pendengaran
Telinga Berdengung Terus? Jangan Diabaikan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pernah tiba-tiba mendengar suara denging, desisan, siulan, atau bunyi seperti berdengung padahal tidak ada sumber suara di sekitar? Jika pernah, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan tinnitus. Tinnitus merupakan persepsi terhadap suara yang sebenarnya tidak berasal dari sumber suara eksternal. Bunyi yang dirasakan setiap orang juga bisa berbeda, mulai dari denging dan desisan hingga siulan, deru, dengungan, atau bunyi berdenyut. Keluhan dapat muncul hanya sesekali, tetapi pada sebagian orang bisa berlangsung terus-menerus dan mengganggu konsentrasi maupun tidur. Telinga berdengung bukan selalu pertanda penyakit serius. Namun, keluhan yang menetap, semakin berat, atau muncul bersamaan dengan perubahan pendengaran sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan biasa. Apa Sebenarnya yang Terjadi Saat Telinga Berdengung? Berbeda dari suara yang berasal dari luar tubuh, tinnitus merupakan sensasi suara yang hanya didengar oleh orang yang mengalaminya. Dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan gangguan atau perubahan pada sistem pendengaran. Gangguan pendengaran merupakan salah satu kondisi yang paling kuat berkaitan dengan tinnitus. Paparan suara keras, proses penuaan, maupun kerusakan pada bagian tertentu dari telinga dapat memengaruhi sistem pendengaran dan kemudian memunculkan sensasi bunyi tersebut. Karena penyebabnya beragam, cara mengatasi telinga berdengung juga tidak bisa disamakan untuk semua orang. 5 Penyebab Telinga Berdengung yang Perlu Diketahui 1. Terlalu Sering Terpapar Suara Keras Kebiasaan mendengarkan musik menggunakan earphone dengan volume tinggi, menghadiri konser, bekerja di lingkungan bising, atau berada dekat sumber suara keras dapat meningkatkan risiko kerusakan pendengaran. Paparan suara tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras bunyinya. Intensitas, jarak dari sumber suara, dan lamanya paparan sama-sama berpengaruh. Suara yang sangat keras bahkan dapat menyebabkan kerusakan dalam waktu singkat, sedangkan paparan yang tidak terlalu keras tetapi berlangsung berulang dan lama juga dapat menimbulkan masalah. Tinnitus dapat menjadi salah satu tanda yang muncul setelah telinga menerima paparan suara berlebihan. Karena itu, jika telinga mulai berdengung setelah berada di tempat yang sangat bising, jangan langsung menganggapnya sebagai hal sepele. 2. Gangguan Pendengaran Tinnitus dan gangguan pendengaran sering kali berjalan beriringan. Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh usia, paparan suara keras, maupun berbagai kondisi lain pada telinga. Masalahnya, penurunan pendengaran tidak selalu langsung terasa jelas. Beberapa tanda yang mungkin muncul antara lain: Sering meminta orang lain mengulangi perkataan. Suara percakapan terasa kurang jelas. Volume televisi atau ponsel harus dinaikkan. Sulit memahami percakapan ketika berada di tempat ramai. Muncul denging atau bunyi lain di telinga. Jika tanda-tanda tersebut muncul bersamaan dengan tinnitus, pemeriksaan pendengaran dapat membantu mencari tahu apakah terdapat gangguan pada sistem pendengaran. 3. Kotoran Telinga atau Infeksi Penumpukan serumen atau kotoran telinga dapat menyumbat saluran telinga dan memicu tinnitus. Begitu pula infeksi atau cairan di telinga yang dapat mengubah kondisi pendengaran. Namun, kondisi seperti ini sebaiknya tidak langsung ditangani dengan memasukkan cotton bud atau benda lain ke dalam telinga. Penggunaan cotton bud secara sembarangan justru dapat mendorong kotoran semakin dalam atau menyebabkan cedera pada saluran telinga. Jika telinga terasa tersumbat dan disertai denging, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan lebih aman untuk mengetahui penyebabnya. 