motor adventure
5 Motor Touring Favorit Rider Indonesia, Nyaman Dipakai Jauh dan Fitur Lengkap
Touring bagi sebagian rider bukan sekadar soal menempuh perjalanan dari satu kota ke kota lain. Ada sensasi tersendiri ketika mesin dinyalakan, perlengkapan berkendara sudah siap, lalu perjalanan dimulai menuju rute yang belum tentu pernah dilewati sebelumnya. Namun, perjalanan panjang juga membutuhkan kendaraan yang mampu menjaga kenyamanan rider selama berjam-jam. Karena itu, memilih motor touring tidak cukup hanya melihat kapasitas mesin atau desain yang terlihat gagah. Posisi berkendara, karakter mesin, suspensi, sistem pengereman, perlindungan dari terpaan angin, kapasitas penyimpanan, hingga fitur pendukung menjadi sejumlah faktor yang patut diperhatikan. Motor dengan mesin besar belum tentu menjadi pilihan paling nyaman jika ergonominya tidak sesuai dengan postur pengendara. Pasar sepeda motor Indonesia sendiri masih sangat besar. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit, meningkat 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah besarnya pasar tersebut, pilihan motor yang dapat digunakan untuk perjalanan jauh pun semakin beragam. Mulai dari skutik 150 cc, maxi scooter 250 cc, motor adventure, hingga naked bike bermesin dua silinder. Apa yang Membuat Motor Cocok untuk Touring? Tidak ada satu motor yang otomatis menjadi pilihan terbaik bagi semua rider. Karakter perjalanan melalui Pantura tentu berbeda dengan touring melewati jalur pegunungan atau jalan yang minim fasilitas. Sebelum menentukan pilihan, beberapa aspek berikut sebaiknya diperhatikan: Ergonomi: posisi jok, setang, dan pijakan kaki harus sesuai dengan postur tubuh. Mesin: tenaga dan torsi idealnya mudah dikendalikan dalam berbagai kondisi. Suspensi: kemampuan meredam jalan bergelombang sangat menentukan kenyamanan. Rem dan fitur keselamatan: ABS serta traction control menjadi nilai tambah. Perlindungan angin: windshield atau fairing dapat mengurangi terpaan angin saat perjalanan jauh. Praktikalitas: kapasitas bagasi, tangki bahan bakar, soket pengisian daya, dan navigasi bisa membuat touring lebih praktis. Servis dan suku cadang: ketersediaan bengkel serta komponen di berbagai daerah penting ketika melakukan perjalanan lintas kota. Jadi, motor touring terbaik bukan selalu yang memiliki mesin paling besar. Motor yang tepat justru merupakan kendaraan yang paling sesuai dengan rute, postur, pengalaman, dan kebutuhan masing-masing rider. 5 Motor Touring Favorit yang Layak Dipertimbangkan 1. Yamaha NMAX "TURBO", Skutik Praktis untuk Touring Aspal Bagi rider yang lebih sering melakukan perjalanan di jalan beraspal dan menginginkan kenyamanan khas skutik, Yamaha NMAX "TURBO" bisa menjadi salah satu pilihan menarik. Motor ini menggunakan mesin 155 cc Blue Core VVA yang dipadukan dengan teknologi YECVT. Yamaha mencatat tenaga maksimum mencapai 11,3 kW pada 8.000 rpm dengan torsi maksimum 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Varian "TURBO" juga menyediakan T Mode dan S Mode. Mode S dapat digunakan ketika rider membutuhkan respons akselerasi yang lebih kuat, termasuk saat melakukan perjalanan ke luar kota. Untuk menunjang touring, sejumlah fitur turut tersedia, seperti Dual Channel ABS, Traction Control System, Y-Shift, serta TFT infotainment yang pada varian tertentu dapat terhubung dengan navigasi Garmin Street Cross. Platform NMAX juga telah digunakan Yamaha dalam NMAX Tour Boemi Nusantara yang menempuh sekitar 5.500 kilometer dan melintasi enam pulau besar Indonesia pada 2024. Cocok untuk: rider yang mengutamakan kenyamanan, kepraktisan, teknologi, dan touring yang mayoritas berlangsung di jalan aspal. 