itinerary
5 Tempat Nongkrong di Jakarta Selatan untuk Jalan Sore, dari Gultik sampai Rooftop
Jakarta Selatan selalu punya cara untuk membuat waktu sore terasa lebih menyenangkan. Setelah seharian beraktivitas, kawasan ini menawarkan banyak pilihan untuk sekadar berjalan santai, mencari makanan, ngopi, atau mengobrol bersama teman tanpa harus merencanakan agenda yang terlalu rumit. Menariknya, pilihan tempat nongkrong di Jakarta Selatan tidak melulu berupa kafe. Ada taman kota yang cocok untuk duduk santai, area kuliner terbuka di tengah gedung perkantoran, rooftop dengan pemandangan perkotaan, hingga ruang kreatif yang dipenuhi tenant makanan dan aktivitas seni. Karena itu, jalan sore di Jakarta Selatan bisa disesuaikan dengan mood. Kalau ingin suasana santai dan jajanan kaki lima, ada kawasan Barito. Jika ingin tempat yang lebih modern, pilihan seperti Chillax dan Hause Rooftop bisa masuk daftar. Sementara itu, M Bloc Space dan Jakarta Coffee House cocok untuk melanjutkan waktu santai hingga malam. 5 Tempat Nongkrong di Jakarta Selatan yang Bisa Jadi Pilihan 1. Taman Ayodya, Jalan Santai Sambil Berburu Gultik Taman Ayodya di kawasan Barito bisa menjadi pilihan bagi yang ingin menghabiskan sore dengan suasana lebih santai. Ruang terbuka hijau ini berada tidak jauh dari kawasan Blok M dan dikenal sebagai salah satu area yang ramai dikunjungi, terutama menjelang akhir pekan. Daya tariknya bukan hanya area taman. Di sekitar kawasan tersebut, pengunjung juga bisa menemukan berbagai pilihan jajanan kaki lima, termasuk gulai tikungan atau gultik, nasi bebek, sate ayam, bubur ayam, gorengan, hingga kopi keliling. Konsepnya sederhana, tetapi justru itu yang membuat kawasan ini menarik. Setelah berjalan mengelilingi taman, pengunjung bisa mencari makanan, kemudian duduk santai sambil menikmati suasana sekitar. Bagi yang ingin merasakan suasana nongkrong khas Jakarta tanpa harus masuk ke kafe, kawasan Taman Ayodya bisa menjadi salah satu pilihan. 2. Chillax, Nongkrong Santai di Tengah Kawasan Sudirman Kalau suasana taman terasa terlalu santai dan kamu lebih suka tempat dengan nuansa urban, Chillax di kawasan Jalan Jenderal Sudirman bisa dipertimbangkan. Area ini mengusung konsep pusat kuliner terbuka dengan berbagai pilihan makanan dan kedai kopi. Lokasinya yang berada di kawasan perkantoran juga memberikan suasana khas Jakarta modern, terutama ketika aktivitas sore mulai berganti dengan suasana menjelang malam. Salah satu keunggulan lainnya adalah akses transportasi. Chillax dapat dijangkau menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta maupun MRT sehingga relatif praktis bagi pengunjung yang tidak membawa kendaraan pribadi. Tempat seperti ini cocok untuk kamu yang ingin bertemu teman sepulang aktivitas tanpa harus mencari destinasi yang terlalu jauh dari pusat kota. 3. Hause Rooftop, Menikmati Jakarta dari Ketinggian Ada kalanya jalan sore tidak harus diisi dengan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain. Duduk santai sambil melihat perubahan suasana kota dari ketinggian juga bisa menjadi cara menikmati waktu setelah aktivitas seharian. Hause Rooftop di kawasan Setiabudi menawarkan pengalaman tersebut. Berada di area perkantoran, tempat ini menghadirkan suasana santai dengan pemandangan perkotaan yang semakin terasa ketika hari mulai gelap. Menurut artikel sumber, pada Jumat dan Sabtu lokasi ini melayani pengunjung hingga pukul 01.00 WIB. Karena itu, tempat ini juga bisa menjadi pilihan untuk melanjutkan nongkrong setelah sore berganti malam. Jika ingin menghabiskan waktu bersama teman dengan suasana yang lebih tenang dan menikmati lanskap gedung-gedung Jakarta, rooftop bisa menjadi alternatif menarik. 