Rekomendasi
10 Film Horor Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Watchlist, Berani Nonton Sendirian?
Kalau kamu merasa film horor dengan jumpscare saja sudah tidak cukup menantang, tahun 2026 punya banyak pilihan yang bisa membuat pengalaman menonton terasa jauh lebih intens. Dari slasher berdarah, teror psikologis, zombie, survival, monster, hingga horor supernatural, setiap film menawarkan cara berbeda untuk membuat penonton merasa tidak aman. Menariknya, rasa takut tidak selalu datang dari sosok menyeramkan yang tiba-tiba muncul di layar. Beberapa film justru membangun ketegangan secara perlahan melalui suasana, suara, ruang yang asing, hingga konflik psikologis para karakternya. Bagi pencinta horor yang sedang mencari tontonan untuk uji adrenalin, berikut 10 film horor terbaik 2026 yang bisa masuk watchlist. Beberapa di antaranya juga mendapat respons positif dari kritikus maupun penonton berdasarkan data Rotten Tomatoes. 10 Film Horor 2026 dengan Teror yang Berbeda 1. Teenage Sex and Death at Camp Miasma Penggemar slasher bisa memasukkan Teenage Sex and Death at Camp Miasma ke daftar pertama. Film ini menggunakan formula slasher dengan atmosfer kamp sebagai salah satu elemen penting dalam membangun ketegangan. Bukan hanya mengandalkan adegan kekerasan, film tersebut juga mendapat perhatian karena pengembangan karakter dan gaya visualnya. Rotten Tomatoes mencatat Tomatometer sebesar 94 persen dan menempatkannya di posisi teratas dalam daftar Best New Horror Movies of 2026 saat data tersebut dihimpun. Cocok untuk: penggemar slasher, gore, dan horor penuh ketegangan. 2. Obsession Bagaimana jika keinginan untuk mendapatkan seseorang justru berubah menjadi sumber teror? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu daya tarik Obsession. Ceritanya tidak hanya mengandalkan ancaman fisik, tetapi juga membawa penonton mengikuti keputusan karakter yang semakin sulit dikendalikan. Film ini memperoleh Tomatometer 93 persen dan skor penonton 91 persen di Rotten Tomatoes berdasarkan data yang tercantum dalam artikel sumber. Ketegangannya terasa lebih dekat dengan sisi psikologis sehingga penonton dibuat bertanya-tanya sejauh mana seseorang bisa kehilangan kendali atas keinginannya sendiri. Cocok untuk: pencinta psychological horror dan dark humor. 3. Send Help Terjebak di pulau terpencil setelah kecelakaan pesawat saja sudah terdengar seperti situasi yang buruk. Namun, Send Help membuat kondisi tersebut semakin rumit. Dua orang yang selamat harus bertahan di lingkungan ekstrem sekaligus menghadapi persoalan pribadi. Film garapan Sam Raimi ini mendapatkan Tomatometer 92 persen dan skor penonton 79 persen berdasarkan data Rotten Tomatoes yang dicantumkan dalam sumber. Ketika tidak ada bantuan, tidak ada jalan pulang, dan setiap keputusan dapat menentukan keselamatan, tekanan psikologis pun menjadi bagian dari teror. Cocok untuk: penggemar survival horror dan thriller. 4. Leviticus Konsep monster dalam Leviticus menawarkan pendekatan yang tidak biasa. Dua remaja laki-laki harus melarikan diri dari entitas mengerikan yang mampu mengambil bentuk orang yang paling mereka inginkan. Ancaman tersebut membuat horornya terasa lebih personal. Monster yang dihadapi bukan sekadar makhluk yang mengejar korban, tetapi juga berkaitan dengan emosi dan ketakutan karakter. Rotten Tomatoes mencatat Tomatometer 92 persen dan skor penonton 78 persen. Cocok untuk: penonton yang menyukai monster horror dengan unsur emosional. 5. 28 Years Later: The Bone Temple Penggemar zombie tentu tidak asing dengan dunia 28 Years Later. Sekuel berjudul 28 Years Later: The Bone Temple kembali membawa penonton ke dunia yang dipenuhi ancaman setelah wabah. Namun, teror dalam film ini tidak berhenti pada manusia yang terinfeksi. Ketika tatanan kehidupan mulai runtuh, manusia sendiri dapat berubah menjadi sumber bahaya. Film ini memperoleh Tomatometer 91 persen dan skor penonton 83 persen berdasarkan data yang tercantum dalam artikel sumber. Cocok untuk: penggemar zombie, gore, dan survival horror. 6. Hokum Kalau kamu lebih suka horor yang membuat suasana rumah terasa mencurigakan setelah film selesai, Hokum patut dicoba. Film ini memanfaatkan konsep rumah berhantu dan folklore. Ceritanya mengikuti seorang novelis yang pergi ke penginapan terpencil untuk menebarkan abu orang tuanya. Di sana, muncul cerita tentang penyihir yang menghantui salah satu kamar. Alih-alih memberikan jumpscare terus-menerus, film ini membangun rasa tidak nyaman melalui atmosfer dan kejutan yang ditempatkan secara bertahap. Rotten Tomatoes mencatat Tomatometer 90 persen dan skor penonton 76 persen. Cocok untuk: pencinta haunted house dan horor atmosferik. 7. Backrooms Konsep Backrooms sebelumnya populer di internet sebagai gambaran ruang liminal yang terlihat familiar, tetapi terasa aneh dan tidak nyaman. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi film horor layar lebar. Cerita bermula ketika sebuah pintu misterius muncul di ruang bawah tanah sebuah toko furnitur. Dari titik tersebut, karakter dibawa menuju ruang yang seolah tidak memiliki ujung. Rotten Tomatoes memberikan Tomatometer 87 persen dan skor penonton 71 persen berdasarkan data yang dicantumkan dalam artikel. Menariknya, rasa takut dalam film ini justru lahir dari ruang kosong, kesunyian, dan ketidakpastian. Cocok untuk: penggemar liminal space, psychological horror, dan misteri. 8. Buddy Jangan tertipu dengan sesuatu yang terlihat lucu. Buddy mengambil elemen yang identik dengan hiburan anak-anak kemudian mengubahnya menjadi sumber ketakutan. Perpaduan humor, keganjilan, dan unsur pop culture membuat film ini mempunyai karakter horor yang cukup berbeda. Film tersebut memperoleh Tomatometer 88 persen dan skor penonton 78 persen di Rotten Tomatoes berdasarkan data yang tersedia. Justru perubahan sesuatu yang seharusnya terasa aman menjadi mengancam dapat menciptakan rasa tidak nyaman yang unik. Cocok untuk: penonton yang mencari horor absurd dan tidak konvensional. 9. Colony Penggemar horor Korea bisa memasukkan Colony ke watchlist. Film ini digarap oleh Yeon Sang-ho, sutradara yang sebelumnya dikenal melalui Train to Busan. Kisahnya membawa penonton ke situasi ketika wabah berkembang menjadi kekacauan. Ancaman zombie kemudian dipadukan dengan kecemasan modern mengenai teknologi dan penyebaran penyakit. Rotten Tomatoes mencatat Tomatometer 81 persen dan skor penonton 87 persen. Cocok untuk: penggemar zombie thriller dan film Korea. 10. Insidious: Out of the Further Nama Insidious tentu sudah memiliki tempat tersendiri bagi penggemar horor supernatural. Pada 2026, penonton kembali diajak memasuki dunia The Further melalui Insidious: Out of the Further. Cerita berpusat pada Gemma, seorang ibu muda yang tinggal bersama putrinya di rumah tempat ia dibesarkan. Situasi berubah ketika ia mengetahui dirinya memiliki kemampuan untuk memasuki The Further dan membawa sesuatu dari sana ke dunia nyata. Rotten Tomatoes mencatat Tomatometer 57 persen dan skor penonton sekitar 67 persen berdasarkan data yang tersedia dalam artikel sumber. Meski responsnya tidak setinggi beberapa judul lain dalam daftar, film ini tetap menarik bagi penggemar franchise Insidious yang ingin kembali merasakan atmosfer supernatural khas The Further. Cocok untuk: penggemar horor supernatural, misteri, dan franchise Insidious. Pilih Film Berdasarkan Tipe Horor Favoritmu Tidak semua orang memiliki definisi yang sama tentang film paling menyeramkan. Ada penonton yang langsung menutup mata ketika melihat gore, sementara yang lain justru lebih takut pada suasana sunyi dan sesuatu yang tidak terlihat. Kalau masih bingung memilih, kamu bisa menggunakan panduan sederhana berikut: Suka slasher dan gore: Teenage Sex and Death at Camp Miasma Suka permainan psikologis: Obsession atau Backrooms Suka survival: Send Help atau 28 Years Later: The Bone Temple Suka monster: Leviticus Suka rumah berhantu: Hokum Suka horor unik: Buddy Suka zombie Korea: Colony Suka horor supernatural: Insidious: Out of the Further Dengan memilih berdasarkan subgenre, pengalaman menonton bisa terasa lebih seru karena kamu sudah mengetahui jenis teror yang akan dihadapi. Film Horor 2026 yang Masih Dinantikan Daftar film horor 2026 belum berhenti di 10 judul tersebut. Sejumlah film lain masih dijadwalkan hadir sepanjang tahun, di antaranya Onslaught, Don't Move, Resident Evil, Beware Boiúna, Other Mommy, Crawlers, Clayface, dan Werwulf. Namun, jadwal tayang dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Karena itu, informasi mengenai tanggal rilis dan ketersediaan film sebaiknya kembali diperiksa melalui bioskop atau platform streaming resmi sebelum menonton. Biar Makin Seram, Coba Cara Ini Saat Nonton Kalau tujuanmu benar-benar melakukan uji adrenalin, suasana menonton juga bisa memengaruhi pengalaman. Film horor sangat mengandalkan visual dan desain suara untuk membangun ketegangan. Beberapa hal sederhana yang bisa dicoba: Redupkan lampu agar perhatian lebih terpusat pada layar. Gunakan perangkat audio yang baik karena suara kecil seperti bisikan atau langkah kaki dapat meningkatkan ketegangan. Hindari spoiler supaya kejutan tetap terasa. Sesuaikan film dengan batas kenyamanan, terutama jika tidak terbiasa dengan gore atau adegan intens. Pilih waktu menonton yang tepat jika kamu mudah terbawa suasana setelah film selesai. Yang tidak kalah penting, nikmati film melalui bioskop atau layanan streaming resmi. Jadi, Berani Nonton Sendirian? Sepuluh film horor terbaik 2026 di atas menunjukkan bahwa rasa takut bisa dibangun melalui banyak cara. Ada yang mengandalkan darah dan slasher, ada yang memainkan ketakutan psikologis, sementara lainnya memanfaatkan zombie, monster, ruang liminal, hingga teror supernatural. Tidak ada satu film yang otomatis menjadi paling menakutkan bagi semua orang. Pengalaman tersebut sangat subjektif. Justru karena itu, tantangan sebenarnya adalah menemukan film yang paling sesuai dengan ketakutanmu sendiri. Kalau ingin benar-benar menguji nyali, pilih satu judul, matikan lampu, naikkan volume, dan mulai menonton. Tapi jangan salahkan filmnya kalau setelah layar berubah gelap, kamu jadi dua kali mengecek sudut kamar sebelum tidur.
