Gaya Hidup

7 Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan, Enak Dimakan Tapi Jangan Kalap

Admin GenFun | Kamis, 24 Sep 2026 06:10 WIB
7 Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan, Enak Dimakan Tapi Jangan Kalap

Musim durian selalu punya cara sendiri untuk membuat pencinta buah kembali tergoda. Aroma yang khas, daging buah yang lembut, serta rasa manis dan creamy membuat durian menjadi salah satu buah tropis yang punya banyak penggemar.

Di balik kenikmatannya, buah durian juga menyimpan berbagai zat gizi. Daging buahnya menyediakan karbohidrat, serat, lemak, vitamin C, sejumlah vitamin B, folat, serta mineral seperti kalium, magnesium, mangan, dan tembaga.

Namun, durian bukan jenis buah yang ideal untuk dikonsumsi tanpa memperhatikan porsi. Kandungan energi dan gula alaminya cukup tinggi sehingga manfaat buah durian untuk kesehatan lebih tepat diperoleh ketika dikonsumsi secara wajar. Artikel sumber juga menekankan bahwa makan durian berlebihan dapat memicu keluhan seperti kembung dan begah.

7 Manfaat Buah Durian yang Bikin Makin Paham Soal Si Raja Buah

Durian memang terkenal karena rasanya, tetapi kandungan nutrisinya juga membuat buah ini menarik untuk dibahas. Berikut beberapa manfaat yang dapat dikaitkan dengan zat gizi di dalamnya.

1. Menjadi Sumber Energi

Daging durian mengandung karbohidrat dan lemak sehingga memberikan energi yang cukup besar dibandingkan banyak buah lainnya.

Dalam satu cangkir durian yang dipotong-potong, Cleveland Clinic memperkirakan terdapat sekitar 357 kalori, 65,9 gram karbohidrat, 13 gram lemak, dan 9,23 gram serat. Angka tersebut menunjukkan mengapa porsi perlu diperhatikan, terutama jika durian dikonsumsi sebagai camilan di antara waktu makan.

Karena cukup padat energi, beberapa potong durian sebenarnya sudah bisa menjadi camilan yang mengenyangkan. Tidak perlu menambahkannya dengan makanan manis lain jika tujuan utamanya sekadar menikmati buah.

2. Membantu Memenuhi Kebutuhan Serat

Serat menjadi salah satu komponen menarik dari buah durian. Dalam satu cangkir daging buah, kandungan seratnya dilaporkan mencapai sekitar 9,23 gram.

Asupan serat berperan dalam menjaga fungsi saluran pencernaan dan membantu keteraturan buang air besar. Namun, justru karena durian mengandung serat dan karbohidrat dalam jumlah cukup besar, makan dalam porsi berlebihan juga dapat membuat sebagian orang merasa perut penuh, bergas, atau kembung.

3. Menyumbang Vitamin C

Durian juga dapat menjadi salah satu sumber vitamin C dalam pola makan sehari-hari. Vitamin ini diperlukan tubuh untuk berbagai fungsi normal, termasuk fungsi sistem kekebalan dan pembentukan kolagen.

Selain itu, vitamin C memiliki aktivitas antioksidan. Meski demikian, menyebut durian sebagai buah yang dapat mencegah atau mengobati penyakit tertentu akan terlalu jauh karena manfaat klinis spesifik durian masih membutuhkan penelitian manusia yang lebih kuat.

4. Mengandung Beragam Vitamin B

Beberapa vitamin B juga ditemukan dalam buah durian, termasuk tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6. Nutrisi tersebut terlibat dalam berbagai proses metabolisme tubuh, termasuk pemanfaatan zat gizi menjadi energi.

Karena itu, durian dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam. Meski begitu, bukan berarti konsumsi durian dalam jumlah besar diperlukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin B karena banyak makanan lain juga menyediakan nutrisi tersebut.

