Touring
6 Rute Touring di Jawa Barat Naik Motor Matic CC Kecil, Santai tapi Tetap Seru!
Touring menggunakan motor matic berkapasitas kecil tidak berarti perjalanan harus terasa membosankan. Justru, Jawa Barat menawarkan banyak jalur yang bisa dinikmati dengan ritme santai tanpa harus memaksa kendaraan bekerja di luar batas kemampuannya. Mulai dari udara sejuk Ciwidey, hamparan perkebunan Pangalengan, jalur berkelok menuju Subang, hingga panorama pesisir Sukabumi dan Ciletuh, pilihan rute touring di Jawa Barat cukup beragam. Pengendara tinggal menyesuaikan tujuan dengan kemampuan berkendara, kondisi kendaraan, serta waktu yang tersedia. Hal yang paling penting dalam touring bukan seberapa cepat seseorang tiba di tujuan. Perjalanan akan terasa jauh lebih menyenangkan ketika pengendara memiliki cukup waktu untuk beristirahat, menikmati pemandangan, mampir ke tempat makan, atau sekadar berhenti di pinggir jalan untuk menikmati suasana. Kenapa Motor Matic CC Kecil Tetap Bisa Diajak Touring? Motor dengan kapasitas mesin kecil memiliki karakter yang berbeda dari motor berkapasitas besar. Karena itu, pemilihan rute menjadi bagian penting dari persiapan perjalanan. Jalur dengan tanjakan panjang, tikungan rapat, lalu lintas padat, atau kondisi jalan yang berubah-ubah perlu dihadapi dengan teknik berkendara yang sesuai. Namun, kapasitas mesin bukan satu-satunya penentu kenyamanan. Kondisi motor, beban barang, kemampuan pengendara, cuaca, dan cara menjaga kecepatan juga sangat berpengaruh. Prinsip sederhananya adalah jangan mengejar kemampuan motor orang lain. Jika teman touring menggunakan motor dengan kapasitas lebih besar, tidak ada alasan untuk memaksakan kecepatan yang sama. 6 Rute Touring di Jawa Barat yang Bisa Dicoba 1. Bandung–Ciwidey–Rancabali: Pilihan Aman untuk Pemula Buat yang baru ingin mencoba touring, jalur Bandung menuju Ciwidey dan Rancabali bisa dimasukkan ke daftar pertama. Perubahan suasana akan terasa sepanjang perjalanan. Kawasan perkotaan perlahan berganti menjadi wilayah yang lebih hijau dengan udara pegunungan dan area perkebunan. Perjalanan dapat diteruskan hingga kawasan Rancabali dan Situ Patenggang. Daya tariknya bukan hanya destinasi akhir, tetapi juga pemandangan yang menemani perjalanan. Karakter: pegunungan, perkebunan, udara sejukCocok untuk: pemula dan touring santaiCatatan: perhatikan tanjakan, tikungan, serta kondisi rem ketika menuruni jalan. Sebelum berangkat, pastikan tekanan ban, oli, rem, lampu, dan CVT berada dalam kondisi baik. 2. Bandung–Pangalengan: Buat yang Suka Jalan Pelan Sambil Cari Spot Foto Pangalengan punya daya tarik tersendiri bagi pengendara yang tidak ingin touring dengan tempo terburu-buru. Suasana pegunungan dan perkebunan membuat perjalanan terasa berbeda dari rutinitas berkendara di kawasan perkotaan. Rute ini juga cocok bagi pengendara yang senang berhenti beberapa kali untuk menikmati pemandangan atau mencari tempat makan. Waktu keberangkatan pagi dapat menjadi pilihan agar perjalanan bisa dilakukan lebih santai. Tidak perlu membuat daftar destinasi terlalu banyak. Karakter: pegunungan dan perkebunanCocok untuk: fotografi, kuliner, dan touring santaiCatatan: hindari membawa barang berlebihan agar motor tetap nyaman dikendalikan. Salah satu keseruan touring justru bisa muncul dari hal-hal spontan, seperti menemukan warung lokal, tempat menikmati kopi, atau panorama yang membuat ingin berhenti sebentar. 