4. M Bloc Space, Jalan Sore Sekalian Eksplor Ruang Kreatif Buat yang lebih suka tempat dengan banyak aktivitas, M Bloc Space di kawasan Blok M layak dimasukkan ke daftar. Kawasan ini merupakan ruang publik kreatif yang dikembangkan dari kompleks perumahan dinas milik Peruri. Kini, area tersebut diisi berbagai tenant kuliner, toko produk kreatif, serta ruang untuk pertunjukan seni dan musik. Berbeda dari nongkrong di satu kafe, berkunjung ke M Bloc Space memungkinkan pengunjung melakukan beberapa aktivitas sekaligus. Kamu bisa mencari makanan, membeli produk kreatif, melihat-lihat toko, berburu kopi, atau sekadar berjalan menyusuri kawasan. Pada akhir pekan, suasananya cenderung lebih hidup karena banyak pengunjung datang untuk menikmati kuliner maupun berbagai aktivitas yang tersedia. 5. Jakarta Coffee House, Pilihan Santai untuk Penikmat Kopi Setelah berkeliling kawasan Jakarta Selatan, agenda bisa ditutup dengan secangkir kopi. Salah satu pilihan yang disebut dalam artikel sumber adalah Jakarta Coffee House di Cipete. Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan kuliner Cipete Raya sehingga cukup menarik dijadikan tempat singgah setelah menjelajahi area sekitar. Tempat ini menawarkan suasana yang lebih santai bagi pengunjung yang ingin berbincang bersama teman atau sekadar menikmati waktu dengan secangkir kopi. Menurut artikel sumber, Jakarta Coffee House juga beroperasi hingga tengah malam, termasuk pada akhir pekan. Hal tersebut membuatnya dapat menjadi pilihan untuk melanjutkan aktivitas setelah sore hari. Pilih Tempat Nongkrong Sesuai Mood Lima tempat tersebut menawarkan pengalaman yang cukup berbeda. Supaya agenda jalan sore tidak terasa monoton, pilihan tempat bisa disesuaikan dengan aktivitas yang ingin dilakukan. Beberapa pertimbangannya antara lain: Ingin kulineran dengan suasana sederhana? Kawasan Taman Ayodya dan Barito bisa dipertimbangkan. Ingin tempat terbuka dengan nuansa perkotaan? Chillax menawarkan konsep tersebut. Ingin melihat pemandangan kota sambil bersantai? Hause Rooftop bisa menjadi alternatif. Ingin kuliner sekaligus mengeksplor ruang kreatif? M Bloc Space menawarkan lebih banyak aktivitas. Ingin menutup sore dengan kopi dan obrolan santai? Jakarta Coffee House di Cipete dapat menjadi pilihan. Jalan Sore di Jaksel Tidak Harus Mahal Menariknya, menikmati Jakarta Selatan tidak selalu berarti harus menghabiskan banyak uang. Jalan-jalan di taman sambil membeli jajanan kaki lima bisa menjadi pilihan sederhana, sementara area kreatif dan pusat kuliner memberikan lebih banyak alternatif bagi yang ingin menghabiskan waktu lebih lama. Kuncinya adalah menentukan terlebih dahulu ingin mendapatkan pengalaman seperti apa. Kalau tujuan utamanya melepas penat, ruang terbuka bisa lebih cocok. Jika ingin bertemu teman sambil mencoba makanan, area kuliner bisa menjadi pilihan. Sementara bagi yang ingin menikmati suasana kota hingga malam, rooftop atau coffee shop dapat masuk dalam itinerary. Dengan banyaknya pilihan tersebut, jalan sore di Jakarta Selatan bisa dibuat fleksibel tanpa harus memiliki agenda yang terlalu padat. Tinggal pilih suasana yang sesuai dengan mood, ajak teman atau keluarga, lalu nikmati sisi Jakarta yang berbeda setelah matahari mulai turun.