6 Tas Rajut Dowa yang Bikin Outfit Liburan Makin Stylish, Cocok Dibawa ke Pantai
Liburan ke pantai tidak hanya soal memilih outfit yang nyaman. Aksesori yang tepat juga bisa membuat penampilan terlihat lebih menarik tanpa harus terasa berlebihan. Salah satu item yang dapat menjadi pilihan adalah tas rajut Dowa, produk lokal asal Yogyakarta yang dikenal dengan desain khas dan material rajutnya. Tas rajut dapat memberikan sentuhan santai sekaligus tetap terlihat modis. Karakter tersebut membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai gaya, mulai dari dress ringan, kemeja oversized, hingga celana linen yang identik dengan suasana liburan. Bagi yang sedang mencari inspirasi tas untuk traveling, berikut beberapa model tas rajut Dowa yang bisa dipertimbangkan. 1. Tas Rajut dengan Desain Anyaman yang Timeless Model dengan tekstur anyaman menjadi salah satu pilihan menarik untuk melengkapi outfit santai. Motif rajut yang terlihat jelas memberikan karakter pada tas tanpa membuat penampilan menjadi terlalu ramai. Tas dengan model seperti ini dapat dipadukan dengan dress polos atau outfit bernuansa earth tone. Untuk suasana pantai, warna-warna netral juga relatif mudah dikombinasikan dengan sandal dan aksesori sederhana. 2. Shoulder Bag Rajut untuk Jalan-Jalan Santai Bagi yang tidak ingin membawa tas berukuran terlalu besar, model shoulder bag bisa menjadi alternatif. Tali yang cukup panjang memungkinkan tas dikenakan dengan lebih praktis saat berjalan-jalan. Ukurannya juga dapat digunakan untuk membawa barang kecil seperti dompet, ponsel, kacamata, dan perlengkapan pribadi lainnya. Model ini cocok dipadukan dengan kaus basic dan celana panjang berbahan ringan untuk menghasilkan gaya kasual. 3. Tas Rajut dengan Sentuhan Warna Cerah Tidak semua tas rajut harus menggunakan warna netral. Model dengan kombinasi warna yang lebih cerah dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membuat outfit terlihat lebih playful. Tas berwarna cerah dapat dijadikan statement item ketika dipadukan dengan pakaian polos. Dengan begitu, tas menjadi pusat perhatian tanpa membuat keseluruhan penampilan terlihat berlebihan. Cara Memadukannya Coba gunakan prinsip sederhana: Outfit polos + tas warna cerah. Outfit bermotif + tas warna netral. Dress putih + tas bernuansa natural. Kemeja linen + tas rajut bernuansa earthy. 4. Tote Bag Rajut untuk Membawa Lebih Banyak Barang Jika rencana liburan membutuhkan lebih banyak barang bawaan, tote bag bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Ruang penyimpanannya biasanya lebih luas sehingga dapat digunakan untuk membawa perlengkapan seperti sunscreen, handuk kecil, dompet, botol minum, hingga kamera. Bentuk tote yang sederhana juga membuatnya tidak sulit dipadukan dengan berbagai outfit. Untuk perjalanan ke pantai, model ini bisa dipakai bersama maxi dress atau setelan linen agar tetap terlihat effortless. 5. Tas Rajut dengan Siluet Compact Bagi Anda yang lebih suka membawa barang seperlunya, tas berukuran compact dapat menjadi pilihan. Ukurannya yang tidak terlalu besar membuat tas jenis ini terasa lebih ringan saat digunakan untuk berjalan-jalan. Selain itu, bentuknya dapat memberikan kesan rapi pada outfit. Model compact cocok dipakai untuk agenda seperti menikmati sunset, makan malam santai, atau sekadar berjalan di sekitar area wisata. 6. Tas Rajut dengan Desain Unik untuk Statement Look Jika ingin tampil sedikit berbeda, pilih model tas dengan detail rajut yang lebih menonjol. Tekstur, pola, atau bentuk yang unik dapat membuat tas berfungsi sebagai aksesori sekaligus pelengkap outfit. Anda tidak perlu menambahkan terlalu banyak aksesori lain karena tas sudah menjadi bagian yang menarik perhatian. Model seperti ini cocok bagi yang gemar membuat konten foto saat traveling karena tekstur rajut dapat memberikan elemen visual tambahan pada outfit. Kenapa Tas Rajut Cocok untuk Outfit Liburan? Tas rajut memiliki karakter yang identik dengan gaya santai dan natural. Karena itu, item ini relatif mudah masuk ke dalam konsep outfit liburan, terutama ketika destinasi yang dikunjungi memiliki suasana tropis seperti pantai. Selain dari sisi tampilan, tas rajut juga menawarkan beragam bentuk dan ukuran. Anda bisa memilih model berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: tas rajut tidak selalu cocok terkena air laut, pasir, atau kelembapan secara berlebihan. Setelah digunakan di pantai, bersihkan pasir yang menempel dan simpan tas dalam kondisi kering agar materialnya tetap terawat. Tips Memilih Tas Rajut untuk Liburan Sebelum membeli, pertimbangkan beberapa hal berikut: Sesuaikan Ukuran dengan Aktivitas Jika hanya digunakan untuk jalan-jalan, tas kecil mungkin sudah cukup. Sebaliknya, tote bag lebih praktis jika Anda membawa banyak perlengkapan. Pilih Warna yang Mudah Dipadukan Warna natural seperti krem, cokelat, putih, atau hitam cenderung lebih fleksibel. Sementara warna cerah cocok bagi yang ingin menjadikan tas sebagai statement item. Perhatikan Detail dan Kualitas Rajutan Periksa bagian sambungan, tali, jahitan, serta kondisi permukaan rajut. Detail tersebut penting karena tas akan digunakan untuk membawa barang selama perjalanan. Jangan Lupa Fungsi Tas yang terlihat cantik belum tentu nyaman digunakan. Pastikan panjang tali, ukuran, serta kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan. Tas Rajut Dowa, Mana yang Paling Cocok untukmu? Enam model tas rajut Dowa tersebut dapat disesuaikan dengan gaya dan kebutuhan masing-masing. Shoulder bag cocok untuk aktivitas ringan, tote bag lebih pas untuk membawa banyak barang, sedangkan tas compact bisa dipilih untuk agenda santai seperti menikmati sunset. Jika ingin tampil lebih playful, model dengan warna cerah dapat menjadi pilihan. Sementara desain dengan warna natural bisa digunakan berulang kali karena lebih mudah dipadukan dengan berbagai outfit. Pada akhirnya, tas liburan tidak harus berukuran besar ataupun mengikuti tren terbaru. Pilih model yang nyaman, cukup untuk membawa barang penting, dan sesuai dengan gaya personal. Dengan tas rajut yang tepat, outfit sederhana untuk liburan ke pantai pun bisa terlihat lebih stylish tanpa kehilangan kesan santai.
