026 malam. Kemenangan dramatis tersebut sekaligus memastikan Maung Bandung menyapu bersih seluruh pertandingan dan keluar sebagai juara turnamen persahabatan tersebut. Persib sempat tertinggal dua kali sebelum akhirnya membalikkan keadaan melalui gol Marc Klok, Balsa Sekulic, dan Gabriel Mutombo. Sementara dua gol Bali United masing-masing dicetak Brandon Wilson dan Joao Ferrari. Hasil tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Persib sebelum menghadapi agenda yang lebih penting, yakni babak play-off AFC Champions League Two (ACL Two) melawan Manila Digger pada 31 Agustus 2026. Persib Bandung Kembali Raih Kemenangan di Bali Setelah sebelumnya menundukkan Sabah FC dengan skor 3-0, Persib kembali meraih kemenangan pada laga terakhir Dewata Challenge Series. Pelatih Persib, Igor Tolic, melakukan sejumlah perubahan pada susunan pemain. Fitrah Maulana mendapat kesempatan mengawal gawang, sedangkan lini belakang diisi Danijel Loncar, Patricio Matricardi, Eliano Reijnders, dan Ikhwan Tanamal. Di sektor tengah, Beckham Putra Nugraha, Dedi Kusnandar, Marc Klok, dan Thom Haye dimainkan untuk menopang Uilliam Barros serta Ragnar Oratmangoen di lini depan. Rotasi tersebut menjadi bagian dari upaya Igor Tolic melihat kesiapan pemain sekaligus mengukur kedalaman skuad sebelum Persib memasuki pertandingan kompetitif. Babak Pertama Berakhir Tanpa Gol Meski berstatus pertandingan persahabatan, duel Persib Bandung vs Bali United berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Bali United yang tampil di hadapan pendukungnya mencoba mengambil inisiatif serangan. Persib pun beberapa kali memperoleh peluang untuk membuka keunggulan. Pada menit ke-24, Ragnar Oratmangoen melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, usaha tersebut masih mampu diamankan kiper Bali United, Mike Hauptmeijer. Tuan rumah kemudian merespons melalui Irfan Jaya. Pemain Bali United itu berhasil mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan, tetapi Fitrah Maulana tampil sigap dan menggagalkan peluang tersebut. Bali United sempat mencetak gol pada menit ke-41 melalui Teppei Yachida. Akan tetapi, gol tersebut tidak disahkan wasit karena bola yang dimainkan Van der Sande sebelumnya dinilai telah melewati garis lapangan. Hingga turun minum, kedua tim belum mampu mencetak gol. Skor 0-0 bertahan sampai babak pertama selesai. Bali United Unggul Lebih Dahulu Pertandingan berubah lebih terbuka setelah jeda. Bali United berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-53. Brandon Wilson memanfaatkan peluang yang didapat tuan rumah untuk membawa Serdadu Tridatu unggul 1-0. Persib tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan respons. Empat menit kemudian, Maung Bandung memperoleh hadiah penalti setelah Thomas Lam melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Pelanggaran tersebut juga membuat Thomas Lam harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah langsung. Marc Klok yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakan pemain berpengalaman tersebut mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-57. Bermain dengan 10 Orang, Bali United Kembali Memimpin Keunggulan jumlah pemain belum langsung membuat Persib mampu mengendalikan pertandingan. Hanya dua menit setelah gol penyama kedudukan, Bali United justru kembali mencetak gol. Joao Ferrari memanfaatkan umpan tendangan bebas Teppei Yachida untuk membawa tuan rumah kembali unggul 2-1 pada menit ke-59. Situasi tersebut membuat Persib harus bekerja lebih keras. Keunggulan satu pemain kemudian dimanfaatkan Maung Bandung untuk meningkatkan tekanan ke pertahanan Bali United. Dua Gol di Menit-Menit Akhir Balikkan Keadaan Tekanan Persib akhirnya membuahkan hasil menjelang pertandingan berakhir. Balsa Sekulic berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-88. