Hasil Pencarian

Kota Serang

5 Wisata Ikonik di Kota Serang yang Bikin Liburan Sekaligus Napak Tilas Sejarah

Kalau biasanya liburan identik dengan pantai, pegunungan, atau tempat yang sedang viral di media sosial, Kota Serang menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda. Di kota ini, perjalanan wisata bisa sekaligus menjadi perjalanan menelusuri jejak masa lalu Banten. Sebagai ibu kota Provinsi Banten, Serang memiliki kawasan yang menyimpan banyak peninggalan sejarah dan religi. Salah satu yang paling menonjol berada di kawasan Banten Lama, tempat berbagai situs peninggalan Kesultanan Banten masih dapat ditemukan hingga sekarang. Menariknya, destinasi seperti ini tidak hanya cocok bagi pencinta sejarah. Bangunan dengan bata merah, gerbang kuno, kompleks masjid, hingga kawasan peninggalan kerajaan juga menawarkan banyak sudut menarik untuk fotografi dan eksplorasi. Pemerintah Kota Serang bahkan menggambarkan Keraton Surosowan sebagai destinasi yang memadukan suasana sejarah dengan daya tarik visual. Lantas, tempat mana saja yang wajib masuk daftar saat menjelajahi wisata ikonik di Kota Serang? Banten Lama, Titik Awal Menyusuri Jejak Kesultanan Jika ingin mendapatkan gambaran mengenai sejarah panjang Serang dan Banten, kawasan Banten Lama bisa menjadi titik awal yang menarik. Wilayah ini menyimpan sejumlah situs penting yang berkaitan dengan Kesultanan Banten. Dari masjid bersejarah hingga reruntuhan keraton dan benteng, masing-masing tempat memberikan cerita yang berbeda tentang kehidupan politik, keagamaan, perdagangan, dan hubungan antarkelompok pada masa lalu. Buat wisatawan yang lebih suka eksplorasi daripada sekadar datang untuk berfoto, kawasan ini bisa terasa seperti open-air museum. Setiap lokasi memiliki karakter dan latar sejarah yang berbeda. 1. Masjid Agung Banten, Ikon Religi yang Tak Lekang Zaman Nama Masjid Agung Banten hampir selalu muncul ketika membicarakan wisata sejarah dan religi di Kota Serang. Masjid yang berada di kawasan Banten Lama ini berkaitan erat dengan Kesultanan Banten dan menjadi salah satu peninggalan penting dari masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. Kompleksnya juga memiliki area makam para sultan dan keluarga Kesultanan Banten yang membuat kawasan ini ramai dikunjungi untuk kegiatan ziarah. Salah satu daya tariknya adalah perpaduan unsur arsitektur yang memperlihatkan pengaruh budaya berbeda. Menara masjid yang menjadi salah satu ciri khas kawasan tersebut juga membuatnya mudah dikenali. Bagi wisatawan muda, tempat ini bukan hanya menarik untuk melihat bangunan bersejarah. Suasana kawasan Banten Lama juga dapat menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana agama, budaya, dan perdagangan pernah berkembang dalam satu wilayah. Bukan Sekadar Tempat Foto Ketika berkunjung, wisatawan sebaiknya tidak hanya mencari spot foto terbaik. Kompleks masjid dan kawasan sekitarnya merupakan bagian dari warisan sejarah dan religi sehingga sikap serta pakaian yang sopan tetap perlu diperhatikan. Dengan begitu, pengalaman wisata yang didapat bukan hanya visual, tetapi juga lebih menghargai nilai sejarah dan fungsi tempat tersebut. 2. Keraton Surosowan, Sisa Kemegahan Kesultanan Banten Dari Masjid Agung Banten, perjalanan sejarah bisa dilanjutkan ke Keraton Surosowan. Berbeda dari bayangan mengenai istana yang masih berdiri utuh, Surosowan kini lebih banyak memperlihatkan sisa struktur dan reruntuhan. Justru kondisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung dapat melihat langsung jejak kompleks pemerintahan Kesultanan Banten yang pernah memiliki peranan penting pada masanya. Dinding dan struktur bata merah yang tersisa memberikan nuansa berbeda dibandingkan destinasi wisata modern. Tidak mengherankan jika kawasan ini kerap menarik perhatian wisatawan yang menyukai fotografi arsitektur dan suasana historis. Pemerintah Kota Serang juga menyebut Keraton Surosowan sebagai destinasi yang menawarkan perpaduan antara reruntuhan sejarah dan daya tarik visual. 3. Keraton Kaibon, Jejak Istana Sang Ratu Masih berada dalam rangkaian wisata sejarah Banten Lama, Keraton Kaibon menawarkan cerita yang berbeda. Nama Kaibon berkaitan dengan makna keibuan. Kompleks ini dibangun sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah, ibunda Sultan Syafiuddin, yang pada masa itu masih sangat muda ketika naik takhta. Kini, pengunjung tidak akan menemukan kompleks istana yang masih utuh. Yang tersisa antara lain gerbang, dinding, dan struktur bangunan berbahan bata yang memberikan karakter khas pada kawasan tersebut. Salah satu bagian yang menarik adalah gerbang bergaya Candi Bentar. Elemen arsitektur tersebut membuat Keraton Kaibon memiliki tampilan yang cukup unik dan berbeda dari bangunan peninggalan lainnya di sekitar Banten Lama. Kenapa Cocok untuk Wisata