8 Tempat Hits di Surabaya yang Bikin Liburan Makin Seru, Tak Melulu ke Mall
Liburan ke Surabaya tidak harus selalu berakhir di pusat perbelanjaan. Kota Pahlawan punya banyak pilihan destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari kawasan bersejarah, taman tematik, wisata alam, hingga tempat menikmati panorama kota dan laut. Bagi wisatawan yang ingin membuat perjalanan lebih variatif, sejumlah tempat hits di Surabaya berikut bisa dimasukkan ke dalam itinerary. Beberapa cocok untuk berburu foto, sementara lainnya lebih pas untuk bersantai bersama keluarga atau menikmati suasana kota menjelang malam. Daripada menghabiskan seluruh waktu di dalam mall, coba kenali sisi lain Surabaya lewat delapan destinasi berikut. 1. Kota Lama Surabaya, Jalan-Jalan Sambil Menyusuri Jejak Sejarah Kawasan Kota Lama Surabaya menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer kota dari sisi berbeda. Area di sekitar Jalan Rajawali dan Jembatan Merah ini dipenuhi bangunan lama yang menghadirkan nuansa klasik. Bukan hanya cocok untuk berjalan santai, kawasan tersebut juga menarik bagi pemburu foto. Deretan bangunan bergaya vintage dapat menjadi latar untuk mengabadikan momen liburan. Wisatawan juga dapat berkeliling menggunakan Tour Wagen. Dengan biaya sekitar Rp20.000, pengunjung bisa menikmati perjalanan sambil mendapatkan penjelasan singkat mengenai sejumlah lokasi yang dilewati. Cocok untuk: wisata sejarah, fotografi, dan jalan santai. 2. Taman Bhinneka Nusantara, Liburan Sambil Mengenal Keberagaman Jika ingin membawa keluarga, Taman Bhinneka Nusantara di kawasan Medokan Keputih bisa menjadi pilihan. Konsep taman ini mengangkat keberagaman Indonesia. Pengunjung dapat melihat miniatur rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah tempat ibadah. Selain menikmati ruang terbuka, tersedia pula wahana air berupa perjalanan menggunakan perahu. Perkiraan biaya: Tiket masuk: sekitar Rp15.000. Wahana perahu: sekitar Rp5.000. Tempat ini bisa menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menggabungkan rekreasi dengan pengalaman edukatif. 3. Park Shanghai, Spot Foto dengan Nuansa Negeri Tirai Bambu Ingin mendapatkan suasana berbeda tanpa harus pergi ke luar negeri? Park Shanghai di kawasan Pakuwon City menawarkan area dengan konsep yang terinspirasi dari Shanghai, China. Nuansa arsitektur dan dekorasi tematik membuat lokasi ini menarik untuk berjalan-jalan sekaligus berburu foto. Salah satu wahana yang cukup menarik perhatian adalah komidi putar dengan tiket sekitar Rp20.000. Bagi wisatawan yang mencari tempat hits di Surabaya dengan suasana berbeda, Park Shanghai bisa menjadi salah satu alternatif. 4. Jembatan Surabaya, Serunya Menikmati Pertunjukan Cahaya di Malam Hari Saat matahari mulai tenggelam, kawasan Jembatan Surabaya di Kenjeran menawarkan pengalaman yang berbeda. Pada waktu tertentu, kawasan ini diramaikan pertunjukan cahaya dan air mancur menari. Pertunjukan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menghabiskan malam tanpa harus masuk ke pusat perbelanjaan. Pertunjukan air mancur menari dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu pukul 19.00 WIB dengan tiket masuk gratis. Pengunjung hanya perlu menyiapkan biaya parkir sekitar Rp5.000. Tips: datang lebih awal agar memiliki waktu untuk mencari tempat yang nyaman sebelum pertunjukan dimulai. 5. Hutan Mangrove Gunung Anyar, Kabur Sejenak dari Suasana Kota Surabaya juga memiliki destinasi yang menawarkan suasana hijau. Hutan Mangrove Gunung Anyar dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari keramaian perkotaan. Jalur yang berada di tengah kawasan mangrove memberikan pengalaman berjalan di antara vegetasi pesisir. Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat mengenal fungsi ekosistem mangrove bagi lingkungan pesisir. Harga tiket yang tercantum dalam sumber sekitar Rp10.000 pada hari biasa dan Rp15.000 saat akhir pekan. Jika ingin mencoba wisata perahu, tersedia biaya tambahan sekitar Rp20.000. Cocok untuk: pencinta alam, fotografi, dan wisata santai. 6. Surabaya North Quay, Saatnya Menunggu Sunset di Tepi Laut Bagi yang lebih suka menikmati pemandangan laut, Surabaya North Quay di kawasan Perak Utara bisa dimasukkan ke dalam daftar. Dari lokasi ini, pengunjung dapat melihat panorama laut sekaligus aktivitas kapal di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak. Waktu sore menjelang matahari terbenam menjadi salah satu momen menarik untuk datang. Cahaya senja dan panorama laut dapat menciptakan suasana yang lebih santai setelah seharian menjelajahi Surabaya. Destinasi ini cocok dijadikan agenda sore sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat makan atau kawasan pusat kota. 7. Perahu Kalimas, Menikmati Surabaya dari Jalur Sungai Ingin mencoba aktivitas wisata yang tidak biasa? Perahu Kalimas menawarkan cara berbeda untuk menikmati suasana Surabaya. Wisatawan dapat memulai perjalanan dari kawasan Taman Prestasi dan menyusuri Kalimas menggunakan perahu. Jalur yang tersedia memiliki beberapa pilihan rute dengan durasi perjalanan sekitar 10–15 menit. Harga tiket yang tercantum sekitar Rp7.000. Waktu sore hingga malam bisa menjadi pilihan menarik karena suasana kota mulai berubah ketika lampu-lampu di sekitar sungai menyala. 8. Jalan Tunjungan, Ikon Surabaya yang Selalu Ramai Jalan-jalan ke Surabaya rasanya belum lengkap tanpa menyempatkan diri ke Jalan Tunjungan. Kawasan ini menjadi salah satu ruang publik ikonik Kota Pahlawan. Deretan bangunan, pedestrian, tempat makan, dan aktivitas masyarakat membuat suasananya semakin hidup, terutama pada sore dan malam hari. Tidak harus memiliki agenda khusus. Berjalan kaki, mencari makanan, menikmati suasana kota, atau sekadar mengabadikan foto sudah cukup untuk membuat kunjungan ke Tunjungan terasa menyenangkan. Biar Liburan Lebih Efisien, Susun Rute Berdasarkan Area Delapan destinasi tersebut tersebar di beberapa bagian Surabaya. Agar waktu tidak banyak habis di perjalanan, wisatawan bisa mengelompokkan tujuan berdasarkan lokasi. Contohnya, kawasan Kota Lama dan Jalan Tunjungan dapat dimasukkan dalam agenda wisata kota. Sementara Hutan Mangrove Gunung Anyar lebih cocok dijadikan tujuan tersendiri karena berada di kawasan berbeda. Untuk menikmati suasana malam, Jembatan Surabaya, Perahu Kalimas, atau Jalan Tunjungan dapat dipilih sebagai agenda setelah sore hari. Dengan cara tersebut, liburan tidak hanya lebih teratur, tetapi juga memberi kesempatan untuk menikmati setiap tempat tanpa terburu-buru. Surabaya Punya Banyak Pilihan Selain Mall Delapan tempat hits di Surabaya tersebut memperlihatkan bahwa Kota Pahlawan memiliki pilihan wisata yang cukup beragam. Ada destinasi sejarah untuk pencinta cerita masa lalu, ruang terbuka untuk keluarga, kawasan mangrove bagi pencinta alam, hingga destinasi tepi laut dan wisata malam. Jadi, jika kunjungan berikutnya ke Surabaya ingin dibuat lebih seru, jangan hanya memasukkan mall ke dalam daftar. Cobalah sisihkan waktu untuk menjelajahi sisi kota yang menawarkan pengalaman berbeda. Sebelum berangkat, pastikan mengecek kembali harga tiket, jam operasional, jadwal pertunjukan, serta aturan kunjungan karena informasi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.
6 Wisata Hits Kuningan 2026 yang Bikin Liburan Makin Seru, Ada Curug hingga Waduk
Kalau sedang mencari destinasi untuk mengisi waktu liburan di Jawa Barat, Kuningan bisa menjadi pilihan yang menarik. Berada di kawasan kaki Gunung Ciremai, daerah ini menawarkan perpaduan wisata alam, rekreasi keluarga, tempat kuliner, hingga destinasi yang cocok untuk bersantai. Tidak hanya mengandalkan Waduk Darma, sejumlah tempat wisata di Kuningan juga ramai dikunjungi wisatawan. J&J, Telaga Biru Cicerem, dan Desa Wisata Cibuntu, misalnya, termasuk destinasi yang mencatat kunjungan tinggi saat libur Lebaran 2026. Bagi yang sedang mencari wisata hits Kuningan 2026, beberapa tempat berikut bisa dipertimbangkan untuk masuk itinerary. Sebelum berangkat, tetap cek kembali tarif tiket dan jam operasional karena informasi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. 1. Curug Bangkong, Air Terjun di Tengah Suasana Hijau Pemandangan air terjun menjadi daya tarik utama Curug Bangkong. Destinasi yang berada di Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang ini menawarkan air terjun dengan ketinggian sekitar 20 meter. Suasana alami masih terasa kuat karena kawasan curug dikelilingi pepohonan dan area persawahan. Untuk mencapai lokasi utama, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 200 meter dari area masuk. Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam tanpa perjalanan trekking yang terlalu panjang, Curug Bangkong dapat menjadi salah satu alternatif. Lokasi: Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten KuninganJam operasional: sekitar 08.00–16.00 WIBTiket: Rp5.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak. 2. Curug Ngelay, Surganya Pencinta Alam Jika ingin mencari suasana yang lebih tenang, Curug Ngelay di Bagawat, Kecamatan Selajambe, patut dipertimbangkan. Air terjun ini memiliki ukuran yang cukup besar, dengan ketinggian sekitar 100 meter dan lebar mencapai 50 meter. Tebing batu, pepohonan hijau, semak alami, serta aliran air yang jernih menciptakan lanskap yang cocok bagi pencinta fotografi maupun petualangan. Udara yang sejuk juga membuat kawasan ini terasa berbeda dari destinasi wisata perkotaan. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca dan akses sebelum berangkat, terutama ketika musim hujan. Jam operasional: sekitar 08.00–17.00 WIBTiket: sekitar Rp5.000 per orang. 3. Embun Sangga Langit, Bisa Healing Sekaligus Staycation Ingin liburan dengan konsep yang lebih lengkap? Embun Sangga Langit atau Embun Village menawarkan kombinasi wisata alam dan fasilitas rekreasi. Berlokasi di Jalan Dano, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, tempat ini berada di kawasan sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Pengunjung dapat menemukan fasilitas seperti glamping, restoran, kolam renang, dan berbagai wahana. Konsep tersebut membuat Embun Sangga Langit tidak hanya cocok untuk kunjungan singkat. Wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan lebih lama juga dapat memilih opsi menginap. Untuk pengunjung yang datang sekadar makan atau nongkrong, tidak dikenakan tiket masuk maupun biaya parkir, tetapi terdapat ketentuan pemesanan makanan atau minuman. Tarif menginap tercatat mulai sekitar Rp650.000 per malam. Cocok untuk Liburan Santai Destinasi seperti ini bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang tidak ingin mengisi liburan hanya dengan berpindah dari satu objek wisata ke objek lainnya. Menikmati makanan, melihat panorama dari ketinggian, kemudian menghabiskan waktu di penginapan dapat menjadi alternatif itinerary yang lebih santai. 