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 dan kembali membuka peluang bagi Persib untuk mengakhiri laga dengan kemenangan. Momentum kemudian benar-benar berpihak kepada Maung Bandung pada masa injury time. Gabriel Mutombo mencetak gol pada menit ke-90+1 setelah memaksimalkan umpan Saddil Ramdani. Gol tersebut sekaligus membalikkan kedudukan menjadi 3-2 untuk Persib. Kemenangan yang sudah berada di depan mata tersebut sempat diwarnai insiden. Mutombo menerima kartu kuning kedua setelah melakukan selebrasi dengan menendang tiang bendera sudut. Meski harus kehilangan pemain akibat kartu merah, Persib mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Persib Sapu Bersih Dewata Challenge Series Kemenangan atas Bali United memastikan Persib Bandung mengakhiri Dewata Challenge Series 2026 dengan catatan sempurna. Maung Bandung sebelumnya menang 3-0 atas Sabah FC dan kemudian kembali meraih kemenangan 3-2 atas Bali United. Hasil tersebut tidak hanya memberikan trofi dan momentum positif, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Igor Tolic untuk mengevaluasi skuadnya. Beberapa hal yang bisa menjadi modal Persib setelah turnamen ini antara lain: Kedalaman skuad semakin teruji setelah pelatih melakukan rotasi. Mentalitas tim terlihat ketika mampu membalikkan keadaan setelah dua kali tertinggal. Pemain baru mendapatkan kesempatan beradaptasi dengan sistem permainan. Lini depan menunjukkan produktivitas dengan mencetak enam gol dalam dua pertandingan. Persib memiliki modal kepercayaan diri sebelum menghadapi pertandingan ACL Two. Fokus Beralih ke Play-off ACL Two Setelah menuntaskan agenda di Bali, perhatian Persib kini beralih menuju babak play-off ACL Two. Maung Bandung dijadwalkan menghadapi Manila Digger pada 31 Agustus 2026. Pertandingan tersebut memiliki arti jauh lebih penting karena menjadi pintu menuju fase grup kompetisi antarklub Asia. Karena itu, keberhasilan menjuarai Dewata Challenge Series dapat menjadi modal psikologis bagi Persib. Namun, Igor Tolic masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan kondisi fisik pemain, menentukan komposisi terbaik, serta mematangkan strategi menghadapi Manila Digger. Dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United, Persib Bandung setidaknya menutup persiapan di Bali dengan hasil maksimal. Kini, tantangan yang lebih besar sudah menanti di depan mata.
Hasil Drawing ACL Two 2026-2027: Persib Berpeluang Hadapi FC Seoul dan Melbourne Victory
Hasil drawing AFC Champions League Two (ACL Two) 2026-2027 menempatkan slot Persib Bandung atau Manila Digger di Grup E. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya menjadi milik Maung Bandung karena Persib masih harus melewati babak play-off untuk memastikan tiket ke fase grup. Pengundian ACL Two 2026-2027 berlangsung di AFC House, Kuala Lumpur, pada Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB. Hasil drawing membagi peserta ke dalam delapan grup, dengan masing-masing grup berisi empat tim. Sebanyak 31 klub telah mendapatkan tempat di fase grup. Satu posisi tersisa di Grup E akan ditempati oleh pemenang pertandingan play-off antara Persib Bandung dan Manila Digger dari Filipina. Persib Masuk Grup E Jika Lolos dari Play-off Dalam hasil drawing ACL Two 2026-2027, Persib mendapatkan slot yang mengarah ke Grup E. Artinya, Maung Bandung harus terlebih dahulu melewati Manila Digger sebelum dapat memastikan diri bergabung dengan tiga klub lain di grup tersebut. Jika Persib berhasil memenangkan pertandingan play-off, perjalanan mereka di fase grup akan mempertemukan skuad asuhan Igor Tolic dengan wakil dari Korea Selatan, Australia, dan Vietnam. Komposisi tersebut membuat Grup E menjadi salah satu grup yang menarik perhatian. Ketiga klub calon lawan Persib memiliki pengalaman di kompetisi Asia dan berasal dari liga yang memiliki karakter permainan berbeda. Tiga Calon Lawan Persib di Grup E Apabila berhasil melewati Manila Digger, Persib akan bergabung dengan: FC Seoul (Korea Selatan) Melbourne Victory (Australia) The Cong-Viettel (Vietnam) Ketiga klub tersebut