3. Bandung–Lembang–Subang: Naik Level dengan Jalur Berkelok Kalau sudah cukup terbiasa mengendarai motor di tanjakan dan tikungan, jalur Bandung–Lembang–Subang bisa menjadi pilihan berikutnya. Setelah melewati kawasan Lembang, perjalanan akan membawa pengendara menuju wilayah Subang dengan karakter lingkungan yang lebih terbuka. Pada rute seperti ini, kontrol kendaraan menjadi lebih penting daripada mengejar kecepatan. Saat melewati tanjakan panjang, misalnya, momentum perlu dijaga secara aman. Membuka gas secara agresif hanya demi mengikuti kendaraan lain bukan keputusan yang bijak. Karakter: pegunungan, perkebunan, dan jalan berkelokCocok untuk: pengendara yang sudah terbiasa menghadapi tanjakan dan tikungan. Untuk motor matic CC kecil, kemampuan memahami batas kendaraan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar performa. 4. Bandung–Cianjur–Sukabumi: Cocok untuk Touring Seharian Ingin perjalanan yang lebih panjang? Jalur Bandung–Cianjur–Sukabumi dapat dipertimbangkan. Berbeda dari rute yang bisa dinikmati dalam perjalanan singkat, jalur ini membutuhkan persiapan lebih matang. Pengendara harus memperhitungkan waktu tempuh, bahan bakar, kondisi fisik, cuaca, hingga titik istirahat. Kawasan Bogor–Cianjur–Sukabumi juga memiliki sejumlah kawasan wisata yang menjadi bagian dari pengembangan destinasi pariwisata Jawa Barat, termasuk kawasan Puncak dan Ciletuh–Palabuhanratu. Karakter: antarkota, perbukitan, dan pedesaanCocok untuk: touring sehari penuhPerlengkapan yang sebaiknya dibawa: Jas hujan. Air minum. Power bank. Uang tunai secukupnya. Perlengkapan darurat sederhana. Barang bawaan seperlunya. Untuk motor matic CC kecil, semakin ringan beban yang dibawa, semakin mudah kendaraan dikendalikan. 5. Sukabumi–Palabuhanratu: Dari Perbukitan Sampai Ketemu Laut Kalau tujuan touring bukan sekadar berkendara tetapi juga menikmati pemandangan, rute Sukabumi–Palabuhanratu menarik untuk dicoba. Perjalanan diawali dengan karakter perbukitan sebelum suasana perlahan berubah ketika mendekati kawasan pesisir. Momen ketika laut mulai terlihat dari kejauhan bisa menjadi salah satu bagian paling memorable dalam perjalanan. Kawasan Palabuhanratu juga berkaitan dengan Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, yang memiliki bentang alam dan warisan geologi penting. Di kawasan tersebut terdapat berbagai lanskap, termasuk Ciletuh Amphitheatre, air terjun, dan wilayah pesisir. Karakter: perbukitan dan pesisirCocok untuk: touring santai dengan tujuan menikmati pantai Jangan menjadikan jalur berkelok sebagai tempat adu kecepatan. Jika tubuh mulai lelah, berhenti dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. 6. Sukabumi–Ciletuh: Buat Rider yang Sudah Siap Touring Lebih Jauh Ciletuh menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda. Perjalanan menuju kawasan ini cukup panjang sehingga waktu dan kondisi fisik harus diperhitungkan sejak awal. Bentang alam Ciletuh menjadi salah satu daya tarik utama. UNESCO mencatat Ciletuh–Palabuhanratu sebagai kawasan dengan keragaman geologi yang kuat, termasuk Jampang Plateau dan Ciletuh Amphitheatre. Karakter: perbukitan, pedesaan, pesisir, dan geoparkCocok untuk: pengendara yang sudah berpengalaman touring Bagi pengguna motor matic CC kecil yang baru pertama kali menuju Ciletuh, sebaiknya sediakan waktu yang longgar. Perjalanan panjang akan lebih nyaman jika tidak dibebani target harus pulang dalam kondisi terburu-buru. Pilih Rute Sesuai Level Pengalaman Biar tidak salah pilih, enam rute touring di Jawa Barat tersebut bisa dibagi secara sederhana berdasarkan pengalaman: Untuk pemula: Bandung–Ciwidey–Rancabali Bandung–Pangalengan Untuk level menengah: Bandung–Lembang–Subang Bandung–Cianjur–Sukabumi Untuk yang sudah terbiasa touring jauh: Sukabumi–Palabuhanratu Sukabumi–Ciletuh Pembagian tersebut bukan standar resmi tingkat kesulitan. Kondisi jalan, cuaca, kepadatan lalu lintas, kemampuan pengendara, dan kondisi kendaraan tetap harus menjadi pertimbangan sebelum menentukan perjalanan. Checklist Sebelum Gaspol Motor sudah siap bukan berarti perjalanan otomatis aman. Kondisi tubuh pengendara juga harus menjadi perhatian. Sebelum berangkat, pastikan: Tidur cukup dan tidak