Sepakbola

Marc Klok Tegaskan Target Persib Lawan Manila Digger: Wajib Menang dan Lolos ACL 2

Persib Bandung tidak ingin kehilangan fokus menjelang pertandingan penting kontra Manila Digger pada babak play-off AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027. Bagi Maung Bandung, laga ini bukan sekadar pertandingan kandang, tetapi menjadi penentu untuk mendapatkan tiket menuju fase grup. Kapten Persib, Marc Klok, menegaskan bahwa kemenangan menjadi target utama tim. Persib dijadwalkan menghadapi Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin, 31 Agustus 2026. Meski sudah mengetahui gambaran calon lawan yang mungkin dihadapi pada fase grup, Klok meminta rekan-rekannya tidak terburu-buru memikirkan tahap berikutnya. Fokus harus diarahkan terlebih dahulu pada pertandingan melawan wakil Filipina tersebut. Marc Klok: Fokus Utama Persib adalah Lolos Bagi Klok, target Persib menghadapi Manila Digger sudah jelas. Tim harus memenangkan pertandingan dan memastikan langkah ke fase grup ACL 2. Menurutnya, seluruh pemain telah menjalani persiapan dengan serius dan berada dalam kondisi siap memberikan kontribusi. Karena itu, perhatian tim kini sepenuhnya diarahkan pada laga yang akan dimainkan di Si Jalak Harupat. “Kami hanya memiliki satu target besok, yaitu menang dan lolos ke fase grup.” Klok juga menilai para pemain memiliki motivasi tinggi menjelang pertandingan. Namun, rasa percaya diri tersebut tetap harus dikendalikan agar tidak berubah menjadi sikap meremehkan lawan. Pengalaman Musim Lalu Jadi Pengingat Persib sebenarnya sudah memiliki pengalaman menghadapi Manila Digger pada ajang Champions League musim sebelumnya. Pengalaman tersebut justru menjadi alasan bagi Klok untuk meminta tim tetap waspada. Menurutnya, pertandingan kualifikasi melawan Manila Digger sebelumnya berlangsung sulit. Karena itu, Persib tidak boleh menganggap laga kali ini akan berjalan mudah hanya karena status dan reputasi kedua tim berbeda. Klok meminta seluruh pemain menjalankan strategi yang telah dipersiapkan oleh tim pelatih. Pertandingan juga diperkirakan membutuhkan konsentrasi penuh hingga lebih dari 90 menit apabila situasi di lapangan mengharuskannya. Jangan Terlalu Cepat Memikirkan Fase Grup Persib memang sudah memiliki bayangan mengenai tim-tim yang berpotensi menjadi lawan berikutnya apabila berhasil melewati play-off. Namun, menurut Klok, membicarakan fase grup sebelum memastikan kelolosan justru bisa mengganggu fokus. Karena itu, prioritas Persib sederhana: Menjalankan strategi yang telah disiapkan. Menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Tidak meremehkan Manila Digger. Berjuang hingga peluit akhir. Mengamankan tiket menuju fase grup ACL 2. Sikap tersebut menjadi penting karena satu pertandingan menentukan perjalanan Persib di kompetisi Asia musim ini. Persib Harus Tampil Tanpa Dukungan Langsung Bobotoh Pertandingan Persib vs Manila Digger memiliki situasi berbeda karena Bobotoh tidak dapat hadir langsung di tribun. Persib harus menjalani laga kandang tanpa penonton sebagai bagian dari sanksi AFC yang diberikan setelah insiden pitch invasion pada kompetisi musim sebelumnya. Kondisi tersebut tentu menjadi kerugian tersendiri karena dukungan langsung dari tribun biasanya menjadi salah satu energi tambahan bagi pemain. Klok pun menyayangkan absennya Bobotoh. Meski begitu, situasi tersebut tidak ingin dijadikan alasan oleh tim. Sebaliknya, para pemain justru ingin menjadikan kondisi tersebut sebagai motivasi tambahan. Klok menegaskan bahwa Persib tetap ingin memberikan hasil yang membuat Bobotoh merasa bangga meskipun mereka tidak dapat menyaksikan pertandingan secara langsung dari stadion. Pesan Marc Klok untuk Bobotoh Absennya Bobotoh dari tribun bukan berarti dukungan terhadap Persib berhenti. Para pemain tetap menyadari besarnya harapan yang diberikan kepada mereka menjelang laga penting tersebut. Klok menyampaikan bahwa tugas para pemain adalah memberikan penampilan terbaik dan berusaha menghadirkan hasil positif. Dengan target yang sudah ditetapkan, Persib kini hanya perlu memastikan satu hal: melewati Manila Digger terlebih dahulu sebelum berbicara lebih jauh mengenai fase grup ACL 2. Satu Laga, Satu Target: Tiket Fase Grup Pertandingan Persib vs Manila Digger akan menjadi ujian penting bagi Maung Bandung. Selain kualitas permainan, konsentrasi dan kemampuan mengendalikan tekanan juga akan menjadi faktor yang tidak kalah menentukan. Persib datang dengan pengalaman dari pertemuan sebelumnya, persiapan yang telah dilakukan, serta target yang sudah ditegaskan Marc Klok: menang dan lolos ke fase grup ACL 2. Kini, perjuangan tersebut tinggal menunggu pembuktian di lapangan. Bobotoh memang tidak dapat memenuhi tribun, tetapi harapan untuk melihat Persib melangkah lebih jauh di kompetisi Asia tetap menjadi motivasi bagi skuad Maung Bandung.

Sepakbola Daily • 30 Aug 2026

Persib Bandung Tundukkan Bali United 3-2, Juara Dewata Challenge Series dengan Sempurna