3 Wisata Sejarah di Bandung yang Seru, Liburan Sekalian Tambah Wawasan
Bandung punya banyak pilihan untuk mengisi waktu luang, bukan hanya lewat wisata kuliner, kafe, atau tempat rekreasi. Bagi yang ingin menikmati suasana Kota Kembang sambil mengenal cerita masa lalu, wisata sejarah di Bandung bisa menjadi pilihan yang menarik. Berwisata ke tempat bersejarah memberikan pengalaman yang sedikit berbeda. Pengunjung tidak sekadar datang untuk berfoto, tetapi juga dapat memahami bagaimana sebuah bangunan, peristiwa, hingga perkembangan ilmu pengetahuan menjadi bagian dari perjalanan Bandung dan Indonesia. Jika ingin mencoba wisata dengan nuansa edukatif tanpa terasa membosankan, berikut tiga destinasi yang bisa dimasukkan ke dalam itinerary. 1. Museum Konferensi Asia Afrika, Menyusuri Jejak Sejarah Dunia Berada di Jalan Asia Afrika Nomor 65, Bandung, Museum Konferensi Asia Afrika menjadi salah satu destinasi yang cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah hubungan negara-negara Asia dan Afrika. Museum ini menempati Gedung Merdeka, bangunan yang memiliki hubungan erat dengan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika 1955. Dari kunjungan tersebut, wisatawan dapat mengenal berbagai informasi mengenai konferensi serta semangat solidaritas yang menjadi bagian penting dari sejarahnya. Suasana kawasan Asia Afrika juga membuat kunjungan ke museum dapat dipadukan dengan berjalan-jalan di sekitar pusat Kota Bandung. Jadi, satu perjalanan bisa diisi dengan wisata sejarah sekaligus menikmati sejumlah landmark kota. Informasi kunjungan: Rabu, Kamis, dan Sabtu: 09.00–12.00 WIB serta 13.00–15.00 WIB. Jumat: 09.00–11.30 WIB serta 13.30–15.30 WIB. Minggu, Senin, Selasa, dan hari libur nasional: tutup. Pengunjung perlu melakukan reservasi sebelum datang. Kenapa menarik? Destinasi ini cocok untuk pelajar, keluarga, maupun wisatawan yang ingin mendapatkan perspektif sejarah secara langsung. Terlebih, lokasi museum berada di kawasan yang menjadi salah satu wajah penting Kota Bandung. 2. Gedung Sate, Ikon Bandung yang Punya Nilai Sejarah Nama Gedung Sate tentu sudah tidak asing bagi masyarakat Bandung. Bangunan yang berada di Jalan Diponegoro tersebut merupakan salah satu landmark paling terkenal di Jawa Barat. Di balik bentuk bangunannya yang khas, Gedung Sate memiliki nilai sejarah dalam perkembangan Kota Bandung. Kawasan ini juga termasuk bagian dari kawasan pariwisata pendidikan dan sejarah. Menariknya, kunjungan ke Gedung Sate dapat dibuat lebih fleksibel. Wisatawan bisa menjadikannya sebagai salah satu titik dalam perjalanan keliling Bandung karena lokasinya berdekatan dengan sejumlah destinasi lainnya. Selain menikmati arsitektur dan suasana kawasan, pengunjung juga dapat menjadikan perjalanan tersebut sebagai kesempatan untuk mengenal lebih jauh perkembangan Bandung dari masa ke masa. Cocok untuk itinerary singkat Bagi wisatawan yang tidak ingin menghabiskan waktu seharian di satu tempat, Gedung Sate bisa ditempatkan sebagai salah satu tujuan dalam rute wisata kota. Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan ke destinasi lain di kawasan Bandung. 3. Museum Geologi, Liburan Sambil Mengenal Sejarah Bumi Jika wisata sejarah yang dicari tidak hanya berkaitan dengan manusia dan bangunan, Museum Geologi bisa menjadi alternatif. Museum yang beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 57, Bandung, ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan ilmu kebumian. Kunjungan ke museum dapat menjadi pengalaman edukatif karena wisatawan berkesempatan mengenal berbagai informasi mengenai bumi dan proses yang membentuknya. Museum Geologi juga pernah menghadirkan program Day and Night at The Museum, yang menggabungkan unsur edukasi dan hiburan. Konsep tersebut menunjukkan bahwa museum dapat dikemas dengan pengalaman yang lebih menarik, terutama bagi pengunjung muda dan keluarga. Informasi kunjungan: Senin–Kamis: 09.00–15.00 WIB. Sabtu–Minggu: 09.00–14.00 WIB. Jumat, hari libur nasional, dan cuti bersama: tutup. Tiket pelajar/mahasiswa: sekitar Rp3.000. Tiket