4. Efek Samping Obat Tertentu Tinnitus juga dapat berkaitan dengan penggunaan obat tertentu. NIDCD mencatat beberapa kelompok obat yang dapat berhubungan dengan tinnitus, terutama pada dosis tertentu, termasuk beberapa obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen, obat antibiotik tertentu, obat antikanker, antimalaria, serta beberapa antidepresan. Namun, bukan berarti seseorang harus langsung menghentikan obat yang sedang dikonsumsi ketika telinga berdengung. Jika keluhan muncul setelah memulai obat baru atau setelah perubahan dosis, konsultasikan dengan dokter atau apoteker. Jangan menghentikan obat resep secara sepihak tanpa mendapatkan arahan medis. 5. Cedera Kepala, Leher, atau Kondisi Tertentu Tinnitus juga dapat muncul setelah cedera kepala atau leher. Selain itu, beberapa kondisi seperti penyakit Ménière, gangguan sendi rahang, masalah pembuluh darah, serta sejumlah penyakit kronis juga dapat berkaitan dengan tinnitus. Pada kondisi tertentu, karakter suara juga dapat memberikan petunjuk. Misalnya, tinnitus yang terdengar seperti berdenyut mengikuti irama denyut jantung memiliki karakter berbeda dan dapat berkaitan dengan aliran darah di sekitar telinga. Tinnitus berdenyut sebaiknya dibicarakan dengan dokter, terutama jika muncul terus-menerus atau hanya terjadi pada satu sisi. Cara Mengatasi Telinga Berdengung Tidak Bisa Disamakan Karena tinnitus memiliki banyak kemungkinan penyebab, tidak ada satu cara yang otomatis cocok untuk semua orang. Jika penyebabnya adalah kotoran telinga atau kondisi tertentu yang dapat ditangani, mengatasi masalah dasarnya dapat membuat keluhan berkurang. Sementara itu, pada tinnitus yang berkaitan dengan gangguan pendengaran, dokter dapat mempertimbangkan pendekatan seperti alat bantu dengar atau terapi suara. Untuk sebagian orang, terapi perilaku seperti cognitive behavioral therapy (CBT) juga dapat membantu mengurangi dampak tinnitus terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk rasa terganggu atau stres akibat suara yang terus terdengar. Yang Bisa Dilakukan di Rumah Jika tinnitus sedang terasa mengganggu, beberapa langkah sederhana dapat dicoba: Kurangi paparan suara keras. Berikan waktu bagi telinga untuk beristirahat setelah berada di lingkungan bising. Gunakan pelindung pendengaran ketika harus berada di lingkungan dengan suara keras. Turunkan volume earphone atau headphone. Hindari mendengarkan musik dengan volume tinggi dalam waktu lama. Gunakan suara latar yang lembut ketika suasana terlalu sunyi, terutama saat ingin tidur. Suara kipas, musik lembut, atau suara alam dapat membantu membuat tinnitus terasa tidak terlalu menonjol pada sebagian orang. Jaga kualitas tidur dan kelola stres. Tinnitus yang mengganggu tidur dapat menciptakan siklus yang membuat keluhan terasa semakin berat. Namun, langkah-langkah tersebut lebih ditujukan untuk membantu mengurangi gangguan yang dirasakan, bukan menghilangkan semua penyebab tinnitus. Jangan Korek Telinga Sembarangan Ketika telinga berdengung sekaligus terasa penuh atau tersumbat, refleks yang sering muncul adalah mengambil cotton bud. Padahal, telinga sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan serumen. Memasukkan cotton bud terlalu dalam dapat membuat kotoran terdorong ke bagian dalam saluran telinga. Jika penyebab tinnitus memang berasal dari penumpukan serumen, dokter dapat memeriksa kondisi telinga dan menentukan metode pembersihan yang sesuai. Jadi, rasa gatal atau tersumbat bukan alasan untuk memasukkan benda apa pun jauh ke dalam saluran telinga. Kapan Telinga Berdengung Harus Diperiksa? Tinnitus yang hanya muncul sesaat setelah berada di lingkungan bising dapat membaik dengan sendirinya. Namun, pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan jika keluhan: Berlangsung terus-menerus atau semakin sering. Mengganggu tidur. Mengganggu konsentrasi atau aktivitas sehari-hari. Disertai penurunan pendengaran. Disertai pusing atau gangguan keseimbangan. Hanya