akan menjadi tantangan berbeda bagi Maung Bandung, terutama dari sisi karakter permainan dan pengalaman bertanding di level Asia. FC Seoul Jadi Salah Satu Lawan Berat FC Seoul menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian dalam Grup E. Klub asal Korea Selatan tersebut memiliki pengalaman panjang di kompetisi domestik maupun turnamen antarklub Asia. Bagi Persib, menghadapi klub Korea Selatan dapat menjadi ujian tersendiri. Perbedaan tempo permainan, kedisiplinan taktik, serta kualitas individu pemain akan membuat pertandingan berpotensi berlangsung ketat. Jika Persib berhasil mencapai fase grup, duel melawan FC Seoul juga dapat menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan oleh Bobotoh. Melbourne Victory Punya Karakter Fisik Selain FC Seoul, Melbourne Victory dari Australia juga akan menjadi lawan yang patut diperhitungkan. Wakil Australia tersebut dikenal memiliki karakter permainan yang mengandalkan kekuatan fisik dan tempo tinggi. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi Persib, khususnya ketika pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Kehadiran Melbourne Victory juga membuat persaingan Grup E semakin kompetitif. Persib harus mampu menjaga konsistensi permainan jika ingin bersaing dalam perebutan posisi terbaik di grup. The Cong-Viettel Berpotensi Jadi Lawan Seimbang Sementara itu, The Cong-Viettel menjadi wakil Vietnam yang melengkapi Grup E. Klub tersebut membawa pengalaman dari kompetisi domestik Vietnam dan berpotensi menghadirkan pertandingan yang lebih seimbang bagi Persib. Meski demikian, Maung Bandung tetap tidak dapat menganggap remeh lawannya. Perbedaan karakter permainan dari ketiga klub di Grup E justru dapat menjadi tantangan menarik bagi Persib. Tim harus mampu menyesuaikan pendekatan taktik berdasarkan karakter lawan yang dihadapi. Daftar Lengkap Grup ACL Two 2026-2027 Berikut hasil lengkap drawing fase grup ACL Two 2026-2027: Grup A Al Wahda — Uni Emirat Arab PFC Nasaf — Uzbekistan Kuwait SC — Kuwait Al Khaldiya — Bahrain Grup B Al Jazira — Uni Emirat Arab Golgohar Sirjan — Iran Muharraq — Bahrain FC Arkadag — Turkmenistan Grup C Al Taawoun — Arab Saudi Al Rayyan — Qatar Al Faisaly — Yordania Al Nahda — Oman Grup D Al Hussein — Yordania Al Shorta — Irak Al Seeb — Oman East Bengal — India Grup E FC Seoul — Korea Selatan Melbourne Victory — Australia The Cong-Viettel — Vietnam Persib / Manila Digger — Indonesia/Filipina Grup F Adelaide United — Australia BG Pathum — Thailand Lion City Sailors — Singapura Tai Po — Hong Kong Grup G Machida Zelvia — Jepang Shanghai Shenhua — China PKR Svay Rieng — Kamboja Tampines Rovers — Singapura Grup H Gangwon — Korea Selatan Kuching City — Malaysia Kitchee — Hong Kong Phnom Penh Crown — Kamboja Persib Harus Lewati Manila Digger Terlebih Dahulu Meski hasil drawing ACL Two 2026-2027 sudah memberikan gambaran calon lawan, Persib belum dapat langsung mempersiapkan diri untuk fase grup. Pertandingan melawan Manila Digger menjadi prioritas karena hasil play-off tersebut akan menentukan siapa yang mengisi slot terakhir Grup E. Menariknya, Persib memiliki pengalaman menghadapi Manila Digger di kompetisi Asia. Pada pertemuan sebelumnya dalam babak play-off, Maung Bandung berhasil meraih kemenangan 2-1 dan melanjutkan perjalanan ke fase grup ACL Two 2025-2026. Jalan Persib Menuju Grup E Secara sederhana, perjalanan Persib dapat digambarkan sebagai berikut: Persib Bandung → Play-off vs Manila Digger → Lolos → Grup E → FC Seoul, Melbourne Victory, The Cong-Viettel Karena itu, hasil drawing kali ini sekaligus menjadi gambaran awal mengenai tantangan yang mungkin menanti Maung Bandung di kompetisi Asia. Bagi Persib, fokus terdekat tetap berada pada pertandingan play-off. Jika mampu mengatasi Manila Digger, Maung Bandung akan mendapatkan kesempatan kembali tampil di fase grup ACL Two dan menghadapi tiga klub dengan pengalaman berbeda dari Korea Selatan, Australia, dan Vietnam.