5. Kaya Kalium yang Dibutuhkan Tubuh

Kalium merupakan mineral penting yang terlibat dalam fungsi normal sel, saraf, otot, serta keseimbangan cairan tubuh. Durian termasuk buah yang menyediakan mineral tersebut.

Kandungan kalium ini menjadi salah satu nilai tambah durian sebagai buah. Akan tetapi, orang yang memiliki penyakit ginjal atau mendapatkan anjuran medis untuk membatasi asupan kalium perlu lebih berhati-hati dalam menentukan porsinya.

6. Menyediakan Folat dan Mineral Lain

Selain kalium, durian juga menyediakan folat, magnesium, mangan, dan tembaga. Setiap mineral memiliki fungsi berbeda dalam tubuh, mulai dari mendukung metabolisme hingga membantu fungsi normal jaringan dan sel.

Kandungan tersebut membuat durian tidak sekadar memberikan rasa manis. Namun, manfaat nutrisi akan lebih bermakna jika buah ini dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang juga mencakup sayuran, sumber protein, biji-bijian, dan berbagai jenis buah.

7. Menyumbang Senyawa Antioksidan

Selain vitamin C, durian mengandung berbagai senyawa tumbuhan seperti karotenoid, flavonoid, dan polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa tersebut menjadi salah satu alasan durian terus diteliti dari sisi kandungan bioaktifnya.

Namun, perlu dibedakan antara aktivitas antioksidan suatu senyawa dalam penelitian laboratorium dan manfaat kesehatan yang sudah terbukti pada manusia. Sampai saat ini, bukti penelitian manusia mengenai durian untuk mencegah atau mengobati kondisi medis tertentu masih terbatas.

Kenapa Makan Durian Kebanyakan Bisa Bikin Begah?

Ini bagian yang sering dirasakan setelah seseorang terlalu menikmati durian.

Daging durian cukup padat energi dan mengandung serat serta karbohidrat. Ketika dikonsumsi dalam jumlah besar sekaligus, sebagian orang dapat mengalami perut terasa penuh, kembung, banyak gas, atau rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Keluhan tersebut tidak berarti durian selalu menyebabkan masalah pencernaan. Respons setiap orang berbeda dan jumlah yang dikonsumsi juga berpengaruh.

Beberapa keluhan yang mungkin muncul setelah makan terlalu banyak antara lain:

  • Perut terasa penuh atau begah.

  • Kembung dan lebih banyak gas.

  • Mual atau sakit perut.

  • Asupan kalori menjadi terlalu tinggi.

  • Gula darah dapat meningkat, terutama jika porsinya besar.

  • Asupan lemak dan karbohidrat harian ikut bertambah.

Artikel sumber juga mencatat bahwa durian yang dimakan dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan berpotensi mengganggu pengaturan berat badan.

Durian dan Gula Darah, Harus Takut?

Tidak perlu menganggap durian sebagai buah yang otomatis harus dihindari. Namun, kandungan karbohidrat dan gula alaminya membuat ukuran porsi tetap penting.

Cleveland Clinic mencatat bahwa durian memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, tetapi hal tersebut tidak berarti seseorang dapat mengonsumsinya tanpa batas. Jumlah karbohidrat yang masuk tetap berpengaruh terhadap gula darah, terutama pada orang dengan diabetes atau gangguan toleransi glukosa.

Jika sedang mengontrol gula darah, lebih aman mengikuti batas porsi yang telah ditentukan dokter atau ahli gizi daripada menjadikan angka indeks glikemik sebagai alasan untuk makan durian sebanyak-banyaknya.

Berapa Banyak Durian yang Sebaiknya Dimakan?

Tidak ada satu ukuran porsi yang wajib berlaku untuk semua orang. Kebutuhan energi, kondisi kesehatan, pola makan harian, serta ukuran buah dapat membuat kebutuhan setiap orang berbeda.

Artikel sumber menggunakan sekitar 2–3 biji atau potongan daging durian ukuran sedang sebagai gambaran porsi praktis. Namun, angka tersebut sebaiknya dipandang sebagai panduan umum, bukan aturan medis yang berlaku untuk semua orang.