sedang mengantuk. Helm berstandar keselamatan sudah digunakan. Jaket, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu tersedia. Jas hujan disimpan di tempat yang mudah dijangkau. Tekanan ban dan kondisi rem diperiksa. Oli dan kondisi CVT dipastikan dalam keadaan baik. Bahan bakar cukup untuk mencapai titik pengisian berikutnya. Barang bawaan tidak berlebihan. Rencana istirahat sudah dipikirkan. Jangan lupa memantau cuaca, terutama jika rute melewati kawasan pegunungan. Perubahan kondisi cuaca dapat membuat perjalanan yang awalnya santai menjadi jauh lebih menantang. Touring Itu Bukan Kompetisi Satu hal yang sering dilupakan ketika touring bersama adalah keinginan mengikuti kecepatan rombongan. Jika motor teman lebih besar atau pengendaranya lebih berpengalaman, tidak perlu memaksakan diri agar tetap berada di belakangnya. Tentukan titik pertemuan dan biarkan rombongan menunggu. Begitu pula dengan jarak tempuh. Tidak ada penghargaan khusus bagi pengendara yang berhasil mencapai destinasi paling cepat. Touring yang menyenangkan justru terjadi ketika perjalanan dapat dinikmati tanpa tekanan. Berhenti untuk minum, mengambil foto, menikmati makanan lokal, atau sekadar mengistirahatkan tubuh bukan berarti perjalanan gagal. Rute Terbaik Adalah yang Membuatmu Pulang dengan Selamat Jawa Barat punya banyak pilihan jalur yang menarik untuk pemilik motor matic CC kecil. Pegunungan, perkebunan, pedesaan, hingga pantai bisa menjadi bagian dari perjalanan tanpa harus selalu menggunakan motor berkapasitas besar. Enam pilihan di atas dapat disesuaikan dengan pengalaman dan tujuan masing-masing. Jika masih pemula, mulailah dari rute yang lebih ringan. Setelah kemampuan dan rasa percaya diri meningkat, barulah perjalanan bisa diperpanjang. Pada akhirnya, ukuran kesuksesan sebuah touring bukan jumlah kilometer yang berhasil ditempuh, melainkan bagaimana perjalanan tersebut dijalani. Motor boleh kecil, tetapi cerita perjalanan tetap bisa besar.
5 Motor Matic Touring untuk Perempuan, Nyaman Dipakai Jelajah Jarak Jauh
Touring dengan sepeda motor bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjelajahi tempat baru. Bagi perempuan yang gemar bepergian, perjalanan jauh bukan hanya soal mencapai tujuan, tetapi juga menikmati setiap kilometer, melewati rute baru, dan mendapatkan pengalaman berbeda di sepanjang perjalanan. Karena itu, memilih motor matic touring untuk perempuan tidak cukup hanya berdasarkan desain atau kapasitas mesin. Kenyamanan saat berkendara selama berjam-jam justru menjadi faktor penting. Tinggi jok, bobot motor, posisi berkendara, ruang kaki, karakter suspensi, kapasitas bagasi, hingga fitur keselamatan perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan. Kebutuhan setiap pengendara tentu berbeda. Motor yang terasa ringan bagi seseorang belum tentu mudah dikendalikan oleh orang lain. Begitu pula dengan tinggi jok dan posisi berkendara yang sangat bergantung pada postur tubuh. Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Motor Touring? Sebelum melihat model tertentu, ada beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan, terutama jika motor akan digunakan untuk perjalanan jauh. Tinggi jok: pastikan kaki cukup mudah menapak ketika motor berhenti. Bobot motor: perhatikan kemudahan saat parkir, mundur, atau bermanuver di tempat sempit. Ergonomi: posisi duduk, setang, dan ruang kaki harus terasa nyaman. Suspensi: penting untuk meredam guncangan ketika melewati jalan tidak rata. Bagasi: ruang penyimpanan yang luas akan memudahkan membawa perlengkapan perjalanan. Fitur keselamatan: ABS dan kontrol traksi dapat menjadi nilai tambah, tergantung kebutuhan dan varian. Karakter mesin: sesuaikan tenaga dengan rute dan pengalaman berkendara. Jaringan servis: penting jika motor akan digunakan untuk touring lintas kota. Dengan pertimbangan tersebut, berikut lima pilihan motor matic touring nyaman untuk perempuan yang memiliki karakter berbeda. 