kuliner
5 Kuliner Legendaris Dekat Malioboro dan Tugu Jogja, Ada yang Rela Antre Sejak Pagi
Berkunjung ke Yogyakarta rasanya belum lengkap jika belum mencicipi kuliner khasnya. Setelah menyusuri Malioboro atau berfoto di sekitar Tugu Jogja, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan berburu makanan yang telah lama menjadi favorit warga lokal maupun pendatang. Pilihan kuliner dekat Malioboro pun cukup beragam. Tidak hanya gudeg, wisatawan dapat menemukan nasi kuning untuk sarapan, jajanan khas, hidangan kekinian, hingga mi yang cocok disantap setelah seharian berjalan kaki. Menariknya, sejumlah tempat makan tersebut berada di kawasan pusat Kota Yogyakarta sehingga relatif mudah dimasukkan ke dalam itinerary liburan. 1. Gudeg Mbok Lindu, Sarapan Legendaris Dekat Malioboro Bagi wisatawan yang ingin memulai hari dengan makanan khas Yogyakarta, Gudeg Mbok Lindu bisa menjadi salah satu pilihan. Warung yang berada di Jalan Sosrowijayan ini dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris yang telah lama menjadi tujuan pencinta gudeg. Sajian utamanya berupa gudeg dengan nangka muda, nasi, serta berbagai lauk pendamping. Lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan Malioboro membuat tempat ini cocok dikunjungi sebelum melanjutkan perjalanan keliling Kota Yogyakarta. Alamat: Jl. Sosrowijayan No. 41-43, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Kenapa Menarik? Gudeg Mbok Lindu dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana kuliner tradisional sebelum kawasan Malioboro semakin ramai. Waktu pagi juga memberikan pengalaman berbeda karena aktivitas warga mulai terlihat di sekitar pusat kota. 2. Nasi Kuning Munacung, Kuliner Pagi yang Diburu Pilihan berikutnya adalah Nasi Kuning Munacung yang berada di kawasan Jalan Beskalan, dekat Pasar Pathuk. Menu nasi kuning dengan cita rasa rempah menjadi daya tarik utamanya. Hidangan tersebut dapat disantap bersama berbagai pilihan lauk sehingga cukup mengenyangkan untuk menjadi bekal energi sebelum berjalan-jalan. Popularitasnya membuat pagi hari menjadi waktu yang cukup ramai. Karena itu, wisatawan yang ingin mencicipinya dapat mempertimbangkan datang lebih awal. Lokasi: kawasan Jalan Beskalan, dekat Pasar Pathuk, Yogyakarta. Bagi wisatawan yang menginap di sekitar Malioboro atau Tugu Jogja, tempat ini juga dapat dimasukkan sebagai salah satu tujuan sarapan sebelum memulai agenda wisata. 3. CIKSTIK, Pilihan Kekinian Dekat Tugu Jogja Tidak semua rekomendasi kuliner Malioboro dan Tugu Jogja harus berupa makanan tradisional. Bagi yang ingin mencoba hidangan dengan konsep lebih modern, CIKSTIK dapat menjadi alternatif. Restoran ini menawarkan menu berbahan dasar ayam, termasuk chicken steak dengan beberapa pilihan sajian. Lokasinya berada di kawasan Kotabaru dan relatif dekat dari Tugu Jogja. Dengan begitu, CIKSTIK bisa menjadi pilihan ketika wisatawan ingin mencari makanan berbeda setelah menikmati kuliner tradisional. Tempat ini juga cocok bagi wisatawan yang bepergian bersama teman atau keluarga dengan selera makanan yang beragam. 4. Lumpia Samijaya, Jajanan Legendaris di Kawasan Malioboro Berjalan-jalan di Malioboro tentu belum lengkap tanpa mencicipi jajanan yang bisa dinikmati sambil berjalan. Lumpia Samijaya menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dimasukkan ke dalam daftar. Lumpia ini telah lama dikenal sebagai jajanan yang diburu wisatawan ketika berada di kawasan Malioboro. Isian gurih dan tekstur lumpia yang nikmat membuatnya cocok disantap sebagai camilan. Salah satu kelebihannya adalah lokasinya yang berada di kawasan wisata yang ramai. Wisatawan tidak perlu menyediakan waktu khusus untuk makan berat karena lumpia dapat dinikmati sebagai teman berjalan-jalan. Cocok untuk Kulineran Santai Jika agenda utama adalah menyusuri Malioboro, Lumpia Samijaya dapat menjadi persinggahan singkat di sela-sela perjalanan. Menikmati jajanan hangat sambil merasakan suasana Malioboro juga menjadi bagian dari pengalaman wisata di pusat Kota Yogyakarta. 