Persib Bandung vs Bali United: Igor Tolic Siapkan Rotasi, Semua Pemain Berpeluang Tampil
Laga Persib Bandung vs Bali United pada ajang Dewata Challenge Series 2026 tidak sekadar menjadi pertandingan penutup bagi Maung Bandung. Pelatih Persib, Igor Tolic, ingin memanfaatkan duel tersebut untuk melihat kesiapan seluruh pemain sekaligus mencari formula terbaik menjelang agenda kompetitif berikutnya. Pertandingan Persib Bandung vs Bali United dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB. Meski Persib masih memiliki peluang untuk menjadi juara dalam ajang trofeo tersebut, fokus utama Igor Tolic justru berada pada proses membangun tim. Terlebih, sejumlah pemain baru telah bergabung dan membutuhkan kesempatan untuk beradaptasi dengan rekan-rekan setimnya. Persib Bandung Ingin Maksimalkan Laga Kontra Bali United Waktu persiapan Persib menuju pertandingan terakhir Dewata Challenge Series terbilang singkat. Tim hanya memiliki sekitar dua hari untuk mempersiapkan diri setelah menjalani laga sebelumnya. Situasi tersebut membuat pertandingan melawan Bali United menjadi kesempatan penting bagi Igor Tolic untuk melihat perkembangan skuad secara langsung. Para pemain yang baru bergabung pun diharapkan memperoleh menit bermain agar proses adaptasi dapat berlangsung lebih cepat. "Kami hanya memiliki dua hari untuk melakukan persiapan. Beberapa pemain baru juga sudah tiba dan kami berusaha segera memasukkan mereka ke dalam tim. Kami ingin memberikan mereka menit bermain agar bisa mulai mengenal rekan-rekan setimnya," ujar Igor Tolic, Senin, 17 Agustus 2026. Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, Persib tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan persiapan sebelum menghadapi agenda berikutnya. Karena itu, setiap pertandingan pramusim memiliki fungsi penting untuk mengevaluasi kondisi tim. Semua Pemain Berpeluang Mendapat Menit Bermain Dengan semakin lengkapnya komposisi skuad, perhatian Igor Tolic kini mulai diarahkan pada penerapan taktik yang akan digunakan Persib. Maung Bandung dijadwalkan menghadapi Manila Diggers pada babak kualifikasi Asian Champions League 2 (ACL 2) pada 31 Agustus mendatang. Persib masih memiliki waktu sekitar 15 hari untuk mematangkan persiapan menuju pertandingan tersebut. Namun, sebelum menentukan susunan pemain utama, Igor ingin melihat kemampuan seluruh pemain dalam sistem permainan yang sedang dibangun. "Sekarang kami sudah bersama-sama dan memiliki sekitar 15 hari sebelum pertandingan tersebut. Jadi, kami perlu memberikan waktu bermain kepada semua pemain untuk melihat dan menarik kesimpulan mengenai bagaimana kami akan bermain," kata Igor. Laga melawan Bali United pun menjadi bagian dari proses tersebut. Dari penampilan para pemain, tim pelatih dapat mengevaluasi sejumlah aspek, mulai dari pemahaman taktik, komunikasi di lapangan, hingga kombinasi antarpemain. Mengapa Rotasi Penting bagi Persib? Keputusan untuk memberikan kesempatan kepada banyak pemain memiliki beberapa tujuan, terutama menjelang jadwal kompetisi yang lebih padat. Mengukur kedalaman skuad ketika pemain utama tidak tersedia. Mempercepat adaptasi pemain baru dengan sistem permainan Persib. Menguji kombinasi antarpemain di berbagai posisi. Menentukan komposisi terbaik menjelang pertandingan ACL 2. Mengurangi risiko kelelahan akibat jadwal pertandingan yang berdekatan. Dengan demikian, hasil akhir pertandingan tetap penting, tetapi proses evaluasi skuad juga menjadi bagian utama dari agenda Persib di Bali. Kondisi Pemain Timnas Mulai Dipantau Beberapa pemain Persib yang sebelumnya menjalani tugas bersama Tim Nasional juga telah kembali ke tim. Namun, sebagian dari mereka masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan ritme latihan klub. Secara umum, Igor Tolic menilai kondisi fisik skuad berada dalam keadaan cukup siap. Tim pelatih tetap melakukan pemantauan agar pemain tidak dipaksakan tampil apabila kondisinya belum optimal. Sementara itu, Sandy Walsh masih menjalani proses pemulihan setelah mengalami cedera ketika memperkuat Tim Nasional pada Juli lalu. Tim pelatih memilih mengambil pendekatan hati-hati terhadap kondisi Sandy. Persib berharap sang pemain dapat segera kembali mengikuti latihan bersama tim secara reguler. Bali United Jadi Ujian Berikutnya Dari sisi lawan, Igor Tolic melihat Bali United sebagai tim yang patut diwaspadai. Laskar Serdadu Tridatu telah melakukan sejumlah perubahan dalam komposisi skuad dengan mendatangkan beberapa pemain baru. Kehadiran sejumlah pemain asing berkualitas menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Persib. Karena itu, meskipun pertandingan berada dalam konteks turnamen