1. Honda ADV160, Pilihan untuk yang Suka Nuansa Adventure Honda ADV160 dapat menjadi pilihan bagi perempuan yang ingin menggabungkan aktivitas harian dengan perjalanan bernuansa adventure. Karakter adventure terlihat dari desain dan posisi berkendaranya. Motor ini memang bukan kendaraan off-road, tetapi karakter tersebut membuatnya cukup menarik untuk digunakan menjelajahi jalan perkotaan hingga kawasan pegunungan dengan kondisi jalan yang bervariasi. Salah satu keunggulannya terletak pada posisi berkendara yang relatif tegak. Posisi seperti ini dapat membantu pengendara merasa lebih nyaman ketika harus duduk dalam waktu lama. Karakter suspensi juga menjadi pertimbangan penting. Ketika rute yang dilewati memiliki permukaan jalan yang tidak selalu mulus, kemampuan suspensi dalam meredam guncangan dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan. Cocok untuk: perempuan yang menyukai karakter adventure dan membutuhkan motor untuk penggunaan harian sekaligus touring. 2. Honda PCX160, Andalkan Kenyamanan untuk Perjalanan Jauh Jika prioritas utama adalah kenyamanan, Honda PCX160 dapat dipertimbangkan. Karakter PCX160 lebih mengarah pada maxi scooter yang mengutamakan perjalanan santai. Ruang kaki yang luas serta posisi duduk yang nyaman membuatnya menarik untuk digunakan saat bepergian antarkota. PCX160 menggunakan mesin 149,3 cc eSP berpendingin cairan dengan transmisi otomatis V-Matic. Kapasitas tangkinya mencapai 8 liter, sedangkan ground clearance tercatat 137 mm. Tergantung variannya, tersedia sistem pengereman CBS maupun ABS. Fitur lainnya juga mendukung penggunaan sehari-hari dan perjalanan jauh. Fitur yang Mendukung Touring Beberapa kelengkapan yang menjadi nilai tambah PCX160 antara lain: Smart Key System; lampu LED; panel instrumen digital; USB charger; rem cakram; pilihan ABS pada varian tertentu; bagasi luas; Honda RoadSync pada varian tertentu. Untuk perempuan yang lebih sering melakukan perjalanan melalui jalan aspal antarkota, karakter PCX160 menawarkan pendekatan yang berbeda dari ADV160. Motor ini lebih mengedepankan kenyamanan dan gaya berkendara santai. Cocok untuk: touring antarkota, perjalanan bersama komunitas, dan pengendara yang mengutamakan kenyamanan. 3. Yamaha NMAX, Maxi Scooter untuk Touring Jarak Jauh Yamaha NMAX sudah lama dikenal sebagai salah satu skutik yang banyak digunakan untuk perjalanan jarak jauh di Indonesia. Pada varian NMAX “TURBO”, motor ini menggunakan mesin 155,09 cc Blue Core VVA 4-valve SOHC dengan teknologi YECVT. Tenaga maksimumnya tercatat 11,3 kW atau 15,4 PS pada 8.000 rpm, sedangkan torsinya mencapai 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Tinggi jok NMAX tercatat 770 mm dengan berat isi 135 kg pada varian yang tercantum di laman Yamaha. Angka tersebut bisa menjadi salah satu pertimbangan bagi pengendara perempuan, meski kenyamanan tetap harus disesuaikan dengan postur tubuh masing-masing. Kapasitas tangki mencapai 7,1 liter. Motor ini juga menggunakan ban lebar serta menawarkan rear sub-tank suspension yang mendukung kenyamanan berkendara. Bagi perempuan yang terbiasa melakukan perjalanan antarkota menggunakan jalan beraspal, NMAX dapat menjadi pilihan dengan karakter maxi scooter yang kuat. Cocok untuk: perjalanan jarak jauh, touring antarkota, dan pengendara yang menyukai maxi scooter. 