5. Yammie Pathuk, Mi Gurih untuk Mengisi Tenaga Setelah berjalan cukup jauh mengelilingi pusat kota, semangkuk mi bisa menjadi pilihan untuk mengembalikan energi. Salah satu tempat yang dapat dipertimbangkan adalah Yammie Pathuk. Tempat makan ini dikenal dengan sajian mi pipih khas Jawa yang disajikan bersama kuah gurih ringan dan berbagai pilihan pangsit. Beberapa menu yang dapat menjadi pilihan antara lain: Yamin. Pangsit rebus. Pangsit goreng. Mi dengan kuah gurih. Yammie Pathuk cocok dikunjungi setelah wisatawan puas berkeliling Malioboro atau ketika ingin melanjutkan perjalanan menuju kawasan lain di pusat Kota Yogyakarta. Pilihan Kuliner Sesuai Waktu Berkunjung Lima rekomendasi tersebut memiliki karakter berbeda sehingga bisa disesuaikan dengan jadwal perjalanan. Kuliner Cocok untuk Waktu yang disarankan Gudeg Mbok Lindu Sarapan khas Jogja Pagi Nasi Kuning Munacung Sarapan mengenyangkan Pagi CIKSTIK Makan dengan menu kekinian Siang/sore Lumpia Samijaya Jajanan dan camilan Siang/sore Yammie Pathuk Mi dan makan setelah jalan-jalan Siang/malam Dengan mengatur waktu secara tepat, wisatawan bahkan bisa memasukkan beberapa tempat dalam satu rute kuliner tanpa harus berulang kali berpindah kawasan. Tips Berburu Kuliner Dekat Malioboro dan Tugu Jogja Sebelum berangkat, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar agenda wisata kuliner berjalan lebih nyaman: Datang lebih awal untuk kuliner yang populer pada pagi hari. Cek jam operasional terbaru, terutama jika berkunjung pada hari libur. Siapkan uang tunai sebagai alternatif metode pembayaran. Perhatikan jarak antarlokasi agar waktu tidak habis di perjalanan. Jika membawa keluarga, pertimbangkan porsi dan jenis makanan yang sesuai selera semua anggota. Selain itu, wisatawan sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah tempat makan yang dikunjungi. Menikmati satu hidangan dengan santai sambil merasakan atmosfer kawasan sekitar juga merupakan bagian dari pengalaman wisata kuliner Yogyakarta. Malioboro dan Tugu Jogja Bukan Sekadar Tempat Jalan-Jalan Kawasan Malioboro dan Tugu Jogja menawarkan lebih dari sekadar pusat belanja dan spot foto. Di sekitarnya terdapat berbagai pilihan kuliner yang memperlihatkan beragam karakter makanan Yogyakarta. Mulai dari gudeg dan nasi kuning yang cocok untuk sarapan, lumpia sebagai camilan, hingga mi dan chicken steak untuk pilihan yang lebih modern, semuanya bisa menjadi bagian dari perjalanan. Jadi, jika Anda sedang merencanakan liburan ke Yogyakarta, jangan lupa menyisihkan waktu untuk mencicipi Gudeg Mbok Lindu, Nasi Kuning Munacung, CIKSTIK, Lumpia Samijaya, dan Yammie Pathuk. Siapa tahu, salah satunya justru menjadi kuliner favorit baru selama berada di Kota Gudeg.
10 Kuliner Bandung untuk Libur Panjang 15–17 Agustus 2026, dari Legendaris hingga Viral
Libur panjang 15–17 Agustus 2026 bisa menjadi momentum yang tepat untuk menjelajahi Bandung. Selain dikenal dengan udara yang relatif sejuk dan beragam destinasi wisata, Kota Bandung juga memiliki pilihan kuliner yang seolah tidak pernah habis untuk dieksplorasi. Letaknya yang mudah dijangkau dari Jakarta dan sejumlah kota di Jawa Barat membuat Bandung kerap menjadi pilihan untuk menghabiskan akhir pekan sekaligus momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Wisatawan dapat menuju Bandung menggunakan kereta cepat Whoosh, kereta api reguler, travel, maupun kendaraan pribadi melalui jalan tol. Bagi wisatawan yang menjadikan makanan sebagai bagian penting dari perjalanan, berburu kuliner Bandung bisa menjadi agenda tersendiri. Pilihannya pun cukup beragam, mulai dari pasar tradisional, makanan Sunda, hidangan bergaya Asia, burger, bakery, hingga kuliner legendaris yang telah bertahan selama puluhan tahun. Berikut 10 tempat kuliner Bandung yang dapat dimasukkan ke dalam itinerary selama libur panjang 15–17 Agustus 2026. 