Sepakbola

Hasil Argentina vs Swiss: Bermain Imbang 1-1, La Albiceleste Dipaksa Berjuang hingga Extra Time

Admin GenFun | Minggu, 12 Jul 2026 12:48 WIB
Hasil Argentina vs Swiss: Bermain Imbang 1-1, La Albiceleste Dipaksa Berjuang hingga Extra Time

Hasil Argentina vs Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 belum menghasilkan pemenang setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Duel yang berlangsung di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (12/7) WIB, akhirnya harus dilanjutkan ke babak extra time untuk menentukan tim yang berhak melaju ke semifinal.

Meski sempat unggul lebih dulu, Argentina gagal mempertahankan keunggulan setelah Swiss tampil lebih agresif pada babak kedua. Menariknya, Die Nati tetap mampu memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu meski harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-72.

Argentina Unggul Cepat Lewat Alexis Mac Allister

Juara bertahan langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit awal dibunyikan.

Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-10. Berawal dari sepak pojok Lionel Messi, bola berhasil disundul Alexis Mac Allister yang berdiri bebas di depan gawang. Gregor Kobel gagal mengantisipasi arah bola sehingga Argentina memimpin 1-0 lebih dulu.

Gol cepat itu membuat La Albiceleste tampil lebih percaya diri. Kombinasi Messi, Mac Allister, dan Julian Alvarez beberapa kali merepotkan pertahanan Swiss, meski belum mampu menambah keunggulan hingga turun minum.

Swiss Bangkit dan Berhasil Menyamakan Kedudukan

Memasuki babak kedua, permainan Swiss berubah drastis.

Tim asuhan Murat Yakin tampil lebih berani menekan dan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang berhasil diciptakan, termasuk sundulan Dan Ndoye pada menit ke-65 yang masih mampu ditepis Emiliano Martinez.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil dua menit kemudian.

Dan Ndoye sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-67 setelah menerima umpan Ricardo Rodriguez. Dari sudut sempit, penyerang Swiss itu melepaskan tembakan kaki kanan yang gagal dihentikan Martinez.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka dengan kedua tim saling mencari gol penentu.

Drama VAR Berujung Kartu Merah Breel Embolo

Salah satu momen paling kontroversial terjadi pada menit ke-72.

Awalnya, wasit memberikan kartu kuning kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes. Namun setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), keputusan tersebut dibatalkan.

Sebaliknya, Breel Embolo dinilai melakukan simulasi saat mencoba mendapatkan pelanggaran di kotak penalti.

Karena sebelumnya telah mengoleksi satu kartu kuning, Embolo akhirnya menerima kartu kuning kedua yang otomatis berubah menjadi kartu merah.

Swiss pun harus melanjutkan pertandingan dengan hanya 10 pemain.

Argentina Gagal Memanfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain

Unggul jumlah pemain membuat Argentina langsung meningkatkan intensitas serangan.

Lionel Messi lebih banyak bergerak bebas untuk membongkar pertahanan Swiss yang mulai bermain lebih dalam.

Beberapa peluang berbahaya berhasil diciptakan, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama bagi La Albiceleste.

Swiss justru menunjukkan organisasi pertahanan yang sangat disiplin meski kehilangan satu pemain.

Peluang Emas Mac Allister Masih Melenceng

Kesempatan terbaik Argentina datang menjelang berakhirnya waktu normal.

Pada menit ke-89, Nicolas Gonzalez mengirimkan umpan silang akurat ke depan gawang.

Alexis Mac Allister berhasil menyambut bola melalui sundulan dari jarak dekat. Sayangnya, bola masih melenceng tipis sehingga peluang emas tersebut gagal dikonversi menjadi gol kedua Argentina.

Momen itu menjadi salah satu peluang terbaik La Albiceleste sepanjang babak kedua.

Lionel Scaloni Lakukan Pergantian Menyerang

Melihat timnya kesulitan menembus pertahanan Swiss, Lionel Scaloni melakukan sejumlah perubahan pada masa injury time.

Beberapa pemain segar yang dimasukkan antara lain:

  • Lautaro Martinez.
  • Gonzalo Montiel.
  • Nicolas Gonzalez.

Pergantian tersebut dilakukan untuk meningkatkan kreativitas sekaligus menambah daya gedor menjelang berakhirnya waktu normal.

Di sisi lain, Murat Yakin memilih pendekatan berbeda.

Pelatih Swiss memasukkan Zeki Amdouni, Miro Muheim, dan Eray Comert demi memperkuat lini belakang sekaligus mempertahankan hasil imbang.

Gregor Kobel Jadi Tembok Kokoh Swiss

Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, Argentina kembali memperoleh peluang emas.

Pada menit ke-90+9, Lionel Messi mengirimkan sepak pojok yang berhasil menciptakan kemelut di depan gawang Swiss.

Lisandro Martinez kemudian menyambar bola liar dengan tendangan salto spektakuler dari dalam kotak penalti.

Namun Gregor Kobel kembali menunjukkan kualitasnya.

Kiper Swiss itu melakukan penyelamatan luar biasa menggunakan satu tangan sehingga menggagalkan peluang emas Argentina mencetak gol kemenangan.

Aksi tersebut menjadi salah satu penyelamatan terbaik sepanjang pertandingan.

Statistik Pertandingan Menunjukkan Duel Berimbang

Meski Argentina lebih dominan dalam penguasaan bola setelah Swiss kehilangan satu pemain, jalannya pertandingan tetap berlangsung seimbang.

Beberapa faktor yang membuat Swiss mampu bertahan hingga akhir waktu normal antara lain:

  • Organisasi pertahanan yang disiplin.
  • Penampilan gemilang Gregor Kobel di bawah mistar.
  • Efektivitas memanfaatkan peluang ketika menyerang.
  • Semangat bertahan meski bermain dengan 10 pemain.

Sebaliknya, Argentina masih kesulitan memaksimalkan peluang yang berhasil mereka ciptakan.

Extra Time Jadi Penentu Tiket Semifinal

Hingga peluit panjang menandai berakhirnya waktu normal dibunyikan, skor Argentina vs Swiss tetap bertahan 1-1.

Hasil tersebut memaksa kedua tim melanjutkan pertandingan ke babak extra time untuk menentukan siapa yang berhak mengamankan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026.

Argentina masih mengandalkan kreativitas Lionel Messi dan kedalaman skuadnya untuk mencari gol kemenangan. Di sisi lain, Swiss menunjukkan mentalitas luar biasa dengan mampu mempertahankan skor imbang meski harus bermain dengan 10 orang selama hampir 20 menit. Perjuangan kedua tim pun dipastikan belum berakhir, dengan babak tambahan waktu menjadi penentu nasib mereka di turnamen paling bergengsi dunia tersebut.

 

Tags