4. Yamaha Aerox Alpha, Buat yang Suka Touring dengan Gaya Sporty Touring tidak selalu identik dengan motor yang berkarakter santai. Bagi perempuan yang menyukai tampilan agresif dan sensasi berkendara yang lebih sporty, Yamaha Aerox Alpha bisa menjadi alternatif. Motor ini dibekali mesin 155,09 cc berpendingin cairan dengan teknologi VVA. Tenaganya mencapai 15,4 PS pada 8.000 rpm dan torsi 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Pada varian tertentu, Aerox Alpha juga menggunakan teknologi YECVT. Tinggi joknya mencapai 790 mm, sedangkan bobot isi berada di kisaran 124 kg hingga 130 kg tergantung varian. Kelengkapan yang Menarik untuk Perjalanan Aerox Alpha memiliki sejumlah fitur yang dapat menunjang aktivitas harian maupun perjalanan luar kota, seperti: USB Type-A; Smart Key System; rear suspension with sub-tank; ban tubeless; rem cakram depan dan belakang; teknologi VVA; YECVT pada varian tertentu. Namun, tinggi jok 790 mm perlu menjadi perhatian. Pengendara dengan postur lebih pendek sebaiknya melakukan test ride terlebih dahulu untuk memastikan kaki dan posisi tubuh dapat mengendalikan motor dengan nyaman. Cocok untuk: perempuan yang menginginkan skutik sporty untuk aktivitas sehari-hari sekaligus touring ringan hingga antarkota. 5. Suzuki Burgman Street 125EX, Ringan dan Praktis untuk Touring Santai Tidak semua perempuan membutuhkan maxi scooter berkapasitas besar untuk melakukan perjalanan. Jika kemudahan pengendalian menjadi prioritas, Suzuki Burgman Street 125EX dapat menjadi pilihan. Motor ini memiliki tinggi jok 780 mm dengan bobot kosong 111 kg. Bobot tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengendara yang menginginkan motor lebih mudah dipindahkan atau dikendalikan ketika berada di area parkir. Burgman Street 125EX menggunakan mesin 124 cc dengan teknologi Suzuki Eco Performance Alpha (SEP-α). Tenaga maksimum mencapai 6,3 kW pada 6.500 rpm dan torsi 10,0 Nm pada 5.500 rpm dengan transmisi CVT. Bagasi dan Ruang Penyimpanan Jadi Nilai Tambah Keunggulan Burgman Street 125EX tidak hanya terletak pada bobotnya. Motor ini memiliki ruang penyimpanan di bawah jok berkapasitas 21,5 liter. Tersedia pula kompartemen depan dan USB 2A untuk menunjang kebutuhan perjalanan. Ground clearance 160 mm juga memberikan keuntungan ketika melewati polisi tidur atau permukaan jalan yang kurang rata. Dengan tangki berkapasitas 5,5 liter, motor ini lebih cocok untuk touring santai dan perjalanan yang memiliki akses SPBU relatif mudah. Cocok untuk: perempuan yang mengutamakan motor ringan, praktis, dan nyaman untuk perjalanan santai. Jangan Hanya Melihat Kapasitas Mesin Memilih motor matic touring untuk perempuan sebaiknya tidak dilakukan hanya dengan membandingkan kapasitas mesin. Motor dengan mesin lebih besar belum tentu menjadi pilihan paling nyaman apabila bobot dan ergonominya tidak sesuai. Sebelum membeli, ada baiknya melakukan beberapa pengecekan sederhana: Duduk di atas motor dan rasakan posisi berkendara. Coba menapak dengan kedua kaki ketika motor berhenti. Rasakan apakah motor mudah digeser saat parkir. Periksa posisi setang dan ruang kaki. Jika memungkinkan, lakukan test ride. Pertimbangkan rute touring yang paling sering ditempuh. Hal tersebut penting karena perjalanan jauh akan memperlihatkan perbedaan kenyamanan yang mungkin tidak terasa ketika motor hanya digunakan selama beberapa menit. Mana yang Paling Cocok? Kelima motor tersebut menawarkan karakter yang berbeda. Honda ADV160 lebih menarik bagi perempuan yang menyukai nuansa adventure, sementara Honda PCX160 dan Yamaha NMAX mengutamakan kenyamanan untuk perjalanan antarkota. Bagi yang ingin tampil lebih sporty, Yamaha Aerox Alpha dapat menjadi pilihan. Sementara itu, Suzuki Burgman Street 125EX menawarkan pendekatan yang lebih ringan dan praktis. Pada akhirnya, tidak ada satu motor yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua perempuan. Motor touring yang ideal adalah kendaraan yang mampu dikendalikan dengan percaya diri, terasa nyaman setelah digunakan berjam-jam, serta sesuai dengan rute dan kebutuhan pengendaranya. Sebab, perjalanan jauh bukan hanya tentang seberapa besar mesin yang digunakan. Yang lebih penting adalah bagaimana motor tersebut membuat pengendaranya merasa aman, nyaman, dan siap menikmati setiap kilometer perjalanan.
