Eyeshadow Bisa Jadi Highlighter? Simak Tips agar Hasil Makeup Tetap Glowing dan Natural
Highlighter menjadi salah satu produk makeup yang hampir selalu hadir dalam rutinitas riasan. Sentuhan kilau pada tulang pipi, batang hidung, atau tulang alis mampu membuat wajah terlihat lebih segar, berdimensi, dan bercahaya.
Namun, bagaimana jika Anda tidak memiliki highlighter? Apakah eyeshadow bisa dijadikan highlighter?
Jawabannya adalah bisa. Bahkan, banyak makeup enthusiast memanfaatkan eyeshadow tertentu sebagai alternatif highlighter untuk menghemat pengeluaran atau mengurangi jumlah produk yang dibawa saat bepergian. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil akhirnya tetap halus dan tidak terlihat berlebihan.
Mengapa Eyeshadow Bisa Dijadikan Highlighter?
Pada dasarnya, eyeshadow dan highlighter memiliki kesamaan, yaitu sama-sama mengandung pigmen serta partikel yang mampu memantulkan cahaya. Inilah yang membuat beberapa jenis eyeshadow dapat memberikan efek glowing pada wajah.
Meski begitu, kedua produk tersebut tetap memiliki formula yang berbeda. Highlighter memang dirancang khusus untuk area wajah sehingga teksturnya biasanya lebih lembut, mudah dibaurkan, dan menghasilkan kilau yang menyatu dengan kulit.
Sementara itu, eyeshadow umumnya memiliki pigmentasi lebih tinggi. Beberapa produk juga mengandung glitter berukuran besar sehingga hasilnya bisa terlihat lebih mencolok jika diaplikasikan secara berlebihan.
Pilih Eyeshadow dengan Finish yang Tepat
Tidak semua eyeshadow cocok dijadikan highlighter. Agar hasilnya tetap natural, pilih produk dengan hasil akhir yang mampu memantulkan cahaya secara lembut.
Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain:
- Shimmer untuk efek glowing yang elegan.
- Satin finish dengan kilau halus.
- Glitter bertekstur lembut yang tidak terlalu mencolok.
Dari segi warna, Anda dapat memilih nuansa:
- Champagne
- Ivory
- Soft gold
- Rose gold
- Pearl
Sebaliknya, hindari eyeshadow bertekstur matte karena tidak mampu memberikan efek cahaya seperti highlighter.
Tips Menggunakan Eyeshadow sebagai Highlighter
Gunakan Kuas Berbulu Halus
Pemilihan alat aplikasi sangat berpengaruh terhadap hasil akhir. Kuas berbulu lembut akan membantu mengambil produk secukupnya sekaligus membuat warna lebih mudah dibaurkan.
Dengan kuas yang tepat, kilau akan terlihat lebih merata tanpa meninggalkan garis yang tegas.
Ambil Produk Sedikit Demi Sedikit
Kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung mengambil produk terlalu banyak.
Lebih baik aplikasikan secara bertahap. Teknik ini memudahkan Anda mengontrol intensitas kilau sehingga wajah tetap terlihat segar, bukan terlalu berkilau.
Fokus pada Titik-Titik Wajah
Sapukan eyeshadow hanya pada area yang memang membutuhkan efek pantulan cahaya, seperti:
- Tulang pipi
- Tulang alis
- Batang hidung
- Cupid's bow
- Sudut dalam mata
Pemakaian yang terarah akan membuat riasan terlihat lebih proporsional.
Ratakan Hingga Menyatu dengan Kulit
Setelah diaplikasikan, baurkan kembali menggunakan kuas bersih agar warna menyatu dengan foundation maupun blush. Langkah sederhana ini membuat hasil makeup tampak lebih natural.
Kelebihan Menggunakan Eyeshadow sebagai Highlighter
Lebih Hemat
Memanfaatkan produk yang sudah dimiliki tentu menjadi solusi praktis untuk mengurangi pengeluaran tanpa harus membeli highlighter baru.
Cocok Dibawa Saat Bepergian
Saat traveling, membawa terlalu banyak produk makeup sering kali membuat tas menjadi lebih penuh.
Menggunakan satu produk dengan dua fungsi membuat perlengkapan makeup menjadi lebih ringkas.
Hasil Tetap Glowing
Selama memilih warna dan tekstur yang sesuai, eyeshadow mampu menghasilkan efek glowing yang tidak kalah menarik dibandingkan highlighter.
Kekurangan Menggunakan Eyeshadow sebagai Highlighter
Formula Tidak Selalu Cocok untuk Area Wajah
Karena dirancang khusus untuk kelopak mata, beberapa eyeshadow memiliki kandungan glitter atau pigmen yang kurang ideal jika diaplikasikan pada area pipi.
Warna Bisa Terlalu Pekat
Eyeshadow umumnya memiliki pigmentasi tinggi sehingga penggunaan berlebihan dapat membuat highlight tampak berlebihan dan kurang natural.
Glitter Besar Menonjolkan Tekstur Kulit
Partikel glitter yang kasar bisa membuat pori-pori, garis halus, maupun bekas jerawat terlihat lebih jelas ketika terkena cahaya.
Untuk hasil terbaik, pilih eyeshadow dengan shimmer yang sangat halus.
Daya Tahan Berbeda
Highlighter umumnya memiliki formula yang lebih menyatu dengan kulit dan bertahan lebih lama. Sebaliknya, beberapa eyeshadow mungkin memerlukan touch-up agar efek glowing tetap terlihat sepanjang hari.
Tips Memilih Warna Sesuai Undertone Kulit
Selain tekstur, pemilihan warna juga menentukan hasil akhir makeup.
- Warm undertone: pilih warna soft gold, bronze muda, atau champagne hangat.
- Cool undertone: gunakan pearl, icy champagne, atau rose gold.
- Neutral undertone: hampir semua warna champagne dan soft gold dapat digunakan dengan baik.
Pemilihan warna yang sesuai akan membuat efek glowing tampak lebih alami dan menyatu dengan complexion.
Kapan Sebaiknya Tetap Menggunakan Highlighter?
Meski eyeshadow bisa dijadikan highlighter, produk ini lebih cocok digunakan sebagai solusi alternatif.
Jika Anda membutuhkan makeup untuk acara formal, pemotretan, atau penggunaan seharian, highlighter tetap menjadi pilihan yang lebih ideal karena formulanya memang dirancang khusus untuk menghasilkan kilau yang halus, tahan lama, dan mudah dibaurkan.
Namun, untuk penggunaan sehari-hari atau saat bepergian, memanfaatkan eyeshadow bertekstur shimmer bisa menjadi cara praktis untuk mendapatkan tampilan wajah yang glowing tanpa perlu membawa banyak produk makeup. Dengan teknik aplikasi yang tepat, hasilnya tetap terlihat cantik, natural, dan tidak berlebihan.