Persib Bandung menang atas Bali United dengan skor 3-2 dalam pertandingan penutup Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa, 18 Agustus 2026 malam. Kemenangan dramatis tersebut sekaligus memastikan Maung Bandung menyapu bersih seluruh pertandingan dan keluar sebagai juara turnamen persahabatan tersebut. Persib sempat tertinggal dua kali sebelum akhirnya membalikkan keadaan melalui gol Marc Klok, Balsa Sekulic, dan Gabriel Mutombo. Sementara dua gol Bali United masing-masing dicetak Brandon Wilson dan Joao Ferrari. Hasil tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri bagi Persib sebelum menghadapi agenda yang lebih penting, yakni babak play-off AFC Champions League Two (ACL Two) melawan Manila Digger pada 31 Agustus 2026. Persib Bandung Kembali Raih Kemenangan di Bali Setelah sebelumnya menundukkan Sabah FC dengan skor 3-0, Persib kembali meraih kemenangan pada laga terakhir Dewata Challenge Series. Pelatih Persib, Igor Tolic, melakukan sejumlah perubahan pada susunan pemain. Fitrah Maulana mendapat kesempatan mengawal gawang, sedangkan lini belakang diisi Danijel Loncar, Patricio Matricardi, Eliano Reijnders, dan Ikhwan Tanamal. Di sektor tengah, Beckham Putra Nugraha, Dedi Kusnandar, Marc Klok, dan Thom Haye dimainkan untuk menopang Uilliam Barros serta Ragnar Oratmangoen di lini depan. Rotasi tersebut menjadi bagian dari upaya Igor Tolic melihat kesiapan pemain sekaligus mengukur kedalaman skuad sebelum Persib memasuki pertandingan kompetitif. Babak Pertama Berakhir Tanpa Gol Meski berstatus pertandingan persahabatan, duel Persib Bandung vs Bali United berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Bali United yang tampil di hadapan pendukungnya mencoba mengambil inisiatif serangan. Persib pun beberapa kali memperoleh peluang untuk membuka keunggulan. Pada menit ke-24, Ragnar Oratmangoen melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, usaha tersebut masih mampu diamankan kiper Bali United, Mike Hauptmeijer. Tuan rumah kemudian merespons melalui Irfan Jaya. Pemain Bali United itu berhasil mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan, tetapi Fitrah Maulana tampil sigap dan menggagalkan peluang tersebut. Bali United sempat mencetak gol pada menit ke-41 melalui Teppei Yachida. Akan tetapi, gol tersebut tidak disahkan wasit karena bola yang dimainkan Van der Sande sebelumnya dinilai telah melewati garis lapangan. Hingga turun minum, kedua tim belum mampu mencetak gol. Skor 0-0 bertahan sampai babak pertama selesai. Bali United Unggul Lebih Dahulu Pertandingan berubah lebih terbuka setelah jeda. Bali United berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-53. Brandon Wilson memanfaatkan peluang yang didapat tuan rumah untuk membawa Serdadu Tridatu unggul 1-0. Persib tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan respons. Empat menit kemudian, Maung Bandung memperoleh hadiah penalti setelah Thomas Lam melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Pelanggaran tersebut juga membuat Thomas Lam harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah langsung. Marc Klok yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakan pemain berpengalaman tersebut mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-57. Bermain dengan 10 Orang, Bali United Kembali Memimpin Keunggulan jumlah pemain belum langsung membuat Persib mampu mengendalikan pertandingan. Hanya dua menit setelah gol penyama kedudukan, Bali United justru kembali mencetak gol. Joao Ferrari memanfaatkan umpan tendangan bebas Teppei Yachida untuk membawa tuan rumah kembali unggul 2-1 pada menit ke-59. Situasi tersebut membuat Persib harus bekerja lebih keras. Keunggulan satu pemain kemudian dimanfaatkan Maung Bandung untuk meningkatkan tekanan ke pertahanan Bali United. Dua Gol di Menit-Menit Akhir Balikkan Keadaan Tekanan Persib akhirnya membuahkan hasil menjelang pertandingan berakhir. Balsa Sekulic berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-88. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 dan kembali membuka peluang bagi Persib untuk mengakhiri laga dengan kemenangan. Momentum kemudian benar-benar berpihak kepada Maung Bandung pada masa injury time. Gabriel Mutombo mencetak gol pada menit ke-90+1 setelah memaksimalkan umpan Saddil Ramdani. Gol tersebut sekaligus membalikkan kedudukan menjadi 3-2 untuk Persib. Kemenangan yang sudah berada di depan mata tersebut sempat diwarnai insiden. Mutombo menerima kartu kuning kedua setelah melakukan selebrasi dengan menendang tiang bendera sudut. Meski harus kehilangan pemain akibat kartu merah, Persib mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Persib Sapu Bersih Dewata Challenge Series Kemenangan atas Bali United memastikan Persib Bandung mengakhiri Dewata Challenge Series 2026 dengan catatan sempurna. Maung Bandung sebelumnya menang 3-0 atas Sabah FC dan kemudian kembali meraih kemenangan 3-2 atas Bali United. Hasil tersebut tidak hanya memberikan trofi dan momentum positif, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Igor Tolic untuk mengevaluasi skuadnya. Beberapa hal yang bisa menjadi modal Persib setelah turnamen ini antara lain: Kedalaman skuad semakin teruji setelah pelatih melakukan rotasi. Mentalitas tim terlihat ketika mampu membalikkan keadaan setelah dua kali tertinggal. Pemain baru mendapatkan kesempatan beradaptasi dengan sistem permainan. Lini depan menunjukkan produktivitas dengan mencetak enam gol dalam dua pertandingan. Persib memiliki modal kepercayaan diri sebelum menghadapi pertandingan ACL Two. Fokus Beralih ke Play-off ACL Two Setelah menuntaskan agenda di Bali, perhatian Persib kini beralih menuju babak play-off ACL Two. Maung Bandung dijadwalkan menghadapi Manila Digger pada 31 Agustus 2026. Pertandingan tersebut memiliki arti jauh lebih penting karena menjadi pintu menuju fase grup kompetisi antarklub Asia. Karena itu, keberhasilan menjuarai Dewata Challenge Series dapat menjadi modal psikologis bagi Persib. Namun, Igor Tolic masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan kondisi fisik pemain, menentukan komposisi terbaik, serta mematangkan strategi menghadapi Manila Digger. Dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United, Persib Bandung setidaknya menutup persiapan di Bali dengan hasil maksimal. Kini, tantangan yang lebih besar sudah menanti di depan mata.  

Sepakbola Daily • 19 Aug 2026

Hasil Drawing ACL Two 2026-2027: Persib Berpeluang Hadapi FC Seoul dan Melbourne Victory

Hasil drawing AFC Champions League Two (ACL Two) 2026-2027 menempatkan slot Persib Bandung atau Manila Digger di Grup E. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya menjadi milik Maung Bandung karena Persib masih harus melewati babak play-off untuk memastikan tiket ke fase grup. Pengundian ACL Two 2026-2027 berlangsung di AFC House, Kuala Lumpur, pada Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB. Hasil drawing membagi peserta ke dalam delapan grup, dengan masing-masing grup berisi empat tim. Sebanyak 31 klub telah mendapatkan tempat di fase grup. Satu posisi tersisa di Grup E akan ditempati oleh pemenang pertandingan play-off antara Persib Bandung dan Manila Digger dari Filipina. Persib Masuk Grup E Jika Lolos dari Play-off Dalam hasil drawing ACL Two 2026-2027, Persib mendapatkan slot yang mengarah ke Grup E. Artinya, Maung Bandung harus terlebih dahulu melewati Manila Digger sebelum dapat memastikan diri bergabung dengan tiga klub lain di grup tersebut. Jika Persib berhasil memenangkan pertandingan play-off, perjalanan mereka di fase grup akan mempertemukan skuad asuhan Igor Tolic dengan wakil dari Korea Selatan, Australia, dan Vietnam. Komposisi tersebut membuat Grup E menjadi salah satu grup yang menarik perhatian. Ketiga klub calon lawan Persib memiliki pengalaman di kompetisi Asia dan berasal dari liga yang memiliki karakter permainan berbeda. Tiga Calon Lawan Persib di Grup E Apabila berhasil melewati Manila Digger, Persib akan bergabung dengan: FC Seoul (Korea Selatan) Melbourne Victory (Australia) The Cong-Viettel (Vietnam) Ketiga klub tersebut akan menjadi tantangan berbeda bagi Maung Bandung, terutama dari sisi karakter permainan dan pengalaman bertanding di level Asia. FC Seoul Jadi Salah Satu Lawan Berat FC Seoul menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian dalam Grup E. Klub asal Korea Selatan tersebut memiliki pengalaman panjang di kompetisi domestik maupun turnamen antarklub Asia. Bagi Persib, menghadapi klub Korea Selatan dapat menjadi ujian tersendiri. Perbedaan tempo permainan, kedisiplinan taktik, serta kualitas individu pemain akan membuat pertandingan berpotensi berlangsung ketat. Jika Persib berhasil mencapai fase grup, duel melawan FC Seoul juga dapat menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan oleh Bobotoh. Melbourne Victory Punya Karakter Fisik Selain FC Seoul, Melbourne Victory dari Australia juga akan menjadi lawan yang patut diperhitungkan. Wakil Australia tersebut dikenal memiliki karakter permainan yang mengandalkan kekuatan fisik dan tempo tinggi. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi Persib, khususnya ketika pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Kehadiran Melbourne Victory juga membuat persaingan Grup E semakin kompetitif. Persib harus mampu menjaga konsistensi permainan jika ingin bersaing dalam perebutan posisi terbaik di grup. The Cong-Viettel Berpotensi Jadi Lawan Seimbang Sementara itu, The Cong-Viettel menjadi wakil Vietnam yang melengkapi Grup E. Klub tersebut membawa pengalaman dari kompetisi domestik Vietnam dan berpotensi menghadirkan pertandingan yang lebih seimbang bagi Persib. Meski demikian, Maung Bandung tetap tidak dapat menganggap remeh lawannya. Perbedaan karakter permainan dari ketiga klub di Grup E justru dapat menjadi tantangan menarik bagi Persib. Tim harus mampu menyesuaikan pendekatan taktik berdasarkan karakter lawan yang dihadapi. Daftar Lengkap Grup ACL Two 2026-2027 Berikut hasil lengkap drawing fase grup ACL Two 2026-2027: Grup A Al Wahda — Uni Emirat Arab PFC Nasaf — Uzbekistan Kuwait SC — Kuwait Al Khaldiya — Bahrain Grup B Al Jazira — Uni Emirat Arab Golgohar Sirjan — Iran Muharraq — Bahrain FC Arkadag — Turkmenistan Grup C Al Taawoun — Arab Saudi Al Rayyan — Qatar Al Faisaly — Yordania Al Nahda — Oman Grup D Al Hussein — Yordania Al Shorta — Irak Al Seeb — Oman East Bengal — India Grup E FC Seoul — Korea Selatan Melbourne Victory — Australia The Cong-Viettel — Vietnam Persib / Manila Digger — Indonesia/Filipina Grup F Adelaide United — Australia BG Pathum — Thailand Lion City Sailors — Singapura Tai Po — Hong Kong Grup G Machida Zelvia — Jepang Shanghai Shenhua — China PKR Svay Rieng — Kamboja Tampines Rovers — Singapura Grup H Gangwon — Korea Selatan Kuching City — Malaysia Kitchee — Hong Kong Phnom Penh Crown — Kamboja Persib Harus Lewati Manila Digger Terlebih Dahulu Meski hasil drawing ACL Two 2026-2027 sudah memberikan gambaran calon lawan, Persib belum dapat langsung mempersiapkan diri untuk fase grup. Pertandingan melawan Manila Digger menjadi prioritas karena hasil play-off tersebut akan menentukan siapa yang mengisi slot terakhir Grup E. Menariknya, Persib memiliki pengalaman menghadapi Manila Digger di kompetisi Asia. Pada pertemuan sebelumnya dalam babak play-off, Maung Bandung berhasil meraih kemenangan 2-1 dan melanjutkan perjalanan ke fase grup ACL Two 2025-2026. Jalan Persib Menuju Grup E Secara sederhana, perjalanan Persib dapat digambarkan sebagai berikut: Persib Bandung → Play-off vs Manila Digger → Lolos → Grup E → FC Seoul, Melbourne Victory, The Cong-Viettel Karena itu, hasil drawing kali ini sekaligus menjadi gambaran awal mengenai tantangan yang mungkin menanti Maung Bandung di kompetisi Asia. Bagi Persib, fokus terdekat tetap berada pada pertandingan play-off. Jika mampu mengatasi Manila Digger, Maung Bandung akan mendapatkan kesempatan kembali tampil di fase grup ACL Two dan menghadapi tiga klub dengan pengalaman berbeda dari Korea Selatan, Australia, dan Vietnam.