5 Motor Touring Favorit Rider Indonesia, Nyaman Dipakai Jauh dan Fitur Lengkap
Touring bagi sebagian rider bukan sekadar soal menempuh perjalanan dari satu kota ke kota lain. Ada sensasi tersendiri ketika mesin dinyalakan, perlengkapan berkendara sudah siap, lalu perjalanan dimulai menuju rute yang belum tentu pernah dilewati sebelumnya. Namun, perjalanan panjang juga membutuhkan kendaraan yang mampu menjaga kenyamanan rider selama berjam-jam. Karena itu, memilih motor touring tidak cukup hanya melihat kapasitas mesin atau desain yang terlihat gagah. Posisi berkendara, karakter mesin, suspensi, sistem pengereman, perlindungan dari terpaan angin, kapasitas penyimpanan, hingga fitur pendukung menjadi sejumlah faktor yang patut diperhatikan. Motor dengan mesin besar belum tentu menjadi pilihan paling nyaman jika ergonominya tidak sesuai dengan postur pengendara. Pasar sepeda motor Indonesia sendiri masih sangat besar. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit, meningkat 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah besarnya pasar tersebut, pilihan motor yang dapat digunakan untuk perjalanan jauh pun semakin beragam. Mulai dari skutik 150 cc, maxi scooter 250 cc, motor adventure, hingga naked bike bermesin dua silinder. Apa yang Membuat Motor Cocok untuk Touring? Tidak ada satu motor yang otomatis menjadi pilihan terbaik bagi semua rider. Karakter perjalanan melalui Pantura tentu berbeda dengan touring melewati jalur pegunungan atau jalan yang minim fasilitas. Sebelum menentukan pilihan, beberapa aspek berikut sebaiknya diperhatikan: Ergonomi: posisi jok, setang, dan pijakan kaki harus sesuai dengan postur tubuh. Mesin: tenaga dan torsi idealnya mudah dikendalikan dalam berbagai kondisi. Suspensi: kemampuan meredam jalan bergelombang sangat menentukan kenyamanan. Rem dan fitur keselamatan: ABS serta traction control menjadi nilai tambah. Perlindungan angin: windshield atau fairing dapat mengurangi terpaan angin saat perjalanan jauh. Praktikalitas: kapasitas bagasi, tangki bahan bakar, soket pengisian daya, dan navigasi bisa membuat touring lebih praktis. Servis dan suku cadang: ketersediaan bengkel serta komponen di berbagai daerah penting ketika melakukan perjalanan lintas kota. Jadi, motor touring terbaik bukan selalu yang memiliki mesin paling besar. Motor yang tepat justru merupakan kendaraan yang paling sesuai dengan rute, postur, pengalaman, dan kebutuhan masing-masing rider. 5 Motor Touring Favorit yang Layak Dipertimbangkan 1. Yamaha NMAX "TURBO", Skutik Praktis untuk Touring Aspal Bagi rider yang lebih sering melakukan perjalanan di jalan beraspal dan menginginkan kenyamanan khas skutik, Yamaha NMAX "TURBO" bisa menjadi salah satu pilihan menarik. Motor ini menggunakan mesin 155 cc Blue Core VVA yang dipadukan dengan teknologi YECVT. Yamaha mencatat tenaga maksimum mencapai 11,3 kW pada 8.000 rpm dengan torsi maksimum 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Varian "TURBO" juga menyediakan T Mode dan S Mode. Mode S dapat digunakan ketika rider membutuhkan respons akselerasi yang lebih kuat, termasuk saat melakukan perjalanan ke luar kota. Untuk menunjang touring, sejumlah fitur turut tersedia, seperti Dual Channel ABS, Traction Control System, Y-Shift, serta TFT infotainment yang pada varian tertentu dapat terhubung dengan navigasi Garmin Street Cross. Platform NMAX juga telah digunakan Yamaha dalam NMAX Tour Boemi Nusantara yang menempuh sekitar 5.500 kilometer dan melintasi enam pulau besar Indonesia pada 2024. Cocok untuk: rider yang mengutamakan kenyamanan, kepraktisan, teknologi, dan touring yang mayoritas berlangsung di jalan aspal. 