2. Yamaha XMAX 250, Pilihan untuk Rider yang Mengejar Kenyamanan Jika perjalanan lintas kota menjadi bagian dari gaya hidup, Yamaha XMAX 250 menawarkan dimensi dan kapasitas yang lebih besar. Skutik ini dibekali mesin 249,8 cc dengan tenaga maksimum 16,8 kW dan torsi 24,3 Nm. Kapasitas tangkinya mencapai 13 liter, sedangkan bagasi berkapasitas 44,9 liter. Kombinasi tersebut memberikan keuntungan bagi rider yang membawa perlengkapan lebih banyak ketika touring. Kenyamanan juga menjadi salah satu karakter utama XMAX. Ruang kaki yang luas, dua posisi pijakan, windshield elektrik, serta desain jok mendukung kebutuhan perjalanan jarak jauh. Fitur lain yang tersedia meliputi ABS, Traction Control System, Garmin Street Cross, Yamaha Motorcycle Connect, dan electric power socket. Namun, bobot motor yang mencapai 184 kg dalam kondisi isi perlu menjadi pertimbangan. Rider harus memastikan dirinya nyaman ketika harus bermanuver di ruang sempit atau menopang motor saat berhenti. Cocok untuk: rider yang menginginkan maxi scooter premium untuk perjalanan lintas kota dengan prioritas kenyamanan dan kelengkapan fitur. 3. Royal Enfield Himalayan 450, Teman Touring Saat Aspal Berakhir Touring tidak selalu berarti melaju di atas aspal mulus. Beberapa rute justru membawa rider melewati jalan berbatu, tanah, tanjakan, hingga jalur dengan kondisi permukaan yang tidak menentu. Untuk kebutuhan tersebut, Royal Enfield Himalayan 450 menawarkan karakter adventure yang berbeda. Motor ini menggunakan mesin Sherpa 452 cc serta kombinasi roda depan 21 inci dan belakang 17 inci. Suspensi depan Showa USD dan ground clearance yang tinggi mendukung kemampuannya menghadapi medan yang lebih beragam. Sistem ride-by-wire juga menghadirkan empat mode berkendara. Sementara itu, tangki bahan bakar berkapasitas 17 liter menjadi keuntungan bagi rider yang ingin menjangkau jarak lebih jauh sebelum kembali mencari SPBU. Himalayan 450 juga dilengkapi ABS yang dapat dinonaktifkan sesuai kebutuhan ketika melewati permukaan tertentu. Dari sisi ergonomi, tersedia jok dua bagian yang dapat disesuaikan, termasuk pilihan jok rendah untuk membantu rider mendapatkan posisi pijakan yang lebih aman. Cocok untuk: rider yang ingin menggabungkan touring jarak jauh dengan kemampuan adventure ketika harus melewati jalan nonaspal. 4. Yamaha MT-25, Buat Rider yang Suka Sensasi Motor Manual Bagi sebagian pengendara, kesenangan touring justru terletak pada interaksi langsung dengan motor. Memindahkan gigi, mengatur putaran mesin, hingga merasakan respons motor ketika memasuki tikungan menjadi bagian dari pengalaman berkendara. Yamaha MT-25 menawarkan karakter tersebut melalui mesin dua silinder 249,55 cc dengan transmisi manual enam percepatan. Model 2026 dilengkapi ABS, suspensi depan upside-down, ban tubeless berukuran lebar, electric power outlet, serta konektivitas Y-Connect. Kapasitas tangkinya mencapai 14 liter dengan tinggi jok 780 mm. Sebagai naked bike, MT-25 menawarkan karakter handling yang lebih aktif. Namun, perlindungan terhadap terpaan angin tentu tidak sebesar skutik atau motor adventure yang menggunakan windshield. Karena itu, penggunaan riding gear yang tepat menjadi semakin penting ketika motor digunakan untuk perjalanan panjang. Cocok untuk: rider yang menyukai motor manual, handling lincah, dan sensasi berkendara yang lebih aktif di jalan aspal. 