Hasil Pencarian

Kota Bandung

Hujan di Bandung? 5 Kuliner Berkuah Ini Bikin Perut Auto Hangat

Hujan dan udara sejuk memang menjadi kombinasi yang cukup identik dengan Bandung. Saat langit mulai mendung dan suhu terasa lebih dingin, semangkuk makanan berkuah panas sering kali menjadi pilihan yang sulit ditolak. Kota Bandung sendiri punya banyak kuliner yang cocok disantap ketika hujan. Dari kuah bening dengan isian bakso hingga sajian pedas berbumbu kencur, pilihannya bisa disesuaikan dengan selera. Buat kamu yang sedang mencari kuliner berkuah di Bandung untuk menemani suasana hujan, berikut lima pilihan yang layak masuk daftar wisata kuliner. 1. Cuanki, Jajanan Hangat yang Identik dengan Bandung Kalau membicarakan makanan berkuah khas Bandung, cuanki hampir selalu masuk daftar teratas. Hidangan ini biasanya berisi bakso, tahu, siomay, serta pangsit yang kemudian disiram kuah kaldu hangat. Kesederhanaan isiannya justru menjadi daya tarik cuanki. Kuah gurih, taburan bawang goreng, seledri, dan tambahan sambal bisa membuat satu mangkuk terasa semakin nikmat ketika disantap dalam kondisi cuaca dingin. Cuanki juga mudah ditemukan di berbagai sudut Kota Bandung, mulai dari pedagang kaki lima hingga kedai yang sudah cukup populer. Biar Makin Mantap, Tambahkan Ini Sensasi cuanki bisa dibuat lebih sesuai selera dengan beberapa pelengkap seperti: Sambal untuk rasa pedas. Perasan jeruk limau agar lebih segar. Kecap untuk sentuhan manis-gurih. Mi sebagai tambahan karbohidrat. 2. Mi Kocok, Comfort Food Bandung yang Juicy dan Gurih Buat yang ingin makan lebih berat, mi kocok Bandung bisa menjadi pilihan. Hidangan ini menggunakan mi kuning yang dipadukan dengan tauge, kikil atau tetelan sapi, kemudian disiram kuah kaldu sapi yang gurih. Tekstur mi dan kikil memberikan pengalaman makan yang berbeda. Kuah panasnya pun cocok dinikmati ketika Bandung sedang diguyur hujan. Mi kocok bahkan menjadi salah satu kuliner yang banyak direkomendasikan ketika wisatawan ingin mengenal makanan khas Bandung. Perasan jeruk nipis, daun seledri, dan bawang goreng biasanya menjadi pelengkap yang membantu memberikan rasa lebih segar di tengah kuah yang gurih. 3. Seblak Kuah, Pedasnya Bikin Hujan Terasa Makin Seru Kalau kamu tipe orang yang merasa makanan saat hujan harus punya sensasi pedas, seblak kuah bisa menjadi jawaban. Berbeda dari seblak yang kuahnya hanya sedikit, versi berkuah memberikan sensasi lebih hangat karena bumbu bercampur dengan kuah pedas. Kerupuk yang sudah direndam menjadi lembut, kemudian dimasak bersama telur dan berbagai pilihan topping. Ciri khas yang tidak boleh dilewatkan adalah aroma kencur atau cikur. Saat dipadukan dengan cabai, rasa gurih dan pedasnya menjadi semakin kuat. Topping Seblak Bisa Disesuaikan Salah satu alasan seblak begitu populer adalah fleksibilitas isiannya. Kamu bisa memilih kombinasi sesuai selera, misalnya: Kerupuk basah Telur Bakso Sosis Siomay Makaroni Ceker Sayuran Jadi, satu menu bisa terasa berbeda tergantung level pedas dan topping yang dipilih. 