Sepakbola Daily • 18 Aug 2026

Persib Bandung vs Bali United: Igor Tolic Siapkan Rotasi, Semua Pemain Berpeluang Tampil

Laga Persib Bandung vs Bali United pada ajang Dewata Challenge Series 2026 tidak sekadar menjadi pertandingan penutup bagi Maung Bandung. Pelatih Persib, Igor Tolic, ingin memanfaatkan duel tersebut untuk melihat kesiapan seluruh pemain sekaligus mencari formula terbaik menjelang agenda kompetitif berikutnya. Pertandingan Persib Bandung vs Bali United dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB. Meski Persib masih memiliki peluang untuk menjadi juara dalam ajang trofeo tersebut, fokus utama Igor Tolic justru berada pada proses membangun tim. Terlebih, sejumlah pemain baru telah bergabung dan membutuhkan kesempatan untuk beradaptasi dengan rekan-rekan setimnya. Persib Bandung Ingin Maksimalkan Laga Kontra Bali United Waktu persiapan Persib menuju pertandingan terakhir Dewata Challenge Series terbilang singkat. Tim hanya memiliki sekitar dua hari untuk mempersiapkan diri setelah menjalani laga sebelumnya. Situasi tersebut membuat pertandingan melawan Bali United menjadi kesempatan penting bagi Igor Tolic untuk melihat perkembangan skuad secara langsung. Para pemain yang baru bergabung pun diharapkan memperoleh menit bermain agar proses adaptasi dapat berlangsung lebih cepat. "Kami hanya memiliki dua hari untuk melakukan persiapan. Beberapa pemain baru juga sudah tiba dan kami berusaha segera memasukkan mereka ke dalam tim. Kami ingin memberikan mereka menit bermain agar bisa mulai mengenal rekan-rekan setimnya," ujar Igor Tolic, Senin, 17 Agustus 2026. Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, Persib tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan persiapan sebelum menghadapi agenda berikutnya. Karena itu, setiap pertandingan pramusim memiliki fungsi penting untuk mengevaluasi kondisi tim. Semua Pemain Berpeluang Mendapat Menit Bermain Dengan semakin lengkapnya komposisi skuad, perhatian Igor Tolic kini mulai diarahkan pada penerapan taktik yang akan digunakan Persib. Maung Bandung dijadwalkan menghadapi Manila Diggers pada babak kualifikasi Asian Champions League 2 (ACL 2) pada 31 Agustus mendatang. Persib masih memiliki waktu sekitar 15 hari untuk mematangkan persiapan menuju pertandingan tersebut. Namun, sebelum menentukan susunan pemain utama, Igor ingin melihat kemampuan seluruh pemain dalam sistem permainan yang sedang dibangun. "Sekarang kami sudah bersama-sama dan memiliki sekitar 15 hari sebelum pertandingan tersebut. Jadi, kami perlu memberikan waktu bermain kepada semua pemain untuk melihat dan menarik kesimpulan mengenai bagaimana kami akan bermain," kata Igor. Laga melawan Bali United pun menjadi bagian dari proses tersebut. Dari penampilan para pemain, tim pelatih dapat mengevaluasi sejumlah aspek, mulai dari pemahaman taktik, komunikasi di lapangan, hingga kombinasi antarpemain. Mengapa Rotasi Penting bagi Persib? Keputusan untuk memberikan kesempatan kepada banyak pemain memiliki beberapa tujuan, terutama menjelang jadwal kompetisi yang lebih padat. Mengukur kedalaman skuad ketika pemain utama tidak tersedia. Mempercepat adaptasi pemain baru dengan sistem permainan Persib. Menguji kombinasi antarpemain di berbagai posisi. Menentukan komposisi terbaik menjelang pertandingan ACL 2. Mengurangi risiko kelelahan akibat jadwal pertandingan yang berdekatan. Dengan demikian, hasil akhir pertandingan tetap penting, tetapi proses evaluasi skuad juga menjadi bagian utama dari agenda Persib di Bali. Kondisi Pemain Timnas Mulai Dipantau Beberapa pemain Persib yang sebelumnya menjalani tugas bersama Tim Nasional juga telah kembali ke tim. Namun, sebagian dari mereka masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan ritme latihan klub. Secara umum, Igor Tolic menilai kondisi fisik skuad berada dalam keadaan cukup siap. Tim pelatih tetap melakukan pemantauan agar pemain tidak dipaksakan tampil apabila kondisinya belum optimal. Sementara itu, Sandy Walsh masih menjalani proses pemulihan setelah mengalami cedera ketika memperkuat Tim Nasional pada Juli lalu. Tim pelatih memilih mengambil pendekatan hati-hati terhadap kondisi Sandy. Persib berharap sang pemain dapat segera kembali mengikuti latihan bersama tim secara reguler. Bali United Jadi Ujian Berikutnya Dari sisi lawan, Igor Tolic melihat Bali United sebagai tim yang patut diwaspadai. Laskar Serdadu Tridatu telah melakukan sejumlah perubahan dalam komposisi skuad dengan mendatangkan beberapa pemain baru. Kehadiran sejumlah pemain asing berkualitas menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Persib. Karena itu, meskipun pertandingan berada dalam konteks turnamen pramusim, duel tersebut tetap dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan tim menghadapi lawan dengan kualitas kompetitif. Bagi Igor, laga ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pemain Persib merespons perubahan taktik dan karakter permainan lawan. Mariano Peralta Makin Nyaman Bersama Persib Sementara itu, penyerang Persib Mariano Peralta mengaku kondisinya terus mengalami perkembangan positif. Setelah menjalani latihan penuh bersama tim selama sekitar satu pekan, pemain asal Argentina tersebut mulai merasa semakin nyaman dengan lingkungan barunya. Peralta sebelumnya tampil sebagai starter ketika Persib menghadapi Sabah FC. Dalam pertandingan tersebut, ia berhasil mencetak gol pembuka yang membantu Maung Bandung meraih kemenangan. "Kondisi saya setiap hari terasa semakin baik. Pekan sebelumnya merupakan pekan pertama saya menjalani latihan secara penuh bersama tim. Jadi, sekarang saya merasa baik dan semakin nyaman," ujar Peralta. Gol tersebut juga memberikan tambahan kepercayaan diri bagi sang penyerang. Ia menyadari bahwa persaingan di lini depan Persib cukup ketat karena terdapat banyak pemain berkualitas dalam skuad. Persaingan Internal Justru Jadi Modal Persib Peralta menilai persaingan antarpemain di dalam skuad merupakan hal positif. Menurutnya, keberadaan banyak pemain berkualitas, termasuk mereka yang memiliki pengalaman bersama Tim Nasional, dapat membuat persaingan berlangsung sehat sekaligus meningkatkan kualitas tim. "Semua orang bisa melihat bahwa kami memiliki banyak pemain berkualitas, termasuk pemain-pemain tim nasional. Kami senang dengan tim yang kami miliki. Tentu saja ada persaingan yang bagus di antara kami," tutur Peralta. Situasi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Persib. Pelatih memiliki lebih banyak opsi ketika harus menentukan starting XI maupun melakukan perubahan strategi selama pertandingan. Johnny Jansen Waspadai Kedalaman Skuad Persib Dari kubu Bali United, pelatih Johnny Jansen memprediksi pertandingan akan berlangsung sengit. Pelatih asal Belanda itu mengakui kualitas Persib sebagai tim yang kuat. Apalagi, Maung Bandung datang dengan status juara kompetisi domestik selama tiga musim berturut-turut. Menurut Jansen, Persib juga memiliki banyak pemain berkualitas serta gaya permainan yang menarik. Kehadiran Peralta di lini depan turut menjadi salah satu perhatian Bali United. "Mereka adalah juara musim lalu dan memiliki pemain-pemain bagus. Mereka juga memainkan sepak bola yang bagus. Sekarang mereka juga mendatangkan Peralta ke Persib," ujar Johnny Jansen. Jansen sendiri belum mengetahui apakah Persib akan menurunkan komposisi pemain yang sama seperti pertandingan sebelumnya. Hal itu menjadi tantangan tersendiri karena Persib memiliki kedalaman skuad yang cukup merata. Bali United Ingin Bangkit Setelah Kalah dari Sabah FC Bali United juga datang dengan motivasi tersendiri setelah mengalami kekalahan dari Sabah FC pada pertandingan sebelumnya. Jeda pemulihan yang dimiliki Bali United memang lebih panjang dibandingkan Persib. Namun, Johnny Jansen tidak menganggap faktor tersebut otomatis membuat timnya lebih diuntungkan. Menurutnya, kualitas pemain Persib memungkinkan Igor Tolic melakukan rotasi besar tanpa kehilangan banyak kekuatan di lapangan. "Persib memiliki banyak pemain bagus. Jadi, mungkin mereka tidak akan memainkan tim yang sama seperti pertandingan sebelumnya. Saya juga belum melihat banyak pemain yang sebelumnya belum tampil," kata Jansen. Ia bahkan menilai Persib memiliki kemampuan untuk mengganti hampir seluruh pemain dan tetap menurunkan skuad yang kompetitif. Persib Bandung vs Bali United Jadi Ujian Menjelang ACL 2 Pertandingan Persib Bandung vs Bali United pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai siapa yang akan memenangkan laga terakhir Dewata Challenge Series 2026. Bagi Persib, pertandingan tersebut merupakan bagian dari proses membangun tim sebelum memasuki kompetisi yang lebih serius. Igor Tolic dapat memanfaatkan laga untuk menguji pemain baru, mengevaluasi taktik, sekaligus menentukan kombinasi pemain yang paling sesuai. Sementara bagi Bali United, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk bangkit setelah kekalahan sebelumnya sekaligus menguji kekuatan menghadapi salah satu tim terbaik di Indonesia. Dengan kedua tim membawa kepentingan masing-masing, duel di Stadion Kapten I Wayan Dipta berpotensi menjadi pertandingan menarik. Persib ingin mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kekuatan skuadnya, sedangkan Bali United berusaha menunjukkan respons positif setelah hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya.

