persib
Danijel Loncar Gabung Persib, Kedalaman Lini Belakang Makin Kuat Hadapi Musim Padat
Persib mendapat tambahan amunisi di sektor pertahanan setelah Danijel Loncar bergabung dengan skuad Maung Bandung. Kehadiran bek tersebut dinilai dapat memperbesar pilihan pelatih Igor Tolic dalam menyusun komposisi pemain, terutama ketika Persib harus menghadapi jadwal pertandingan yang padat sepanjang musim. Persib tidak hanya akan menjalani persaingan di Super League. Maung Bandung juga diproyeksikan tampil di Asia Champions League Two (ACL 2) serta ASEAN Club Championship. Padatnya agenda tersebut membuat kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting agar performa tim tetap terjaga. Pengamat sepak bola sekaligus legenda Persib, Yudi Guntara, menilai rotasi pemain akan menjadi bagian penting dari strategi menghadapi banyaknya pertandingan. Menurutnya, pelatih membutuhkan sejumlah pemain yang memiliki kualitas relatif merata agar beban pertandingan tidak hanya bertumpu pada pemain tertentu. Danijel Loncar Tambah Opsi di Lini Belakang Kehadiran Danijel Loncar memberikan alternatif baru bagi Igor Tolic dalam mengatur pertahanan. Dengan kompetisi yang berlangsung dalam periode berdekatan, rotasi menjadi sulit dihindari, terutama untuk menjaga kondisi fisik pemain. Yudi menyebut Persib harus memiliki beberapa opsi di setiap posisi. Dengan demikian, ketika ada pemain yang mengalami kelelahan, cedera, atau harus memperkuat tim nasional, pelatih tetap mempunyai pengganti yang siap diturunkan. “Menurut saya untuk ukuran pertandingan perdana Persib di Piala Presiden dengan banyaknya pemain baru, penampilan Persib cukup menjanjikan. Yang paling terlihat adalah pemain sudah berusaha memahami filosofi permainan yang diinginkan pelatih,” kata Yudi saat dihubungi di Bandung, Senin, 10 Agustus 2026. Persib memang masih berada dalam tahap membangun komposisi tim. Sejumlah pemain baru membutuhkan waktu untuk memahami karakter permainan satu sama lain, sementara beberapa pemain lainnya belum dapat bergabung secara penuh karena menjalankan tugas bersama tim nasional. Kedalaman Skuad Jadi Kunci Persib Banyaknya kompetisi yang harus dijalani membuat kedalaman skuad tidak sekadar menjadi pelengkap. Persib membutuhkan pemain yang siap tampil dalam kondisi pertandingan berbeda dan mampu mempertahankan standar permainan meskipun terjadi perubahan komposisi. Saat ini, Persib juga disebut memiliki 12 pemain asing. Jumlah tersebut memberikan banyak pilihan bagi Tolic dalam menentukan susunan pemain, sekaligus memungkinkan penerapan rotasi sesuai kebutuhan pertandingan. Menurut Yudi, pelatih tentu sudah mempunyai gambaran mengenai pembagian peran pemain, seperti yang dilakukan Persib pada musim sebelumnya. Namun, kualitas setiap pemain tetap harus diuji melalui pertandingan kompetitif. Selain lini belakang, sektor penjaga gawang juga dinilai masih membutuhkan tambahan opsi. Persib saat ini memiliki Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana, tetapi menurut Yudi, keberadaan kiper tambahan akan membuat persaingan sekaligus kedalaman skuad semakin ideal. Performa di Piala Presiden Mulai Menjanjikan Meski proses pembentukan tim belum sepenuhnya selesai, penampilan Persib di Piala Presiden memberikan sejumlah sinyal positif. Chemistry antarpemain memang belum terbentuk secara sempurna, tetapi organisasi permainan dan semangat bertanding mulai menunjukkan perkembangan. Beberapa pemain baru juga memperlihatkan kualitas yang dapat menjadi modal penting bagi perjalanan Persib musim ini. Balsa Sekulic dinilai memiliki ketenangan serta visi bermain yang baik di lini tengah. Luka Menalo menawarkan kecepatan, mobilitas, dan keberanian dalam situasi satu lawan satu. Gabriel Mutombo memberikan kekuatan fisik serta agresivitas di sektor pertahanan. Gakuto Notsuda menunjukkan kemampuan membaca ruang dan membantu membangun serangan. Kehadiran pemain dengan karakter berbeda tersebut membuat Persib memiliki lebih banyak variasi dalam membangun permainan. Tantangannya kini adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat menyatu menjadi sistem yang konsisten. Koordinasi dan Transisi Masih Perlu Diperbaiki Di balik sejumlah perkembangan positif, Persib masih memiliki pekerjaan rumah. Yudi menyoroti koordinasi