Hasil Pencarian

colenak

Festival Kuliner Bandung 2026 Bikin Panganan Jadul Naik Kelas, Ada Colenak Kekinian

Di tengah popularitas makanan kekinian yang silih berganti muncul di media sosial, sejumlah panganan jadul khas Bandung justru kembali mendapatkan panggung. Lewat Festival Kuliner Bandung (FKB) Volume 3, makanan legendaris diperkenalkan dengan cara yang lebih dekat dengan selera generasi muda. Mengusung tema “Bandung Tempo Doeloe”, Festival Kuliner Bandung menghadirkan beragam kuliner dan minuman legendaris. Tidak sekadar menjadi tempat berburu makanan, festival ini juga mengajak pengunjung mengenal kembali cita rasa yang menjadi bagian dari perjalanan kuliner Kota Bandung. FKB Volume 3 berlangsung pada 25 Agustus hingga 27 September 2026 di Area Parkir Barat Summarecon Bandung, Gedebage, Kota Bandung. Sebanyak 88 tenant dan enam food truck turut meramaikan gelaran tersebut. Colenak Jadul Dibuat Lebih Kekinian Salah satu panganan yang menarik perhatian adalah colenak, kudapan khas Sunda berbahan dasar tape singkong atau peuyeum yang dibakar. Secara tradisional, colenak disajikan bersama lelehan gula merah dan kelapa parut. Namun, penyajian di Festival Kuliner Bandung dibuat lebih modern. Kreasi tersebut diperkenalkan oleh mahasiswa Program Studi Seni Kuliner Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Mereka memberi nama produknya Colenak Gaul Enhaii. Agar lebih mudah diterima oleh generasi muda, colenak diberi sejumlah pilihan topping seperti sukade, cokelat, dan keju. Bahkan, muncul pula gagasan untuk mengombinasikannya dengan es krim. Menariknya, inovasi tersebut berawal dari pengalaman para mahasiswa yang sebelumnya belum mengenal atau mencicipi colenak. Dalam waktu sekitar satu minggu sebelum festival, mereka mencari cara agar panganan tradisional tersebut memiliki tampilan yang lebih menarik tanpa kehilangan identitas dasarnya. Kenapa Panganan Jadul Perlu Dibuat Lebih Kreatif? Perubahan penyajian bukan sekadar mengejar tampilan. Bagi makanan tradisional, inovasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkannya kepada konsumen yang belum familiar dengan rasa maupun bentuk aslinya. Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak harus selalu disajikan dengan cara yang sama. Selama karakter utama dan identitas kulinernya tetap dipertahankan, variasi topping atau penyajian dapat menjadi pintu masuk bagi konsumen baru. Perkedel Bondon Ikut Buka Jalan ke Generasi Muda Selain colenak, Perkedel Bondon juga menjadi salah satu panganan yang hadir dalam Festival Kuliner Bandung Volume 3. Kuliner yang telah dikenal sejak era 1980-an tersebut untuk pertama kalinya mengikuti festival kuliner. Generasi ketiga Perkedel Bondon, Riska Diana, mengatakan kehadiran mereka di festival menjadi kesempatan untuk menjangkau pembeli yang lebih luas, termasuk generasi muda. Antusiasme pengunjung pun disebut cukup tinggi. Dalam sehari, penjualan dapat mencapai sekitar 1.000 perkedel dengan kebutuhan kentang sekitar 1–2 kuintal. Meski telah bertahan selama puluhan tahun, kualitas dan cita rasa tetap menjadi bagian penting yang dipertahankan. Salah satu ciri khas Perkedel Bondon berasal dari proses penggorengan menggunakan arang dan kayu bakar di warung aslinya, yang memberikan karakter smoky pada makanan. Bukan Sekadar Kuliner Jadul, Ada Banyak Pilihan Festival Kuliner Bandung tidak hanya mengandalkan label “jadul” untuk menarik pengunjung. Kurasi tenant juga mempertimbangkan kuliner yang masih dicari masyarakat, baik oleh warga Bandung maupun wisatawan dari luar kota. Beberapa kuliner yang hadir antara lain: mi kocok; batagor; kupat tahu; es campur; berbagai makanan dan minuman khas Bandung; toko oleh-oleh; kuliner legendaris dan jajanan yang masih populer. Dengan komposisi tersebut, pengunjung dapat menemukan makanan dari berbagai karakter dalam satu lokasi. Konsep ini membuat festival tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga menjadi salah satu pilihan wisata kuliner Bandung. FKB Volume 3 Targetkan 250.000 Pengunjung Festival Kuliner Bandung Volume 3 juga dirancang untuk menarik wisatawan dari luar Kota Bandung. Lokasinya di Gedebage dinilai strategis karena berada di kawasan Bandung Timur dan berdekatan dengan sejumlah destinasi, termasuk Masjid Al Jabbar dan GBLA. Berdasarkan data yang disampaikan pihak Summarecon Bandung, pada 2023 sekitar 20 persen pengunjung berasal dari luar Kota Bandung. Angka tersebut meningkat menjadi 25 persen hingga Juni 2026. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, FKB disebut berhasil menarik sekitar 200.000 pengunjung selama satu bulan. Tahun ini, dengan durasi penyelenggaraan 34 hari, target pengunjung dinaikkan menjadi 250.000 orang. Festival Kuliner Bandung Jadi Ruang untuk Mempertemukan Generasi Kehadiran panganan tradisional di tengah tren makanan viral memperlihatkan bahwa kuliner jadul masih memiliki peluang untuk kembali dikenal. Tantangannya bukan hanya mempertahankan resep, tetapi juga bagaimana membuat makanan tersebut lebih mudah diterima oleh konsumen yang belum pernah mencobanya. Inovasi seperti topping baru, kemasan yang menarik, hingga pengenalan melalui festival dapat menjadi salah satu strategi untuk menjembatani selera antar-generasi. Di sisi lain, konsumen juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal cerita di balik makanan yang mungkin sebelumnya hanya dikenal oleh orang tua atau kakek-nenek mereka. Mau Nostalgia Sekaligus Berburu Kuliner? Festival Kuliner Bandung Volume 3 menawarkan pengalaman yang cukup berbeda. Pengunjung dapat mencicipi makanan kekinian, tetapi pada saat yang sama juga diajak mengenal kembali panganan yang telah menjadi bagian dari identitas kuliner Bandung. Dari colenak yang diberi sentuhan modern hingga Perkedel Bondon yang mempertahankan karakter smoky, masing-masing memiliki cerita tersendiri. Jadi, jika sedang mencari agenda kuliner di Bandung, Festival Kuliner Bandung bisa menjadi pilihan untuk mencicipi makanan sekaligus mengenal kembali rasa-rasa lama yang kini dikemas dengan cara lebih segar.

Rekomendasi 29 Aug 2026