Sepakbola Daily • 18 Aug 2026

Persib Bandung vs Sabah FC: Ujian Chemistry dan Taktik Jelang Musim Baru

Laga Persib Bandung vs Sabah FC dalam Dewata Challenge Series 2026 bukan sekadar pertandingan pramusim. Duel yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB, menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk memperkuat chemistry sekaligus menguji sejumlah skema permainan. Pelatih Persib, Igor Tolic, memanfaatkan turnamen tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi musim 2026/2027. Dua pertandingan di Dewata Challenge Series akan digunakan untuk melihat sejauh mana para pemain mampu menerapkan instruksi yang telah diberikan selama pemusatan latihan. Bagi tim yang masih dalam proses membangun komposisi, pertandingan seperti ini menjadi penting. Bukan hanya hasil akhir yang menjadi perhatian, tetapi juga koordinasi antarpemain, pemahaman terhadap sistem permainan, hingga kemampuan beradaptasi ketika menghadapi situasi berbeda di lapangan. Persib Masih Menanti Skuad Terbaik Komposisi Persib belum sepenuhnya lengkap. Sejumlah pemain yang sebelumnya memperkuat Tim Nasional masih mendapatkan waktu istirahat lebih panjang setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat. Igor Tolic memilih memberikan kesempatan kepada para pemain tersebut untuk memulihkan kondisi fisik dan mental sebelum kembali bergabung dengan tim. "Pemain kami memang belum lengkap, beberapa pemain yang sebelumnya bermain untuk Tim Nasional baru akan tiba. Mereka diberikan waktu libur lebih lama untuk menyegarkan pikiran setelah menghadapi pertandingan dan tekanan yang ada," kata Igor Tolic di Bali United Training Center, Pantai Purnama, Gianyar, Jumat, 14 Agustus 2026. Menurutnya, pemain diharapkan kembali dalam kondisi lebih segar sehingga dapat mengikuti program latihan dengan konsentrasi penuh. Sejumlah Pemain Masih dalam Pemulihan Selain persoalan pemain yang belum bergabung, Persib juga harus memperhatikan kondisi beberapa pemain yang mengalami cedera setelah tampil di Piala Presiden. Beberapa nama yang masih menjalani penanganan tim medis antara lain: Luciano Guaycochea, yang masih membutuhkan sekitar dua pekan untuk pemulihan. Berguinho, yang kondisinya mulai membaik tetapi belum siap mengikuti latihan penuh. Ramon Tanque, yang mengalami keluhan pada bagian bahu. Dion Markx, yang telah menunjukkan perkembangan positif dan mulai menjalani latihan dengan intensitas ringan. Situasi tersebut membuat Igor Tolic harus lebih cermat menentukan komposisi pemain. Rotasi menjadi penting agar pertandingan pramusim tidak justru menambah panjang daftar pemain yang harus menjalani perawatan. Danijel Loncar Belum Bisa Langsung Dimainkan Rekrutan anyar Persib, Danijel Loncar, juga belum masuk dalam rencana untuk diturunkan menghadapi Sabah FC. Bek tersebut baru bergabung dengan tim selama dua hari sehingga kondisi fisiknya masih harus dipantau. Selain persoalan adaptasi dengan lingkungan baru, Loncar juga masih menghadapi jet lag setelah melakukan perjalanan jauh. Igor Tolic menyebut pemain tersebut setidaknya membutuhkan enam hingga tujuh sesi latihan sebelum dinilai siap tampil. "Dia masih mengalami kendala jet lag dan penyesuaian tubuh, sehingga dia harus benar-benar fit dan istirahat cukup. Dia perlu menjalani setidaknya 6-7 sesi latihan sebelum bisa bermain," ujar Tolic. Meski demikian, kondisi umum Loncar disebut cukup baik. Jika proses adaptasinya berjalan sesuai rencana, sang pemain berpeluang mendapatkan kesempatan bermain ketika Persib menghadapi Bali United pada Selasa mendatang. Laga Persib Bandung vs Sabah FC Jadi Tes Chemistry Dengan kondisi skuad yang belum komplet, laga Persib Bandung vs Sabah FC justru memberikan ruang bagi Tolic untuk melihat kemampuan pemain yang tersedia. Chemistry menjadi salah satu aspek yang perlu dibangun karena Persib memiliki sejumlah pemain baru. Pemain harus memahami pergerakan rekan setim, kapan melakukan pressing, bagaimana membangun serangan, serta bagaimana menjaga struktur ketika kehilangan bola. Dewata Challenge Series pun dapat menjadi simulasi sebelum kompetisi resmi dimulai. Kesalahan yang muncul dalam pertandingan pramusim masih bisa menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki permainan. Beberapa aspek yang berpotensi menjadi perhatian Tolic meliputi: Koordinasi lini belakang ketika menghadapi serangan lawan. Transisi menyerang dan bertahan setelah kehilangan atau merebut bola. Koneksi lini tengah dengan lini depan dalam membangun peluang. Efektivitas pressing terhadap lawan. Respons pemain terhadap perubahan taktik selama pertandingan. Igor Tolic Pelajari Permainan Sabah FC Meski belum melakukan analisis secara mendalam, Tolic telah mengetahui struktur dasar permainan Sabah FC. Pelatih asal Kroasia tersebut juga menyiapkan agenda analisis video untuk mempelajari penampilan klub Malaysia itu saat mengalahkan Bali United. "Saya tahu struktur dasarnya, tetapi detailnya belum saya pelajari. Namun saya punya waktu untuk menyampaikan kepada tim apa yang bisa kita harapkan dari tim Sabah," tuturnya. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pertandingan pramusim tidak hanya digunakan untuk menguji pemain Persib. Lawan juga menjadi bagian dari proses evaluasi karena setiap pertandingan dapat memberikan gambaran mengenai kelemahan yang masih harus diperbaiki. Sabah FC Hadapi Masalah Kebugaran Dari kubu lawan, Sabah FC juga datang dengan persoalan tersendiri. Pelatih Juan Torres menganggap Persib sebagai lawan berat karena Maung Bandung merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia. Persib juga memiliki modal sebagai juara dalam tiga musim beruntun sehingga kualitas skuadnya menjadi perhatian Sabah FC. Masalah lain yang dihadapi Sabah adalah waktu pemulihan yang sangat singkat. Mereka hanya memiliki jeda satu hari sehingga rotasi pemain menjadi salah satu opsi untuk menjaga kondisi fisik. "Masalah kami adalah kami hanya memiliki waktu istirahat satu hari, jadi tantangan bagi kami adalah berusaha mendapatkan kondisi yang baik dan menghindari cedera karena hal itu," kata Juan Torres. Bukan Sekadar Mencari Kemenangan Pertandingan Persib Bandung vs Sabah FC pada akhirnya memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan. Bagi Persib, laga ini menjadi kesempatan untuk menguji sejauh mana fondasi permainan yang dibangun selama pemusatan latihan sudah berjalan. Kondisi skuad yang belum sepenuhnya lengkap juga memberikan kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kesiapan mereka. Sementara bagi Igor Tolic, pertandingan tersebut dapat menjadi bahan penting dalam menentukan komposisi serta taktik yang akan digunakan ketika kompetisi resmi 2026/2027 dimulai. Jika koordinasi semakin padu dan pemain baru mampu beradaptasi dengan cepat, Dewata Challenge Series bisa menjadi salah satu tahapan penting dalam membentuk Persib yang lebih siap menghadapi padatnya agenda musim depan.    