antarlini, terutama ketika tim kehilangan penguasaan bola dan harus segera beralih dari fase menyerang menuju bertahan. Situasi tersebut membutuhkan komunikasi yang semakin solid. Dalam pertandingan-pertandingan awal, sebagian pemain masih terlihat beradaptasi dengan rekan setim maupun pola permainan yang diterapkan pelatih. Selain aspek pertahanan, efektivitas di depan gawang juga menjadi perhatian. Peluang yang berhasil diciptakan harus diikuti penyelesaian akhir yang lebih efektif agar dominasi permainan dapat dikonversi menjadi gol. Bagi Persib, peningkatan tersebut tidak harus terjadi secara instan. Bertambahnya menit bermain bersama dapat membantu pemain memahami pergerakan rekan setim, memperbaiki koordinasi, sekaligus membangun chemistry. Tantangan Persib Tidak Hanya Soal Kualitas Pemain Dengan tambahan Danijel Loncar dan sejumlah pemain baru lainnya, Persib memiliki modal untuk membangun skuad yang lebih dalam. Namun, banyaknya pemain berkualitas tidak otomatis menjamin keberhasilan apabila tidak diikuti pengelolaan rotasi dan kebugaran yang tepat. Musim yang panjang menuntut Tolic mampu menentukan kapan pemain tertentu harus dimainkan, diistirahatkan, atau diberikan kesempatan tampil sebagai pemain pengganti. Strategi tersebut menjadi semakin penting ketika pertandingan domestik dan kompetisi antarklub berlangsung berdekatan. Yudi pun tetap optimistis terhadap perkembangan Maung Bandung. Menurutnya, kualitas pemain yang dimiliki Persib, ditambah dukungan Bobotoh, dapat menjadi modal untuk meningkatkan performa dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. “Secara keseluruhan, saya optimistis Persib semakin kuat seiring bertambahnya jam terbang bermain bersama. Dengan kualitas pemain yang dimiliki serta dukungan penuh Bobotoh, saya yakin performa tim akan terus meningkat dari pertandingan ke pertandingan,” tutur dia. Bergabungnya Danijel Loncar pada akhirnya bukan hanya menambah jumlah pemain di lini belakang. Kehadirannya dapat menjadi bagian dari upaya Persib membangun kedalaman skuad untuk menghadapi musim yang panjang dan penuh tantangan. Dengan rotasi yang tepat serta chemistry yang terus berkembang, Maung Bandung diharapkan mampu menjaga konsistensi ketika harus bersaing di berbagai kompetisi.
11 Pemain Persib Dipanggil Timnas Indonesia, Teja Paku Alam Ukir Sejarah Jelang ASEAN Championship 2026
Persib Bandung kembali menjadi penyumbang pemain terbanyak bagi Timnas Indonesia. Sebanyak 11 pemain Maung Bandung masuk dalam daftar panjang 50 nama yang dipersiapkan untuk menghadapi ASEAN Championship Hyundai Cup 2026. Dari seluruh pemain yang dipanggil, perhatian terbesar tertuju kepada Teja Paku Alam. Penjaga gawang berusia 32 tahun itu akhirnya mendapatkan kesempatan pertamanya masuk skuad senior Timnas Indonesia setelah beberapa musim menunjukkan performa konsisten bersama Persib. Teja Paku Alam Akhirnya Dipanggil Timnas Senior Pemanggilan Teja Paku Alam menjadi salah satu cerita menarik dalam daftar pemain Timnas Indonesia kali ini. Selama beberapa tahun terakhir, namanya kerap disebut sebagai salah satu kiper lokal dengan penampilan paling stabil di Liga Indonesia. Meski beberapa kali masuk radar tim nasional, kesempatan resmi untuk bergabung dengan skuad senior baru datang menjelang ASEAN Championship 2026. Kesempatan tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier sang penjaga gawang sekaligus bentuk apresiasi atas konsistensinya menjaga performa bersama Persib Bandung. Di pemusatan latihan nanti, Teja akan bersaing memperebutkan posisi utama bersama Cahya Supriadi, Nadeo Argawinata, dan Muhamad Riyandi. Persib Jadi Penyumbang Pemain Terbanyak Dominasi Persib dalam daftar sementara Timnas Indonesia kembali terlihat pada pemanggilan kali ini. Sebanyak 11 pemain Maung Bandung masuk dalam daftar panjang yang disiapkan pelatih John Herdman, yaitu: Teja Paku Alam Marc Klok Adam Alis Beckham Putra Kakang Rudianto Dion Markx Thom Haye Sandy Walsh Saddil Ramdani Eliano Reijnders Ragnar Oratmangoen Jumlah tersebut menjadikan Persib sebagai salah satu klub dengan kontribusi pemain terbanyak untuk skuad Garuda. Jadwal Persib Ikut Berubah Banyaknya pemain yang dipanggil ke tim nasional turut memengaruhi agenda pramusim Persib Bandung. Pelatih Igor Tolic memutuskan