4. J&J Kuningan, Pilihan Seru untuk Liburan Bersama Anak Bagi keluarga yang membawa anak-anak, Taman Rekreasi J&J Kuningan menawarkan konsep wisata yang menggabungkan permainan dan edukasi. Lokasinya berada di Jalan Raya Bojong-Linggarjati, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus. Salah satu daya tariknya adalah replika pesawat yang dapat dimasuki pengunjung. Anak-anak dapat merasakan pengalaman berada di dalam replika pesawat sekaligus mengenal dunia penerbangan. Konsep ini bisa menjadi pengalaman menarik bagi mereka yang memiliki cita-cita menjadi pilot maupun pramugari. Tidak berhenti di sana, J&J juga memiliki Mini Zoo yang menampilkan beragam satwa, mulai dari burung, rusa, iguana, ikan, belibis, kera, kerbau bule, hingga ular dan buaya. Beberapa jenis satwa bahkan dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung. Tiket: sekitar Rp17.000Jam operasional: 08.00–18.00 WIB. 5. Arunika Eatery, Kulineran dengan Panorama Gunung Ciremai Liburan tidak selalu harus diisi dengan aktivitas yang menguras tenaga. Menikmati makanan sambil memandangi panorama pegunungan juga bisa menjadi bagian dari perjalanan. Arunika Eatery di Jalan Raya Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, menawarkan pengalaman tersebut dengan panorama Gunung Ciremai sebagai salah satu daya tariknya. Selain kuliner, kawasan ini juga menyediakan sejumlah wahana, termasuk mini zoo, fasilitas edukasi, replika pesawat, dan kolam renang. Menariknya, pengunjung yang ingin menikmati suasana pagi dapat mencoba layanan sarapan dengan konsep sunrise pada akhir pekan mulai pukul 06.00 WIB. Sementara layanan makan siang tersedia setiap hari pukul 10.00–17.00 WIB. Tiket: sekitar Rp15.000 saat weekday dan Rp17.000 saat weekend. 6. Waduk Darma, Ikon Wisata Kuningan yang Tak Boleh Dilewatkan Nama Waduk Darma tentu sudah tidak asing bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke Kuningan. Berlokasi di Desa Jagara, Kecamatan Darma, kawasan ini menawarkan panorama perairan yang luas dengan berbagai aktivitas wisata. Wisatawan dapat menikmati pemandangan waduk, mencoba wahana air, menaiki perahu wisata, atau sekadar bersantai di area sekitar sambil mencari kuliner. Keberagaman aktivitas membuat Waduk Darma cukup fleksibel untuk berbagai jenis perjalanan, baik bersama keluarga, pasangan, maupun teman. Jam operasional: sekitar 08.00–18.00 WIBTiket: Rp17.500 saat weekday dan Rp20.000 saat weekend. Pilih Wisata Kuningan Sesuai Gaya Liburanmu Enam destinasi tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda sehingga pilihan terbaik dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan. Suka alam dan air terjun: Curug Bangkong atau Curug Ngelay. Ingin staycation: Embun Sangga Langit. Liburan bersama anak: J&J Kuningan. Suka kuliner dan panorama: Arunika Eatery. Ingin menikmati wisata air: Waduk Darma. Dengan begitu, wisatawan tidak perlu memaksakan diri mengunjungi semua tempat dalam satu hari. Memilih beberapa destinasi yang lokasinya searah justru dapat membuat perjalanan lebih nyaman. Tips Sebelum Berangkat ke Kuningan Supaya perjalanan lebih nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum berangkat. Pertama, cek cuaca. Destinasi alam seperti curug dan kawasan pegunungan dapat memiliki kondisi berbeda ketika hujan turun. Kedua, sesuaikan pakaian dengan aktivitas. Jika memilih wisata air atau curug, siapkan pakaian dan alas kaki yang sesuai. Ketiga, perhatikan jam operasional. Beberapa tempat memiliki jam buka berbeda antara hari biasa dan akhir pekan. Keempat, cek tarif terbaru. Harga tiket yang tercantum dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola. Kelima, susun rute sejak awal. Kuningan memiliki banyak destinasi yang tersebar di wilayah berbeda. Rencana perjalanan yang teratur dapat membantu menghemat waktu di perjalanan. Kuningan Punya Banyak Pilihan untuk Liburan Dari suara air terjun, udara sejuk pegunungan, wisata edukasi untuk anak, hingga panorama waduk, pilihan wisata hits Kuningan 2026 cukup beragam. Tidak harus selalu mencari destinasi yang paling ramai. Pilih tempat berdasarkan pengalaman yang ingin didapatkan. Jika ingin suasana tenang, curug dan kawasan pegunungan bisa menjadi pilihan. Sementara itu, keluarga yang membawa anak dapat mempertimbangkan destinasi dengan fasilitas edukasi dan rekreasi. Jadi, sudah menentukan destinasi mana yang akan masuk itinerary liburan ke Kuningan?
Festival Kuliner Bandung 2026 Bikin Panganan Jadul Naik Kelas, Ada Colenak Kekinian
Di tengah popularitas makanan kekinian yang silih berganti muncul di media sosial, sejumlah panganan jadul khas Bandung justru kembali mendapatkan panggung. Lewat Festival Kuliner Bandung (FKB) Volume 3, makanan legendaris diperkenalkan dengan cara yang lebih dekat dengan selera generasi muda. Mengusung tema “Bandung Tempo Doeloe”, Festival Kuliner Bandung menghadirkan beragam kuliner dan minuman legendaris. Tidak sekadar menjadi tempat berburu makanan, festival ini juga mengajak pengunjung mengenal kembali cita rasa yang menjadi bagian dari perjalanan kuliner Kota Bandung. FKB Volume 3 berlangsung pada 25 Agustus hingga 27 September 2026 di Area Parkir Barat Summarecon Bandung, Gedebage, Kota Bandung. Sebanyak 88 tenant dan enam food truck turut meramaikan gelaran tersebut. Colenak Jadul Dibuat Lebih Kekinian Salah satu panganan yang menarik perhatian adalah colenak, kudapan khas Sunda berbahan dasar tape singkong atau peuyeum yang dibakar. Secara tradisional, colenak disajikan bersama lelehan gula merah dan kelapa parut. Namun, penyajian di Festival Kuliner Bandung dibuat lebih modern. Kreasi tersebut diperkenalkan oleh mahasiswa Program Studi Seni Kuliner Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Mereka memberi nama produknya Colenak Gaul Enhaii. Agar lebih mudah diterima oleh generasi muda, colenak diberi sejumlah pilihan topping seperti sukade, cokelat, dan keju. Bahkan, muncul pula gagasan untuk mengombinasikannya dengan es krim. Menariknya, inovasi tersebut berawal dari pengalaman para mahasiswa yang sebelumnya belum mengenal atau mencicipi colenak. Dalam waktu sekitar satu minggu sebelum festival, mereka mencari cara agar panganan tradisional tersebut memiliki tampilan yang lebih menarik tanpa kehilangan identitas dasarnya. Kenapa Panganan Jadul Perlu Dibuat Lebih Kreatif? Perubahan penyajian bukan sekadar mengejar tampilan. Bagi makanan tradisional, inovasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkannya kepada konsumen yang belum familiar dengan rasa maupun bentuk aslinya. Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak harus selalu disajikan dengan cara yang sama. Selama karakter utama dan identitas kulinernya tetap dipertahankan, variasi topping atau penyajian dapat menjadi pintu masuk bagi konsumen baru. Perkedel Bondon Ikut Buka Jalan ke Generasi Muda Selain colenak, Perkedel Bondon juga menjadi salah satu panganan yang hadir dalam Festival Kuliner Bandung Volume 3. Kuliner yang telah dikenal sejak era 1980-an tersebut untuk pertama kalinya mengikuti festival kuliner. Generasi ketiga Perkedel Bondon, Riska Diana, mengatakan kehadiran mereka di festival menjadi kesempatan untuk menjangkau pembeli yang lebih luas, termasuk generasi muda. Antusiasme pengunjung pun disebut cukup tinggi. Dalam sehari, penjualan dapat mencapai sekitar 1.000 perkedel dengan kebutuhan kentang sekitar 1–2 kuintal. Meski telah bertahan selama puluhan tahun, kualitas dan cita rasa tetap menjadi bagian penting yang dipertahankan. Salah satu ciri khas Perkedel Bondon berasal dari proses penggorengan menggunakan arang dan kayu bakar di warung aslinya, yang memberikan karakter smoky pada makanan. Bukan Sekadar Kuliner Jadul, Ada Banyak Pilihan Festival Kuliner Bandung tidak hanya mengandalkan label “jadul” untuk menarik pengunjung. Kurasi tenant juga mempertimbangkan kuliner yang masih dicari masyarakat, baik oleh warga Bandung maupun wisatawan dari luar kota. Beberapa kuliner yang hadir antara lain: mi kocok; batagor; kupat tahu; es campur; berbagai makanan dan minuman khas Bandung; toko oleh-oleh; kuliner legendaris dan jajanan yang masih populer. Dengan komposisi tersebut, pengunjung dapat menemukan makanan dari berbagai karakter dalam satu lokasi. Konsep ini membuat festival tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga menjadi salah satu pilihan wisata kuliner Bandung. FKB Volume 3 Targetkan 250.000 Pengunjung Festival Kuliner Bandung Volume 3 juga dirancang untuk menarik wisatawan dari luar Kota Bandung. Lokasinya di Gedebage dinilai strategis karena berada di kawasan Bandung Timur dan berdekatan dengan sejumlah destinasi, termasuk Masjid Al Jabbar dan GBLA. Berdasarkan data yang disampaikan pihak Summarecon Bandung, pada 2023 sekitar 20 persen pengunjung berasal dari luar Kota Bandung. Angka tersebut meningkat menjadi 25 persen hingga Juni 2026. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, FKB disebut berhasil menarik sekitar 200.000 pengunjung selama satu bulan. Tahun ini, dengan durasi penyelenggaraan 34 hari, target pengunjung dinaikkan menjadi 250.000 orang. Festival Kuliner Bandung Jadi Ruang untuk Mempertemukan Generasi Kehadiran panganan tradisional di tengah tren makanan viral memperlihatkan bahwa kuliner jadul masih memiliki peluang untuk kembali dikenal. Tantangannya bukan hanya mempertahankan resep, tetapi juga bagaimana membuat makanan tersebut lebih mudah diterima oleh konsumen yang belum pernah mencobanya. Inovasi seperti topping baru, kemasan yang menarik, hingga pengenalan melalui festival dapat menjadi salah satu strategi untuk menjembatani selera antar-generasi. Di sisi lain, konsumen juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal cerita di balik makanan yang mungkin sebelumnya hanya dikenal oleh orang tua atau kakek-nenek mereka. Mau Nostalgia Sekaligus Berburu Kuliner? Festival Kuliner Bandung Volume 3 menawarkan pengalaman yang cukup berbeda. Pengunjung dapat mencicipi makanan kekinian, tetapi pada saat yang sama juga diajak mengenal kembali panganan yang telah menjadi bagian dari identitas kuliner Bandung. Dari colenak yang diberi sentuhan modern hingga Perkedel Bondon yang mempertahankan karakter smoky, masing-masing memiliki cerita tersendiri. Jadi, jika sedang mencari agenda kuliner di Bandung, Festival Kuliner Bandung bisa menjadi pilihan untuk mencicipi makanan sekaligus mengenal kembali rasa-rasa lama yang kini dikemas dengan cara lebih segar.