Sepakbola Daily • 15 Aug 2026

Stadion Si Jalak Harupat Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026, Kabupaten Bandung Siapkan Sambutan Terbaik

Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bandung. Stadion Si Jalak Harupat di Kutawaringin dipercaya menjadi salah satu arena pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026. Penunjukan tersebut menjadi kesempatan bagi Kabupaten Bandung untuk kembali menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah pertandingan sepak bola bertaraf internasional. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, memastikan kondisi Stadion Si Jalak Harupat tetap terpelihara meskipun sebelumnya digunakan sebagai salah satu venue Grup A Piala Presiden 2026. Menurut Dicky, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya berkaitan dengan kesiapan stadion dan kelancaran pertandingan. Turnamen tersebut diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Bandung. “Kami berharap, turnamen sepak bola ASEAN itu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, juga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bandung,” kata Dicky, Selasa, 11 Agustus 2026. Si Jalak Harupat Kembali Dipercaya untuk Ajang Internasional Penunjukan Stadion Si Jalak Harupat sebagai salah satu arena FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bandung. Dicky mengatakan, Dispora Kabupaten Bandung bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman yang mewakili pemerintah provinsi telah menghadiri rapat bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Senin, 10 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah memperoleh informasi mengenai persiapan penyelenggaraan turnamen, termasuk rencana FIFA untuk melakukan asesmen terhadap sejumlah fasilitas stadion. “Kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bandung, Stadion Si Jalak Harupat terpilih menjadi salah satu arena turnamen agenda resmi FIFA,” ujar Dicky. Ia menambahkan, pemerintah daerah kini mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis agar stadion dapat memenuhi standar yang diperlukan untuk pertandingan internasional. Kondisi Stadion Disebut Masih Terawat Penggunaan Stadion Si Jalak Harupat pada Piala Presiden 2026 sebelumnya menjadi salah satu ujian bagi kondisi fasilitas stadion. Namun, berdasarkan pemantauan Dispora Kabupaten Bandung, berbagai fasilitas masih berada dalam kondisi terpelihara. Kondisi tersebut menjadi modal penting menjelang kedatangan tim FIFA yang nantinya akan melakukan asesmen secara langsung. Beberapa aspek fasilitas stadion tentu akan menjadi perhatian, mulai dari kondisi lapangan, ruang pendukung pertandingan, area penonton, fasilitas sanitasi, hingga aspek keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak yang terlibat. Bukan Sekadar Pertandingan, Ada Potensi Efek Ekonomi Bagi Kabupaten Bandung, FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga. Kedatangan tim, ofisial, suporter, hingga wisatawan dari berbagai daerah dapat menciptakan aktivitas ekonomi tambahan selama turnamen berlangsung. Dampaknya berpotensi dirasakan oleh sejumlah sektor, seperti: Hotel dan penginapan melalui peningkatan okupansi. Restoran dan kuliner lokal akibat bertambahnya jumlah pengunjung. Transportasi karena mobilitas penonton dan tim meningkat. UMKM yang dapat memperoleh peluang dari aktivitas wisatawan. Destinasi wisata di Kabupaten Bandung yang berpotensi ikut dikunjungi. Pendapatan asli daerah (PAD) melalui meningkatnya aktivitas ekonomi. Karena itu, keberhasilan penyelenggaraan turnamen dapat memberikan efek berganda apabila momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha. DPRD Minta Kebersihan dan Keamanan Jadi Prioritas Dukungan terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M Akhiri Hailuki. Ia menyambut positif keputusan pemerintah pusat yang memilih Stadion Si Jalak Harupat sebagai salah satu arena pertandingan. Menurutnya, kepercayaan tersebut harus direspons dengan persiapan maksimal dari berbagai unsur di Kabupaten Bandung. Hailuki menilai aspek kebersihan tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil. Area stadion, lingkungan sekitar, serta fasilitas sanitasi harus dipastikan dalam kondisi baik selama turnamen berlangsung. “Merespons kepercayaan itu, pemerintah dan berbagai unsur Kabupaten Bandung perlu memberikan pelayanan terbaik dari sisi teknis maupun teknis. Pemeliharaan kebersihan di dalam dan luar lapangan, juga fasilitas sanitasi harus menjadi perhatian,” kata Hailuki, Rabu, 12 Agustus 2026. Keamanan Jadi Bagian Penting Penyelenggaraan Selain fasilitas fisik, kesiapan keamanan dan ketertiban juga menjadi perhatian DPRD Kabupaten Bandung. Pertandingan internasional berpotensi mendatangkan penonton dalam jumlah besar. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola stadion, panitia, hingga masyarakat sekitar menjadi bagian penting agar pertandingan dapat berlangsung aman dan nyaman. Hailuki pun mengajak seluruh unsur di Kabupaten Bandung ikut menjaga keamanan serta ketertiban selama FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung. Momentum Memperkenalkan Kabupaten Bandung Jika dipersiapkan dengan baik, kehadiran FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat juga dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Kabupaten Bandung kepada pengunjung dari luar daerah maupun mancanegara. Kabupaten Bandung memiliki sejumlah destinasi wisata yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata olahraga. Dengan demikian, penonton yang datang tidak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal potensi wisata, kuliner, dan produk lokal. Pada akhirnya, keberhasilan menjadi tuan rumah bukan hanya ditentukan oleh pertandingan yang berjalan lancar. Kesiapan fasilitas, kebersihan, keamanan, pelayanan, serta kemampuan menggerakkan ekonomi masyarakat juga akan menentukan seberapa besar manfaat FIFA ASEAN Cup 2026 bagi Kabupaten Bandung. Dengan Stadion Si Jalak Harupat yang kembali dipercaya menjadi arena turnamen resmi FIFA, Kabupaten Bandung kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa daerah tersebut mampu menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan sepak bola bertaraf internasional.  