pramusim, duel tersebut tetap dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan tim menghadapi lawan dengan kualitas kompetitif. Bagi Igor, laga ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pemain Persib merespons perubahan taktik dan karakter permainan lawan. Mariano Peralta Makin Nyaman Bersama Persib Sementara itu, penyerang Persib Mariano Peralta mengaku kondisinya terus mengalami perkembangan positif. Setelah menjalani latihan penuh bersama tim selama sekitar satu pekan, pemain asal Argentina tersebut mulai merasa semakin nyaman dengan lingkungan barunya. Peralta sebelumnya tampil sebagai starter ketika Persib menghadapi Sabah FC. Dalam pertandingan tersebut, ia berhasil mencetak gol pembuka yang membantu Maung Bandung meraih kemenangan. "Kondisi saya setiap hari terasa semakin baik. Pekan sebelumnya merupakan pekan pertama saya menjalani latihan secara penuh bersama tim. Jadi, sekarang saya merasa baik dan semakin nyaman," ujar Peralta. Gol tersebut juga memberikan tambahan kepercayaan diri bagi sang penyerang. Ia menyadari bahwa persaingan di lini depan Persib cukup ketat karena terdapat banyak pemain berkualitas dalam skuad. Persaingan Internal Justru Jadi Modal Persib Peralta menilai persaingan antarpemain di dalam skuad merupakan hal positif. Menurutnya, keberadaan banyak pemain berkualitas, termasuk mereka yang memiliki pengalaman bersama Tim Nasional, dapat membuat persaingan berlangsung sehat sekaligus meningkatkan kualitas tim. "Semua orang bisa melihat bahwa kami memiliki banyak pemain berkualitas, termasuk pemain-pemain tim nasional. Kami senang dengan tim yang kami miliki. Tentu saja ada persaingan yang bagus di antara kami," tutur Peralta. Situasi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Persib. Pelatih memiliki lebih banyak opsi ketika harus menentukan starting XI maupun melakukan perubahan strategi selama pertandingan. Johnny Jansen Waspadai Kedalaman Skuad Persib Dari kubu Bali United, pelatih Johnny Jansen memprediksi pertandingan akan berlangsung sengit. Pelatih asal Belanda itu mengakui kualitas Persib sebagai tim yang kuat. Apalagi, Maung Bandung datang dengan status juara kompetisi domestik selama tiga musim berturut-turut. Menurut Jansen, Persib juga memiliki banyak pemain berkualitas serta gaya permainan yang menarik. Kehadiran Peralta di lini depan turut menjadi salah satu perhatian Bali United. "Mereka adalah juara musim lalu dan memiliki pemain-pemain bagus. Mereka juga memainkan sepak bola yang bagus. Sekarang mereka juga mendatangkan Peralta ke Persib," ujar Johnny Jansen. Jansen sendiri belum mengetahui apakah Persib akan menurunkan komposisi pemain yang sama seperti pertandingan sebelumnya. Hal itu menjadi tantangan tersendiri karena Persib memiliki kedalaman skuad yang cukup merata. Bali United Ingin Bangkit Setelah Kalah dari Sabah FC Bali United juga datang dengan motivasi tersendiri setelah mengalami kekalahan dari Sabah FC pada pertandingan sebelumnya. Jeda pemulihan yang dimiliki Bali United memang lebih panjang dibandingkan Persib. Namun, Johnny Jansen tidak menganggap faktor tersebut otomatis membuat timnya lebih diuntungkan. Menurutnya, kualitas pemain Persib memungkinkan Igor Tolic melakukan rotasi besar tanpa kehilangan banyak kekuatan di lapangan. "Persib memiliki banyak pemain bagus. Jadi, mungkin mereka tidak akan memainkan tim yang sama seperti pertandingan sebelumnya. Saya juga belum melihat banyak pemain yang sebelumnya belum tampil," kata Jansen. Ia bahkan menilai Persib memiliki kemampuan untuk mengganti hampir seluruh pemain dan tetap menurunkan skuad yang kompetitif. Persib Bandung vs Bali United Jadi Ujian Menjelang ACL 2 Pertandingan Persib Bandung vs Bali United pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai siapa yang akan memenangkan laga terakhir Dewata Challenge Series 2026. Bagi Persib, pertandingan tersebut merupakan bagian dari proses membangun tim sebelum memasuki kompetisi yang lebih serius. Igor Tolic dapat memanfaatkan laga untuk menguji pemain baru, mengevaluasi taktik, sekaligus menentukan kombinasi pemain yang paling sesuai. Sementara bagi Bali United, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk bangkit setelah kekalahan sebelumnya sekaligus menguji kekuatan menghadapi salah satu tim terbaik di Indonesia. Dengan kedua tim membawa kepentingan masing-masing, duel di Stadion Kapten I Wayan Dipta berpotensi menjadi pertandingan menarik. Persib ingin mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kekuatan skuadnya, sedangkan Bali United berusaha menunjukkan respons positif setelah hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya.