mengubah jadwal latihan perdana yang semula direncanakan berlangsung pada 7 Juli 2026. Sebagai gantinya, para pemain yang tidak mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia diberikan program latihan mandiri agar kondisi fisik tetap terjaga sebelum seluruh skuad kembali berkumpul. Keputusan tersebut diambil agar proses persiapan tim tetap berjalan meski sebagian besar pemain inti sedang menjalani agenda bersama tim nasional. Pemusatan Latihan Dilakukan Bertahap PSSI menerapkan sistem pemanggilan pemain secara bertahap menjelang ASEAN Championship Hyundai Cup 2026. Tahap pertama pemusatan latihan telah dimulai sejak 5 Juli 2026 dengan melibatkan 26 pemain. Selanjutnya, sejumlah pemain lain akan dipanggil pada tahap berikutnya hingga komposisi skuad semakin mendekati kebutuhan pelatih. Dari total 50 nama dalam daftar panjang, nantinya hanya sekitar 25 hingga 26 pemain yang akan dipilih untuk masuk skuad final Indonesia. Perpaduan Pemain Senior dan Talenta Muda Komposisi sementara Timnas Indonesia memperlihatkan perpaduan antara pemain berpengalaman dan generasi muda. Beberapa nama muda yang mendapat kesempatan antara lain: Arkhan Kaka Jens Raven Tim Geyspen Victor Dethan Kakang Rudianto Di sisi lain, pelatih John Herdman juga tetap mempertahankan sejumlah pemain senior yang telah memiliki pengalaman di level internasional. Selain itu, terdapat pula lima pemain yang berkarier di luar negeri atau pemain abroad, yaitu: Justin Hubner Mathew Baker Tim Geyspens Marselino Ferdinan Mitchell Baker Kombinasi tersebut diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda dalam menghadapi turnamen regional. Persib Hadapi Jadwal yang Sangat Padat Pemanggilan banyak pemain ke Timnas Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi Persib. Pasalnya, jadwal ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 berdekatan dengan sejumlah kompetisi penting yang juga harus diikuti Maung Bandung. Beberapa agenda besar yang menanti Persib meliputi: Piala Presiden 2026 pada 25 Juli hingga 6 Agustus. Play-off AFC Champions League 2 menghadapi Manila Digger FC pada 12 Agustus. Babak kualifikasi AFC Champions League 2 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 September. Padatnya kalender pertandingan membuat manajemen dan tim pelatih harus mengatur rotasi pemain secara cermat agar kondisi fisik tetap terjaga sepanjang musim. Erick Thohir Pastikan Jadwal Sudah Diperhitungkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa bentroknya jadwal antara ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 dan Piala Presiden bukanlah persoalan yang mengganggu persiapan Timnas Indonesia. Menurutnya, penyusunan kalender kompetisi telah melalui pembahasan bersama operator liga dan klub. "Jumlah pertandingan memang harus bertambah agar jam terbang meningkat, tetapi recovery pemain harus dijaga. Keseimbangan itu yang dihitung. Bagi klub yang mempersiapkan liga, ajang ini bisa menguji keseimbangan komposisi tim," ujar Erick Thohir. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aspek kebugaran pemain tetap menjadi perhatian utama di tengah padatnya kompetisi. Tantangan Besar Menanti Timnas Indonesia ASEAN Championship Hyundai Cup 2026 akan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 dengan diikuti 11 negara Asia Tenggara. Turnamen tersebut menjadi salah satu target penting bagi Timnas Indonesia untuk kembali bersaing memperebutkan gelar di tingkat regional. Dengan kombinasi pemain senior, talenta muda, dan pemain yang berkarier di luar negeri, skuad Garuda diharapkan mampu tampil kompetitif sejak fase awal turnamen. Persib Kembali Jadi Tulang Punggung Timnas Masuknya 11 pemain Persib ke Timnas Indonesia menjadi bukti bahwa kualitas skuad Maung Bandung terus mendapat pengakuan di level nasional. Di sisi lain, pemanggilan perdana Teja Paku Alam menjadi momen bersejarah dalam kariernya setelah penampilan konsisten selama beberapa musim terakhir. Meski kehilangan banyak pemain untuk sementara waktu, Persib tetap harus menjaga performa menghadapi jadwal kompetisi yang padat. Sementara itu, Timnas Indonesia akan memanfaatkan pemusatan latihan untuk menyusun skuad terbaik sebelum menentukan daftar final pemain yang akan berlaga di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026.
