perempuan penyandang disabilitas
Bra Inklusif REKAT Karya Mahasiswa UI, Inovasi yang Bantu Perempuan Disabilitas Lebih Mandiri
Berpakaian merupakan aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari. Namun, bagi sebagian perempuan penyandang disabilitas, lansia, maupun mereka yang memiliki keterbatasan motorik, mengenakan pakaian dalam bisa menjadi tantangan tersendiri. Berangkat dari kebutuhan tersebut, lima mahasiswa Program Studi Bisnis Kreatif Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) menghadirkan inovasi bernama REKAT, sebuah bra inklusif yang dirancang agar lebih mudah digunakan tanpa mengurangi kenyamanan maupun estetika. Inovasi ini menunjukkan bahwa desain produk tidak hanya berfokus pada tampilan, tetapi juga dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengusung konsep fesyen inklusif, REKAT diharapkan mampu membantu perempuan yang selama ini mengalami kesulitan saat berpakaian agar dapat melakukannya secara lebih mandiri dan percaya diri. REKAT Lahir dari Kepedulian terhadap Kebutuhan Pengguna Ide pengembangan REKAT bermula dari tugas mata kuliah Pengembangan Produk yang mengharuskan mahasiswa mencari persoalan nyata di masyarakat, kemudian merancang solusi yang dapat diterapkan. Lima mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini adalah Patricia Revi De Mila, Quency Nova Mardira, Aulia Attaya, Nayang Nurizah, dan Annas Tasya. Mereka terdorong menciptakan produk tersebut setelah melihat bahwa aktivitas mengenakan bra konvensional masih menjadi kendala bagi perempuan dengan keterbatasan fisik maupun motorik. Menurut tim pengembang, keterbatasan tersebut bukan hanya memengaruhi aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak terhadap rasa percaya diri dan kemandirian pengguna. Mengusung Desain yang Ramah Disabilitas Berbeda dengan bra pada umumnya, REKAT menggunakan pendekatan user-centered design atau desain yang berpusat pada kebutuhan pengguna. Produk ini hadir dalam bentuk wireless bra tanpa kawat yang dilengkapi front magnetic interlock, yaitu sistem pengunci magnet di bagian depan sehingga lebih mudah dikenakan maupun dilepas dibandingkan pengait konvensional di bagian belakang. Selain mengedepankan kemudahan penggunaan, tim juga memperhatikan kenyamanan material serta tampilan produk agar tetap menarik bagi penggunanya. Berangkat dari Pengalaman Nyata Inspirasi pengembangan REKAT tidak hanya berasal dari hasil penelitian, tetapi juga pengalaman pribadi salah satu anggota tim yang melihat langsung kesulitan anggota keluarganya saat menggunakan pakaian dalam. Pengalaman tersebut kemudian diperkuat melalui observasi, wawancara dengan calon pengguna, studi literatur, hingga proses uji coba desain selama beberapa bulan. Pendekatan tersebut membuat setiap detail produk disesuaikan dengan kebutuhan pengguna sesungguhnya, bukan sekadar berdasarkan asumsi perancang. Potensi Besar Fesyen Inklusif di Indonesia Kehadiran REKAT juga menyoroti masih besarnya kebutuhan terhadap produk fesyen yang inklusif di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, terdapat sekitar 22,97 juta penyandang disabilitas atau sekitar 8,5 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan produk yang mengedepankan aksesibilitas masih sangat besar, termasuk untuk pakaian sehari-hari seperti bra. Meski demikian, produk pakaian dalam yang benar-benar dirancang berdasarkan prinsip desain inklusif masih relatif terbatas di pasaran. Apa Saja Keunggulan Bra Inklusif REKAT? Beberapa fitur yang menjadi kelebihan REKAT antara lain: Menggunakan sistem pengunci magnet di bagian depan. Tidak memakai kawat sehingga lebih nyaman digunakan. Dirancang khusus untuk perempuan dengan keterbatasan motorik. Tetap memperhatikan aspek estetika dan penampilan. Membantu meningkatkan kemandirian pengguna saat berpakaian. Fitur-fitur tersebut membuat REKAT tidak hanya berfungsi sebagai pakaian dalam, tetapi juga sebagai produk yang mendukung aksesibilitas dalam kehidupan sehari-hari. Inovasi Sederhana yang Berdampak Besar Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Safrin Arifin, menilai REKAT merupakan contoh nyata bagaimana proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menghasilkan solusi yang memberikan manfaat sosial. Menurutnya, inovasi seperti ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memiliki potensi dikembangkan lebih luas. Pentingnya Desain Inklusif dalam Kehidupan Sehari-hari Konsep desain inklusif semakin mendapat perhatian di berbagai negara karena bertujuan menciptakan produk yang dapat digunakan oleh sebanyak mungkin orang tanpa diskriminasi. Penerapan prinsip tersebut tidak hanya relevan pada fasilitas umum atau teknologi, tetapi juga pada produk fesyen. Dengan memperhatikan kebutuhan pengguna sejak tahap perancangan, produk yang dihasilkan mampu memberikan pengalaman yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan kualitas hidup penggunanya. Inovasi seperti REKAT menjadi contoh bahwa solusi sederhana dapat memberikan dampak besar, terutama bagi kelompok yang selama ini belum banyak mendapatkan perhatian dari industri fesyen. REKAT Membuka Peluang Lahirnya Inovasi Serupa Kehadiran REKAT menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan teknologi yang rumit. Melalui pendekatan yang berangkat dari empati dan kebutuhan nyata pengguna, mahasiswa UI berhasil menghadirkan produk yang berpotensi meningkatkan kemandirian perempuan penyandang disabilitas maupun lansia. Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pengembangan produk fesyen inklusif di Indonesia. Selain menjawab kebutuhan masyarakat, desain yang ramah bagi semua kalangan juga menjadi langkah penting menuju lingkungan yang lebih setara dan mudah diakses oleh siapa pun.