3 Resto dan Cafe View Pemandangan di Pangalengan yang Bikin Betah Nongkrong
Menjelajahi Pangalengan tidak harus berakhir begitu saja setelah puas menikmati kebun teh dan berbagai destinasi alam. Justru, satu agenda yang sering menjadi penutup perjalanan adalah mencari tempat makan dengan suasana nyaman sambil menikmati panorama khas Bandung Selatan. Udara Pangalengan yang sejuk bahkan cenderung dingin membuat hidangan hangat terasa semakin nikmat. Tidak mengherankan jika kini semakin banyak tempat makan dan cafe view pemandangan Pangalengan yang menawarkan perpaduan antara kuliner, suasana, dan panorama alam. Bagi wisatawan yang sedang menyusun itinerary, berikut tiga pilihan tempat makan yang bisa dipertimbangkan untuk mengisi perut sekaligus bersantai setelah seharian berkeliling. 1. Food Court Nuansa Riung Gunung, Praktis Setelah Jalan-Jalan Setelah puas menikmati kawasan kebun teh, area Nuansa Riung Gunung dapat menjadi pilihan untuk beristirahat sekaligus mencari makanan. Salah satu keuntungannya adalah fasilitas food court yang berada dalam kawasan wisata. Wisatawan tidak perlu repot mencari tempat makan jauh dari lokasi setelah selesai beraktivitas. Fasilitas yang Mendukung Liburan Area ini cukup menarik bagi wisatawan yang mengutamakan kenyamanan. Ketersediaan lahan parkir, toilet, serta mushola membuat pengunjung dapat beristirahat dengan lebih praktis. Dari area makan, wisatawan juga bisa menikmati panorama hijau khas Pangalengan. Ketika kabut mulai turun, suasana kawasan terasa semakin sejuk dan cocok untuk bersantai. Pilihan Menu Hangat Udara dingin tentu lebih pas ditemani makanan dan minuman yang hangat. Pengunjung dapat memilih camilan, mi berkuah, hingga teh lokal untuk menemani waktu istirahat. Tempat seperti ini cocok bagi wisatawan yang tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk makan karena masih memiliki agenda perjalanan berikutnya. Cocok untuk: keluarga, wisatawan yang baru selesai menikmati kebun teh, dan rombongan yang membutuhkan tempat makan praktis. 2. Nongkrong Santai dengan View Situ Cileunca Jika ingin mendapatkan suasana yang berbeda, kawasan Situ Cileunca bisa menjadi alternatif. Selain terkenal sebagai kawasan wisata danau, area di sekitarnya juga memiliki sejumlah tempat makan dan kedai yang menawarkan suasana santai. Pemandangan air danau yang berpadu dengan perbukitan membuat kawasan ini menarik dikunjungi menjelang sore. Ngopi Sambil Menunggu Senja Bagi pencinta kopi, sore hari dapat menjadi waktu yang menarik untuk menikmati secangkir kopi sambil memandangi Situ Cileunca. Kopi lokal Pangalengan juga bisa menjadi pilihan untuk dicoba. Karakter biji kopi yang berasal dari kawasan pegunungan membuat pengalaman ngopi terasa semakin identik dengan suasana daerah tersebut. Tidak harus selalu mengejar tempat yang viral. Duduk di kedai sederhana dengan pemandangan danau pun dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan ketika perjalanan memang ditujukan untuk bersantai. Menu Beragam untuk Teman dan Keluarga Tempat nongkrong di sekitar kawasan danau umumnya menawarkan pilihan menu yang cukup beragam. Mulai dari makanan ringan, pastry, kentang goreng, hingga camilan yang lebih familiar bagi keluarga. Beberapa tempat juga menghadirkan menu tradisional sehingga wisatawan bisa menyesuaikan pilihan makanan dengan selera masing-masing. Cocok untuk: nongkrong sore, pasangan, keluarga, hingga wisatawan yang ingin menikmati suasana danau dengan santai. 3. Rumah Makan Lesehan, Pilihan Nyaman untuk Rombongan Liburan bersama keluarga besar atau teman-teman tentu membutuhkan tempat makan dengan kapasitas yang lebih fleksibel. Dalam situasi seperti ini, rumah makan dengan konsep saung atau lesehan di Pangalengan dapat menjadi pilihan. Model restoran seperti ini relatif mudah ditemukan di sepanjang kawasan jalan utama Pangalengan. Hidangan Sunda yang Pas untuk Udara Dingin Setelah seharian beraktivitas, makanan dengan porsi besar bisa menjadi pilihan untuk mengembalikan energi. Beberapa hidangan yang dapat dipertimbangkan antara lain: nasi liwet lengkap; gurame bakar; ayam goreng; karedok; lalapan; aneka sambal; sayur dan lauk khas Sunda. Menyantap makanan yang masih hangat sambil menikmati udara pegunungan tentu memberikan pengalaman berbeda dibandingkan makan di restoran dalam pusat kota. Lebih Nyaman untuk Keluarga Konsep lesehan juga menawarkan ruang yang lebih santai. Anak-anak memiliki area untuk duduk tanpa harus terlalu kaku, sedangkan orang dewasa dapat menikmati makanan sambil berbincang lebih leluasa. Lahan parkir yang cukup luas juga menjadi pertimbangan penting apabila wisatawan datang menggunakan beberapa kendaraan. Cocok untuk: keluarga besar, rombongan wisata, komunitas, dan perjalanan bersama teman. Tips Memilih Tempat Makan di Pangalengan Tidak semua tempat dengan panorama bagus otomatis cocok untuk setiap perjalanan. Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan. Pertama, sesuaikan dengan itinerary. Tempat makan yang berada di jalur perjalanan akan lebih praktis dibandingkan harus memutar jauh hanya demi sebuah restoran. Kedua, pertimbangkan cuaca. Pangalengan memiliki karakter udara pegunungan sehingga hujan atau kabut dapat datang dan membuat perjalanan menjadi lebih lama. Ketiga, perhatikan kebutuhan rombongan. Jika datang bersama keluarga besar, kapasitas tempat duduk, area parkir, toilet, dan fasilitas ibadah bisa menjadi pertimbangan utama. Keempat, cek informasi terbaru sebelum berangkat. Jam operasional, harga menu, fasilitas, hingga kondisi jalan dapat berubah sehingga sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu. Seharian di Pangalengan, Tutup dengan Kuliner dan Pemandangan Pangalengan menawarkan lebih dari sekadar destinasi wisata alam. Setelah menghabiskan waktu menjelajahi kebun teh, menikmati danau, atau berburu foto, pengalaman perjalanan bisa ditutup dengan menikmati makanan sambil bersantai. Mulai dari food court di kawasan Nuansa Riung Gunung, tempat nongkrong dengan suasana Situ Cileunca, hingga rumah makan lesehan untuk rombongan, masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Jadi, kalau agenda akhir pekan Anda kali ini adalah wisata Pangalengan, jangan hanya memikirkan destinasi yang akan dikunjungi. Sisihkan waktu untuk menikmati kuliner dan suasananya. Sebab, perjalanan yang menyenangkan bukan hanya tentang berapa banyak tempat yang berhasil didatangi, tetapi juga tentang bagaimana Anda menikmati setiap momennya.