4. Batagor Kuah, Versi Berbeda dari Jajanan Ikonik Bandung Selama ini batagor lebih sering dikenal sebagai makanan goreng yang disajikan bersama bumbu kacang. Namun, Bandung juga punya versi batagor kuah yang cocok disantap saat hujan. Potongan batagor dan tahu goreng disajikan bersama kuah kaldu panas. Perpaduan tekstur bagian luar yang tetap gurih dengan kuah hangat membuat menu ini punya karakter yang berbeda dari batagor biasa. Variasi batagor kuah juga masih dapat ditemukan di sejumlah tempat makan Bandung. Bahkan, beberapa kedai menggabungkannya dengan kuah mi kocok sehingga cita rasanya menjadi semakin kaya. Buat pencinta batagor yang ingin mencoba sesuatu di luar versi klasik, menu ini bisa menjadi pilihan menarik. 5. Soto Bandung, Kuah Bening dengan Cita Rasa Khas Pilihan berikutnya adalah soto Bandung. Berbeda dari sejumlah jenis soto yang menggunakan kuah santan atau kuah kuning pekat, soto Bandung dikenal dengan kuah yang relatif bening. Isian utamanya biasanya berupa daging sapi dan lobak, kemudian dilengkapi kacang kedelai goreng. Kombinasi tersebut menghasilkan perpaduan tekstur yang menarik dalam satu mangkuk. Soto Bandung cocok untuk kamu yang tidak terlalu menyukai makanan berkuah pedas. Rasanya tetap gurih dan hangat, tetapi profil kuahnya terasa lebih ringan dibandingkan seblak atau mi kocok. Pilih Sesuai Mood Saat Hujan Lima makanan tadi sebenarnya menawarkan pengalaman yang berbeda. Jadi, pilihan terbaik bisa disesuaikan dengan kondisi dan selera kamu. Kalau ingin yang ringan: pilih cuanki. Kalau sedang lapar berat: mi kocok bisa menjadi pilihan. Kalau butuh makanan pedas: seblak kuah paling cocok. Kalau ingin mencoba twist dari jajanan khas Bandung: coba batagor kuah. Kalau mencari kuah yang lebih ringan: soto Bandung bisa masuk daftar. Variasi inilah yang membuat wisata kuliner Bandung tidak selalu harus berakhir dengan makanan yang sama. Bahkan ketika hujan turun, ada banyak pilihan comfort food yang bisa dijelajahi. Hujan Bukan Alasan Berhenti Kulineran di Bandung Bandung memang punya banyak kuliner yang terasa semakin nikmat ketika disantap dalam kondisi hangat. Cuanki, mi kocok, seblak kuah, batagor kuah, dan soto Bandung menawarkan karakter rasa yang berbeda, tetapi semuanya punya satu kesamaan: cocok untuk menemani udara Bandung yang sejuk. Menariknya, makanan berkuah juga bisa menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Setelah menikmati destinasi wisata atau berjalan-jalan di tengah kota, semangkuk makanan panas dapat menjadi penutup perjalanan yang sederhana tetapi memuaskan. Jadi, ketika hujan mulai turun di Bandung, jangan buru-buru menganggap rencana kulineran gagal. Bisa jadi, justru inilah waktu paling pas untuk berburu kuliner berkuah Bandung. Kalau hujan turun di Bandung, kamu paling pilih cuanki, mi kocok, seblak kuah, batagor kuah, atau soto Bandung?