5. Yamaha AEROX ALPHA "TURBO", Touring Ringan dengan Gaya Sporty Touring tidak selalu membutuhkan motor berukuran besar. Bagi rider yang menginginkan tampilan sporty sekaligus tetap praktis, Yamaha AEROX ALPHA "TURBO" dapat menjadi alternatif. Motor ini menggunakan mesin 155,09 cc Blue Core VVA dengan teknologi YECVT pada varian "TURBO". S Mode tersedia bagi pengendara yang membutuhkan respons akselerasi lebih ketika melakukan perjalanan luar kota. Sejumlah fitur pada varian tertentu meliputi TFT infotainment display, Google Maps turn-by-turn navigation, Traction Control System, ABS, Y-Connect, USB Type A, serta rear suspension dengan sub-tank. Dengan kapasitas tangki 5,5 liter, AEROX ALPHA lebih cocok digunakan untuk touring ringan atau perjalanan antarkota dengan akses SPBU yang relatif mudah. Cocok untuk: rider muda yang menginginkan kombinasi desain sporty, teknologi modern, dan kemampuan perjalanan luar kota tanpa harus membawa motor berdimensi besar. Cara Memilih Motor Touring agar Tidak Cepat Pegal Motor yang terlihat nyaman ketika dicoba selama beberapa menit belum tentu terasa sama setelah digunakan berkendara selama tiga atau empat jam. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum membeli. 1. Sesuaikan dengan Postur Tubuh Jangan hanya terpikat desain motor. Cobalah duduk langsung di atas kendaraan dan perhatikan posisi kaki, lutut, tangan, serta jarak tubuh dengan setang. Motor yang terlalu tinggi atau posisi berkendaranya tidak sesuai dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. 2. Perhatikan Ergonomi Posisi berkendara menjadi salah satu faktor paling penting dalam touring. Pastikan posisi punggung, tangan, kaki, dan pinggul tidak memberikan tekanan berlebihan. Jika memungkinkan, lakukan simulasi posisi berkendara selama beberapa menit sebelum menentukan pilihan. 3. Pertimbangkan Perlindungan Angin Terpaan angin yang terus-menerus selama perjalanan panjang dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Windshield atau fairing yang sesuai dapat membantu mengurangi tekanan angin, terutama ketika motor digunakan dalam kecepatan tinggi. 4. Utamakan Fitur Keselamatan ABS bukan jaminan motor terbebas dari kecelakaan. Namun, sistem ini dapat membantu mencegah roda terkunci ketika pengereman keras pada kondisi tertentu. Traction Control System juga dapat menjadi perangkat bantu ketika akselerasi dilakukan pada permukaan dengan tingkat grip yang terbatas. 5. Jangan Lupakan Jaringan Servis Faktor ini sering kali tidak menjadi pertimbangan utama ketika membeli motor. Padahal, jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang sangat penting bagi rider yang gemar touring lintas daerah. Motor yang mudah mendapatkan layanan servis di berbagai kota tentu memberikan rasa aman lebih ketika terjadi masalah selama perjalanan. 6. Jangan Terjebak Kapasitas Mesin Mesin besar memang menawarkan tenaga lebih besar, tetapi bukan berarti selalu lebih nyaman untuk touring. Motor 150–160 cc dapat menjadi pilihan masuk akal untuk perjalanan santai. Sebaliknya, motor berkapasitas lebih besar juga belum tentu ideal jika bobot atau ergonominya tidak sesuai dengan tubuh dan kemampuan rider. Pilih Motor Berdasarkan Gaya Touring Pada akhirnya, memilih motor touring tidak cukup hanya dengan melihat angka kapasitas mesin. Kenyamanan ergonomi, karakter tenaga, suspensi, pengereman, perlindungan angin, kapasitas penyimpanan, fitur konektivitas, hingga kemudahan perawatan sama-sama menentukan kualitas perjalanan. Untuk touring aspal yang mengutamakan kepraktisan, Yamaha NMAX "TURBO" bisa menjadi pilihan. Jika kenyamanan dan ruang penyimpanan menjadi prioritas, Yamaha XMAX 250 menawarkan paket yang lebih besar. Sementara itu, Royal Enfield Himalayan 450 lebih cocok bagi rider yang ingin mengeksplorasi jalur dengan karakter adventure. Bagi penggemar motor manual, Yamaha MT-25 menawarkan pengalaman berkendara yang lebih aktif. Sedangkan Yamaha AEROX ALPHA "TURBO" dapat menjadi pilihan bagi rider yang ingin touring ringan dengan gaya sporty. Apa pun motor yang dipilih, kondisi kendaraan dan kesiapan rider tetap menjadi faktor utama. Sebab, touring yang menyenangkan bukan hanya tentang seberapa jauh motor mampu melaju, tetapi juga seberapa nyaman pengendara bisa menikmati perjalanan hingga kembali ke rumah.