Wayang Windu Panenjoan Pangalengan: Kabut Turun, View Makin Estetik
Ada kalanya tubuh tidak membutuhkan perjalanan jauh untuk melepas penat. Udara dingin, hamparan kebun teh, dan kabut yang bergerak perlahan sudah cukup untuk menciptakan suasana berbeda dari rutinitas perkotaan. Bagi pencinta wisata alam yang ingin menikmati panorama tanpa harus menaklukkan jalur trekking ekstrem, Wayang Windu Panenjoan Pangalengan dapat menjadi salah satu pilihan. Berada di kawasan dataran tinggi Pangalengan, destinasi ini menawarkan lanskap perbukitan hijau yang cocok untuk bersantai sekaligus berburu foto. Keindahannya bahkan bisa berubah sepanjang hari. Pagi menghadirkan kemungkinan lautan awan, sedangkan menjelang sore kabut tipis kerap membuat suasana kawasan terasa semakin dramatis. Jembatan Kayu Jadi Spot Foto Favorit Salah satu daya tarik yang paling mudah dikenali di Wayang Windu Panenjoan adalah jembatan kayu yang membentang di tengah hamparan kebun teh. Jembatan tersebut memberikan perspektif berbeda ketika digunakan sebagai latar foto. Perpaduan konstruksi kayu, tanaman teh, serta kontur perbukitan menciptakan komposisi visual yang terasa natural. Menariknya, pengunjung tidak harus melakukan perjalanan panjang untuk menemukan pemandangan tersebut. Dari kawasan yang relatif mudah dijangkau, panorama kebun teh sudah dapat dinikmati sambil berjalan santai. Bagi yang gemar membuat konten perjalanan, beberapa gaya foto yang bisa dicoba antara lain: berjalan menyusuri jembatan dari arah belakang; mengambil foto dengan lanskap kebun teh sebagai latar; memanfaatkan kabut sebagai elemen dramatis; menggunakan siluet ketika cahaya matahari mulai rendah; mengambil foto panorama dengan sudut lebar. Pagi untuk Lautan Awan, Sore untuk Kabut Pemilihan waktu kunjungan menjadi salah satu faktor penting jika ingin mendapatkan suasana berbeda di Wayang Windu Panenjoan. Pagi Hari: Berburu Lautan Awan Datang lebih awal memberikan kesempatan untuk menyaksikan suasana pagi di kawasan dataran tinggi. Ketika kondisi cuaca mendukung, kabut dan awan yang berada di bawah area perbukitan dapat menciptakan efek seperti lautan putih. Momen setelah matahari terbit juga menarik bagi pencinta fotografi karena perubahan cahaya membuat warna lanskap terlihat lebih hidup. Namun, fenomena lautan awan tentu tidak dapat dijamin setiap hari. Kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh cuaca dan kelembapan. Sore Hari: Saat Kabut Mulai Turun Jika ingin mendapatkan atmosfer yang lebih tenang dan misterius, sore hari bisa menjadi waktu yang menarik. Mulai sekitar pukul 15.00 WIB, suhu biasanya terasa semakin dingin. Ketika kabut mulai bergerak di antara perbukitan, lanskap kebun teh perlahan berubah menjadi lebih lembut dan dramatis. Inilah salah satu momen yang membuat Wayang Windu Panenjoan terasa berbeda. Tidak selalu dibutuhkan matahari terbenam yang sempurna untuk mendapatkan pemandangan menarik. Justru kabut yang datang perlahan dapat menjadi daya tarik tersendiri. Bukan Sekadar Tempat Foto Meski cukup dikenal karena pemandangannya, Wayang Windu Panenjoan tidak harus dikunjungi hanya untuk berburu foto. Kawasan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat melepas penat. Duduk menikmati udara pegunungan, berjalan perlahan di sekitar area kebun teh, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman dapat menjadi aktivitas sederhana selama berada di sana. Bagi wisatawan yang datang dari Bandung dan sekitarnya, destinasi seperti ini juga menarik karena memberikan perubahan suasana tanpa harus merencanakan perjalanan panjang. Bagaimana dengan Akses Menuju Wayang Windu? Perjalanan menuju kawasan Wayang Windu Panenjoan dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat. Secara umum aksesnya cukup mudah, meski wisatawan tetap perlu memperhatikan kondisi jalan, terutama ketika mendekati kawasan wisata karena terdapat bagian jalan yang berbatu. Kondisi cuaca juga patut menjadi perhatian. Jalan di kawasan pegunungan dapat terasa lebih licin ketika hujan sehingga pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan dan memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Sebelum berangkat, beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan antara lain: jaket atau pakaian hangat; alas kaki dengan daya cengkeram baik; jas hujan ketika cuaca berpotensi berubah; kamera atau ponsel dengan baterai cukup; uang tunai untuk kebutuhan selama perjalanan; kantong sampah pribadi agar kawasan tetap bersih. Bisa Sekalian Jelajah Destinasi Sekitar Perjalanan ke Pangalengan dapat dibuat lebih seru dengan menggabungkan beberapa destinasi dalam satu rute. Setelah menikmati Wayang Windu Panenjoan, wisatawan bisa mempertimbangkan kawasan wisata alam lain yang berada di sekitar Pangalengan. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah kawasan hutan pinus seperti Hutan Pinus Rahong. Dengan begitu, perjalanan tidak hanya berpusat pada satu spot, tetapi menjadi agenda wisata alam sehari penuh. Namun, sebaiknya jangan membuat itinerary terlalu padat. Daya tarik utama wisata alam di Pangalengan justru terletak pada kesempatan untuk menikmati perjalanan dengan santai. Waktu yang Tepat untuk Healing Versi Pangalengan Wayang Windu Panenjoan menunjukkan bahwa wisata alam tidak selalu harus diisi dengan aktivitas berat. Hamparan kebun teh, udara dingin, jembatan kayu, dan kabut yang turun perlahan sudah mampu menciptakan pengalaman yang berbeda. Jika ingin berburu spot foto Wayang Windu Panenjoan, pagi dapat menjadi pilihan untuk mengejar panorama berkabut dan kemungkinan lautan awan. Sementara itu, sore hari menawarkan atmosfer yang lebih syahdu ketika kabut mulai menyelimuti perbukitan. Yang terpenting, jangan datang hanya untuk mengejar satu foto. Nikmati perjalanan, rasakan udara pegunungan, dan beri waktu bagi diri sendiri untuk benar-benar menikmati suasana. Sebab terkadang, healing sederhana tidak membutuhkan tempat mewah—cukup udara dingin, hamparan hijau, dan kabut yang datang perlahan di Pangalengan.
3 Wisata Sejarah di Bandung yang Seru, Liburan Sekalian Tambah Wawasan
Bandung punya banyak pilihan untuk mengisi waktu luang, bukan hanya lewat wisata kuliner, kafe, atau tempat rekreasi. Bagi yang ingin menikmati suasana Kota Kembang sambil mengenal cerita masa lalu, wisata sejarah di Bandung bisa menjadi pilihan yang menarik. Berwisata ke tempat bersejarah memberikan pengalaman yang sedikit berbeda. Pengunjung tidak sekadar datang untuk berfoto, tetapi juga dapat memahami bagaimana sebuah bangunan, peristiwa, hingga perkembangan ilmu pengetahuan menjadi bagian dari perjalanan Bandung dan Indonesia. Jika ingin mencoba wisata dengan nuansa edukatif tanpa terasa membosankan, berikut tiga destinasi yang bisa dimasukkan ke dalam itinerary. 1. Museum Konferensi Asia Afrika, Menyusuri Jejak Sejarah Dunia Berada di Jalan Asia Afrika Nomor 65, Bandung, Museum Konferensi Asia Afrika menjadi salah satu destinasi yang cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah hubungan negara-negara Asia dan Afrika. Museum ini menempati Gedung Merdeka, bangunan yang memiliki hubungan erat dengan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika 1955. Dari kunjungan tersebut, wisatawan dapat mengenal berbagai informasi mengenai konferensi serta semangat solidaritas yang menjadi bagian penting dari sejarahnya. Suasana kawasan Asia Afrika juga membuat kunjungan ke museum dapat dipadukan dengan berjalan-jalan di sekitar pusat Kota Bandung. Jadi, satu perjalanan bisa diisi dengan wisata sejarah sekaligus menikmati sejumlah landmark kota. Informasi kunjungan: Rabu, Kamis, dan Sabtu: 09.00–12.00 WIB serta 13.00–15.00 WIB. Jumat: 09.00–11.30 WIB serta 13.30–15.30 WIB. Minggu, Senin, Selasa, dan hari libur nasional: tutup. Pengunjung perlu melakukan reservasi sebelum datang. Kenapa menarik? Destinasi ini cocok untuk pelajar, keluarga, maupun wisatawan yang ingin mendapatkan perspektif sejarah secara langsung. Terlebih, lokasi museum berada di kawasan yang menjadi salah satu wajah penting Kota Bandung. 2. Gedung Sate, Ikon Bandung yang Punya Nilai Sejarah Nama Gedung Sate tentu sudah tidak asing bagi masyarakat Bandung. Bangunan yang berada di Jalan Diponegoro tersebut merupakan salah satu landmark paling terkenal di Jawa Barat. Di balik bentuk bangunannya yang khas, Gedung Sate memiliki nilai sejarah dalam perkembangan Kota Bandung. Kawasan ini juga termasuk bagian dari kawasan pariwisata pendidikan dan sejarah. Menariknya, kunjungan ke Gedung Sate dapat dibuat lebih fleksibel. Wisatawan bisa menjadikannya sebagai salah satu titik dalam perjalanan keliling Bandung karena lokasinya berdekatan dengan sejumlah destinasi lainnya. Selain menikmati arsitektur dan suasana kawasan, pengunjung juga dapat menjadikan perjalanan tersebut sebagai kesempatan untuk mengenal lebih jauh perkembangan Bandung dari masa ke masa. Cocok untuk itinerary singkat Bagi wisatawan yang tidak ingin menghabiskan waktu seharian di satu tempat, Gedung Sate bisa ditempatkan sebagai salah satu tujuan dalam rute wisata kota. Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan ke destinasi lain di kawasan Bandung. 