Rekomendasi 06 Oct 2026

Sinopsis Film Dan Bandung: Kisah Cinta, Perjuangan, dan Persib di Tengah Kota Kembang

Film Dan Bandung resmi tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis, 20 Agustus 2026. Drama romantis yang disutradarai Rudi Soedjarwo ini membawa kisah cinta dua anak muda dengan Kota Bandung sebagai latar utama. Tidak hanya menghadirkan cerita percintaan, film Dan Bandung juga memasukkan unsur keluarga, perjuangan meraih cinta, hingga kecintaan terhadap Persib yang menjadi bagian dari perjalanan kedua tokoh utamanya. Kisah Cinta Basil dan Elma Berawal dari Pertandingan Persib Cerita berpusat pada Basil, diperankan Samo Rafael, seorang mahasiswa Seni Rupa yang berasal dari keluarga sederhana. Kehidupan Basil kemudian berubah ketika ia bertemu dengan Elma, yang diperankan Shanna Shannon. Elma merupakan mahasiswi Farmasi yang menarik perhatian Basil ketika keduanya berada dalam suasana pertandingan Persib. Sejak saat itu, Basil mulai berusaha mencari cara untuk mendekati perempuan yang membuatnya jatuh hati tersebut. Alih-alih menyampaikan perasaannya secara langsung, Basil membuat sebuah kaos bergambar wajah Elma dengan tulisan: “Dicari: Bidadari Bobotoh.” Cara unik tersebut justru membawa Basil pada perhatian yang tidak disangka-sangka. Kaos Viral Jadi Awal Pertemuan Kaos buatan Basil kemudian menjadi viral. Popularitas gambar tersebut akhirnya membuat Elma mengetahui sosok di baliknya. Rasa penasaran mendorong Elma mencari Basil. Pertemuan keduanya pun menjadi titik awal hubungan yang perlahan berkembang dari rasa penasaran menjadi kedekatan. Seiring waktu, perasaan antara Basil dan Elma semakin kuat. Namun, hubungan tersebut tidak berjalan semudah yang mereka bayangkan. Keduanya harus menghadapi berbagai persoalan yang membuat hubungan mereka diuji. Cinta Berhadapan dengan Perbedaan Perbedaan latar belakang menjadi salah satu tantangan dalam hubungan Basil dan Elma. Kondisi keluarga serta persoalan restu turut memengaruhi perjalanan cinta mereka. Pada titik tertentu, Basil dan Elma harus menentukan pilihan. Apakah mereka akan tetap memperjuangkan hubungan yang telah dibangun, atau justru menyerah karena keadaan? Konflik tersebut membuat Dan Bandung tidak hanya berbicara tentang kisah cinta romantis, tetapi juga tentang keberanian mengambil keputusan ketika perasaan harus berhadapan dengan kenyataan. Bandung Bukan Sekadar Latar Cerita Salah satu daya tarik film ini adalah penggunaan Kota Bandung sebagai bagian penting dari cerita. Suasana kota, kehidupan mahasiswa, hingga atmosfer pertandingan Persib menjadi elemen yang ikut membangun perjalanan Basil dan Elma. Bagi penonton yang mengenal Bandung dan kultur sepak bolanya, unsur tersebut dapat memberikan kedekatan tersendiri. Kehadiran Persib juga menjadi bagian menarik dari kisah awal hubungan kedua karakter. Sepak bola tidak hanya digunakan sebagai latar, tetapi turut menjadi penghubung yang mempertemukan Basil dengan Elma. Dengan demikian, Bandung dalam film ini tidak sekadar menjadi lokasi pengambilan gambar. Kota tersebut menjadi ruang tempat cinta, persahabatan, keluarga, dan berbagai pilihan hidup Basil dan Elma berkembang. Deretan Pemain Film Dan Bandung Selain Samo Rafael dan Shanna Shannon sebagai pemeran utama, Dan Bandung juga menghadirkan sejumlah aktor dan aktris lainnya. Deretan pemain yang terlibat antara lain: Samo Rafael Shanna Shannon Keisya Levronka Razan Zu Theo Supple Donny Damara Arswendy Bening Swara Kehadiran para pemain tersebut memperkuat cerita yang tidak hanya berfokus pada hubungan Basil dan Elma, tetapi juga menghadirkan dinamika keluarga serta lingkungan di sekitar mereka. Film Dan Bandung Tayang Mulai 20 Agustus 2026 Dengan menggabungkan romansa, konflik keluarga, perjuangan mempertahankan hubungan, serta atmosfer Kota Bandung dan Persib, film Dan Bandung menawarkan kisah cinta yang berangkat dari sebuah pertemuan sederhana. Perjalanan Basil dan Elma kemudian berkembang menjadi cerita mengenai pilihan: mempertahankan cinta ketika banyak hal tidak berjalan sesuai harapan atau menerima kenyataan dan melangkah ke arah berbeda. Film Dan Bandung sudah dapat disaksikan di bioskop Indonesia mulai Kamis, 20 Agustus 2026. Bagi penonton yang menyukai drama romantis dengan sentuhan kehidupan anak muda dan nuansa Bandung, film ini dapat menjadi salah satu pilihan tontonan akhir pekan.  

Rekomendasi 20 Aug 2026

Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Resmi Jadi Destinasi Wisata Baru Bandung, Andalkan Alam, UMKM, dan Budaya Lokal