2. Yamaha XMAX 250, Pilihan untuk Rider yang Mengejar Kenyamanan Jika perjalanan lintas kota menjadi bagian dari gaya hidup, Yamaha XMAX 250 menawarkan dimensi dan kapasitas yang lebih besar. Skutik ini dibekali mesin 249,8 cc dengan tenaga maksimum 16,8 kW dan torsi 24,3 Nm. Kapasitas tangkinya mencapai 13 liter, sedangkan bagasi berkapasitas 44,9 liter. Kombinasi tersebut memberikan keuntungan bagi rider yang membawa perlengkapan lebih banyak ketika touring. Kenyamanan juga menjadi salah satu karakter utama XMAX. Ruang kaki yang luas, dua posisi pijakan, windshield elektrik, serta desain jok mendukung kebutuhan perjalanan jarak jauh. Fitur lain yang tersedia meliputi ABS, Traction Control System, Garmin Street Cross, Yamaha Motorcycle Connect, dan electric power socket. Namun, bobot motor yang mencapai 184 kg dalam kondisi isi perlu menjadi pertimbangan. Rider harus memastikan dirinya nyaman ketika harus bermanuver di ruang sempit atau menopang motor saat berhenti. Cocok untuk: rider yang menginginkan maxi scooter premium untuk perjalanan lintas kota dengan prioritas kenyamanan dan kelengkapan fitur. 3. Royal Enfield Himalayan 450, Teman Touring Saat Aspal Berakhir Touring tidak selalu berarti melaju di atas aspal mulus. Beberapa rute justru membawa rider melewati jalan berbatu, tanah, tanjakan, hingga jalur dengan kondisi permukaan yang tidak menentu. Untuk kebutuhan tersebut, Royal Enfield Himalayan 450 menawarkan karakter adventure yang berbeda. Motor ini menggunakan mesin Sherpa 452 cc serta kombinasi roda depan 21 inci dan belakang 17 inci. Suspensi depan Showa USD dan ground clearance yang tinggi mendukung kemampuannya menghadapi medan yang lebih beragam. Sistem ride-by-wire juga menghadirkan empat mode berkendara. Sementara itu, tangki bahan bakar berkapasitas 17 liter menjadi keuntungan bagi rider yang ingin menjangkau jarak lebih jauh sebelum kembali mencari SPBU. Himalayan 450 juga dilengkapi ABS yang dapat dinonaktifkan sesuai kebutuhan ketika melewati permukaan tertentu. Dari sisi ergonomi, tersedia jok dua bagian yang dapat disesuaikan, termasuk pilihan jok rendah untuk membantu rider mendapatkan posisi pijakan yang lebih aman. Cocok untuk: rider yang ingin menggabungkan touring jarak jauh dengan kemampuan adventure ketika harus melewati jalan nonaspal. 4. Yamaha MT-25, Buat Rider yang Suka Sensasi Motor Manual Bagi sebagian pengendara, kesenangan touring justru terletak pada interaksi langsung dengan motor. Memindahkan gigi, mengatur putaran mesin, hingga merasakan respons motor ketika memasuki tikungan menjadi bagian dari pengalaman berkendara. Yamaha MT-25 menawarkan karakter tersebut melalui mesin dua silinder 249,55 cc dengan transmisi manual enam percepatan. Model 2026 dilengkapi ABS, suspensi depan upside-down, ban tubeless berukuran lebar, electric power outlet, serta konektivitas Y-Connect. Kapasitas tangkinya mencapai 14 liter dengan tinggi jok 780 mm. Sebagai naked bike, MT-25 menawarkan karakter handling yang lebih aktif. Namun, perlindungan terhadap terpaan angin tentu tidak sebesar skutik atau motor adventure yang menggunakan windshield. Karena itu, penggunaan riding gear yang tepat menjadi semakin penting ketika motor digunakan untuk perjalanan panjang. Cocok untuk: rider yang menyukai motor manual, handling lincah, dan sensasi berkendara yang lebih aktif di jalan aspal. 