3. Museum Geologi, Liburan Sambil Mengenal Sejarah Bumi Jika wisata sejarah yang dicari tidak hanya berkaitan dengan manusia dan bangunan, Museum Geologi bisa menjadi alternatif. Museum yang beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 57, Bandung, ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan ilmu kebumian. Kunjungan ke museum dapat menjadi pengalaman edukatif karena wisatawan berkesempatan mengenal berbagai informasi mengenai bumi dan proses yang membentuknya. Museum Geologi juga pernah menghadirkan program Day and Night at The Museum, yang menggabungkan unsur edukasi dan hiburan. Konsep tersebut menunjukkan bahwa museum dapat dikemas dengan pengalaman yang lebih menarik, terutama bagi pengunjung muda dan keluarga. Informasi kunjungan: Senin–Kamis: 09.00–15.00 WIB. Sabtu–Minggu: 09.00–14.00 WIB. Jumat, hari libur nasional, dan cuti bersama: tutup. Tiket pelajar/mahasiswa: sekitar Rp3.000. Tiket masyarakat umum: sekitar Rp5.000. Tiket wisatawan asing: sekitar Rp25.000. Biar Wisata Sejarah di Bandung Makin Seru Wisata sejarah tidak harus identik dengan aktivitas yang serius dan membosankan. Agar pengalaman berkunjung lebih menarik, wisatawan bisa membuat perjalanan dengan konsep "one day history trip". Misalnya, pagi hari dimulai dengan mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika, kemudian dilanjutkan menuju Gedung Sate, sebelum menutup perjalanan dengan Museum Geologi. Namun, jam operasional dan aturan kunjungan sebaiknya diperiksa kembali sebelum berangkat karena informasi dapat berubah. Beberapa hal yang bisa dilakukan agar perjalanan lebih berkesan: Baca sedikit sejarah sebelum datang, sehingga koleksi atau bangunan yang dilihat lebih mudah dipahami. Catat fakta menarik yang baru diketahui selama kunjungan. Ajak anak atau teman berdiskusi mengenai cerita sejarah yang ditemukan. Gabungkan dengan wisata kuliner di sekitar lokasi agar perjalanan tidak terasa monoton. Periksa jadwal operasional dan reservasi sebelum berangkat. Bandung Punya Sisi Lain untuk Dieksplorasi Tiga wisata sejarah di Bandung tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda. Museum Konferensi Asia Afrika membawa pengunjung mengenal peristiwa internasional yang pernah berlangsung di Bandung, Gedung Sate memperlihatkan salah satu bangunan ikonik dengan nilai sejarah, sedangkan Museum Geologi mengajak wisatawan memahami perjalanan bumi dari perspektif ilmu kebumian. Jadi, jika mulai bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja, tidak ada salahnya mencoba perjalanan yang sekaligus memberikan pengetahuan baru. Liburan ke Bandung tidak harus selalu soal foto dan kuliner—sesekali, menjelajahi sejarah juga bisa menjadi pengalaman yang seru.
7 Kuliner Viral di Bandung yang Lagi Diburu, dari Bolu Tjilaki hingga Sop Burtok
Bandung seolah tidak pernah kehabisan ide untuk urusan kuliner. Selain menawarkan tempat wisata dan suasana kota yang menarik, Kota Kembang juga terus menghadirkan tempat makan yang ramai diperbincangkan dan membuat orang penasaran untuk mencobanya. Pilihan kuliner viral di Bandung pun semakin beragam. Tidak hanya makanan yang cocok dijadikan oleh-oleh, tetapi juga tempat sarapan, comfort food, burger, jajanan gurih, hingga makanan berkuah yang pas disantap ketika udara Bandung terasa sejuk. Buat kamu yang sedang menyusun agenda wisata kuliner Bandung, tujuh tempat berikut bisa menjadi referensi. Namun, jika ingin mencoba beberapa sekaligus, siapkan waktu dan kemungkinan harus mengantre, terutama pada jam ramai. 7 Kuliner Viral di Bandung yang Bisa Masuk Wishlist 1. Bolu Tji Laki 9, Oleh-Oleh yang Cocok Dibawa Pulang Nama Bolu Tji Laki 9 atau Tjilaki 9 cukup dikenal di kalangan pencinta oleh-oleh Bandung. Salah satu produk yang menjadi daya tariknya adalah bolu pisang dengan tekstur lembut dan pilihan rasa yang beragam. Varian yang tersedia antara lain kacang, stroberi, cokelat, hingga keju. Selain dibawa pulang, sejumlah produk juga dapat dinikmati langsung di lokasi. Dengan karakter rasa yang familiar dan kemasan yang praktis, bolu ini bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari buah tangan setelah berkeliling Bandung. Alamat: Jalan Cilaki No. 9, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.Jam buka: Setiap hari, 08.00–15.00 WIB.Harga: Bolu pisang mulai sekitar Rp140.000. 2. BMB Canteen, Nongkrong dengan Menu Comfort Food Kalau kamu lebih suka kulineran sambil menikmati suasana tempat yang menarik, BMB Canteen bisa dipertimbangkan. Konsep industrial menjadi salah satu karakter tempat ini. Salah satu menu yang menjadi andalannya adalah Corned Beef Sourdough. Daging corned beef melalui proses marinasi selama tujuh hari sebelum disajikan bersama roti sourdough yang dipanggang. Tidak hanya itu, tersedia pula Swedish meatballs, pasta, gnocchi, dessert, kopi, dan berbagai minuman. Alamat: Jalan Sirnagalih No. 1, Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.Jam buka: Setiap hari, 08.00–17.00 WIB.Catatan: Dine-in only dan tidak menerima reservasi. 3. BMB Burger, Ada Patty dari Peternakan Sendiri Pencinta burger bisa memasukkan BMB Burger ke dalam daftar kuliner yang ingin dicoba. Tempat ini menawarkan berbagai pilihan burger dengan salah satu daya tarik berupa penggunaan beef patty dari peternakan sendiri. Bahan baku tersebut menjadi pembeda yang membuat pengalaman menikmati burger terasa lebih menarik. Menu ini bisa menjadi pilihan untuk makan siang, makan santai bersama teman, maupun berkumpul bersama keluarga. Lokasi: Area The Tripark, Paskal Hyper Square, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Buat kamu yang suka mencoba burger dengan karakter berbeda, tempat ini bisa menjadi salah satu pemberhentian dalam agenda wisata kuliner di Bandung. 4. DeBunzi Risol, Jajanan dengan Banyak Pilihan Rasa Risol memang bukan makanan baru, tetapi DeBunzi Risol menawarkan variasi yang membuat jajanan ini kembali menarik perhatian. Tersedia sekitar 12 varian rasa, mulai dari pilihan gurih hingga manis. Kulit risol yang tipis dan renyah dipadukan dengan isian yang cukup padat. Salah satu varian yang bisa dicoba adalah ayam pedas. Bagi wisatawan yang ingin membawa camilan pulang, tersedia pula produk frozen. Menariknya, risol digoreng saat akan disajikan sehingga teksturnya bisa dinikmati dalam kondisi hangat dan renyah. 5. Nhame Asia Afrika, Coba Menu Bernuansa Thailand dan Vietnam Sedang jalan-jalan di kawasan pusat Kota Bandung? Nhame Asia Afrika dapat menjadi pilihan untuk mengisi perut setelah berkeliling. Berada tidak jauh dari kawasan Alun-Alun Bandung, tempat ini menawarkan menu yang terinspirasi dari kuliner Thailand dan Vietnam. Konsep tersebut memberikan alternatif bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan dengan cita rasa Asia Tenggara. Beberapa menu yang dapat menjadi pilihan antara lain kwetiau kuah sapi dan nasi sapi kaldu susu. Lokasinya yang strategis juga membuat Nhame Asia Afrika relatif mudah dimasukkan ke dalam itinerary ketika menjelajahi kawasan Asia Afrika. 6. Soto Tangkar Haji Jayadi, Soto dengan Tambahan Gepuk Kalau makanan berkuah lebih sesuai dengan selera, Soto Tangkar Haji Jayadi patut masuk daftar. Salah satu hal yang membuat sajian ini menarik adalah kehadiran gepuk sebagai pelengkap. Kuah gurih berpadu dengan daging yang empuk sehingga menghasilkan menu yang cocok disantap saat makan siang maupun malam. Bagi pencinta olahan daging, kombinasi soto tangkar dan gepuk memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sajian soto pada umumnya. 7. Sop Burtok, Comfort Food Saat Bandung Lagi Dingin Menjelajahi Bandung ketika udara sedang sejuk tentu terasa semakin lengkap dengan semangkuk makanan hangat. Sop Burtok menawarkan kuah dengan cita rasa gurih dan aroma rempah yang cukup kuat. Daging bertekstur lembut menjadi salah satu bagian yang melengkapi sajian. Karakter kuahnya yang hangat membuat menu ini cocok dijadikan comfort food setelah seharian berjalan-jalan. Mau Kulineran Sekaligus Jalan-Jalan? Bisa Banget Menariknya, tujuh kuliner viral di Bandung tersebut memiliki karakter yang cukup beragam. Kamu tidak harus mengunjungi semuanya dalam satu hari. Kalau ingin berburu oleh-oleh, Bolu Tji Laki 9 bisa dimasukkan dalam agenda. Sementara itu, BMB Canteen dan BMB Burger cocok untuk kamu yang ingin menikmati makanan sekaligus suasana tempat makan. Untuk pencinta jajanan, DeBunzi Risol bisa menjadi pilihan. Sedangkan Nhame Asia Afrika dapat dipertimbangkan ketika sedang berada di kawasan pusat kota. Jika cuaca Bandung sedang dingin, kuliner berkuah seperti Soto Tangkar Haji Jayadi dan Sop Burtok tentu terdengar semakin menggoda. Sebelum Berburu Kuliner Viral di Bandung Popularitas sebuah tempat makan biasanya membuat jumlah pengunjung ikut meningkat. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan: Datang lebih awal jika ingin menghindari antrean panjang. Cek jam operasional sebelum berangkat. Siapkan metode pembayaran yang sesuai. Jangan lupa memperhitungkan waktu perjalanan jika ingin mengunjungi beberapa tempat sekaligus. Untuk makanan yang akan dijadikan oleh-oleh, perhatikan daya tahan dan cara penyimpanannya. Pada akhirnya, kuliner viral di Bandung bukan hanya tentang makanan yang sedang ramai di media sosial. Setiap tempat memiliki konsep, menu, dan pengalaman yang berbeda. Jadi, kalau akhir pekan ini kamu punya agenda ke Bandung, sudah menentukan mau mulai dari bolu, burger, risol, atau makanan berkuah?