Kota Bandung kembali memiliki destinasi wisata berbasis masyarakat yang menawarkan pengalaman berbeda. Padaringan Leuweung Awi Cisurupan resmi diaktivasi sebagai kawasan wisata baru yang menggabungkan keindahan alam, pelestarian budaya Sunda, wisata religi, hingga pemberdayaan pelaku UMKM lokal. Berlokasi di kawasan Bukit Mbah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, destinasi ini diharapkan menjadi magnet wisata baru di Bandung timur. Tak sekadar menghadirkan panorama alam yang asri, kawasan tersebut juga dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus pusat kegiatan ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Peresmian Padaringan Leuweung Awi Cisurupan dilakukan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Minggu, 2 Agustus 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat pengembangan destinasi wisata berkelanjutan yang dikelola bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kolaborasi Warga dan Pemerintah Jadi Kunci Pengembangan Wisata Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, keberadaan Padaringan Leuweung Awi Cisurupan menjadi bukti bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga lahir dari semangat gotong royong masyarakat. Ia menilai kawasan tersebut merupakan hasil karya warga yang patut dijaga bersama. Keberadaan pepohonan dan kawasan hijau dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam. Farhan juga mengingatkan bahwa kawasan wisata ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, melainkan sebagai media pembelajaran mengenai pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam. Menurutnya, pelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari budaya masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Tak Sekadar Tempat Wisata, tetapi Ruang Edukasi Lingkungan Konsep yang diusung Padaringan Leuweung Awi Cisurupan tidak hanya berfokus pada hiburan. Pengunjung juga diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian alam melalui pengalaman langsung saat berada di kawasan tersebut. Lingkungan hutan bambu yang masih terawat menjadi salah satu daya tarik utama. Selain memberikan suasana sejuk, kawasan ini juga memperlihatkan bagaimana ruang hijau mampu menjaga sumber mata air sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem. Pendekatan seperti ini dinilai sejalan dengan tren wisata berkelanjutan yang kini semakin diminati, yakni menggabungkan rekreasi dengan edukasi lingkungan. Dikembangkan Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Masyarakat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan bahwa aktivasi kawasan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan daya tarik wisata (DTW) berbasis masyarakat. Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat setempat. Dalam konsep tersebut, Pokdarwis berperan sebagai motor penggerak yang menggali sekaligus mengembangkan potensi lokal agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Potensi Wisata yang Dimiliki Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Kawasan wisata ini memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik unggulan Kota Bandung. Beberapa di antaranya meliputi: Wisata alam dengan suasana hutan bambu yang masih asri. Wisata religi melalui keberadaan situs Mbah Garut. Kuliner tradisional khas Sunda. Pertunjukan seni dan budaya lokal. Wisata kesehatan atau wellness tourism. Aktivitas edukasi mengenai pelestarian lingkungan. Keberagaman tersebut membuat pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang lebih lengkap. Pasar Tradisional Bernuansa Alam Jadi Daya Tarik Salah satu konsep yang paling menarik di Padaringan Leuweung Awi Cisurupan adalah hadirnya pasar tradisional berbasis alam. Ketua Pokdarwis Cisurupan, Ari Irawan, menjelaskan bahwa sekitar 20 pelaku UMKM lokal ikut meramaikan kawasan tersebut dengan menawarkan berbagai produk kuliner khas Sunda serta hasil kerajinan masyarakat. Yang membuat pengalaman berbelanja semakin unik adalah penggunaan koin kayu sebagai alat transaksi simbolis. Konsep ini dihadirkan untuk menghidupkan kembali nuansa pasar tempo dulu sekaligus mengenalkan nilai budaya kepada para pengunjung. Selain berburu kuliner, wisatawan juga dapat menikmati pertunjukan seni tradisional yang digelar di area wisata sehingga suasana khas pedesaan Sunda terasa semakin hidup. Dampak Positif bagi UMKM dan Perekonomian Warga Hasil uji coba yang dilakukan sebelum peresmian menunjukkan bahwa keberadaan Padaringan Leuweung Awi Cisurupan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Melalui keterlibatan langsung para pelaku UMKM, destinasi ini diharapkan menjadi ruang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga. Apabila penyelenggaraannya berlangsung secara rutin, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif baru di wilayah Bandung timur. Alasan Padaringan Leuweung Awi Cisurupan Layak Dikunjungi Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda dari pusat Kota Bandung, destinasi ini menawarkan sejumlah keunggulan. 1. Suasana Alam yang Masih Asri Hutan bambu yang rindang menghadirkan udara segar dan pemandangan alami yang cocok untuk melepas penat. 2. Kuliner Tradisional Khas Sunda Pengunjung dapat mencicipi berbagai makanan tradisional hasil olahan pelaku UMKM lokal. 3. Pertunjukan Seni Budaya Kegiatan seni menjadi bagian dari pengalaman wisata sehingga pengunjung dapat mengenal budaya Sunda secara lebih dekat. 4. Wisata Religi Keberadaan situs Mbah Garut menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin melakukan wisata religi. 5. Konsep Pasar yang Unik Penggunaan koin kayu sebagai alat transaksi menghadirkan pengalaman berbelanja yang berbeda sekaligus mengangkat nilai budaya lokal. Berpotensi Menjadi Ikon Wisata Baru Bandung Peresmian Padaringan Leuweung Awi Cisurupan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Bandung sebagai simbol dimulainya pengembangan destinasi wisata tersebut. Dengan memadukan wisata alam, budaya, religi, seni pertunjukan, serta pemberdayaan UMKM, kawasan ini memiliki peluang besar menjadi salah satu ikon wisata baru di Kota Bandung. Apabila pengelolaannya terus dilakukan secara konsisten dan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, Padaringan Leuweung Awi Cisurupan tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga contoh keberhasilan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan perekonomian warga sekitar.  