Edukatif? Keraton Kaibon dapat menjadi pilihan menarik bagi pelajar, mahasiswa, maupun keluarga yang ingin mengenalkan sejarah dengan cara yang lebih langsung. Alih-alih hanya membaca mengenai Kesultanan Banten dari buku, pengunjung dapat melihat sisa bangunan dan membayangkan bagaimana kawasan tersebut pernah digunakan pada masa lalu. 4. Benteng Speelwijk, Saksi Konflik Kesultanan dan Kolonial Kalau ingin melihat sisi sejarah yang berbeda, Benteng Speelwijk wajib masuk daftar. Bangunan ini merupakan peninggalan pertahanan kolonial yang berada di kawasan Banten Lama. Pembangunannya berlangsung dalam beberapa tahap, dengan konstruksi awal dimulai pada 1681–1684. Keberadaan Benteng Speelwijk menjadi pengingat bahwa kawasan Banten pada masa lalu bukan hanya pusat kerajaan dan perdagangan. Wilayah ini juga menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan politik dan kekuatan asing. Nama Speelwijk sendiri diambil dari Cornelis Janszoon Speelman, Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Sementara desain benteng dikaitkan dengan Hendrick Lucaszoon Cardeel. Bagi pencinta sejarah, struktur benteng ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari keraton atau masjid. Nuansa pertahanan dan peninggalan kolonial terasa lebih kuat sehingga rute wisata Banten Lama pun menjadi lebih beragam. 5. Vihara Avalokitesvara, Simbol Keragaman Banten Lama Wisata ikonik di Kota Serang tidak hanya bercerita tentang Kesultanan Banten dan peninggalan Islam. Vihara Avalokitesvara menjadi salah satu tempat penting yang memperlihatkan jejak keberagaman budaya dan kehidupan beragama di kawasan tersebut. Vihara ini berada di kawasan Banten Lama dan dikenal sebagai salah satu tempat ibadah Buddha bersejarah. Keberadaannya menjadi bagian dari cerita panjang interaksi berbagai komunitas di kawasan Banten. Menurut informasi Pemerintah Kota Serang, keberadaan Vihara Avalokitesvara berkaitan dengan komunitas Tionghoa di Banten dan memiliki sejarah panjang yang terhubung dengan perkembangan kawasan Banten Lama. Keberadaan masjid, keraton, benteng, dan vihara dalam kawasan yang sama membuat wisata sejarah di Banten Lama terasa lebih kaya. Pengunjung bukan hanya melihat bangunan tua, tetapi juga dapat mempelajari bagaimana beragam unsur budaya pernah hidup berdampingan dalam sejarah Banten. Satu Kawasan, Banyak Cerita Salah satu kelebihan wisata ikonik di Kota Serang adalah beberapa destinasi sejarah tersebut dapat dipandang sebagai bagian dari satu perjalanan. Daripada mengunjungi satu lokasi lalu pulang, wisatawan bisa menyusun rute bertema sejarah. Misalnya: Memulai perjalanan dari Masjid Agung Banten. Melanjutkan ke Keraton Surosowan. Mengunjungi Keraton Kaibon. Menyusuri Benteng Speelwijk. Mengakhiri perjalanan di Vihara Avalokitesvara. Rute semacam ini membuat kunjungan terasa lebih seperti eksplorasi kawasan daripada sekadar berpindah dari satu tempat wisata ke tempat lainnya. Tips Biar Eksplorasi Banten Lama Makin Nyaman Karena sebagian destinasi merupakan situs bersejarah dengan area terbuka, persiapan sederhana bisa membuat perjalanan lebih nyaman. Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan: Gunakan pakaian yang nyaman dan tetap sopan. Pilih alas kaki yang nyaman untuk berjalan. Datang lebih awal jika ingin mengeksplorasi beberapa lokasi sekaligus. Siapkan air minum, terutama saat cuaca panas. Jangan menaiki atau merusak struktur bangunan bersejarah. Hindari meninggalkan sampah di kawasan situs. Hormati aktivitas ibadah ketika mengunjungi tempat religi. Manfaatkan perjalanan untuk membaca informasi sejarah yang tersedia di lokasi. Hal tersebut menjadi semakin relevan karena kawasan peninggalan Kesultanan Banten saat ini terus didorong untuk dikembangkan sekaligus dilestarikan. Pemerintah Provinsi Banten menyatakan komitmen melanjutkan revitalisasi situs-situs peninggalan Kesultanan Banten sebagai bagian dari penguatan wisata budaya, sejarah, dan religi. Liburan Gen Z Tak Harus Selalu ke Tempat Viral Buat yang sedang mencari alternatif liburan selain kafe atau destinasi yang ramai di media sosial, wisata ikonik di Kota Serang bisa menjadi pilihan yang cukup menarik. Ada cerita kerajaan di Keraton Surosowan dan Keraton Kaibon, nuansa religi di Masjid Agung Banten, jejak kolonial di Benteng Speelwijk, hingga keberagaman budaya yang tercermin melalui Vihara Avalokitesvara. Semua destinasi tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda, tetapi memiliki satu benang merah: sejarah panjang Banten yang masih bisa dilihat secara langsung sampai sekarang. Jadi, kalau akhir pekan ini ingin mencoba konsep traveling sambil time travel, Kota Serang layak dimasukkan ke dalam daftar. Bukan cuma pulang membawa foto, tetapi juga membawa cerita tentang salah satu kawasan penting dalam perjalanan sejarah Banten.

Rekomendasi 13 Sep 2026