7 Spot Sunrise di Jogja yang Bikin Rela Bangun Pagi, View-nya Bikin Susah Move On
Bangun pagi saat liburan mungkin terdengar seperti tantangan. Namun, rasa kantuk tersebut bisa langsung terbayar ketika langit mulai berubah warna dan matahari perlahan muncul dari balik perbukitan atau garis pantai. Bagi pencinta wisata alam, wisata sunrise di Jogja menawarkan banyak pilihan. Tidak hanya perbukitan, Yogyakarta juga memiliki spot matahari terbit dengan latar lembah, pegunungan, hingga pantai selatan. Setiap lokasi menghadirkan karakter berbeda. Ada tempat yang bisa dinikmati tanpa trekking panjang, tetapi ada pula yang membutuhkan perjalanan lebih awal dan kondisi fisik yang cukup prima. Berikut tujuh spot sunrise terbaik di Jogja yang bisa dimasukkan ke dalam itinerary perjalanan. 1. Tebing Watu Mabur, Sunrise dengan View Pegunungan Berlokasi di kawasan Dlingo, Bantul, Tebing Watu Mabur menjadi salah satu tempat yang menarik untuk menikmati suasana pagi dari ketinggian. Dari kawasan ini, hamparan Pegunungan Seribu, lembah hijau, hingga aliran Sungai Oyo dapat terlihat ketika cuaca cerah. Kabut yang terkadang muncul pada pagi hari juga membuat panorama semakin dramatis. Selain menikmati sunrise, pengunjung bisa mengabadikan momen di sejumlah spot foto yang tersedia. Lokasi: Lembah Bang, Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.Jam buka: sekitar 05.00–18.00 WIB.Harga tiket: sekitar Rp15.000, belum termasuk parkir sekitar Rp3.000–Rp10.000. 2. Pantai Mbuluk, Menikmati Matahari Terbit dari Pesisir Kalau biasanya sunrise identik dengan perbukitan, Pantai Mbuluk menawarkan pengalaman yang berbeda. Kawasan pesisir Gunungkidul ini bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati pagi dengan suara deburan ombak. Suasana pantai yang relatif tenang pada pagi hari memberikan pengalaman yang lebih santai. Pengunjung dapat datang sebelum matahari muncul, kemudian menikmati perubahan warna langit dari kawasan pantai. Lokasi: Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.Harga tiket: sekitar Rp15.000, dengan biaya parkir sekitar Rp3.000–Rp10.000. Tarif dan ketentuan kunjungan dapat berubah, sehingga sebaiknya diperiksa kembali sebelum berangkat. 3. Gunung Ireng, Sunrise dengan Lautan Kabut Gunung Ireng di Patuk, Gunungkidul, juga layak masuk daftar bagi pemburu matahari terbit. Ketika cuaca mendukung, matahari akan terlihat perlahan dari balik perbukitan dengan kabut yang menyelimuti kawasan di bawahnya. Tidak perlu membayangkan pendakian ekstrem. Kawasan ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin memperoleh pengalaman sunrise dari perbukitan tanpa harus melakukan perjalanan terlalu panjang. Lokasi: Ngrancahan, Pengkok, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.Jam buka: sekitar 05.00–17.00 WIB.Harga tiket: sekitar Rp5.000 per orang, dengan parkir sekitar Rp3.000–Rp5.000. 4. Tumpeng Menoreh, Sunrise Sambil Menikmati Kuliner Ingin berburu sunrise sekaligus sarapan dengan panorama alam? Tumpeng Menoreh bisa menjadi pilihan. Destinasi yang berada di kawasan Perbukitan Menoreh ini menawarkan pemandangan lembah dan pegunungan dari ketinggian. Daya tariknya semakin lengkap karena pengunjung dapat menikmati makanan sembari menyaksikan lanskap alam. Lokasi: kawasan Kebun Teh Nglinggo, Sumbersari, Ngargoretno, Samigaluh, Kulon Progo.Harga tiket: sekitar Rp50.000 per orang, dengan parkir sekitar Rp3.000–Rp10.000. Bagi yang ingin menikmati suasana pagi dengan cara lebih santai, konsep wisata seperti ini bisa menjadi pilihan menarik. 5. Kebun Buah Mangunan, Sensasi Negeri di Atas Awan Nama Kebun Buah Mangunan tentu sudah tidak asing bagi pemburu sunrise di Jogja. Tempat ini terkenal dengan panorama perbukitan yang terkadang diselimuti kabut sehingga menciptakan kesan seperti berada di atas awan. Dari gardu pandang, wisatawan dapat melihat perbukitan serta aliran Sungai Oyo yang membelah lanskap di bawahnya. Waktu terbaik untuk datang adalah sebelum matahari terbit. Dengan begitu, pengunjung tidak hanya mendapatkan momen ketika matahari muncul, tetapi juga bisa menyaksikan perubahan warna langit sejak suasana masih gelap. Lokasi: Jalan Imogiri–Dlingo, Sukorame, Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.Jam buka: sekitar 05.00–17.30 WIB.Harga tiket: sekitar Rp8.000. 6. Gunung Api Purba Nglanggeran, Sunrise untuk Pecinta Trekking Buat yang ingin mendapatkan pengalaman lebih menantang, Gunung Api Purba Nglanggeran bisa dipertimbangkan. Sunrise di tempat ini dapat dinikmati setelah melewati jalur trekking di kawasan perbukitan dengan formasi batuan vulkanik purba. Perjalanan menuju titik pandang menjadi bagian dari pengalaman karena wisatawan bisa menikmati lanskap alam selama perjalanan. Lokasi: Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.Jam operasional: mengikuti ketentuan pengelola kawasan.Harga tiket: sekitar Rp15.000 untuk kunjungan siang dan Rp20.000 untuk kunjungan malam berdasarkan informasi yang tersedia. Karena membutuhkan perjalanan lebih awal, persiapan fisik dan perlengkapan menjadi hal yang perlu diperhatikan. 7. Pantai Jungwok, Sunrise dengan Suasana Laut Selatan Pantai Jungwok di Girisubo menjadi pilihan lain bagi wisatawan yang ingin menyaksikan matahari terbit di kawasan pesisir selatan Jogja. Garis pantainya masih menawarkan suasana alami. Datang sebelum matahari muncul memungkinkan wisatawan menikmati suasana pantai yang lebih tenang sekaligus menyaksikan langit perlahan berubah warna. Lokasi: Pendowo, Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.Harga tiket: sekitar Rp8.000. Sebelum menuju lokasi, perhatikan kondisi cuaca dan akses jalan. Datang terlalu pagi juga berarti kondisi sekitar masih minim cahaya. Pilih Spot Sunrise Sesuai Gaya Liburanmu Tujuh destinasi tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda. Supaya tidak salah pilih, kamu bisa menyesuaikannya dengan aktivitas yang diinginkan. Ingin view perbukitan: Tebing Watu Mabur atau Kebun Buah Mangunan. Suka suasana pantai: Pantai Mbuluk atau Pantai Jungwok. Ingin sunrise sekaligus kulineran: Tumpeng Menoreh. Mencari perjalanan yang lebih menantang: Gunung Api Purba Nglanggeran. Ingin menikmati sunrise dengan trekking relatif ringan: Gunung Ireng. Selain lokasi, perhatikan pula waktu matahari terbit. Datang 30–60 menit lebih awal dapat memberikan kesempatan untuk mencari tempat terbaik sekaligus menikmati suasana sebelum langit mulai terang. Tips Berburu Sunrise di Jogja agar Nggak Zonk Berburu sunrise membutuhkan sedikit persiapan ekstra. Jangan sampai sudah rela bangun dini hari, tetapi momen yang ditunggu justru terlewat. Beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan: Cek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Datang lebih awal agar tidak terburu-buru. Gunakan jaket karena udara pagi di kawasan perbukitan bisa cukup dingin. Gunakan alas kaki yang nyaman jika lokasi membutuhkan trekking. Bawa senter atau gunakan lampu dari ponsel saat berjalan dalam kondisi gelap. Siapkan baterai ponsel atau kamera karena sesi foto biasanya cukup panjang. Jangan membuang sampah sembarangan. Tetap berada di jalur dan area yang diperbolehkan pengelola. Pada akhirnya, wisata sunrise di Jogja tidak hanya soal mendapatkan foto matahari terbit. Perjalanan menuju lokasi, udara pagi, kabut, suara alam, hingga suasana ketika kawasan wisata belum ramai juga menjadi bagian dari pengalaman. Jadi, kalau sedang merencanakan liburan ke Yogyakarta, tidak ada salahnya memasukkan salah satu spot sunrise terbaik di Jogja ke dalam itinerary. Memang harus rela bangun lebih pagi, tetapi pemandangan yang menunggu di ujung perjalanan bisa menjadi salah satu momen paling berkesan selama liburan.