Rekomendasi 03 Aug 2026

Berburu Bakso Enak di Bandung? Baso Lima Saudara Hadirkan Kuah Misdasem Racik Sendiri yang Bikin Nagih

Bandung tidak pernah kehabisan destinasi kuliner menarik, termasuk bagi para pencinta bakso. Jika ingin mencoba sensasi yang berbeda dari bakso pada umumnya, Baso Lima Saudara bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dikunjungi. Keunikan utamanya terletak pada kuah misdasem yang dapat diracik sendiri oleh setiap pelanggan sesuai selera. Konsep tersebut membuat pengalaman menikmati semangkuk bakso terasa lebih personal. Pengunjung tidak hanya datang untuk menyantap bakso, tetapi juga bisa berkreasi menciptakan perpaduan rasa gurih, pedas, manis, hingga segar sesuai preferensi masing-masing. Baso Lima Saudara, Kuliner Bakso Unik di Jalan Jurang Bandung Berlokasi di Jalan Jurang Nomor 82, Kota Bandung, Baso Lima Saudara menghadirkan konsep yang berbeda dibandingkan kebanyakan gerai bakso. Apabila biasanya kuah sudah disajikan dengan racikan tetap, di tempat ini pelanggan justru diberi kebebasan menentukan komposisi bumbu untuk menciptakan cita rasa kuah misdasem yang diinginkan. Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat banyak pelanggan penasaran untuk mencobanya. Selain menawarkan pengalaman makan yang lebih interaktif, suasana tempat yang nyaman juga membuat gerai ini cocok dijadikan lokasi makan bersama keluarga maupun teman. Berawal dari Lima Saudara yang Turun Langsung Berjualan Nama Baso Lima Saudara bukan sekadar identitas usaha, tetapi juga menggambarkan kisah di balik berdirinya bisnis kuliner tersebut. Menurut pengelola Baso Lima Saudara, Asep Herman, usaha ini dirintis oleh lima orang bersaudara yang sejak awal terlibat langsung dalam seluruh aktivitas operasional. Mulai dari membuat bakso, melayani pelanggan, hingga menjalankan usaha sehari-hari, semuanya dilakukan sendiri sebelum akhirnya bisnis berkembang. Gerai pertama dibuka di kawasan Cicadas sekitar empat tahun lalu. Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, Baso Lima Saudara kini telah memiliki beberapa cabang di: Cicadas. Cimahi. Cirebon. Jalan Jurang, Bandung. Cabang di Jalan Jurang merupakan lokasi terbaru yang sebelumnya berada di kawasan Ciwastra. Bakso Handmade dengan Resep Racikan Sendiri Salah satu alasan banyak pelanggan kembali datang adalah kualitas bakso yang disajikan. Baso Lima Saudara menggunakan resep racikan sendiri, sementara sebagian produknya masih dibuat secara handmade agar tekstur dan cita rasanya tetap terjaga. Menu yang paling banyak dipesan adalah bakso urat, yang dikenal memiliki tekstur kenyal dengan isian daging yang melimpah. Setiap sajian juga dilengkapi berbagai pelengkap yang menambah kenikmatan, seperti: Kembang tahu crispy. Pangsit kribo. Mi. Sayuran segar. Taburan bawang goreng. Perpaduan tersebut menghasilkan semangkuk bakso yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga kaya tekstur. Sensasi Meracik Kuah Misdasem Sesuai Selera Daya tarik terbesar Baso Lima Saudara terletak pada pengalaman meracik kuah misdasem sendiri. Pengunjung dapat menyesuaikan tingkat kepedasan, rasa gurih, maupun kesegaran kuah dengan mencampurkan berbagai bumbu yang telah disediakan. Beberapa pilihan pelengkap kuah antara lain: Sambal kuning. Chili