Persib Bandung vs Sabah FC: Ujian Chemistry dan Taktik Jelang Musim Baru
Laga Persib Bandung vs Sabah FC dalam Dewata Challenge Series 2026 bukan sekadar pertandingan pramusim. Duel yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB, menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk memperkuat chemistry sekaligus menguji sejumlah skema permainan. Pelatih Persib, Igor Tolic, memanfaatkan turnamen tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi musim 2026/2027. Dua pertandingan di Dewata Challenge Series akan digunakan untuk melihat sejauh mana para pemain mampu menerapkan instruksi yang telah diberikan selama pemusatan latihan. Bagi tim yang masih dalam proses membangun komposisi, pertandingan seperti ini menjadi penting. Bukan hanya hasil akhir yang menjadi perhatian, tetapi juga koordinasi antarpemain, pemahaman terhadap sistem permainan, hingga kemampuan beradaptasi ketika menghadapi situasi berbeda di lapangan. Persib Masih Menanti Skuad Terbaik Komposisi Persib belum sepenuhnya lengkap. Sejumlah pemain yang sebelumnya memperkuat Tim Nasional masih mendapatkan waktu istirahat lebih panjang setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat. Igor Tolic memilih memberikan kesempatan kepada para pemain tersebut untuk memulihkan kondisi fisik dan mental sebelum kembali bergabung dengan tim. "Pemain kami memang belum lengkap, beberapa pemain yang sebelumnya bermain untuk Tim Nasional baru akan tiba. Mereka diberikan waktu libur lebih lama untuk menyegarkan pikiran setelah menghadapi pertandingan dan tekanan yang ada," kata Igor Tolic di Bali United Training Center, Pantai Purnama, Gianyar, Jumat, 14 Agustus 2026. Menurutnya, pemain diharapkan kembali dalam kondisi lebih segar sehingga dapat mengikuti program latihan dengan konsentrasi penuh. Sejumlah Pemain Masih dalam Pemulihan Selain persoalan pemain yang belum bergabung, Persib juga harus memperhatikan kondisi beberapa pemain yang mengalami cedera setelah tampil di Piala Presiden. Beberapa nama yang masih menjalani penanganan tim medis antara lain: Luciano Guaycochea, yang masih membutuhkan sekitar dua pekan untuk pemulihan. Berguinho, yang kondisinya mulai membaik tetapi belum siap mengikuti latihan penuh. Ramon Tanque, yang mengalami keluhan pada bagian bahu. Dion Markx, yang telah menunjukkan perkembangan positif dan mulai menjalani latihan dengan intensitas ringan. Situasi tersebut membuat Igor Tolic harus lebih cermat menentukan komposisi pemain. Rotasi menjadi penting agar pertandingan pramusim tidak justru menambah panjang daftar pemain yang harus menjalani perawatan. Danijel Loncar Belum Bisa Langsung Dimainkan Rekrutan anyar Persib, Danijel Loncar, juga belum masuk dalam rencana untuk diturunkan menghadapi Sabah FC. Bek tersebut baru bergabung dengan tim selama dua hari sehingga kondisi fisiknya masih harus dipantau. Selain persoalan adaptasi dengan lingkungan baru, Loncar juga masih menghadapi jet lag setelah melakukan perjalanan jauh. Igor Tolic menyebut pemain tersebut setidaknya membutuhkan enam hingga tujuh sesi latihan sebelum dinilai siap tampil. "Dia masih mengalami kendala jet lag dan penyesuaian tubuh, sehingga dia harus benar-benar fit dan istirahat cukup. Dia perlu menjalani setidaknya 6-7 sesi latihan sebelum bisa bermain," ujar Tolic. Meski demikian, kondisi umum Loncar disebut cukup baik. Jika proses adaptasinya berjalan sesuai rencana, sang pemain berpeluang