terjadi pada satu telinga. Memiliki suara yang berdenyut mengikuti detak jantung. Muncul setelah cedera kepala atau telinga. Pemeriksaan dapat dimulai dari dokter, kemudian pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis THT atau audiolog untuk evaluasi pendengaran jika diperlukan. Pemeriksaan akan membantu menentukan apakah tinnitus berkaitan dengan serumen, gangguan pendengaran, infeksi, obat tertentu, atau penyebab lainnya. Telinga Berdengung Disertai Pendengaran Mendadak? Jangan Tunggu Ada satu kondisi yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Jika tinnitus muncul bersamaan dengan penurunan pendengaran yang terjadi secara tiba-tiba, terutama pada satu telinga, jangan menganggapnya sekadar telinga tersumbat karena kotoran atau efek setelah mendengarkan musik. Sudden sensorineural hearing loss atau gangguan pendengaran sensorineural mendadak merupakan kondisi yang dianggap sebagai keadaan medis darurat. NIDCD menyarankan pemeriksaan segera karena keterlambatan diagnosis dan terapi dapat menurunkan efektivitas penanganan. Kondisi tersebut dapat muncul bersama rasa penuh pada telinga, pusing, dan tinnitus. Karena itu, jika pendengaran tiba-tiba terasa jauh lebih berkurang dan telinga ikut berdengung, segera cari pertolongan medis. Cara Mencegah Telinga Berdengung Akibat Kebisingan Tidak semua penyebab tinnitus dapat dicegah. Namun, tinnitus yang berkaitan dengan paparan suara keras dapat diminimalkan risikonya dengan menjaga kebiasaan mendengarkan yang lebih aman. Beberapa langkah yang bisa diterapkan sehari-hari: Turunkan volume earphone atau headphone. Beri jeda setelah menggunakan perangkat audio dalam waktu lama. Jauhkan diri dari sumber suara yang sangat keras. Gunakan earplug atau earmuff ketika bekerja di lingkungan bising. Hindari berdiri terlalu dekat dengan speaker ketika berada di konser. Periksakan pendengaran jika mulai mengalami kesulitan mendengar. NIDCD menekankan prinsip sederhana dalam perlindungan pendengaran: hindari suara yang terlalu keras, terlalu dekat, atau terlalu lama. Paparan berulang pada suara sekitar 85 dBA atau lebih dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran. Jangan Asal Percaya Obat atau Suplemen Tinnitus Ketika telinga terus berdengung, seseorang mungkin tergoda membeli suplemen, vitamin, atau produk yang mengklaim dapat menyembuhkan tinnitus. Padahal, NIDCD menyebut belum ada obat yang secara khusus disetujui untuk mengobati tinnitus, dan berbagai vitamin, ekstrak herbal, maupun suplemen yang dipasarkan sebagai "obat tinnitus" belum terbukti efektif sebagai terapi kondisi tersebut. Karena penyebab tinnitus berbeda-beda, pendekatan yang lebih tepat adalah mencari tahu sumber keluhannya terlebih dahulu. Jika ditemukan kondisi yang mendasari, penanganannya dapat diarahkan pada penyebab tersebut. Telinga Berdengung Bukan Sekadar Gangguan Kecil Telinga berdengung bisa muncul setelah telinga terpapar suara keras, akibat gangguan pendengaran, penumpukan kotoran, infeksi, obat tertentu, hingga kondisi lain pada telinga dan tubuh. Karena penyebabnya beragam, penanganannya pun tidak bisa hanya mengandalkan satu metode. Jika keluhan hanya muncul sesekali, menjaga telinga dari paparan suara keras dan memberikan waktu istirahat dapat menjadi langkah awal. Namun, tinnitus yang menetap, semakin mengganggu, atau disertai perubahan pendengaran sebaiknya diperiksa. Yang paling penting, jangan abaikan tinnitus yang muncul bersama penurunan pendengaran secara mendadak. Kondisi tersebut membutuhkan penilaian medis segera karena penanganan yang lebih cepat dapat meningkatkan peluang pemulihan pendengaran. Menjaga volume perangkat audio, menggunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan bising, serta tidak memasukkan benda sembarangan ke saluran telinga merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan pendengaran dalam jangka panjang.