Persijap Jepara
Persib Bandung Menang di Jepara, Comeback 2-1 Putus Rekor Buruk Lawan Persijap
Persib Bandung akhirnya membawa pulang tiga poin dari kandang Persijap Jepara. Bertanding di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu, 20 September 2026, Maung Bandung membalikkan keadaan dan menang 2-1 setelah lebih dulu tertinggal melalui gol penalti tuan rumah. Kemenangan tersebut terasa semakin penting karena Persib sebelumnya belum mampu mengalahkan Persijap dalam dua pertemuan pada musim 2025/2026. Saat bermain di Jepara, Persib kalah 1-2, kemudian kedua tim bermain imbang tanpa gol ketika bertemu di Bandung. Hasil di pekan ketiga Super League 2026/2027 ini pun menjadi jawaban atas catatan tersebut. Selain membawa pulang tiga poin, Persib menunjukkan kemampuan bangkit setelah permainan mereka sempat berada dalam tekanan tuan rumah. Persib Bandung Tertinggal Lebih Dulu di Jepara Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Persijap yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri lebih dulu memberikan ancaman sebelum akhirnya memperoleh hadiah penalti. Pada menit ke-13, Jose Lopez Pirulo berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Penalti diberikan setelah bola mengenai tangan Ikhwan Tanamal di dalam kotak terlarang. Teja Paku Alam yang berada di bawah mistar Persib gagal menghentikan tendangan tersebut sehingga Persijap unggul 1-0. Persib tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Thom Haye menjadi pemain yang membuka jalan bagi kebangkitan Maung Bandung. Thom Haye Bawa Persib Kembali ke Permainan Tekanan yang terus dibangun Persib akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan pada menit ke-21. Thom Haye menanduk umpan silang Ikhwan Tanamal dan mengubah skor menjadi 1-1. Sebelum gol tersebut tercipta, Haye sebenarnya sudah beberapa kali mencoba mengancam gawang Persijap. Tendangan dari luar kotak penalti sempat membentur mistar, sementara peluang berikutnya juga belum menghasilkan gol. Setelah skor kembali imbang, pertandingan menjadi semakin terbuka. Kedua tim bergantian membangun serangan, tetapi tidak ada tambahan gol hingga babak pertama berakhir. Uilliam Barros Jadi Penentu Comeback Persib Memasuki babak kedua, Persib tampil lebih agresif. Upaya untuk menciptakan gol kedua akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Kesalahan Najeeb Yakubu dimanfaatkan Uilliam Barros untuk merebut bola. Penyerang Persib tersebut kemudian menuntaskan peluang dari jarak dekat dan membawa timnya berbalik unggul 2-1. Gol Barros mengubah jalannya pertandingan. Persijap harus meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan, sedangkan Persib berusaha mempertahankan keunggulan sambil mencari peluang untuk menambah gol. Drama VAR Warnai Menit-Menit Akhir Pertandingan belum benar-benar aman bagi Persib meski sudah unggul 2-1. Persijap beberapa kali mencoba menciptakan peluang untuk menyamakan skor. Tuan rumah sempat mencetak gol melalui Yaya Sogodogo pada menit ke-72. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit menilai terjadi handball. Persib juga sempat mencetak gol ketiga melalui Luka Menalo pada menit ke-85, tetapi gol itu tidak disahkan karena offside. Situasi tersebut membuat pertandingan tetap berlangsung menegangkan hingga akhir. Persijap terus mencari celah di pertahanan Persib, tetapi skor 2-1 akhirnya bertahan sampai peluit panjang. Rekor Buruk Persib atas Persijap Akhirnya Terputus Kemenangan di Jepara memiliki arti tersendiri bagi Persib karena lawan yang sama sebelumnya menjadi salah satu tim yang menyulitkan Maung Bandung pada musim lalu. Dalam dua pertemuan musim 2025/2026, Persib tidak pernah menang. Kekalahan 1-2 di Jepara dan hasil imbang 0-0 di Bandung menjadi catatan yang ingin diperbaiki oleh skuad Maung Bandung. Kini, catatan tersebut berubah. Persib bukan hanya berhasil mendapatkan kemenangan tandang, tetapi juga melakukannya setelah tertinggal lebih dulu. Sebelum pertandingan, kapten Persib Marc Klok memang menyebut Persijap sebagai lawan yang tidak mudah. Ia menilai tim Jepara memiliki gaya bermain yang menyulitkan Persib berdasarkan pengalaman musim sebelumnya. Persib Menjaga Momentum Setelah Menang di Asia Kemenangan atas Persijap juga memperpanjang momentum positif Persib setelah sebelumnya mengalahkan FC Seoul 1-0 dalam pertandingan ACL Two di Korea Selatan. Beckham