mendapatkan kesempatan bermain ketika Persib menghadapi Bali United pada Selasa mendatang. Laga Persib Bandung vs Sabah FC Jadi Tes Chemistry Dengan kondisi skuad yang belum komplet, laga Persib Bandung vs Sabah FC justru memberikan ruang bagi Tolic untuk melihat kemampuan pemain yang tersedia. Chemistry menjadi salah satu aspek yang perlu dibangun karena Persib memiliki sejumlah pemain baru. Pemain harus memahami pergerakan rekan setim, kapan melakukan pressing, bagaimana membangun serangan, serta bagaimana menjaga struktur ketika kehilangan bola. Dewata Challenge Series pun dapat menjadi simulasi sebelum kompetisi resmi dimulai. Kesalahan yang muncul dalam pertandingan pramusim masih bisa menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki permainan. Beberapa aspek yang berpotensi menjadi perhatian Tolic meliputi: Koordinasi lini belakang ketika menghadapi serangan lawan. Transisi menyerang dan bertahan setelah kehilangan atau merebut bola. Koneksi lini tengah dengan lini depan dalam membangun peluang. Efektivitas pressing terhadap lawan. Respons pemain terhadap perubahan taktik selama pertandingan. Igor Tolic Pelajari Permainan Sabah FC Meski belum melakukan analisis secara mendalam, Tolic telah mengetahui struktur dasar permainan Sabah FC. Pelatih asal Kroasia tersebut juga menyiapkan agenda analisis video untuk mempelajari penampilan klub Malaysia itu saat mengalahkan Bali United. "Saya tahu struktur dasarnya, tetapi detailnya belum saya pelajari. Namun saya punya waktu untuk menyampaikan kepada tim apa yang bisa kita harapkan dari tim Sabah," tuturnya. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pertandingan pramusim tidak hanya digunakan untuk menguji pemain Persib. Lawan juga menjadi bagian dari proses evaluasi karena setiap pertandingan dapat memberikan gambaran mengenai kelemahan yang masih harus diperbaiki. Sabah FC Hadapi Masalah Kebugaran Dari kubu lawan, Sabah FC juga datang dengan persoalan tersendiri. Pelatih Juan Torres menganggap Persib sebagai lawan berat karena Maung Bandung merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia. Persib juga memiliki modal sebagai juara dalam tiga musim beruntun sehingga kualitas skuadnya menjadi perhatian Sabah FC. Masalah lain yang dihadapi Sabah adalah waktu pemulihan yang sangat singkat. Mereka hanya memiliki jeda satu hari sehingga rotasi pemain menjadi salah satu opsi untuk menjaga kondisi fisik. "Masalah kami adalah kami hanya memiliki waktu istirahat satu hari, jadi tantangan bagi kami adalah berusaha mendapatkan kondisi yang baik dan menghindari cedera karena hal itu," kata Juan Torres. Bukan Sekadar Mencari Kemenangan Pertandingan Persib Bandung vs Sabah FC pada akhirnya memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan. Bagi Persib, laga ini menjadi kesempatan untuk menguji sejauh mana fondasi permainan yang dibangun selama pemusatan latihan sudah berjalan. Kondisi skuad yang belum sepenuhnya lengkap juga memberikan kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kesiapan mereka. Sementara bagi Igor Tolic, pertandingan tersebut dapat menjadi bahan penting dalam menentukan komposisi serta taktik yang akan digunakan ketika kompetisi resmi 2026/2027 dimulai. Jika koordinasi semakin padu dan pemain baru mampu beradaptasi dengan cepat, Dewata Challenge Series bisa menjadi salah satu tahapan penting dalam membentuk Persib yang lebih siap menghadapi padatnya agenda musim depan.