Pemain Kebanggan Persib Frans Putros Sekarang Berusaha Mengukir Sejarah di Panggung Dunia
Klub kebanggaan warga Bandung, Persib Bandung, kini memiliki alasan kuat untuk membusungkan dada. Setelah sukses mencatatkan tinta emas dengan meraih hattrick juara Super League, kini sorotan dunia tertuju pada salah satu punggawanya. Prestasi ini semakin lengkap dengan kehadiran Frans Dhia Jirjis Haddad, atau yang akrab disapa Frans Putros, sebagai wakil Maung Bandung di ajang sepak bola paling akbar, Piala Dunia 2026. Kehadiran Putros di skuad Tim Nasional Irak mencetak sejarah baru bagi Persib. Inilah momen perdana bagi klub berjuluk Pangeran Biru tersebut dalam mengirimkan pemainnya untuk berlaga di turnamen paling bergengsi sejagat raya. Profil Pemain: Frans Putros Nama Lengkap: Frans Dhia Jirjis Haddad (Frans Putros) Klub Saat Ini: Persib Bandung Negara: Irak Posisi: Bek/Gelandang Bertahan Pencapaian: Pemain pertama Persib yang tampil di putaran final Piala Dunia. Misi Besar Membawa Harapan 46 Juta Jiwa Bagi Putros, mengenakan seragam Irak di Piala Dunia bukan sekadar bermain sepak bola, melainkan sebuah impian yang menjadi kenyataan. Ia menyadari sepenuhnya tanggung jawab besar yang dipikul di pundaknya. "Ini adalah hal yang besar dan momen yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi keluarga saya, tetapi juga untuk 46 juta jiwa masyarakat Irak. Kami akhirnya mengulang sejarah setelah penantian 40 tahun sejak 1986. Momen ini tidak akan pernah saya lupakan," ungkap Putros dengan penuh haru. Jalan Terjal Menuju Panggung Utama Perjalanan Irak menuju Piala Dunia 2026 bukanlah jalan tol yang mulus. Skuad Lions of Mesopotamia harus melalui fase kualifikasi yang melelahkan hingga akhirnya memastikan diri sebagai tim ke-48 yang melengkapi daftar kontestan melalui kemenangan dramatis 2-1 atas Bolivia di babak play-off antar-konfederasi. Sebelumnya, kejutan besar sempat diciptakan oleh Putros dan kolega saat mereka berhasil menahan imbang raksasa sepak bola dunia, Spanyol, dengan skor 1-1 pada laga pemanasan. Hasil ini menjadi bukti bahwa Irak tidak bisa dipandang sebelah mata oleh tim-tim elit lainnya. Tantangan di Grup I: Menghadapi Tim-Tim Elit Meski banyak pihak melabeli Grup I sebagai "grup neraka" karena dihuni oleh Prancis, Senegal, dan Norwegia, Putros justru menyambut tantangan tersebut dengan optimisme tinggi. Baginya, berhadapan dengan pemain-pemain terbaik dunia adalah kehormatan tersendiri. Dukungan Bobotoh Mengalir Deras Menariknya, langkah Putros di Piala Dunia tidak sendirian. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan luar biasa dari para Bobotoh. Dukungan Moril: Media sosial Putros dibanjiri doa dari pendukung Persib agar Irak mampu melangkah jauh. Ikatan Emosional: Meskipun jarak geografis memisahkan, Putros mengakui bahwa dukungan dari basis suporter fanatik Persib memberikan energi positif tambahan bagi perjuangannya di lapangan hijau. Putros kini siap memberikan segalanya. Dengan tekad baja dan dukungan dari jutaan suporter di Bandung serta Irak, ia berharap bisa memberikan kejutan besar di hadapan Prancis, Senegal, dan Norwegia. Mari kita saksikan perjuangan sang jenderal Persib ini dalam mengharumkan nama klub di kancah dunia!