1. Pasar Cihapit, Jelajah Kuliner dalam Satu Kawasan Pasar Cihapit dapat menjadi titik awal bagi wisatawan yang ingin menikmati beragam pilihan makanan dalam satu kawasan. Pasar yang berada di kawasan Bandung Wetan ini menawarkan suasana kuliner yang berbeda karena berbagai makanan dapat ditemukan di sekitar area pasar. Beberapa pilihan yang dapat dicoba antara lain jajanan manis di Cerita Manis, Batagor Kahuripan, hingga Warung Nasi Bu Eha yang dikenal dengan menu makanan rumahan. Lokasinya berada di Jl. Cihapit Jl. Sabang No. 32, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Selain berburu makanan, kawasan ini juga menarik untuk dijelajahi secara santai karena pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan kuliner dalam satu perjalanan. 2. BMB Canteen, Sajian Daging dan Sandwich Pencinta hidangan berbahan daging dan sandwich dapat memasukkan BMB Canteen ke dalam daftar kunjungan. Salah satu menu yang menjadi daya tariknya adalah corned beef sourdough. Tidak hanya itu, tersedia pula Swedish meatballs, pasta, gnocchi, sandwich, dessert, dan kopi. Konsep interiornya mengusung gaya kanteen industrial bernuansa Inggris sehingga memberikan pengalaman makan yang berbeda. BMB Canteen menerapkan konsep dine-in dan tidak menggunakan sistem reservasi. Pengunjung dilayani berdasarkan waktu kedatangan. BMB Canteen berlokasi di Jl. Sirnagalih No. 1, Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. 3. BMB Burger, Burger dengan Sentuhan Berbeda Masih dari keluarga BBQ Mountain Boys, BMB Burger menawarkan pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati burger dengan karakter berbeda. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah Cabin Style Burger. Patty yang juicy dipadukan dengan nanas sehingga menghasilkan kombinasi rasa gurih, manis, dan segar. Pilihan lainnya meliputi burger klasik hingga makanan pendamping seperti kentang dan chicken wings. BMB Burger berada di kawasan The Tripark, Jl. Paskal Hyper Square No. 25–27, Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, tidak jauh dari kawasan pusat kota. 4. Ayam Wangi Seruni, Menu Rumahan yang Menggugah Selera Bagi wisatawan yang menyukai makanan sederhana dengan cita rasa rumahan, Ayam Wangi Seruni dapat menjadi pilihan. Sesuai namanya, olahan ayam menjadi salah satu menu yang ditonjolkan. Ayam goreng serundeng menjadi salah satu sajian yang dapat dicoba karena menawarkan cita rasa gurih dan kaya rempah. Selain menu ayam, tersedia pula berbagai masakan rumahan seperti osengan dan jajanan khas Bandung, termasuk cuanki. Ayam Wangi Seruni berada di Jl. Cimanuk No. 42, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. 5. Rumah Sejoli, Sarapan dengan Nuansa Kopitiam Ingin memulai perjalanan kuliner sejak pagi? Rumah Sejoli dapat dimasukkan ke dalam agenda sarapan. Tempat makan ini mengusung konsep yang terinspirasi dari kopitiam Melayu dan kuliner Singapura. Interior bergaya vintage dengan suasana homey membuat Rumah Sejoli cocok untuk menikmati makanan sekaligus bersantai. Menu yang tersedia cukup beragam, di antaranya: nasi lemak; char kway teow; mi kari; kaya toast; cakue; kue bantal; pisang goreng wijen. Rumah Sejoli berlokasi di Jl. Purnawarman No. 46, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. 6. Kame Bakehouse, Tempat Nongkrong dengan Menu Beragam Bagi wisatawan yang ingin mencari tempat untuk nongkrong sekaligus menikmati makanan beragam, Kame Bakehouse dapat menjadi alternatif. Pilihan menunya cukup luas, mulai dari nikudon yang populer, sandwich, salad, pasta, donburi, mentaiko, ramen, udon, hingga dessert. Kame Bakehouse berada di Setrasari Mall, B3 No. 88, Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Ragam pilihan tersebut membuat tempat ini cukup fleksibel untuk dikunjungi bersama teman maupun keluarga dengan selera makanan yang berbeda-beda. 7. Batagor Iyan, Kuliner Legendaris Sejak 1983 Berburu kuliner Bandung rasanya belum lengkap tanpa mencicipi batagor. Salah satu pilihan yang dapat dimasukkan dalam itinerary adalah Batagor Iyan di kawasan Leuwi Panjang. Batagor Iyan telah berdiri sejak 1983 dan menawarkan dua pilihan utama, yaitu siomay dan tahu. Dalam informasi yang tercantum pada artikel sumber, harga satu potong batagor disebut sekitar Rp5.000. Lokasinya juga relatif strategis karena berada tidak jauh dari kawasan Terminal Leuwi Panjang. Alamatnya berada di Jl. Leuwi Panjang, Gg. Kebon Kalapa, Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Bagi pencinta kuliner legendaris, tempat seperti ini menarik karena perjalanan mencicipi makanan sekaligus dapat menjadi cara untuk mengenal sejarah kuliner Bandung. 