Hasil Pencarian

tren kuliner modern

6 Kuliner Malang dari Jadul hingga Kekinian, Ada yang Bertahan Puluhan Tahun

Menjelajahi kuliner Malang tidak cukup hanya dengan mencicipi bakso yang sudah menjadi salah satu identitas kota. Di balik udara sejuk dan kawasan wisatanya, Malang menyimpan beragam pilihan makanan yang memperlihatkan pertemuan antara cita rasa tradisional dan tren kuliner modern. Bagi pencinta wisata kuliner Malang, pilihan tersebut bisa ditemukan dalam berbagai bentuk. Ada warung sederhana yang mempertahankan menu sejak puluhan tahun, sajian khas dengan resep rumahan, hingga bakehouse dan deli yang menawarkan suasana lebih modern. Menariknya, setiap tempat memiliki karakter masing-masing. Kuliner legendaris Malang membawa cerita tentang resep dan kebiasaan makan yang diwariskan dari waktu ke waktu, sedangkan tempat makan kekinian menawarkan pengalaman berbeda melalui konsep, interior, serta variasi menu. Kuliner Malang Jadul hingga Kekinian yang Layak Dicoba Jika sedang menyusun daftar tempat makan di Malang, enam pilihan berikut dapat menjadi referensi. Urutannya pun sengaja dibuat beragam agar perjalanan kuliner tidak terasa monoton. 1. Kukolo's Bakehouse, Pilihan untuk Menikmati Roti dan Kopi Bagi yang lebih menyukai suasana kafe modern, Kukolo's Bakehouse bisa dimasukkan ke dalam daftar kunjungan. Mengusung konsep bakehouse, tempat ini menawarkan berbagai pilihan produk bakery yang dapat dinikmati bersama kopi atau minuman lainnya. Suasananya cocok untuk pengunjung yang ingin sarapan, bekerja sambil membawa laptop, atau sekadar bersantai. Lokasinya berada di kawasan Kalisongo, Kabupaten Malang. Dibandingkan warung tradisional, konsep yang ditawarkan Kukolo's Bakehouse memberikan pengalaman kuliner yang lebih modern dan santai. Tempat seperti ini juga bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin memulai pagi sebelum melanjutkan perjalanan menjelajahi Malang dan sekitarnya. 2. Nasi Jagung Bu Yuli, Cita Rasa Tradisional yang Bertahan Lama Beranjak dari kuliner modern, Nasi Jagung Bu Yuli menawarkan pengalaman yang jauh lebih tradisional. Menu utamanya berupa nasi jagung yang disajikan bersama berbagai lauk pendamping. Sederhana, tetapi justru karakter tersebut menjadi daya tariknya. Usaha ini disebut telah menjadi tujuan masyarakat selama sekitar tiga dekade. Pada pagi hari, pembeli bahkan dapat mengantre untuk mendapatkan seporsi nasi jagung dengan harga yang relatif terjangkau. Bagi wisatawan yang ingin mengenal makanan tradisional Malang, nasi jagung bisa menjadi pilihan menarik. Hidangan ini juga memperlihatkan bagaimana makanan sederhana dapat bertahan dan tetap dicari meskipun tren kuliner terus berubah. Cocok untuk: sarapan, pencinta makanan tradisional, dan wisatawan yang ingin mencoba menu rumahan. 3. Tahu Telur Ria Cak Srupin, Kuliner Legendaris Sejak 1988 Nama Tahu Telur Ria Cak Srupin sudah lama dikenal di kalangan pencinta kuliner Kota Malang. Menu yang ditawarkan terbilang sederhana, yakni perpaduan tahu dan telur yang kemudian disiram dengan bumbu kacang khas. Namun, cita rasa dan konsistensi sajian membuat tempat ini tetap memiliki penggemar hingga sekarang. Usaha tersebut telah berdiri sejak 1988, sehingga keberadaannya menjadi bagian dari perjalanan kuliner Malang selama puluhan tahun. Lokasinya di kawasan pusat kota juga membuatnya cukup mudah dimasukkan ke dalam rencana perjalanan wisata kuliner. Bagi pencinta kuliner legendaris Malang, tempat seperti Tahu Telur Ria menarik bukan hanya karena makanannya, tetapi juga karena cerita panjang di balik keberlangsungan usahanya. 