6 Manfaat Ceker Ayam untuk Kesehatan, Kaya Kolagen tapi Jangan Asal Olah
Ceker ayam sering kali berada di posisi yang unik dalam dunia kuliner. Ada yang menyukainya karena teksturnya kenyal dan gurih, tetapi ada pula yang justru menghindarinya karena dianggap hanya terdiri dari kulit dan tulang.
Padahal, bagian kaki ayam ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup menarik. Ceker ayam tersusun terutama dari jaringan ikat, kulit, tendon, tulang rawan, dan tulang. Salah satu komponen yang paling banyak mendapat perhatian adalah kolagen, yaitu protein struktural yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan berbagai jaringan tubuh.
Menariknya, ceker ayam juga bisa menjadi pilihan sumber protein. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada jumlah yang dikonsumsi serta cara pengolahannya. Ceker yang dimasak menjadi sup dengan banyak garam tentu memiliki profil gizi yang berbeda dengan ceker yang direbus atau dimasak tanpa tambahan berlebihan.
Kenapa Ceker Ayam Banyak Mengandung Kolagen?
Ceker ayam berbeda dengan bagian dada atau paha karena sebagian besar strukturnya merupakan jaringan ikat. Kondisi inilah yang membuat kandungan kolagennya relatif tinggi.
Sebagai gambaran, sekitar 70 gram atau dua buah ceker ayam mengandung sekitar 150 kalori dan 14 gram protein. Sekitar 70 persen protein tersebut berasal dari kolagen. Ceker juga mengandung sejumlah mineral seperti kalsium dan fosfor serta folat.
Kolagen sendiri merupakan protein yang terdapat pada kulit, tulang, tendon, ligamen, dan jaringan tubuh lainnya. Namun, perlu dipahami bahwa kolagen dari makanan tidak langsung berubah menjadi kolagen kulit atau sendi. Tubuh akan mencerna protein tersebut menjadi asam amino dan peptida sebelum digunakan sesuai kebutuhan tubuh.
6 Manfaat Ceker Ayam yang Bisa Dipertimbangkan
Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan menjadi bagian dari pola makan seimbang, ceker ayam dapat memberikan sejumlah manfaat nutrisi.
1. Membantu Memenuhi Kebutuhan Protein
Ceker ayam tetap mengandung protein meskipun jumlah dagingnya jauh lebih sedikit dibandingkan dada atau paha ayam.
Protein dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk membantu pembentukan dan pemeliharaan jaringan. Karena sebagian protein pada ceker berupa kolagen, makanan ini memiliki karakteristik yang berbeda dari sumber protein yang lebih kaya protein otot.
Karena itu, ceker sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber protein. Padukan dengan telur, ikan, ayam tanpa kulit, daging, tahu, tempe, atau kacang-kacangan agar asupan asam amino lebih beragam.
2. Mendukung Kesehatan Kulit
Kolagen merupakan salah satu komponen struktural penting pada kulit. Sejumlah penelitian mengenai konsumsi kolagen menunjukkan adanya potensi peningkatan hidrasi dan elastisitas kulit, meskipun hasil penelitian tidak berarti setiap makanan tinggi kolagen otomatis memberikan efek kosmetik yang sama.
Jadi, manfaat ceker ayam untuk kulit lebih tepat dipahami sebagai bagian dari pemenuhan nutrisi, bukan sebagai “obat awet muda”.
Kesehatan kulit tetap dipengaruhi banyak faktor lain, termasuk kecukupan protein secara keseluruhan, vitamin dan mineral, tidur, paparan sinar matahari, serta kebiasaan merawat kulit.
3. Membantu Menunjang Kesehatan Sendi
Kolagen merupakan bagian penting dari jaringan ikat yang terdapat pada sendi dan tulang rawan. Karena itu, kandungan kolagen pada ceker ayam sering dikaitkan dengan kesehatan persendian.
Sejumlah penelitian tentang kolagen menunjukkan potensi manfaat terhadap keluhan sendi, tetapi bukti tersebut tidak berarti makan ceker ayam dapat menyembuhkan osteoarthritis atau penyakit sendi lainnya.
Jika seseorang sudah mengalami nyeri sendi berkepanjangan, pemeriksaan medis tetap diperlukan daripada hanya mengandalkan makanan tertentu.
4. Membantu Menunjang Kesehatan Tulang
Ceker ayam mengandung kolagen sekaligus sejumlah mineral, termasuk kalsium dan fosfor. Keduanya merupakan mineral yang berhubungan dengan struktur dan fungsi tulang.
Kolagen juga menjadi bagian dari matriks tulang. Karena itu, asupan protein yang cukup serta pola makan yang menyediakan kalsium, vitamin D, fosfor, dan nutrisi lainnya penting untuk menjaga kesehatan tulang.