Sepakbola Daily • 13 Aug 2026

Danijel Loncar Gabung Persib, Kedalaman Lini Belakang Makin Kuat Hadapi Musim Padat

Persib mendapat tambahan amunisi di sektor pertahanan setelah Danijel Loncar bergabung dengan skuad Maung Bandung. Kehadiran bek tersebut dinilai dapat memperbesar pilihan pelatih Igor Tolic dalam menyusun komposisi pemain, terutama ketika Persib harus menghadapi jadwal pertandingan yang padat sepanjang musim. Persib tidak hanya akan menjalani persaingan di Super League. Maung Bandung juga diproyeksikan tampil di Asia Champions League Two (ACL 2) serta ASEAN Club Championship. Padatnya agenda tersebut membuat kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting agar performa tim tetap terjaga. Pengamat sepak bola sekaligus legenda Persib, Yudi Guntara, menilai rotasi pemain akan menjadi bagian penting dari strategi menghadapi banyaknya pertandingan. Menurutnya, pelatih membutuhkan sejumlah pemain yang memiliki kualitas relatif merata agar beban pertandingan tidak hanya bertumpu pada pemain tertentu. Danijel Loncar Tambah Opsi di Lini Belakang Kehadiran Danijel Loncar memberikan alternatif baru bagi Igor Tolic dalam mengatur pertahanan. Dengan kompetisi yang berlangsung dalam periode berdekatan, rotasi menjadi sulit dihindari, terutama untuk menjaga kondisi fisik pemain. Yudi menyebut Persib harus memiliki beberapa opsi di setiap posisi. Dengan demikian, ketika ada pemain yang mengalami kelelahan, cedera, atau harus memperkuat tim nasional, pelatih tetap mempunyai pengganti yang siap diturunkan. “Menurut saya untuk ukuran pertandingan perdana Persib di Piala Presiden dengan banyaknya pemain baru, penampilan Persib cukup menjanjikan. Yang paling terlihat adalah pemain sudah berusaha memahami filosofi permainan yang diinginkan pelatih,” kata Yudi saat dihubungi di Bandung, Senin, 10 Agustus 2026. Persib memang masih berada dalam tahap membangun komposisi tim. Sejumlah pemain baru membutuhkan waktu untuk memahami karakter permainan satu sama lain, sementara beberapa pemain lainnya belum dapat bergabung secara penuh karena menjalankan tugas bersama tim nasional. Kedalaman Skuad Jadi Kunci Persib Banyaknya kompetisi yang harus dijalani membuat kedalaman skuad tidak sekadar menjadi pelengkap. Persib membutuhkan pemain yang siap tampil dalam kondisi pertandingan berbeda dan mampu mempertahankan standar permainan meskipun terjadi perubahan komposisi. Saat ini, Persib juga disebut memiliki 12 pemain asing. Jumlah tersebut memberikan banyak pilihan bagi Tolic dalam menentukan susunan pemain, sekaligus memungkinkan penerapan rotasi sesuai kebutuhan pertandingan. Menurut Yudi, pelatih tentu sudah mempunyai gambaran mengenai pembagian peran pemain, seperti yang dilakukan Persib pada musim sebelumnya. Namun, kualitas setiap pemain tetap harus diuji melalui pertandingan kompetitif. Selain lini belakang, sektor penjaga gawang juga dinilai masih membutuhkan tambahan opsi. Persib saat ini memiliki Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana, tetapi menurut Yudi, keberadaan kiper tambahan akan membuat persaingan sekaligus kedalaman skuad semakin ideal. Performa di Piala Presiden Mulai Menjanjikan Meski proses pembentukan tim belum sepenuhnya selesai, penampilan Persib di Piala Presiden memberikan sejumlah sinyal positif. Chemistry antarpemain memang belum terbentuk secara sempurna, tetapi organisasi permainan dan semangat bertanding mulai menunjukkan perkembangan. Beberapa pemain baru juga memperlihatkan kualitas yang dapat menjadi modal penting bagi perjalanan Persib musim ini. Balsa Sekulic dinilai memiliki ketenangan serta visi bermain yang baik di lini tengah. Luka Menalo menawarkan kecepatan, mobilitas, dan keberanian dalam situasi satu lawan satu. Gabriel Mutombo memberikan kekuatan fisik serta agresivitas di sektor pertahanan. Gakuto Notsuda menunjukkan kemampuan membaca ruang dan membantu membangun serangan. Kehadiran pemain dengan karakter berbeda tersebut membuat Persib memiliki lebih banyak variasi dalam membangun permainan. Tantangannya kini adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat menyatu menjadi sistem yang konsisten. Koordinasi dan Transisi Masih Perlu Diperbaiki Di balik sejumlah perkembangan positif, Persib masih memiliki pekerjaan rumah. Yudi menyoroti koordinasi antarlini, terutama ketika tim kehilangan penguasaan bola dan harus segera beralih dari fase menyerang menuju bertahan. Situasi tersebut membutuhkan komunikasi yang semakin solid. Dalam pertandingan-pertandingan awal, sebagian pemain masih terlihat beradaptasi dengan rekan setim maupun pola permainan yang diterapkan pelatih. Selain aspek pertahanan, efektivitas di depan gawang juga menjadi perhatian. Peluang yang berhasil diciptakan harus diikuti penyelesaian akhir yang lebih efektif agar dominasi permainan dapat dikonversi menjadi gol. Bagi Persib, peningkatan tersebut tidak harus terjadi secara instan. Bertambahnya menit bermain bersama dapat membantu pemain memahami pergerakan rekan setim, memperbaiki koordinasi, sekaligus membangun chemistry. Tantangan Persib Tidak Hanya Soal Kualitas Pemain Dengan tambahan Danijel Loncar dan sejumlah pemain baru lainnya, Persib memiliki modal untuk membangun skuad yang lebih dalam. Namun, banyaknya pemain berkualitas tidak otomatis menjamin keberhasilan apabila tidak diikuti pengelolaan rotasi dan kebugaran yang tepat. Musim yang panjang menuntut Tolic mampu menentukan kapan pemain tertentu harus dimainkan, diistirahatkan, atau diberikan kesempatan tampil sebagai pemain pengganti. Strategi tersebut menjadi semakin penting ketika pertandingan domestik dan kompetisi antarklub berlangsung berdekatan. Yudi pun tetap optimistis terhadap perkembangan Maung Bandung. Menurutnya, kualitas pemain yang dimiliki Persib, ditambah dukungan Bobotoh, dapat menjadi modal untuk meningkatkan performa dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. “Secara keseluruhan, saya optimistis Persib semakin kuat seiring bertambahnya jam terbang bermain bersama. Dengan kualitas pemain yang dimiliki serta dukungan penuh Bobotoh, saya yakin performa tim akan terus meningkat dari pertandingan ke pertandingan,” tutur dia. Bergabungnya Danijel Loncar pada akhirnya bukan hanya menambah jumlah pemain di lini belakang. Kehadirannya dapat menjadi bagian dari upaya Persib membangun kedalaman skuad untuk menghadapi musim yang panjang dan penuh tantangan. Dengan rotasi yang tepat serta chemistry yang terus berkembang, Maung Bandung diharapkan mampu menjaga konsistensi ketika harus bersaing di berbagai kompetisi.

Sepakbola Daily • 11 Aug 2026

Timnas Indonesia Berpeluang Tampil dengan Skuad Terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026

Peluang Timnas Indonesia menurunkan kekuatan terbaik pada FIFA ASEAN Cup 2026 terbuka lebar. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa para pemain terbaik berpeluang memperkuat skuad Garuda karena turnamen tersebut masuk dalam agenda resmi FIFA. Pernyataan itu disampaikan Erick setelah mengikuti rapat koordinasi lintas instansi terkait pelaksanaan FIFA ASEAN Cup di Jakarta, Senin (10/8/2026). "Kalau melihat dari (ajang FIFA ASEAN, red) seperti ini, pasti kan semua pemain terbaik akan bisa bermain. Dan kita harapkan tentu prestasinya bisa maksimal," kata Erick. Kepastian mengenai peluang menurunkan pemain terbaik menjadi kabar positif bagi Timnas Indonesia. Kehadiran pemain-pemain utama diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperbesar peluang skuad Garuda meraih hasil maksimal di hadapan pendukung sendiri. Kondisi Fisik Pemain Tetap Jadi Perhatian Meski peluang memanggil pemain terbaik terbuka, kondisi skuad Timnas Indonesia menjelang turnamen tetap akan bergantung pada situasi masing-masing pemain. Faktor kebugaran menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan oleh tim pelatih. Erick berharap seluruh pemain yang diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia dapat berada dalam kondisi fit ketika turnamen dimulai. Cedera yang dialami pemain utama berpotensi memengaruhi komposisi dan strategi yang telah dipersiapkan. Karena itu, kesiapan fisik akan menjadi bagian penting dari persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026. Tim juga perlu memiliki alternatif apabila terdapat pemain yang tidak dapat tampil karena masalah kebugaran. " Tapi sebagai tuan rumah, kalau bisa tim nasionalnya juga berprestasi dengan baik. Ya ini hal-hal yang tentu kita harapkan," kata Erick. FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar September FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah untuk kompetisi Premier Division, sedangkan Challenge Division akan diselenggarakan di Hong Kong. Timnas Indonesia tergabung di Grup A Premier Division bersama sejumlah lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata, yakni: Indonesia Malaysia India Singapura Sementara itu, Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina. Komposisi tersebut membuat persaingan sejak fase grup diprediksi berlangsung ketat. Setiap pertandingan memiliki nilai penting karena format kompetisi tidak memberikan banyak ruang bagi tim untuk kehilangan poin. Juara Grup Langsung ke Final Salah satu hal menarik dari format FIFA ASEAN Cup 2026 adalah mekanisme kelolosan menuju partai puncak. Tim yang mampu menjadi juara grup akan langsung memperoleh tiket ke final tanpa harus melewati babak semifinal. Format tersebut membuat konsistensi menjadi faktor penting. Timnas Indonesia tidak hanya dituntut meraih kemenangan, tetapi juga harus menjaga performa sejak pertandingan pertama agar dapat mengamankan posisi teratas Grup A. Bagi skuad Garuda, status sebagai tuan rumah Premier Division sekaligus memberikan keuntungan tersendiri. Dukungan suporter di Indonesia diharapkan mampu memberikan energi tambahan ketika menghadapi Malaysia, India, dan Singapura. Skuad Terbaik Jadi Modal Timnas Indonesia Jika pemain-pemain utama dapat hadir dalam kondisi bugar, Timnas Indonesia memiliki kesempatan untuk memaksimalkan kekuatan yang dimiliki. Kehadiran skuad terbaik juga memungkinkan pelatih menyusun strategi dengan lebih leluasa sesuai karakter setiap lawan. Namun, kualitas pemain bukan satu-satunya faktor penentu. Konsistensi permainan, kesiapan fisik, kedalaman skuad, dan kemampuan mengelola tekanan dalam setiap pertandingan tetap akan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju gelar juara. Dengan turnamen yang berlangsung di kandang sendiri, target Timnas Indonesia tentu bukan sekadar tampil kompetitif. Harapan untuk memberikan prestasi maksimal juga menjadi bagian dari ekspektasi publik terhadap skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.