Putra sebelumnya menyebut kemenangan atas FC Seoul menjadi modal kepercayaan diri sebelum menghadapi Persijap. Situasi tersebut cukup menarik karena Persib harus menjalani jadwal yang padat. Setelah bertanding di Korea Selatan pada 16 September, skuad Maung Bandung harus kembali ke Indonesia dan langsung bersiap menghadapi pertandingan domestik empat hari kemudian. Dengan kondisi tersebut, kemenangan di Jepara bukan sekadar tambahan tiga poin. Persib juga memperlihatkan bahwa mereka mampu menjaga fokus meski menghadapi rangkaian pertandingan dengan waktu pemulihan yang relatif singkat. Dua Kemenangan dari Tiga Laga Super League Tambahan tiga poin membuat Persib mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan awal Super League 2026/2027. Persib mencatat dua kemenangan dan satu kekalahan pada awal musim. Sementara itu, Persijap masih belum memperoleh poin setelah menjalani tiga pertandingan. Hasil tersebut membuat laga berikutnya menjadi penting bagi kedua tim dengan kebutuhan yang berbeda. Bagi Persib, kemenangan di Jepara dapat menjadi momentum untuk melanjutkan persaingan di papan atas. Sementara bagi Persijap, hasil negatif tersebut menjadi pekerjaan rumah untuk segera memperbaiki performa pada pertandingan berikutnya. Kemenangan 2-1 ini pada akhirnya bukan hanya tentang tiga poin. Persib Bandung berhasil melakukan comeback, mempertahankan momentum setelah kemenangan di kompetisi Asia, sekaligus mengakhiri catatan tanpa kemenangan atas Persijap Jepara.
Persib Hadapi Persijap, Ujian Fisik Maung Bandung Usai Pulang dari Korea Selatan
Persib Bandung langsung dihadapkan pada tantangan berikutnya setelah menyelesaikan perjalanan di kompetisi Asia. Maung Bandung kini harus mengalihkan perhatian ke BRI Super League dengan menghadapi Persijap Jepara pada pekan ketiga. Pertandingan Persib menghadapi Persijap dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu, 20 September 2026 pukul 19.00 WIB. Duel ini menjadi laga tandang kedua Persib di kompetisi domestik dalam periode yang cukup padat. Yang membuat pertandingan ini menarik bukan hanya soal kekuatan lawan. Persib datang setelah menjalani perjalanan panjang dari Korea Selatan, tempat mereka meraih kemenangan 1-0 atas FC Seoul di pertandingan perdana Grup E ACL Two 2026/2027. Kondisi fisik pemain pun menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan. Persib Hadapi Persijap Setelah Perjalanan Panjang Jadwal Persib pada September 2026 memang cukup rapat. Setelah menghadapi PSM Makassar pada 6 September dan Persija Jakarta pada 12 September, Persib kemudian terbang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul pada 16 September. Empat hari kemudian, mereka harus kembali bertanding di Jepara. Artinya, skuad asuhan Igor Tolic menjalani rangkaian pertandingan dengan perpindahan kota dan negara dalam waktu relatif singkat. Setelah perjalanan Jakarta-Seoul, tim masih harus melakukan perjalanan pulang ke Indonesia sebelum melanjutkan agenda menuju Jepara. Situasi tersebut membuat masa pemulihan menjadi penting. Bukan hanya menit bermain yang perlu diperhitungkan, tetapi juga perjalanan, waktu istirahat, serta kemampuan pemain untuk mengembalikan kondisi tubuh sebelum kembali bertanding. Kemenangan atas FC Seoul Jadi Modal, Tapi Bukan Jaminan Persib membawa modal positif dari laga terakhirnya di ACL Two. Maung Bandung berhasil mencatat kemenangan 1-0 atas FC Seoul di Seoul World Cup Stadium. Hasil tersebut menjadi kemenangan penting dalam perjalanan Persib di kompetisi Asia. Namun, keberhasilan di Korea Selatan tidak otomatis membuat laga melawan Persijap menjadi lebih mudah. Justru setelah pertandingan tersebut, aspek pemulihan menjadi bagian penting dari persiapan. Persib harus kembali bermain di kompetisi domestik hanya beberapa hari setelah laga di Seoul. Dalam kondisi seperti ini, kedalaman skuad dapat menjadi faktor yang menentukan bagaimana tim mengatur komposisi pemain. Igor Tolic Punya Pekerjaan Rumah soal Rotasi Jadwal yang padat membuat pilihan rotasi berpotensi menjadi salah satu perhatian utama Igor Tolic. Pelatih Persib perlu mempertimbangkan kondisi pemain yang baru menjalani perjalanan jauh sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan hasil dan kebugaran skuad. Rotasi tidak selalu berarti menurunkan kekuatan tim secara keseluruhan. Justru dengan distribusi