5. Yamaha AEROX ALPHA "TURBO", Touring Ringan dengan Gaya Sporty Touring tidak selalu membutuhkan motor berukuran besar. Bagi rider yang menginginkan tampilan sporty sekaligus tetap praktis, Yamaha AEROX ALPHA "TURBO" dapat menjadi alternatif. Motor ini menggunakan mesin 155,09 cc Blue Core VVA dengan teknologi YECVT pada varian "TURBO". S Mode tersedia bagi pengendara yang membutuhkan respons akselerasi lebih ketika melakukan perjalanan luar kota. Sejumlah fitur pada varian tertentu meliputi TFT infotainment display, Google Maps turn-by-turn navigation, Traction Control System, ABS, Y-Connect, USB Type A, serta rear suspension dengan sub-tank. Dengan kapasitas tangki 5,5 liter, AEROX ALPHA lebih cocok digunakan untuk touring ringan atau perjalanan antarkota dengan akses SPBU yang relatif mudah. Cocok untuk: rider muda yang menginginkan kombinasi desain sporty, teknologi modern, dan kemampuan perjalanan luar kota tanpa harus membawa motor berdimensi besar. Cara Memilih Motor Touring agar Tidak Cepat Pegal Motor yang terlihat nyaman ketika dicoba selama beberapa menit belum tentu terasa sama setelah digunakan berkendara selama tiga atau empat jam. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum membeli. 1. Sesuaikan dengan Postur Tubuh Jangan hanya terpikat desain motor. Cobalah duduk langsung di atas kendaraan dan perhatikan posisi kaki, lutut, tangan, serta jarak tubuh dengan setang. Motor yang terlalu tinggi atau posisi berkendaranya tidak sesuai dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. 2. Perhatikan Ergonomi Posisi berkendara menjadi salah satu faktor paling penting dalam touring. Pastikan posisi punggung, tangan, kaki, dan pinggul tidak memberikan tekanan berlebihan. Jika memungkinkan, lakukan simulasi posisi berkendara selama beberapa menit sebelum menentukan pilihan. 3. Pertimbangkan Perlindungan Angin Terpaan angin yang terus-menerus selama perjalanan panjang dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Windshield atau fairing yang sesuai dapat membantu mengurangi tekanan angin, terutama ketika motor digunakan dalam kecepatan tinggi. 4. Utamakan Fitur Keselamatan ABS bukan jaminan motor terbebas dari kecelakaan. Namun, sistem ini dapat membantu mencegah roda terkunci ketika pengereman keras pada kondisi tertentu. Traction Control System juga dapat menjadi perangkat bantu ketika akselerasi dilakukan pada permukaan dengan tingkat grip yang terbatas. 5. Jangan Lupakan Jaringan Servis Faktor ini sering kali tidak menjadi pertimbangan utama ketika membeli motor. Padahal, jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang sangat penting bagi rider yang gemar touring lintas daerah. Motor yang mudah mendapatkan layanan servis di berbagai kota tentu memberikan rasa aman lebih ketika terjadi masalah selama perjalanan. 6. Jangan Terjebak Kapasitas Mesin Mesin besar memang menawarkan tenaga lebih besar, tetapi bukan berarti selalu lebih nyaman untuk touring. Motor 150–160 cc dapat menjadi pilihan masuk akal untuk perjalanan santai. Sebaliknya, motor berkapasitas lebih besar juga belum tentu ideal jika bobot atau ergonominya tidak sesuai dengan tubuh dan kemampuan rider. Pilih Motor Berdasarkan Gaya Touring Pada akhirnya, memilih motor touring tidak cukup hanya dengan melihat angka kapasitas mesin. Kenyamanan ergonomi, karakter tenaga, suspensi, pengereman, perlindungan angin, kapasitas penyimpanan, fitur konektivitas, hingga kemudahan perawatan sama-sama menentukan kualitas perjalanan. Untuk touring aspal yang mengutamakan kepraktisan, Yamaha NMAX "TURBO" bisa menjadi pilihan. Jika kenyamanan dan ruang penyimpanan menjadi prioritas, Yamaha XMAX 250 menawarkan paket yang lebih besar. Sementara itu, Royal Enfield Himalayan 450 lebih cocok bagi rider yang ingin mengeksplorasi jalur dengan karakter adventure. Bagi penggemar motor manual, Yamaha MT-25 menawarkan pengalaman berkendara yang lebih aktif. Sedangkan Yamaha AEROX ALPHA "TURBO" dapat menjadi pilihan bagi rider yang ingin touring ringan dengan gaya sporty. Apa pun motor yang dipilih, kondisi kendaraan dan kesiapan rider tetap menjadi faktor utama. Sebab, touring yang menyenangkan bukan hanya tentang seberapa jauh motor mampu melaju, tetapi juga seberapa nyaman pengendara bisa menikmati perjalanan hingga kembali ke rumah.