masyarakat umum: sekitar Rp5.000. Tiket wisatawan asing: sekitar Rp25.000. Biar Wisata Sejarah di Bandung Makin Seru Wisata sejarah tidak harus identik dengan aktivitas yang serius dan membosankan. Agar pengalaman berkunjung lebih menarik, wisatawan bisa membuat perjalanan dengan konsep "one day history trip". Misalnya, pagi hari dimulai dengan mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika, kemudian dilanjutkan menuju Gedung Sate, sebelum menutup perjalanan dengan Museum Geologi. Namun, jam operasional dan aturan kunjungan sebaiknya diperiksa kembali sebelum berangkat karena informasi dapat berubah. Beberapa hal yang bisa dilakukan agar perjalanan lebih berkesan: Baca sedikit sejarah sebelum datang, sehingga koleksi atau bangunan yang dilihat lebih mudah dipahami. Catat fakta menarik yang baru diketahui selama kunjungan. Ajak anak atau teman berdiskusi mengenai cerita sejarah yang ditemukan. Gabungkan dengan wisata kuliner di sekitar lokasi agar perjalanan tidak terasa monoton. Periksa jadwal operasional dan reservasi sebelum berangkat. Bandung Punya Sisi Lain untuk Dieksplorasi Tiga wisata sejarah di Bandung tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda. Museum Konferensi Asia Afrika membawa pengunjung mengenal peristiwa internasional yang pernah berlangsung di Bandung, Gedung Sate memperlihatkan salah satu bangunan ikonik dengan nilai sejarah, sedangkan Museum Geologi mengajak wisatawan memahami perjalanan bumi dari perspektif ilmu kebumian. Jadi, jika mulai bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja, tidak ada salahnya mencoba perjalanan yang sekaligus memberikan pengetahuan baru. Liburan ke Bandung tidak harus selalu soal foto dan kuliner—sesekali, menjelajahi sejarah juga bisa menjadi pengalaman yang seru.
Itinerary Liburan Bandung 13–16 Juni 2026: Wisata Keluarga, Hotel Nyaman, dan Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba
Bandung masih menjadi salah satu destinasi favorit untuk menghabiskan libur panjang maupun liburan sekolah. Udara yang relatif sejuk, pilihan wisata yang beragam, serta deretan kuliner legendaris membuat Kota Kembang selalu menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Bagi keluarga yang berencana berlibur pada 13–16 Juni 2026, perjalanan selama empat hari dapat dimanfaatkan untuk menikmati kombinasi wisata kota, hiburan keluarga, kuliner khas Sunda, hingga pengalaman menginap di hotel yang ramah anak. Berikut itinerary yang dapat dijadikan referensi agar liburan di Bandung lebih terencana dan menyenangkan. Hari Pertama: Check-in Hotel dan Menjelajahi Ikon Kota Bandung Pilih Hotel Ramah Keluarga untuk Basis Liburan Sebelum memulai petualangan, memilih hotel yang nyaman menjadi langkah penting. Beberapa hotel keluarga di Bandung menawarkan fasilitas yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga, mulai dari kolam renang hingga area bermain anak. Pilihan yang banyak diminati antara lain: Grand Tjokro Premiere Bandung dengan area bermain anak dan mini zoo. eL Hotel Bandung yang memiliki kolam renang air hangat. The Trans Luxury Hotel yang terhubung langsung dengan kawasan hiburan keluarga. Aston Tropicana yang berada di lokasi strategis pusat kota. Setelah proses check-in dan beristirahat sejenak, perjalanan dapat dilanjutkan untuk menikmati suasana khas Bandung pada sore hingga malam hari. Berburu Spot Foto dan Menikmati Bandung di Malam Hari Salah satu lokasi yang menarik dikunjungi adalah Skyward Project Bandung di kawasan 23 Paskal. Tempat ini menawarkan instalasi seni modern dan berbagai wahana interaktif yang cocok untuk keluarga maupun generasi muda yang gemar berburu foto estetik. Sebagai alternatif, wisatawan juga dapat berjalan santai di kawasan Braga yang terkenal dengan bangunan bersejarah, kafe, dan suasana kota tua yang unik. Kawasan ini selalu menjadi magnet wisatawan yang datang ke Bandung. Hari Pertama Ditutup dengan Kuliner Legendaris Berlibur ke Bandung tentu belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khas yang telah bertahan selama puluhan tahun. Beberapa