menit bermain yang tepat, pemain yang berada dalam kondisi lebih segar dapat diberikan kesempatan untuk tampil. Beberapa aspek yang kemungkinan menjadi perhatian dalam situasi seperti ini meliputi: Kondisi pemain setelah perjalanan internasional. Jumlah menit bermain pada pertandingan sebelumnya. Waktu pemulihan yang tersedia. Kebutuhan menjaga intensitas permainan. Kedalaman skuad untuk mengisi posisi tertentu. Dengan jadwal seperti ini, manajemen tenaga bukan sekadar urusan latihan. Cara tim mengelola pertandingan juga menjadi bagian dari strategi. Persijap Bukan Lawan yang Bisa Diremehkan Persijap Jepara memiliki alasan tersendiri untuk membuat Persib bekerja keras. Pada musim sebelumnya, Laskar Kalinyamat menjadi satu-satunya tim yang tidak berhasil dikalahkan Persib dalam dua pertemuan. Persijap bahkan mampu mengalahkan Persib dengan skor 2-1 di Jepara pada Agustus 2025. Ketika kedua tim kembali bertemu di Bandung pada Mei 2026, pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Catatan tersebut membuat pertemuan kali ini memiliki konteks berbeda. Persib bukan hanya menghadapi tim tuan rumah, tetapi juga harus menghadapi lawan yang memiliki pengalaman positif dalam pertemuan sebelumnya. Bagi Persijap, pertandingan kandang menghadapi Persib juga menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan terhadap salah satu tim papan atas kompetisi. Rekor Pertemuan Terbaru Persib vs Persijap Jika melihat beberapa pertemuan terakhir, pertandingan kedua tim memang tidak selalu berjalan mudah bagi Persib. Berikut catatan yang tercantum dalam artikel sumber: Persib 0-0 Persijap, 23 Mei 2026 Persijap 2-1 Persib, 18 Agustus 2025 Persib 5-0 Persijap, 19 Agustus 2014 Persijap 1-1 Persib, 9 Februari 2014 Persijap 1-1 Persib, 7 Mei 2026 Dua pertemuan terbaru menjadi perhatian karena Persib belum mampu meraih kemenangan atas Persijap dalam periode tersebut. Faktor Kebugaran Bisa Jadi Pembeda Dalam sepak bola, pertandingan dengan jarak waktu pendek tidak hanya menguji kemampuan teknis. Kebugaran pemain juga dapat memengaruhi intensitas pressing, kecepatan transisi, konsentrasi, hingga kemampuan mempertahankan tempo permainan. Hal tersebut menjadi semakin relevan bagi Persib karena mereka baru menjalani pertandingan di Korea Selatan. Perjalanan lebih dari satu negara dalam waktu singkat dapat membuat kebutuhan pemulihan menjadi lebih besar dibandingkan pertandingan domestik biasa. Persib juga perlu menyesuaikan diri dengan karakter pertandingan tandang. Setelah bermain di Seoul, mereka kembali menghadapi atmosfer berbeda di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Jadwal Padat Persib Belum Selesai Rangkaian pertandingan pada September menunjukkan betapa padatnya agenda Persib pada awal musim 2026/2027. Dalam rentang sekitar dua pekan, Maung Bandung menjalani pertandingan melawan PSM, Persija, FC Seoul, kemudian Persijap. Urutannya adalah: Persib vs PSM Makassar, 6 September 2026. Persija Jakarta vs Persib, 12 September 2026. FC Seoul vs Persib, 16 September 2026. Persijap Jepara vs Persib, 20 September 2026. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa Persib harus membagi energi antara kompetisi domestik dan Asia. Situasi ini sekaligus menguji seberapa efektif kedalaman skuad yang dimiliki Igor Tolic. Persib Hadapi Persijap dengan Dua Tantangan Sekaligus Pertandingan di Jepara akhirnya bukan sekadar persoalan tiga poin. Ada dua tantangan yang berjalan bersamaan: menghadapi Persijap yang memiliki catatan positif dalam pertemuan sebelumnya dan menjaga kondisi pemain setelah perjalanan panjang dari Korea Selatan. Kemenangan atas FC Seoul tentu memberikan energi positif, tetapi Persib tetap harus memulai pertandingan dari kondisi yang baru. Setiap pemain perlu kembali fokus karena lawan berikutnya memiliki karakter dan situasi pertandingan yang berbeda. Bagi Igor Tolic, pertandingan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mengukur efektivitas pengelolaan skuad ketika kalender kompetisi mulai semakin padat. Dengan kick-off dijadwalkan pada Minggu, 20 September 2026 pukul 19.00 WIB, Persib akan menjalani ujian berikutnya di Super League. Kali ini, bukan hanya kemampuan mencetak gol dan bertahan yang menjadi perhatian, tetapi juga bagaimana Maung Bandung menjaga performa ketika tubuh para pemain dituntut bekerja dalam jadwal yang sangat rapat.