4. Sate Padang Bang Roni, Kuah Rempah yang Kaya Rasa Ingin mencicipi makanan khas Sumatera Barat ketika berada di Malang? Sate Padang Bang Roni bisa menjadi salah satu alternatif. Tidak seperti sate pada umumnya yang identik dengan bumbu kacang atau kecap, sate Padang memiliki ciri khas berupa kuah kental dengan rasa rempah yang kuat. Potongan daging dan lidah yang ditusuk kemudian disiram kuah khas tersebut sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih dan aromatik. Bagi pencinta makanan berbumbu kuat, menu ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari sajian sate lainnya. 5. Bakso Sayur UM, Sajian Bakso dengan Sentuhan Berbeda Berbicara soal kuliner Malang, bakso tentu tidak boleh dilewatkan. Namun, Bakso Sayur UM memberikan sedikit variasi pada hidangan yang sudah sangat identik dengan kota ini. Sesuai namanya, sayuran menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam penyajiannya. Kehadiran sayuran tersebut memberikan pilihan berbeda bagi pencinta bakso yang ingin menikmati hidangan dengan komponen tambahan. Lokasinya yang berada di sekitar kawasan kampus membuat tempat ini cukup dikenal di kalangan mahasiswa. Selain mengenyangkan, kombinasi bakso dan sayuran juga menjadi pembeda dari sejumlah sajian bakso Malang yang lebih konvensional. Cocok untuk: makan santai, mahasiswa, dan pencinta bakso yang ingin mencoba variasi berbeda. 6. Retawu Deli, Nongkrong dengan Nuansa Lebih Kekinian Setelah puas menjelajahi kuliner tradisional, perjalanan bisa ditutup dengan suasana yang lebih modern di Retawu Deli. Berlokasi di kawasan Klojen, Retawu Deli memadukan konsep deli dan kafe dengan pilihan roti serta makanan yang dapat dinikmati untuk sarapan maupun bersantai. Konsepnya cocok bagi wisatawan yang ingin mencari tempat makan dengan suasana lebih kekinian setelah menjelajahi pusat Kota Malang. Pilihan roti dan makanan yang tersedia juga membuat tempat ini fleksibel untuk berbagai waktu kunjungan, baik pagi maupun saat ingin beristirahat di tengah perjalanan. Dari Resep Puluhan Tahun hingga Konsep Modern Enam tempat makan tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan kuliner Malang berlangsung berdampingan. Di satu sisi, kuliner seperti Nasi Jagung Bu Yuli dan Tahu Telur Ria mempertahankan karakter makanan yang telah dikenal selama puluhan tahun. Di sisi lain, Kukolo's Bakehouse dan Retawu Deli menghadirkan gaya kuliner yang lebih mengikuti tren masa kini. Sementara itu, Sate Padang Bang Roni dan Bakso Sayur UM memperlihatkan bagaimana makanan dengan karakter khas dapat tetap menarik bagi masyarakat di tengah banyaknya pilihan kuliner baru. Pilihan Kuliner Sesuai Suasana Jika ingin membuat perjalanan kuliner lebih terarah, pilihan tempat bisa disesuaikan dengan kebutuhan: Kuliner tradisional: Nasi Jagung Bu Yuli. Kuliner legendaris: Tahu Telur Ria Cak Srupin. Pencinta makanan berempah: Sate Padang Bang Roni. Pencinta bakso: Bakso Sayur UM. Sarapan dan bakery: Kukolo's Bakehouse. Kafe dan kuliner modern: Retawu Deli. Dengan begitu, wisata kuliner tidak hanya berfokus pada makanan yang sedang populer. Menyambangi warung yang telah bertahan selama puluhan tahun juga dapat menjadi cara untuk mengenal cerita dan kebiasaan makan masyarakat setempat. Malang Punya Pilihan untuk Semua Selera Pada akhirnya, daya tarik wisata kuliner Malang terletak pada keberagamannya. Satu perjalanan bisa diisi dengan makanan tradisional pada pagi hari, mencicipi kuliner legendaris saat siang, lalu ditutup dengan nongkrong di kafe modern. Perpaduan antara kuliner jadul dan kekinian tersebut membuat Malang tetap menarik untuk dijelajahi, terutama bagi wisatawan yang tidak ingin sekadar datang untuk menikmati pemandangan. Jadi, ketika berkunjung ke Malang, jangan hanya mencari makanan yang sedang viral. Sisihkan juga waktu untuk mencicipi kuliner yang telah menemani warga selama bertahun-tahun. Bisa jadi, justru dari seporsi makanan sederhana itulah cerita paling menarik tentang sebuah kota dimulai.

Rekomendasi 22 Aug 2026