rekomendasi yang bisa dicoba antara lain: Batagor Riri dengan cita rasa khas Bandung. Mie Kocok Mang Dadeng yang terkenal dengan kuah gurih dan kikil empuk. Roti Bakar Cari Rasa yang menjadi favorit pecinta kuliner malam. Kuliner-kuliner tersebut tidak hanya populer di kalangan wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner Kota Bandung. Hari Kedua: Wisata Edukasi dan Hiburan untuk Semua Usia Saatnya Mengajak Anak Bermain dan Belajar Hari kedua dapat difokuskan pada destinasi yang ramah keluarga dan edukatif. Salah satu tujuan utama adalah Trans Studio Bandung yang menawarkan berbagai wahana permainan indoor untuk anak-anak hingga orang dewasa. Dengan konsep taman hiburan dalam ruangan, tempat ini tetap nyaman dikunjungi meskipun cuaca sedang tidak bersahabat. Pilihan lain adalah HomPim Play Bandung yang menggabungkan unsur edukasi, aktivitas fisik, dan permainan interaktif dalam satu lokasi. Konsep edutainment yang diusung membuat anak-anak dapat bermain sambil belajar. Alternatif Wisata Alam untuk Keluarga Jika ingin menikmati udara pegunungan, kawasan Lembang juga dapat dimasukkan ke dalam agenda perjalanan. Beberapa destinasi yang banyak direkomendasikan untuk keluarga antara lain: Farm House Lembang. Floating Market Lembang. The Lodge Maribaya. Udara yang sejuk serta banyaknya aktivitas luar ruang membuat kawasan ini cocok untuk mengisi waktu bersama keluarga. Kuliner Siang yang Wajib Masuk Daftar Setelah puas berwisata, waktunya menikmati hidangan khas Bandung yang sudah melegenda. Beberapa pilihan yang layak dicoba meliputi: Warung Nasi Ibu Imas dengan sambal dadak khas Sunda. Lotek Kalipah Apo yang dikenal sebagai salah satu lotek legendaris di Bandung. Menu-menu tersebut menawarkan pengalaman kuliner autentik yang sulit ditemukan di daerah lain. Hari Ketiga: Menyusuri Bandung yang Penuh Sejarah Menjelajahi Wajah Klasik Kota Kembang Bandung tidak hanya dikenal sebagai kota wisata dan kuliner, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang menarik untuk dijelajahi. Kota ini bahkan pernah dijuluki "Parijs van Java" pada masa kolonial karena perkembangan arsitektur dan gaya hidupnya yang khas. Pada hari ketiga, wisatawan dapat mengunjungi: Gedung Merdeka. Jalan Asia Afrika. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika. Kawasan Braga. Selain menambah wawasan sejarah, lokasi-lokasi tersebut juga menawarkan banyak spot foto menarik. Menikmati Ruang Hijau Kota Bandung Bagi yang ingin suasana lebih santai, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau Tahura bisa menjadi pilihan. Kawasan konservasi ini menawarkan jalur trekking ringan, udara segar, dan pemandangan alam yang menenangkan. Hari Keempat: Belanja Oleh-Oleh Sebelum Pulang Sebelum meninggalkan Bandung, sempatkan waktu untuk berburu oleh-oleh khas yang selalu menjadi incaran wisatawan. Beberapa pilihan populer antara lain: Brownies khas Bandung. Batagor kemasan. Aneka kue tradisional Sunda. Produk fesyen dan tekstil lokal. Bandung memang dikenal sebagai salah satu pusat belanja produk tekstil dan fesyen yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tips Agar Liburan Bandung Lebih Nyaman Agar perjalanan selama empat hari berjalan lancar, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan: Pesan hotel jauh-jauh hari karena periode liburan biasanya ramai. Berangkat lebih pagi untuk menghindari kemacetan menuju Bandung. Gunakan pakaian yang nyaman untuk aktivitas luar ruang. Siapkan jadwal kunjungan agar waktu tidak terbuang di perjalanan. Sisakan waktu khusus untuk menikmati kuliner khas kota. Bandung Tetap Menjadi Pilihan Favorit Liburan Keluarga Perpaduan antara wisata keluarga, hotel ramah anak, kuliner legendaris, dan suasana kota yang sejuk menjadikan Bandung sebagai destinasi yang sulit tergantikan untuk liburan singkat. Dengan itinerary yang terencana, liburan Bandung pada 13–16 Juni 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk beristirahat, tetapi juga momen berkualitas bersama keluarga sambil menikmati berbagai daya tarik yang dimiliki Kota Kembang.