oil. Saus. Kecap. Perasan jeruk limau. Dengan banyaknya kombinasi tersebut, setiap pelanggan dapat menciptakan karakter rasa yang berbeda. Konsep ini membuat pengalaman bersantap menjadi lebih menyenangkan sekaligus memberikan kebebasan untuk menyesuaikan rasa sesuai selera pribadi. Cita Rasa Gurih yang Menghangatkan Saat kuah mulai dipadukan dengan racikan bumbu pilihan, aroma kaldu sapi langsung terasa menggugah selera. Kuah yang gurih berpadu dengan tekstur bakso yang kenyal menghasilkan rasa yang semakin kaya. Tambahan jeruk limau memberikan sentuhan segar, sementara sambal kuning dan chili oil menghadirkan sensasi pedas yang tetap seimbang. Kombinasi tersebut membuat setiap suapan terasa berbeda dan mendorong pelanggan untuk terus menikmati kuah hingga tetes terakhir. Pilihan Minuman yang Melengkapi Santapan Selain menyajikan aneka bakso, Baso Lima Saudara juga menawarkan berbagai minuman sebagai pelengkap hidangan. Beberapa menu favorit yang tersedia meliputi: Es teler. Es gula asem. Khusus di cabang Jalan Jurang, pelanggan juga dapat menikmati menu hasil kolaborasi dengan Sore Kopi Es, seperti: Dirty Latte. Es Kopi Susu. Pilihan minuman tersebut menjadi pelengkap yang pas setelah menikmati semangkuk bakso hangat. Harga Bersahabat untuk Semua Kalangan Bagi pencinta kuliner yang ingin menikmati bakso berkualitas tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, Baso Lima Saudara menawarkan harga yang cukup terjangkau. Kisaran harga menunya meliputi: Bakso mulai Rp10.000. Paket bakso lengkap mulai Rp30.000. Minuman kopi dengan harga di bawah Rp25.000. Dengan pilihan harga tersebut, tempat ini dapat menjadi alternatif kuliner bagi pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga wisatawan yang sedang berkunjung ke Bandung. Tips Menikmati Kuah Misdasem agar Lebih Nikmat Bagi pelanggan yang baru pertama kali mencoba, berikut beberapa rekomendasi racikan yang bisa dicoba: Tambahkan sedikit sambal kuning untuk rasa pedas yang ringan. Campurkan chili oil jika menyukai sensasi pedas yang lebih kuat. Beri perasan jeruk limau agar kuah terasa lebih segar. Tambahkan kecap secukupnya untuk menghadirkan cita rasa gurih-manis. Aduk seluruh bumbu secara merata sebelum mulai menikmati bakso. Setelah menemukan kombinasi yang sesuai, Anda bisa menyesuaikannya kembali pada kunjungan berikutnya. Jam Operasional Baso Lima Saudara Baso Lima Saudara melayani pelanggan setiap hari dengan jam operasional: Pukul 11.00–22.00 WIB. Waktu operasional yang cukup panjang membuat tempat ini cocok dikunjungi saat makan siang, sore, maupun makan malam bersama keluarga atau teman. Baso Lima Saudara, Destinasi Kuliner Bakso yang Wajib Dicoba di Bandung Bagi pencinta bakso yang ingin menikmati pengalaman berbeda, Baso Lima Saudara di Bandung menawarkan konsep yang tidak biasa melalui kuah misdasem racik sendiri. Dipadukan dengan bakso handmade, pelengkap yang beragam, serta pilihan minuman yang lengkap, tempat ini menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih interaktif dibandingkan gerai bakso pada umumnya. Dengan harga yang ramah di kantong, lokasi yang mudah dijangkau, dan cita rasa yang khas, Baso Lima Saudara layak masuk dalam daftar destinasi kuliner yang wajib dikunjungi saat berburu bakso enak di Kota Bandung.  

