Hasil Pencarian

teh manis

Teh Manis dan Soda Bisa Bikin Gula Darah Melonjak, Ini Cara Menguranginya

Teh manis dan minuman bersoda sering menjadi pilihan untuk melepas dahaga. Rasanya yang manis dan menyegarkan membuat kedua jenis minuman tersebut mudah dikonsumsi, bahkan tanpa disadari bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Namun, terlalu sering mengonsumsi minuman manis dapat membuat asupan gula tambahan meningkat. Gula sederhana di dalam minuman juga relatif cepat dicerna dan diserap tubuh sehingga kadar gula darah dapat naik dalam waktu singkat. Ahli gizi Andrea Copeland menjelaskan bahwa gula dalam teh manis dapat menyebabkan peningkatan gula darah dengan cepat karena termasuk jenis gula sederhana yang mudah diserap ke dalam aliran darah. Mengapa Minuman Manis Cepat Menaikkan Gula Darah? Setelah gula masuk ke dalam aliran darah, tubuh akan merespons dengan melepaskan insulin. Hormon tersebut membantu memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi. Lonjakan gula darah sesekali tidak selalu menjadi masalah bagi orang yang sehat. Namun, pola konsumsi gula yang tinggi secara berulang perlu diperhatikan karena dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes. Minuman manis juga memiliki karakteristik yang membuat seseorang lebih mudah mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Berbeda dengan makanan padat, minuman dapat diminum dengan cepat sehingga rasa kenyang yang muncul biasanya tidak sebanding dengan jumlah gula yang masuk. Kandungan Gula Teh Manis dan Soda Bisa Mengejutkan Ahli gizi Sheila Patterson mengatakan teh manis yang dijual di restoran maupun dalam kemasan dapat mengandung gula tambahan cukup tinggi. Sebagai gambaran, teh manis berukuran sekitar 16 ons disebut dapat mengandung sekitar 39 gram gula, atau hampir setara dengan 10 sendok teh gula. Jumlah tersebut menjadi lebih mudah diperhatikan jika dibandingkan dengan batas konsumsi gula tambahan harian. Artinya, satu minuman saja bisa mengambil porsi besar dari asupan gula tambahan yang dianjurkan. Soda bahkan dapat mengandung lebih banyak gula. Dalam contoh yang dikutip, cola ukuran sedang memiliki sekitar 51 gram gula tambahan, sementara cream soda dapat mencapai 68 gram. Bukan Hanya Rasa Manis yang Perlu Diperhatikan Masalahnya bukan semata-mata karena satu gelas teh manis atau soda. Risiko yang lebih perlu diperhatikan adalah ketika minuman tersebut dikonsumsi berulang kali. Misalnya, seseorang terbiasa membeli minuman manis setiap kali makan siang dan kembali mengonsumsinya pada sore atau malam hari. Jika kebiasaan itu berlangsung setiap hari, jumlah gula tambahan yang masuk ke tubuh dapat terakumulasi cukup besar. Karena itu, memperhatikan frekuensi dan ukuran porsi menjadi langkah penting. Cara Mengurangi Dampak Minuman Manis Bagi orang yang masih ingin menikmati minuman manis, ahli gizi Sheri Gaw menyarankan agar konsumsinya dilakukan bersamaan dengan makanan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat. Kombinasi tersebut dapat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga pelepasan gula ke dalam aliran darah tidak berlangsung secepat ketika minuman manis dikonsumsi sendirian. Beberapa contoh makanan pendamping antara lain: segenggam kacang; ayam; ikan; sayuran tinggi serat; atau makanan lain yang mengandung protein dan lemak sehat. Namun, cara tersebut bukan berarti membuat minuman tinggi gula menjadi bebas risiko. Mengurangi jumlah dan frekuensi minuman manis tetap menjadi langkah utama. Pilih Minuman yang Lebih Rendah Gula Jika sulit langsung berhenti mengonsumsi teh manis atau soda, perubahan dapat dilakukan secara bertahap. Salah satu cara sederhana adalah mencampurkan setengah teh manis dengan setengah teh tawar. Setelah terbiasa, porsi teh manis dapat dikurangi lagi hingga akhirnya beralih ke teh tanpa gula. Pilihan lain yang dapat dicoba antara lain: air putih; air putih dengan irisan lemon; air dengan potongan mentimun; air dengan daun mint; air soda tanpa tambahan gula; atau teh tawar. Cara tersebut memungkinkan lidah beradaptasi dengan rasa yang tidak terlalu manis tanpa harus melakukan perubahan secara drastis. Bagaimana dengan Soda Diet? Minuman soda diet atau tanpa kalori biasanya menggunakan pemanis buatan atau pengganti gula sehingga tidak memberikan jumlah kalori dan efek langsung terhadap gula darah seperti soda yang mengandung gula. Meski demikian, minuman tersebut tetap sebaiknya dikonsumsi secara bijak. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari. Bagi seseorang yang memiliki diabetes, prediabetes, atau sedang menjalani pengaturan pola makan tertentu, pilihan minuman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga kesehatan. Kebiasaan Kecil Bisa Membantu Mengontrol Asupan Gula Mengurangi teh manis dan soda tidak harus dilakukan dengan cara ekstrem. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih mudah dipertahankan. Mulailah dengan mengganti satu gelas minuman manis per hari dengan air putih atau teh tawar. Setelah terbiasa, frekuensinya dapat dikurangi kembali. Kebiasaan sederhana seperti tidak selalu menambahkan gula, memilih ukuran minuman yang lebih kecil, dan membaca informasi kandungan gula pada kemasan juga dapat membantu. Pada akhirnya, yang perlu diperhatikan bukan hanya rasa segar dari minuman, tetapi juga seberapa banyak gula yang masuk ke tubuh. Teh manis dan soda boleh saja dikonsumsi sesekali, tetapi membatasi jumlah serta frekuensinya dapat menjadi langkah lebih baik untuk menjaga pola makan dan kesehatan dalam jangka panjang.  

Gaya Hidup 20 Aug 2026