Sepakbola Daily • 10 Aug 2026

Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal ASEAN Championship 2026 usai Ditahan Singapura 1-1

Langkah Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 harus terhenti pada fase grup. Skuad Garuda gagal memenuhi misi wajib menang setelah hanya bermain imbang 1-1 menghadapi Singapura dalam pertandingan terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat 7 Agustus 2026 malam. Hasil tersebut membuat Indonesia harus mengubur ambisi melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026. Sebaliknya, Singapura memastikan satu tempat di babak empat besar setelah mengakhiri fase grup di posisi kedua dengan koleksi 10 poin. Vietnam menjadi juara Grup A dengan jumlah poin yang sama. Posisi tersebut diperoleh setelah Vietnam mengalahkan Kamboja dengan skor 3-1 pada pertandingan lainnya. Keunggulan selisih gol membuat Vietnam berhak menempati posisi teratas. Indonesia Gagal Memanfaatkan Keunggulan Sejak pertandingan dimulai, Timnas Indonesia sebenarnya tampil dengan pendekatan agresif. Penguasaan bola coba dibangun melalui kombinasi umpan pendek untuk membuka ruang di pertahanan Singapura. Peluang pertama bahkan sudah tercipta ketika laga baru memasuki menit kedua. Mitchell Baker berhasil memanfaatkan kelengahan pemain belakang Singapura setelah menerima umpan lambung. Namun, penyelesaiannya masih dapat diblok pemain bertahan lawan sehingga Indonesia hanya memperoleh sepak pojok. Tekanan kembali diberikan Indonesia pada menit ketujuh. Mitchell Baker terjatuh di area penalti setelah terjadi kontak dengan pemain Singapura. Wasit sempat berkomunikasi dengan petugas Video Assistant Referee (VAR), tetapi tidak ada penalti yang diberikan kepada Indonesia. Memasuki pertengahan babak pertama, Singapura mulai mampu mengurangi tekanan. Tuan rumah kemudian lebih berani melakukan serangan balik dan beberapa kali berhasil menguji pertahanan Indonesia. Pada menit ke-23, Song Ui-young melepaskan tembakan voli setelah menerima umpan silang dari sisi kanan. Cahya Supriyadi masih mampu membaca arah bola dan melakukan penyelamatan. Tujuh menit kemudian, gawang Indonesia kembali berada dalam ancaman. Ilhan Fandi menyambut umpan Glenn Kweh Jia Jin melalui sundulan, tetapi Cahya kembali menunjukkan refleks cepat untuk menggagalkan peluang tersebut. Indonesia mencoba merespons melalui bola mati. Tendangan bebas Thom Haye pada menit ke-35 masih melayang tipis di atas mistar. Dua menit kemudian, Eliano Reijnders mendapatkan peluang setelah menerima umpan Shayne Pattynama, tetapi upayanya kembali diblok pemain Singapura. Hingga babak pertama selesai, tidak ada gol yang tercipta. Kedua tim masuk ruang ganti dengan skor 0-0. Ragnar Oratmangoen Bawa Indonesia Unggul Permainan Indonesia memasuki babak kedua dengan hasil yang lebih positif. Hanya dua menit setelah pertandingan dilanjutkan, Ragnar Oratmangoen berhasil memecah kebuntuan. Gol tersebut berawal dari upaya Ivar Jenner mengirimkan bola ke area pertahanan Singapura. Lionel Tan Han Wei sempat melakukan sapuan, tetapi bola justru kembali jatuh ke jalur Ragnar. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Ragnar. Ia langsung melepaskan tembakan terukur yang gagal dijangkau kiper Singapura. Indonesia pun unggul 1-0. Gol tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Skuad Garuda untuk mengendalikan pertandingan. Namun, Singapura tidak membutuhkan waktu lama untuk meningkatkan tekanan. Pada menit ke-57, Song Ui-young mendapatkan kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Ivar Jenner. Wasit kemudian melakukan pemeriksaan VAR untuk melihat kemungkinan peningkatan hukuman menjadi kartu merah, tetapi keputusan akhir tetap berupa kartu kuning. Miskomunikasi di Lini Belakang Jadi Petaka Keunggulan Indonesia akhirnya sirna pada menit ke-66. Kesalahan koordinasi di lini belakang membuat Singapura memperoleh kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Rizky Ridho berusaha mengawal pergerakan penyerang tuan rumah, sementara Cahya Supriyadi keluar dari posisinya untuk mengamankan bola. Keduanya justru mengalami benturan sehingga bola lepas dan berada dalam posisi yang menguntungkan bagi Ilhan Fandi. Tanpa membuang kesempatan, Ilhan langsung memanfaatkan bola tersebut untuk mencetak gol. Skor berubah menjadi 1-1. Gol penyama kedudukan membuat tekanan terhadap Timnas Indonesia semakin besar. Skuad Garuda membutuhkan kemenangan untuk memastikan tiket semifinal, sedangkan hasil seri membuat peluang tersebut praktis tertutup. Peluang Emas Indonesia Kembali Terbuang Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan untuk kembali unggul pada menit ke-78. Rizky Eka menerima umpan terobosan dari Thom Haye dan berhasil berada dalam posisi satu lawan satu dengan penjaga gawang Singapura. Namun, penyelesaian akhirnya justru melebar ke sisi kiri gawang. Kesempatan tersebut menjadi salah satu peluang penting Indonesia untuk mencetak gol kemenangan. Singapura kemudian memperoleh peluang melalui situasi bola mati pada menit ke-85. Tendangan bebas diberikan setelah Tim Geypens melakukan pelanggaran terhadap Muhammad Farhan. Beruntung bagi Indonesia, Cahya Supriyadi masih mampu mengamankan bola. John Herdman kemudian berusaha menambah daya serang pada menit-menit akhir. Beckham Putra Nugraha dimasukkan untuk memberikan energi tambahan di lini depan. Instruksi taktik juga terus diberikan kepada para pemain. Beckham bahkan terlihat membawa kertas berisi arahan permainan yang kemudian disampaikan kepada Saddil Ramdani dan Mitchell Baker. Tujuh Menit Tambahan Tak Mengubah Hasil Waktu normal berakhir dengan kedudukan 1-1. Wasit memberikan tambahan waktu hingga tujuh menit sehingga Indonesia masih memiliki kesempatan untuk mencari gol kemenangan. Namun, tekanan yang dibangun Skuad Garuda belum menghasilkan penyelesaian akhir yang efektif. Di sisi lain, Singapura justru beberapa kali mampu mengancam melalui serangan balik cepat. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1. Hasil tersebut memastikan Timnas Indonesia gagal melangkah ke semifinal ASEAN Championship 2026. Skuad Garuda harus puas mengakhiri perjalanan di fase grup, sementara Singapura melanjutkan perjuangan ke babak empat besar bersama Vietnam. Evaluasi Indonesia Setelah Gagal ke Semifinal Kegagalan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Timnas Indonesia, terutama karena Skuad Garuda sebenarnya sempat memegang keunggulan pada babak kedua. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dari pertandingan tersebut antara lain: Penyelesaian akhir: sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol tambahan. Koordinasi pertahanan: miskomunikasi menjadi penyebab lahirnya gol penyama kedudukan Singapura. Manajemen pertandingan: keunggulan 1-0 belum mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Respons terhadap tekanan: setelah Singapura menyamakan skor, Indonesia kesulitan menemukan gol kedua yang dibutuhkan. Efektivitas serangan: dominasi penguasaan bola harus diikuti dengan keputusan yang lebih tepat di sepertiga akhir lapangan. Bagi Singapura, hasil imbang tersebut memiliki arti berbeda. Satu poin sudah cukup untuk membawa mereka mengamankan posisi runner-up Grup A dengan 10 poin dan melanjutkan perjalanan di turnamen. Sementara bagi Indonesia, pertandingan melawan Singapura kembali menunjukkan bahwa keunggulan dalam sebuah laga belum menjamin kemenangan. Ketika target yang dibutuhkan adalah kemenangan, kemampuan menjaga konsentrasi, memanfaatkan peluang, serta mengelola pertandingan hingga menit terakhir menjadi faktor yang sangat menentukan. Kegagalan ini juga membuat perjalanan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 berakhir lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Skuad Garuda harus kembali melakukan evaluasi sebelum menghadapi agenda kompetitif berikutnya.