Namun, ceker ayam bukan pengganti sumber kalsium utama seperti susu dan produk olahannya, ikan tertentu yang dimakan bersama tulangnya, atau pangan lain yang kaya kalsium.
5. Menambah Asupan Nutrisi seperti Folat dan Mineral
Selain protein dan kolagen, ceker ayam menyediakan sejumlah zat gizi lain. Data yang dirangkum Healthline menunjukkan bahwa dua ceker atau sekitar 70 gram menyediakan antara lain kalsium, fosfor, vitamin A, dan folat.
Folat atau vitamin B9 berperan dalam berbagai proses penting tubuh, termasuk sintesis DNA dan pembentukan sel. Meski demikian, kandungan zat gizi pada makanan dapat berbeda tergantung ukuran porsi, kondisi bahan, dan metode pengolahan.
6. Bisa Menjadi Pilihan Bahan Makanan yang Ekonomis
Ada satu manfaat lain yang sering luput dibahas: ceker ayam dapat membantu memaksimalkan penggunaan bahan pangan.
Bagian ayam yang sebelumnya dianggap kurang bernilai bisa diolah menjadi berbagai hidangan, seperti:
-
sup ceker;
-
soto;
-
dimsum;
-
ceker bumbu pedas;
-
semur;
-
kaldu;
-
atau hidangan berkuah lainnya.
Dengan pengolahan yang tepat, ceker bisa menjadi pilihan lauk yang ekonomis sekaligus memberikan protein dan kolagen.
Jangan Terjebak Anggapan “Makin Banyak Makin Sehat”
Meski memiliki kandungan nutrisi, ceker ayam bukan berarti harus dikonsumsi dalam jumlah besar setiap hari.
Cara memasaknya justru sangat menentukan profil akhir makanan. Ceker yang digoreng dengan banyak minyak atau dimasak menggunakan saus tinggi gula dan garam tentu berbeda dengan ceker yang direbus bersama sayuran dan rempah.
Healthline juga mencatat bahwa ceker ayam dapat memiliki kandungan lemak yang cukup signifikan dan metode pengolahan seperti deep-frying dapat meningkatkan kandungan energi serta lemak dalam hidangan.
Pilih Cara Masak yang Lebih Bersahabat
Jika ingin mendapatkan manfaat ceker ayam tanpa membuat hidangannya terlalu berat, beberapa pilihan berikut dapat dipertimbangkan:
Rebus atau kukus terlebih dahulu.
Metode ini dapat menjadi dasar untuk berbagai hidangan tanpa harus menambahkan banyak minyak.
Batasi penggunaan garam.
Ceker yang dimasak menjadi sup atau makanan berkuah sering kali menggunakan cukup banyak garam. Mengurangi garam membantu menjaga pola makan tetap seimbang.
Tambahkan sayuran.
Wortel, tomat, daun bawang, sawi, kol, atau sayuran lain dapat membuat hidangan lebih lengkap secara nutrisi.
Jangan selalu digoreng.
Tekstur renyah memang menggoda, tetapi penggunaan minyak dalam jumlah banyak dapat meningkatkan kalori makanan.
Tips Mengolah Ceker Ayam agar Lebih Bersih
Sebelum dimasak, ceker ayam sebaiknya dibersihkan dengan baik. Kuku dan bagian kulit luar yang tidak diperlukan dapat dipotong, kemudian ceker dicuci dan dimasak hingga matang.
Untuk hidangan rumahan, ceker dapat direbus terlebih dahulu. Setelah itu, air rebusan pertama bisa diganti jika diinginkan sebelum ceker dimasak kembali bersama bumbu.
Yang tidak kalah penting, pastikan ceker berasal dari bahan pangan yang aman dan disimpan dengan benar. Pengolahan yang higienis tetap menjadi bagian penting ketika mengonsumsi produk unggas.
Jadi, Apakah Ceker Ayam Sehat?
Ceker ayam bisa menjadi bagian dari pola makan sehat karena mengandung protein, kolagen, serta sejumlah mineral dan vitamin. Namun, manfaatnya tidak perlu dibesar-besarkan.
Kandungan kolagen memang menjadi salah satu daya tarik utama ceker ayam. Penelitian mengenai kolagen menunjukkan potensi manfaat terhadap kulit, sendi, dan tulang, tetapi efek tersebut tidak berarti konsumsi ceker ayam dapat menggantikan pengobatan atau memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tubuh.
Kuncinya ada pada porsi, variasi makanan, dan cara pengolahan. Ceker ayam boleh masuk menu, tetapi tetap sebaiknya ditemani sumber protein lain, sayuran, buah, serta makanan bergizi lainnya.
Jadi, kalau selama ini kamu menganggap ceker ayam cuma bagian ayam yang “nggak ada dagingnya”, mungkin sudah waktunya melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Bukan makanan ajaib, tetapi ceker ayam memang punya nilai gizi yang menarik jika diolah dan dikonsumsi dengan tepat.