Rekomendasi 30 Jul 2026

Rest Area 78 Kiara Artha Park Bandung, Destinasi Kuliner dan Rekreasi Keluarga yang Lengkap dalam Satu Tempat

Bandung terus menghadirkan destinasi baru yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar tempat makan atau lokasi bersantai. Salah satunya adalah Rest Area 78 Kiara Artha Park, kawasan yang mengusung konsep one stop destination dengan memadukan wisata kuliner, hiburan keluarga, hingga berbagai fasilitas penunjang dalam satu area. Berlokasi di kawasan Kiara Artha Park, Kota Bandung, Rest Area 78 tidak hanya menjadi tempat singgah bagi pengunjung. Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik yang nyaman untuk berbagai aktivitas, mulai dari berolahraga di pagi hari, berkumpul bersama keluarga, hingga menikmati suasana malam khas Kota Bandung. Dengan jam operasional yang panjang dan fasilitas yang terus berkembang, Rest Area 78 menjadi salah satu pilihan menarik bagi warga lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati pengalaman rekreasi yang lebih lengkap. Konsep One Stop Destination untuk Semua Kalangan Rest Area 78 hadir dengan konsep yang menggabungkan kebutuhan rekreasi, kuliner, dan layanan pendukung dalam satu lokasi. Menurut pengelola Rest Area 78 Kiara Artha Park, Agam Saepuloh, kawasan ini dirancang agar dapat dinikmati oleh seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang publik yang nyaman bagi keluarga dengan menghadirkan beragam tenant dan fasilitas yang saling melengkapi. "Kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman untuk seluruh keluarga karena berbagai tenant yang dibutuhkan tersedia di sini," ujar Agam. Beragam Pilihan Kuliner dalam Satu Kawasan Salah satu daya tarik utama Rest Area 78 adalah keberadaan berbagai tenant kuliner yang menawarkan pilihan menu beragam. Pengunjung dapat menikmati makanan maupun minuman setelah berolahraga atau sekadar bersantai bersama teman dan keluarga. Keberagaman pilihan kuliner membuat kawasan ini cocok dikunjungi pada berbagai waktu, baik untuk sarapan, makan siang, makan malam, maupun menikmati camilan di malam hari. Fasilitas Pendukung Bikin Pengunjung Lebih Nyaman Tidak hanya menghadirkan tempat makan, Rest Area 78 juga menyediakan sejumlah fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain: Toilet umum premium. Kamar mandi untuk membersihkan diri. Area ganti pakaian. Layanan carwash. Area duduk yang nyaman. Keberadaan fasilitas tersebut sangat membantu masyarakat yang selesai berolahraga di Kiara Artha Park sehingga dapat mandi atau berganti pakaian sebelum melanjutkan aktivitas lainnya. Wahana Ramah Keluarga untuk Semua Usia Rest Area 78 juga menawarkan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati bersama keluarga. Anak-anak memiliki sejumlah pilihan hiburan, di antaranya: Permainan remote control (RC). Wahana sepeda listrik. Beragam tenant dengan konsep keluarga. Selain itu, tersedia pula toko kosmetik dan berbagai gerai lainnya yang melengkapi kebutuhan pengunjung selama berada di kawasan tersebut. Dengan fasilitas yang beragam, setiap anggota keluarga dapat menikmati aktivitas sesuai minat masing-masing tanpa harus berpindah lokasi. Cocok untuk Olahraga, Nongkrong, hingga Wisata Malam Lokasinya yang berada di kawasan Kiara Artha Park membuat Rest Area 78 menjadi pelengkap aktivitas masyarakat. Banyak pengunjung datang setelah berjalan santai, berlari, atau bersepeda di area taman sebelum menikmati makanan dan minuman yang tersedia. Pada malam hari, suasana kawasan juga berubah menjadi lebih hidup dengan hadirnya pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati udara Kota Bandung. Kombinasi antara ruang terbuka, pilihan kuliner, dan fasilitas yang lengkap membuat tempat ini cocok untuk berbagai aktivitas, seperti: Quality time bersama keluarga. Nongkrong bersama teman. Istirahat setelah olahraga. Menikmati wisata kuliner malam. Tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan. Jam Operasional yang Fleksibel Salah satu keunggulan Rest Area 78 adalah jam operasionalnya yang cukup panjang. Kawasan ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 03.00 WIB, sehingga masyarakat memiliki keleluasaan menentukan waktu kunjungan. Baik pada pagi hari setelah berolahraga maupun menjelang dini hari saat menikmati kuliner malam, kawasan ini tetap dapat menjadi pilihan destinasi untuk bersantai. Mengapa Rest Area 78 Layak Dikunjungi? Konsep yang diusung Rest Area 78 menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan area kuliner pada umumnya. Beberapa alasan kawasan ini layak masuk daftar destinasi saat berada di Bandung antara lain: Menggabungkan wisata kuliner dan rekreasi dalam satu kawasan. Memiliki fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung. Ramah bagi keluarga dengan berbagai pilihan aktivitas. Cocok dikunjungi dari pagi hingga malam. Berlokasi di kawasan Kiara Artha Park yang mudah dijangkau. Perpaduan tersebut membuat pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati berbagai aktivitas lain tanpa harus berpindah tempat. Alternatif Destinasi Rekreasi Keluarga di Kota Bandung Kehadiran Rest Area 78 Kiara Artha Park Bandung menambah pilihan destinasi rekreasi yang menawarkan konsep lebih lengkap. Tidak sekadar menjadi area kuliner, kawasan ini juga menghadirkan ruang publik yang nyaman untuk berkumpul, berolahraga, hingga menikmati hiburan bersama keluarga. Dengan fasilitas yang terus berkembang, pilihan tenant yang beragam, serta jam operasional yang panjang, Rest Area 78 berpotensi menjadi salah satu tujuan favorit warga Bandung maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana kota dalam satu kawasan yang praktis dan nyaman. Bagi Anda yang mencari tempat untuk bersantai sambil menikmati kuliner dan aktivitas keluarga, destinasi ini patut dipertimbangkan saat berkunjung ke Kiara Artha Park.  

