Iran Keluhkan Perlakuan Khusus Usai Imbang Lawan Selandia Baru di Piala Dunia 2026
Persaingan di Grup G Piala Dunia 2026 langsung berlangsung ketat sejak pertandingan pertama. Tidak ada satu pun tim yang berhasil mengamankan kemenangan pada laga pembuka, sehingga seluruh kontestan harus puas berbagi angka dan memulai turnamen dengan posisi yang sama di klasemen sementara.
Iran, Selandia Baru, Belgia, dan Mesir kini sama-sama mengoleksi satu poin setelah dua pertandingan pembuka grup berakhir tanpa pemenang. Namun, di luar hasil pertandingan, perhatian publik justru tertuju pada keluhan yang disampaikan kubu Iran terkait perlakuan yang mereka terima setelah laga berlangsung.
Grup G Piala Dunia 2026 Berjalan Seimbang Sejak Awal
Pertandingan antara Iran dan Selandia Baru yang digelar di Los Angeles menyajikan duel sengit dengan empat gol tercipta sepanjang laga. Tuan rumah lebih dulu membuka keunggulan melalui Elijah Just pada menit ketujuh.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Iran berhasil merespons melalui gol Ramin Rezaeian yang membuat skor kembali seimbang menjelang turun minum.
Memasuki babak kedua, Selandia Baru kembali mengambil alih momentum. Elijah Just mencetak gol keduanya pada menit ke-55 dan membawa timnya unggul 2-1. Namun, Iran kembali menunjukkan daya juang tinggi ketika Mohammad Mohebi mencetak gol penyeimbang sembilan menit kemudian.
Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan berakhir dan memaksa kedua tim berbagi satu poin.
Jalannya Pertandingan Iran vs Selandia Baru
- Menit 7: Elijah Just membawa Selandia Baru unggul 1-0.
- Menit 32: Ramin Rezaeian menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
- Menit 55: Elijah Just mencetak gol kedua untuk Selandia Baru.
- Menit 64: Mohammad Mohebi menyamakan skor menjadi 2-2.
Hasil tersebut membuat peluang kedua tim untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka lebar.
Mesir Gagal Mempertahankan Keunggulan atas Belgia
Di pertandingan lain Grup G, Mesir sebenarnya berada di ambang kemenangan sebelum Belgia berhasil menyelamatkan satu poin.
The Pharaohs membuka keunggulan lebih dahulu melalui Emam Ashour pada menit ke-20. Setelah unggul selama lebih dari 40 menit, harapan Mesir untuk mengamankan tiga poin harus pupus akibat gol bunuh diri Mohamed Hany pada menit ke-66.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan hasil tersebut, klasemen sementara Grup G menjadi sangat menarik karena seluruh tim memiliki jumlah poin yang identik.
Klasemen Sementara Grup G Piala Dunia 2026
Setelah laga pertama, situasi Grup G menjadi salah satu yang paling kompetitif di turnamen.
Perolehan Poin Sementara
- Selandia Baru – 1 poin
- Iran – 1 poin
- Belgia – 1 poin
- Mesir – 1 poin
Tidak adanya tim yang berhasil meraih kemenangan membuat pertandingan kedua diprediksi akan menjadi penentu arah persaingan menuju fase gugur.
Keluhan Iran Jadi Sorotan Usai Laga
Meski berhasil mengamankan satu poin penting, suasana di kubu Iran tidak sepenuhnya positif. Tim berjuluk Team Melli itu mengaku mengalami kendala logistik setelah pertandingan berakhir.
Menurut pelatih Amir Ghalenoei, timnya tidak mendapatkan kesempatan menjalani proses pemulihan sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya. Para pemain disebut harus segera meninggalkan Los Angeles dan kembali ke pusat latihan mereka di Tijuana, Meksiko, hanya beberapa jam setelah laga usai.
Keputusan tersebut membuat staf pelatih merasa persiapan tim menjadi terganggu.
“Kami berharap bisa menjalani masa pemulihan setelah pertandingan. Namun setelah laga selesai, kami diminta segera kembali ke kamp latihan,” ungkap Ghalenoei.
Kapten Iran Sebut Timnya Mengalami Kesulitan Tambahan
Keluhan serupa juga disampaikan kapten Iran, Mehdi Taremi. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan menuju kamp latihan tidak berjalan semudah yang diperkirakan.
Menurutnya, tim harus melalui sejumlah prosedur perjalanan dan pemeriksaan keamanan yang cukup panjang sebelum tiba kembali di markas mereka.
Situasi tersebut dinilai mengurangi waktu istirahat para pemain setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi di Piala Dunia.
Tantangan yang Dihadapi Iran
Beberapa kendala yang disorot kubu Iran meliputi:
- Waktu pemulihan yang lebih singkat.
- Perjalanan lintas wilayah setelah pertandingan.
- Pemeriksaan keamanan tambahan.
- Jadwal yang dinilai kurang ideal untuk proses recovery pemain.
Kondisi tersebut membuat Iran merasa tidak memperoleh kenyamanan yang sama seperti yang diharapkan selama turnamen berlangsung.
Pertandingan Berikutnya Bisa Menentukan Nasib Grup G
Persaingan Grup G dipastikan semakin panas pada pertandingan kedua. Selandia Baru dijadwalkan menghadapi Mesir dalam laga yang berpotensi menentukan posisi puncak klasemen sementara.
Sementara itu, Iran akan kembali berjuang untuk meraih kemenangan perdana saat menghadapi Belgia. Laga tersebut diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan tiga poin untuk memperbesar peluang lolos ke babak berikutnya.
Iran Tetap Punya Modal Positif Meski Dihantam Kontroversi
Terlepas dari keluhan terkait perjalanan dan pemulihan pascapertandingan, Iran tetap membawa modal penting dari laga pembuka. Dua kali tertinggal namun mampu menyamakan kedudukan menunjukkan mental bertanding yang kuat dari skuad Team Melli.
Jika mampu mempertahankan semangat juang tersebut dan memperbaiki beberapa aspek permainan, Iran masih memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Dengan seluruh tim masih mengoleksi satu poin, persaingan di Grup G masih sepenuhnya terbuka. Setiap pertandingan berikutnya akan memiliki arti yang sangat penting bagi langkah masing-masing negara menuju babak 16 besar.