Supaya lebih mudah mengontrol konsumsi, coba gunakan prinsip sederhana:

  • Ambil porsi kecil terlebih dahulu.

  • Makan perlahan, bukan sekaligus dalam jumlah banyak.

  • Hindari menjadikan durian sebagai tambahan setelah makan besar yang sudah tinggi kalori.

  • Minum air putih secukupnya.

  • Jika sedang membatasi gula atau kalori, kurangi porsinya.

  • Lebih baik memilih daging durian segar daripada olahan yang mendapat tambahan gula.

Fresh Lebih Simpel, Olahan Bisa Bikin Kalori Makin Naik

Daging durian segar sebenarnya sudah cukup kaya rasa sehingga tidak membutuhkan banyak tambahan.

Sebaliknya, produk seperti dodol durian, es durian dengan susu kental manis, pancake durian, atau makanan penutup berbasis durian dapat mengandung tambahan gula, tepung, krim, atau lemak. Akibatnya, jumlah kalori dalam satu porsi bisa jauh lebih tinggi dibandingkan ketika menikmati daging buah secara langsung.

Jadi, jika tujuanmu adalah mendapatkan manfaat nutrisi buah sekaligus menikmati rasanya, durian segar dalam porsi terkontrol menjadi pilihan yang lebih sederhana.

Bagaimana dengan Durian dan Alkohol?

Kombinasi durian dan alkohol sering menjadi bahan pembicaraan. Ada teori bahwa senyawa yang mengandung sulfur dalam durian dapat memengaruhi metabolisme alkohol, tetapi bukti klinis pada manusia masih terbatas.

Karena bukti mengenai interaksi tersebut belum kuat, bukan berarti kombinasi keduanya terbukti pasti berbahaya pada setiap orang. Namun, tetap masuk akal untuk berhati-hati dan tidak mengonsumsi durian dalam jumlah besar bersamaan dengan alkohol.

Jika setelah mengonsumsi keduanya muncul keluhan yang berat atau tidak biasa, jangan menganggapnya sebagai reaksi normal dan pertimbangkan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Siapa yang Perlu Lebih Memperhatikan Porsi?

Sebagian besar orang dapat menikmati durian sebagai makanan dalam jumlah wajar. Namun, beberapa kelompok perlu lebih memperhatikan konsumsinya.

Penderita Diabetes

Karena durian mengandung karbohidrat dan gula alami, ukuran porsi perlu disesuaikan dengan pola makan dan target gula darah masing-masing.

Orang dengan Penyakit Ginjal

Kandungan kalium pada durian perlu diperhatikan oleh orang yang harus membatasi kalium akibat kondisi ginjal tertentu. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan porsi yang sesuai.

Orang dengan Pencernaan Sensitif

Jika mudah mengalami kembung atau begah, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi durian dalam jumlah besar. Mulailah dengan porsi kecil dan perhatikan respons tubuh.

Jadi, Apa Kesimpulannya?

Manfaat buah durian untuk kesehatan terutama berasal dari kandungan zat gizi yang dimilikinya, seperti serat, vitamin C, vitamin B, folat, kalium, magnesium, mangan, tembaga, serta berbagai senyawa tumbuhan. Buah ini juga cukup mengenyangkan karena mengandung karbohidrat, lemak, dan serat.

Di sisi lain, durian termasuk buah yang cukup padat energi. Jika disantap berlebihan, asupan kalori dan gula dapat meningkat, sementara keluhan seperti kembung, begah, gas, atau sakit perut bisa muncul pada sebagian orang.

Jadi, kuncinya bukan harus menghindari durian, tetapi tahu kapan berhenti. Nikmati daging buahnya secukupnya, perhatikan kondisi kesehatan, dan jangan lupa bahwa pola makan sehat ditentukan oleh keseluruhan makanan yang dikonsumsi, bukan oleh satu jenis buah saja.

Tags