Rekomendasi 28 Jul 2026

Asia Africa Festival 2026 Bandung Dimulai Hari Ini, Simak Rundown, Rute Karnaval, dan Rekayasa Lalu Lintas

Asia Africa Festival 2026 resmi digelar di Kota Bandung pada 11-12 Juli 2026. Ribuan warga diperkirakan memadati kawasan Jalan Asia Afrika dan sekitarnya untuk menyaksikan rangkaian acara budaya yang melibatkan delegasi dari berbagai negara Asia dan Afrika. Selain parade budaya yang menjadi agenda utama, panitia juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung, termasuk pameran, pertunjukan seni, hingga bazar kreatif. Bagi masyarakat yang ingin menghadiri acara, mengetahui rundown kegiatan, rute karnaval, lokasi parkir, serta rekayasa lalu lintas menjadi hal penting agar perjalanan tetap nyaman dan tidak terjebak kemacetan. Asia Africa Festival 2026 Jadi Ajang Perayaan Budaya Internasional Asia Africa Festival merupakan agenda tahunan yang menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika sekaligus memperkuat hubungan budaya antarnegara. Tahun ini, festival mengusung berbagai kegiatan yang tidak hanya menghadirkan parade budaya, tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni, kuliner, dan ekonomi kreatif dari berbagai daerah serta negara peserta. Kehadiran puluhan delegasi internasional membuat penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu yang paling meriah. Selain menjadi atraksi wisata, festival ini juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan perekonomian Kota Bandung melalui meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Rundown Asia Africa Festival 2026 Sejak pagi hari, kawasan Jalan Asia Afrika telah dipenuhi berbagai rangkaian acara. Beberapa agenda utama yang dijadwalkan berlangsung antara lain: Upacara pembukaan (Opening Ceremony). Penampilan seni dan budaya. Parade atau Asia Africa Carnival. Pertunjukan komunitas seni. Pameran dan bazar kreatif. Beragam hiburan di sejumlah titik kawasan Asia Afrika dan Braga. Karnaval budaya menjadi acara yang paling dinantikan karena menghadirkan peserta dari berbagai negara Asia-Afrika, komunitas budaya, mahasiswa internasional, hingga perwakilan daerah di Indonesia. Rute Karnaval Jadi Pusat Perhatian Pengunjung Parade budaya akan melintasi kawasan bersejarah Kota Bandung. Rute karnaval dipusatkan di sekitar Jalan Asia Afrika hingga kawasan Cikapundung Barat, sehingga masyarakat dapat memilih beberapa titik terbaik untuk menyaksikan iring-iringan peserta dari dekat. Karena diprediksi dipadati penonton, masyarakat disarankan datang lebih awal agar memperoleh posisi yang nyaman sekaligus menghindari kepadatan kendaraan. Rekayasa Lalu Lintas Berlaku Selama Festival Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026, aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi acara. Sejumlah akses menuju kawasan Jalan Asia Afrika akan mengalami pembatasan maupun pengalihan arus selama kegiatan berlangsung. Pengendara yang tidak memiliki kepentingan menuju lokasi festival dianjurkan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari antrean kendaraan. Tips Agar Nyaman Mengunjungi Asia Africa Festival 2026 Bagi masyarakat yang ingin menikmati seluruh rangkaian acara, beberapa hal berikut dapat menjadi perhatian: Datang lebih awal sebelum karnaval dimulai. Gunakan transportasi umum jika memungkinkan. Parkir kendaraan di lokasi resmi yang telah disediakan. Ikuti arahan petugas lalu lintas. Gunakan pakaian yang nyaman karena sebagian besar kegiatan berlangsung di ruang terbuka. Siapkan air minum dan perlengkapan pribadi jika berencana mengikuti acara hingga selesai. Dengan persiapan yang baik, pengalaman menikmati festival akan terasa lebih nyaman meski jumlah pengunjung diperkirakan sangat besar. Festival Tak Hanya Karnaval, Ada Misi Diplomasi dan Budaya Penyelenggaraan tahun ini juga memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar festival budaya. Sebelum pembukaan utama, telah digelar berbagai agenda pendukung yang berkaitan dengan diplomasi budaya, termasuk pembahasan penguatan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai bagian dari warisan sejarah dunia. Pemerintah Kota Bandung juga memanfaatkan momentum ini untuk mempererat kerja sama internasional melalui sektor budaya, ekonomi kreatif, hingga pariwisata. Keikutsertaan delegasi dari berbagai negara menjadi bukti bahwa semangat Konferensi Asia Afrika masih relevan sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi lintas bangsa. Asia Africa Festival 2026 Diprediksi Dongkrak Pariwisata Bandung Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, Asia Africa Festival 2026 diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi lokal. Hotel, restoran, pusat kuliner, hingga pelaku UMKM diperkirakan akan menikmati peningkatan jumlah pengunjung selama festival berlangsung. Kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara juga diharapkan semakin memperkuat citra Bandung sebagai kota tujuan wisata budaya yang aktif menggelar event berskala internasional.  

Rekomendasi 11 Jul 2026