Sepakbola

Belanda vs Maroko: Drama Adu Penalti Bikin De Oranje Angkat Koper dari Piala Dunia 2026

Admin GenFun | Rabu, 01 Jul 2026 11:44 WIB
Belanda vs Maroko: Drama Adu Penalti Bikin De Oranje Angkat Koper dari Piala Dunia 2026

Laga Belanda vs Maroko di babak 32 Besar Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu pertandingan paling dramatis sepanjang turnamen. Setelah bermain imbang selama 120 menit, Maroko akhirnya memastikan tiket ke babak 16 Besar lewat kemenangan adu penalti 3-2 usai skor bertahan 1-1 di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko.

Hasil ini sekaligus mengakhiri perjalanan De Oranje lebih cepat dari yang diperkirakan. Di sisi lain, Singa Atlas kembali membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim kejutan, melainkan kekuatan baru yang patut diperhitungkan di sepak bola dunia.

Belanda Sempat di Atas Angin

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga peluang bersih cukup sulit tercipta sepanjang babak pertama.

Belanda akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-72 melalui Cody Gakpo. Gol tersebut menjadi momen emosional bagi penyerang Liverpool itu yang sebelumnya tengah berduka setelah kehilangan sang anak.

Keunggulan tersebut membuat De Oranje berada di ambang kelolosan. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna hanya beberapa detik sebelum pertandingan berakhir.

Gol Dramatis Maroko Ubah Segalanya

Saat memasuki menit pertama masa injury time, Maroko berhasil mencetak gol penyama kedudukan.

Issa Diop sukses menyundul bola ke gawang Bart Verbruggen dan menghidupkan kembali harapan Singa Atlas untuk melanjutkan perjuangan di Piala Dunia 2026.

Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan 2x15 menit usai. Kedua tim sama-sama memiliki peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Adu Penalti Jadi Momen Penentu

Drama semakin terasa saat memasuki babak tos-tosan.

Belanda gagal memanfaatkan kesempatan setelah tiga eksekutornya, Justin Kluivert, Quentin Timber, dan Crysencio Summerville, tidak mampu menaklukkan kiper Maroko.

Di kubu Singa Atlas, hanya Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi yang gagal menjalankan tugas.

Penentu kemenangan datang melalui tendangan Ismael Saibari yang sukses mengecoh Bart Verbruggen sebagai penendang kelima.

Menariknya, Saibari merupakan pemain yang tumbuh besar di Belanda dan saat ini memperkuat PSV Eindhoven. Gol tersebut menjadi ironi bagi De Oranje sekaligus membawa Maroko melangkah ke babak berikutnya.

Maroko Semakin Percaya Diri

Pelatih Mohamed Ouahbi menilai kemenangan ini merupakan bukti bahwa Maroko kini telah mendapat pengakuan di level dunia.

Menurutnya, rasa hormat tersebut bukan diperoleh melalui ucapan, melainkan lewat penampilan konsisten di atas lapangan.

Ia juga menilai para pemain mampu mendominasi jalannya pertandingan meskipun kemenangan akhirnya harus ditentukan lewat adu penalti.

Ouahbi bahkan menganggap pendekatan bertahan yang diterapkan Belanda menjadi bukti bahwa lawan kini semakin menghormati kualitas Maroko setelah pencapaian bersejarah mereka di Piala Dunia 2022.

Ronald Koeman Akui Kualitas Maroko

Di sisi lain, pelatih Belanda Ronald Koeman mengakui bahwa sepak bola Afrika mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Menurutnya, kualitas taktik maupun organisasi permainan tim-tim Afrika kini semakin matang sehingga mampu bersaing dengan negara-negara besar Eropa.

Koeman juga menjelaskan alasan menerapkan formasi lima bek sepanjang pertandingan.

Strategi tersebut dipilih untuk mempersempit ruang gerak para pemain Maroko yang dikenal memiliki kecepatan dan kreativitas tinggi ketika menyerang.

Meski menuai kritik karena dinilai terlalu defensif, Koeman menegaskan keputusan itu diambil demi menjaga keseimbangan permainan.

Statistik Singkat Belanda vs Maroko

Beberapa fakta menarik dari pertandingan ini antara lain:

  • Skor akhir: Belanda 1-1 Maroko (Maroko menang adu penalti 3-2).
  • Cody Gakpo mencetak gol pembuka pada menit ke-72.
  • Issa Diop menyamakan kedudukan pada masa injury time.
  • Ismael Saibari menjadi penentu kemenangan Maroko.
  • Tiga penendang Belanda gagal menjalankan tugas saat adu penalti.

Statistik tersebut menunjukkan betapa tipisnya perbedaan kualitas kedua tim sepanjang pertandingan.

Maroko Tantang Kanada di Babak 16 Besar

Kemenangan ini membawa Maroko melangkah ke babak 16 Besar, di mana mereka sudah ditunggu Kanada.

Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama tampil mengejutkan sepanjang turnamen dan berhasil menyingkirkan lawan-lawan kuat.

Momentum positif yang dimiliki Singa Atlas menjadi modal penting untuk kembali melanjutkan langkah bersejarah mereka di Piala Dunia 2026.

Kebangkitan Sepak Bola Afrika Kian Terlihat

Keberhasilan Maroko menyingkirkan Belanda kembali memperlihatkan perkembangan pesat sepak bola Afrika di level internasional.

Dalam beberapa edisi terakhir Piala Dunia, tim-tim asal Afrika semakin mampu bersaing secara taktik, teknik, maupun mental menghadapi negara-negara unggulan.

Hasil ini sekaligus menjadi pengingat bahwa babak gugur selalu menyimpan kejutan. Meski Belanda lebih diunggulkan di atas kertas, Maroko membuktikan bahwa kerja sama tim, disiplin, dan mental kuat mampu menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki momen-momen paling menentukan.

 

Tags