Sepakbola Daily • 08 Aug 2026

Timnas Indonesia Wajib Menang atas Singapura untuk Lolos ke Semifinal ASEAN Championship 2026

Nasib Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 ditentukan pada pertandingan terakhir Grup A. Skuad Garuda harus mengamankan tiga poin saat menghadapi Singapura pada Jumat, 7 Agustus 2026, jika ingin menjaga asa melaju ke babak semifinal. Kekalahan dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya menjadi pelajaran berharga yang kini harus segera dilupakan. Fokus seluruh pemain dan tim pelatih sepenuhnya tertuju pada laga penentuan melawan Singapura, yang diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memiliki motivasi besar untuk lolos ke fase gugur. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam tekanan. Menurutnya, ketenangan justru menjadi modal utama agar para pemain mampu menjalankan strategi dengan maksimal di lapangan. John Herdman Minta Timnas Indonesia Fokus pada Proses Menghadapi pertandingan yang menentukan, Herdman meminta anak asuhnya mengalihkan perhatian dari beban hasil akhir dan lebih fokus pada proses selama 90 menit pertandingan. Menurut pelatih asal Inggris tersebut, Singapura merupakan tim yang memiliki organisasi permainan disiplin, sulit ditembus, serta mampu memanfaatkan setiap peluang yang dimiliki. "Di momen seperti ini kami harus fokus pada proses. Kami tahu akan menghadapi tim yang terorganisasi dengan baik, sulit ditembus, dan memiliki mentalitas yang kuat. Namun kami juga tahu siapa diri kami," ujar Herdman. Ia menilai tekanan memang tidak bisa dihindari dalam pertandingan sebesar ini. Namun, tekanan justru harus dijadikan motivasi, bukan sesuatu yang membatasi kreativitas pemain ketika berada di lapangan. Kombinasi Pemain Senior dan Muda Jadi Modal Garuda Herdman optimistis skuad Garuda memiliki kualitas untuk melewati ujian berat tersebut. Menurutnya, perpaduan pemain berpengalaman dengan pemain muda memberikan keseimbangan yang dibutuhkan tim. Ia percaya para pemain senior mampu menjaga stabilitas permainan, sementara pemain muda membawa energi dan semangat bertanding yang tinggi. "Kami adalah tim yang kuat. Kami memiliki pemain-pemain berpengalaman dan pemain muda yang haus akan kemenangan. Pertandingan seperti inilah yang dicari setiap pesepak bola," katanya. Bagi Herdman, pertandingan melawan Singapura juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan Timnas Indonesia yang baru menjalani beberapa laga di bawah arahannya. Singapura Dinilai Memiliki Karakter Berbeda dari Vietnam Tim pelatih tidak ingin menganggap Singapura sebagai tim yang hanya mengandalkan pertahanan. Herdman menilai calon lawannya memiliki karakter permainan berbeda dibanding Vietnam. Selain disiplin ketika bertahan, Singapura juga mampu membangun serangan dengan rapi ketika menguasai bola. Karena itu, pendekatan taktik yang diterapkan Indonesia dipastikan berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Menurut Herdman, setiap lawan memiliki identitas permainan masing-masing sehingga strategi pun harus disesuaikan dengan situasi di lapangan. Evaluasi Timnas Indonesia Jelang Laga Penentuan Usai kekalahan dari Vietnam, tim pelatih melakukan sejumlah evaluasi agar performa Garuda lebih efektif saat menghadapi Singapura. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain: Meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir di depan gawang. Memperbaiki transisi dari menyerang ke bertahan. Mengurangi ruang kosong saat kehilangan bola. Menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Memaksimalkan peluang dari bola mati. Meski demikian, Herdman menegaskan dirinya tidak ingin pemain terlalu terbebani target mencetak banyak gol. "Kami tentu mengevaluasi aspek yang masih perlu diperbaiki, terutama ketepatan penyelesaian akhir di dalam dan sekitar kotak penalti. Namun saya tidak ingin para pemain dibebani tuntutan untuk mencetak gol karena tekanan seperti itu justru bisa mengurangi kebebasan mereka dalam memanfaatkan setiap peluang." Baginya, jika permainan berjalan sesuai rencana, peluang mencetak gol akan datang dengan sendirinya. Kesiapan Mental Jadi Faktor Penentu Selain aspek teknis, Herdman menilai kekuatan mental akan menjadi pembeda dalam pertandingan yang sarat tekanan tersebut. Seluruh pemain disebut telah memahami pentingnya laga melawan Singapura. Kini tugas tim pelatih adalah memastikan fokus mereka tetap terjaga hingga peluit akhir berbunyi. Menurut Herdman, tim yang mampu menjaga emosi biasanya akan lebih mudah mengambil keputusan yang tepat dalam situasi-situasi krusial. Marc Klok: Timnas Indonesia Datang untuk Bangkit Gelandang Timnas Indonesia Marc Klok memastikan kekalahan dari Vietnam tidak mengurangi keyakinan seluruh pemain. Ia menilai setiap tim pasti pernah mengalami hasil buruk. Yang membedakan tim besar adalah kemampuan untuk bangkit dan merespons tekanan secara positif. "Kami datang ke Singapura dengan misi yang sangat jelas. Kami memulai turnamen ini dengan kepercayaan diri yang tinggi. Kekalahan adalah bagian dari sepak bola, tetapi tim yang kuat adalah tim yang mampu bangkit ketika menghadapi kesulitan," kata Klok. Menurutnya, suasana di dalam skuad tetap kondusif. Seluruh pemain masih memiliki keyakinan terhadap strategi yang disusun pelatih dan siap memberikan penampilan terbaik pada laga terakhir fase grup. Dukungan Suporter Jadi Motivasi Tambahan Klok juga mengingatkan bahwa perjuangan Timnas Indonesia tidak hanya untuk para pemain di lapangan, tetapi juga untuk jutaan pendukung yang terus memberikan semangat dari berbagai daerah. Ia menyebut dukungan masyarakat Indonesia menjadi motivasi tambahan agar seluruh pemain tampil maksimal. "Kami percaya pada pelatih, percaya pada kemampuan kami sendiri, dan sekarang tinggal membuktikannya di lapangan. Ada lebih dari 280 juta masyarakat Indonesia yang mendukung kami. Mereka pantas mendapatkan penampilan terbaik dari kami, dan itulah yang ingin kami berikan sebagai bentuk penghormatan." Laga Penentuan Menuju Semifinal ASEAN Championship 2026 Pertandingan melawan Singapura menjadi salah satu ujian terbesar Timnas Indonesia di fase grup ASEAN Championship 2026. Kemenangan bukan hanya membuka jalan menuju semifinal, tetapi juga menjadi bukti kemampuan skuad Garuda untuk bangkit setelah hasil kurang memuaskan pada laga sebelumnya. Dengan evaluasi yang telah dilakukan, kombinasi pemain berpengalaman dan muda, serta dukungan penuh jutaan suporter Tanah Air, Timnas Indonesia berharap mampu menampilkan performa terbaik demi menjaga peluang meraih prestasi di ASEAN Championship 2026. Laga ini sekaligus menjadi momentum bagi skuad Garuda untuk menunjukkan karakter, mental bertanding, dan kualitas permainan ketika berada di bawah tekanan besar.

Sepakbola Daily • 07 Aug 2026