8. Drunk Baker, Berburu Roti dan Pastry Tidak semua wisata kuliner harus berupa makanan berat. Drunk Baker dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sajian roti dan pastry. Bakery ini memiliki salah satu produk yang menjadi ciri khas, yakni Hokkaido creamy bread dengan tekstur lembut dan empuk serta isian atau sajian susu yang melimpah. Konsep Japanese bakery yang diusungnya memberikan pilihan berbeda di tengah banyaknya destinasi kuliner Bandung. Drunk Baker berlokasi di Jl. Bahureksa No. 24, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. 9. Warung Ibu Imas, Pilihan Kuliner Sunda yang Legendaris Wisatawan yang ingin mencicipi masakan khas Sunda dapat mengunjungi Warung Ibu Imas. Tempat makan ini telah dikenal sejak era 1980-an dan menawarkan berbagai menu yang lekat dengan cita rasa Sunda. Pilihan makanannya antara lain ayam bakar, gepuk, paru, pepes, sayur asem, serta aneka lalapan. Namun, beberapa sajian yang paling identik dengan Warung Ibu Imas adalah karedok leunca, sambal dadak, selada air, dan jukut goreng. Kombinasi lauk, nasi, lalapan, dan sambal membuat pengalaman makan di tempat ini terasa sederhana tetapi khas. Warung Ibu Imas berada di Jl. Balonggede No. 69/48/93, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung. 10. Bolu Tjilaki, Kuliner untuk Oleh-Oleh Setelah puas mencicipi berbagai makanan di Bandung, jangan lupa menyiapkan buah tangan. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Bolu Tjilaki yang dikenal dengan produk bolu pisangnya. Selain produknya, bangunan toko Bolu Tjilaki juga memiliki nuansa vintage yang menjadi daya tarik tersendiri. Tempat ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin membeli kue sekaligus menikmati suasana kafe. Bolu Tjilaki berlokasi di Cilaki St No. 9, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung. Tips Menyusun Rute Wisata Kuliner Saat Libur Panjang Dengan banyaknya pilihan kuliner Bandung, wisatawan sebaiknya tidak memasukkan seluruh tempat dalam satu rute tanpa mempertimbangkan jarak. Pengelompokan berdasarkan kawasan dapat membuat perjalanan lebih efisien. Misalnya, beberapa destinasi di kawasan Bandung Wetan seperti Pasar Cihapit, Ayam Wangi Seruni, Rumah Sejoli, Drunk Baker, dan Bolu Tjilaki dapat dimasukkan ke dalam agenda yang berdekatan. Sementara itu, destinasi di kawasan Sukajadi, Andir, atau Bojongloa Kidul dapat ditempatkan pada waktu berbeda. Beberapa hal yang juga perlu diperhatikan selama libur panjang 15–17 Agustus 2026 antara lain: Susun itinerary sejak awal agar waktu perjalanan lebih terkontrol. Perhatikan jam operasional masing-masing tempat sebelum berangkat. Siapkan alternatif kuliner jika tempat tujuan sedang penuh. Hindari terlalu banyak destinasi dalam satu hari agar perjalanan tidak terasa terburu-buru. Pertimbangkan kondisi lalu lintas, terutama di jalur menuju Bandung dan kawasan pusat kota. Saatnya Berburu Kuliner Bandung Libur panjang 15–17 Agustus 2026 dapat menjadi kesempatan untuk menikmati Bandung dari sisi yang berbeda. Tidak hanya mendatangi tempat wisata, wisatawan juga dapat menjadikan perjalanan kuliner sebagai bagian utama dari itinerary. Sepuluh pilihan di atas menawarkan pengalaman yang beragam. Pasar Cihapit menghadirkan pilihan kuliner dalam satu kawasan, BMB Canteen dan BMB Burger menawarkan hidangan modern, sementara Batagor Iyan dan Warung Ibu Imas membawa cita rasa kuliner legendaris Bandung. Bagi yang ingin menikmati sarapan, tersedia Rumah Sejoli. Penggemar roti dapat mampir ke Drunk Baker, sedangkan Bolu Tjilaki dapat dipilih ketika waktunya berburu oleh-oleh. Dengan perencanaan rute yang matang, wisatawan dapat menikmati lebih banyak kuliner Bandung untuk libur panjang 15–17 Agustus 2026 tanpa terlalu banyak menghabiskan waktu di perjalanan. Yang terpenting, siapkan itinerary sejak awal karena kepadatan lalu lintas berpotensi meningkat selama periode liburan.