Bojan Hodak: Sang Arsitek yang Mengukir Dinasti di Tanah Pasundan
Sejarah baru kini resmi tertulis di buku besar Persib Bandung. Gelar hattrick juara berhasil disematkan ke dalam lemari trofi Maung Bandung berkat tangan dingin Bojan Hodak 23 Mei 2026 lalu. Jika menilik rekam jejaknya, konsistensi dalam mendulang poin—baik saat melakoni laga kandang yang riuh maupun tandang yang menantang—menjadi bukti sahih transformasi mentalitas tim di bawah komando pelatih asal Kroasia tersebut. Prestasi monumental ini bukan sekadar kebetulan. Pencapaian tiga gelar beruntun di bawah arahan Hodak menjadi standar baru yang sangat tinggi, sebuah tantangan berat bagi kontestan Liga 1 lainnya untuk mencoba menyamai atau bahkan melampauinya dalam beberapa tahun ke depan. Dari Krisis Menjadi Supremasi: Sentuhan Ajaib Sang Pelatih Perjalanan Hodak di Bandung dimulai dari situasi yang jauh dari ideal. Pada Liga 1 2023/2024, Persib sempat mengalami turbulensi hebat setelah ditinggalkan oleh Luis Milla Aspas yang harus pulang ke Spanyol karena urusan mendesak. Saat itu, kapal besar bernama Pangeran Biru sedang terombang-ambing di posisi ke-16, dengan hanya mengantongi hasil imbang dari tiga laga awal. Manajemen dengan sigap menunjuk Hodak sebagai nakhoda baru. Keputusan ini terbukti krusial. Beberapa poin penting yang mendefinisikan era Hodak di Persib antara lain: Adaptasi Kilat: Meski baru pertama kali memegang kemudi, Hodak mampu langsung membawa tim menjuarai Championship Series 2023/2024. Stabilitas Pertahanan: Di masa awal kariernya, Hodak berhasil meminimalisir kekalahan, mencatatkan diri sebagai tim yang paling sulit dikalahkan dengan hanya empat kekalahan. Optimalisasi Skuad: David Da Silva dan kolega mampu tampil stabil di papan atas berkat strategi yang matang dalam menggali potensi maksimal tiap individu. Kunci "Keberuntungan" di Balik Skuad yang Dinamis Menanggapi torehan fenomenal hattrick juara ini, Bojan Hodak tetap merendah. Baginya, keberuntungan memegang peran krusial. "Lihat, tiga musim berturut-turut, musim ini menjadi yang lebih sulit dari musim lalu karena kami cukup banyak mengubah pemain. Ada 25 pemain baru dan di dua musim sebelumnya, pada dasarnya kami memiliki tim yang sama," ujar Hodak pada Minggu, 24 Mei 2026. Integrasi 25 pemain baru ke dalam sistem yang sudah berjalan bukanlah perkara mudah bagi pelatih manapun. Namun, Hodak berhasil meramu komposisi tersebut menjadi kekuatan yang solid. Saat ini, sang arsitek memilih untuk memberikan waktu istirahat bagi dirinya dan seluruh pemain guna memulihkan fisik serta mental sebelum menyusun rencana besar untuk musim mendatang. Rekam Jejak Global: Kualitas yang Teruji Waktu Sebelum merajut kesuksesan bersama Persib, reputasi Hodak memang sudah dikenal luas di Asia Tenggara. Karier kepelatihannya bukan sekadar keberuntungan sesaat, melainkan akumulasi pengalaman di berbagai liga kompetitif: Dominasi di Vietnam: Pada tahun 2011, Hodak membuktikan kualitasnya dengan mengantarkan Phnom Penh Crown menjadi juara di musim debutnya. Petualangan di Malaysia: Hodak menghabiskan waktu yang cukup lama di Liga Malaysia, termasuk membawa Kuala Lumpur FC menembus final Piala Malaysia 2022. Pengalaman di Indonesia: Sebelum menjadi legenda baru di Bandung, Hodak sempat menjajal kerasnya kompetisi Liga 1 saat menangani PSM Makassar pada musim 2020.